Miliki Rumah Petak, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Sewa Rumah Petak

Rumah sewaan atau rumah kontrakan memiliki bermacam-macam jenis bangunan. Salah satunya adalah rumah petak.

Rumah petak adalah sebuah bangunan besar yang disekat-sekat atau dibagi-bagi menjadi rumah kecil dengan beberapa ruangan di dalamnya.

Rumah Petak

Rumah petak sangat populer di Jakarta sebagai salah satu rumah kontrakan yang murah dan terjangkau. Bisa dibilang,  rumah petak menjadi solusi bagi para pekerja berpenghasilan rendah untuk mendapatkan hunian yang layak dan dekat dengan tempat kerja

Di dalam rumah petak umumnya terbagi menjadi tiga bagian. Ruangan paling depan digunakan sebagai ruang serbaguna, seperti menerima tamu, ruang keluarga dan ruang makan. Ruangan tengah adalah kamar tidur dan ruangan paling belakang biasanya dapur yang menyatu dengan kamar mandi.

Nah, mari simak kelebihan dan kekurangan rumah petak ini.

Kelebihan Rumah Petak

Kelebihan Rumah Petak

Berikut beberapa pertimbangan memilih rumah petak ketimbang rumah besar:

  • Harga rumah petak lebih ekonomis.
  • Mampu memanfaatkan lahan terbatas untuk rumah tinggal.
  • Mengakomodasi masyarakat berpenghasilan rendah di ibu kota atau kota besar.
  • Solusi sebagai rumah tinggal yang dekat dengan sekolah, kampus atau kantor.
  • Harga sewa rumah petak sangat terjangkau antara Rp700 ribu hingga Rp1 juta per bulan. (Belum termasuk Listrik).
  • Biaya sewa bisa ditanggung bersama.
  • Kapasitas bisa disesuaikan sesuai kebijakan masing-masing pemilik rumah sewa.
  • Beberapa rumah petak menyediakan halaman luas untuk tempat parkir mobil.

Kekurangan Rumah Petak

Kekurangan Rumah Petak

Namun, Anda pun tetap perlu memerhatikan kekurangan berikut saat membeli atau membangun rumah petak:

  • Bangunan rumah lebih kecil.
  • Desain tidak sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.
  • Jumlah ruang kamar terbatas hanya untuk keluarga kecil.
  • Ukuran rumah petak berbeda-beda tergantung pemilik rumah petak.
  • Keamanan rumah petak kurang terjamin khususnya yang memiliki kendaraan bermotor.
  • Harga sewa rumah petak biasanya naik setiap tahun sekali.

Peluang Usaha Sewa Rumah Petak (Kontrakan)

Peluang Usaha Sewa Rumah Petak (Kontrakan)

Bagi pribumi yang memiliki lahan, umumnya membuat rumah petak sebagai salah satu sumber penghasilan. Usaha rumah petak menjadi salah satu usaha yang menjanjikan di ibu kota. Keuntungan dari rumah petak cukup menjanjikan.

Sebagai contoh, jika Anda memiliki rumah petak lima pintu, artinya setiap bulan Anda akan mendapatkan omset antara Rp2,5 juta sampai dengan Rp5 juta per bulan dengan kisaran sewa antara Rp500 ribu sampai dengan Rp1 juta per pintu.

Tidak heran jika peluang tersebut menjadi usaha utama bagi pribumi yang memiliki lahan di ibukota. Peluang usaha ini juga masih cukup terbuka bagi pemilik lahan di daerah penyangga Jakarta seperti Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan dan Depok.

Rumah petak umumnya dibangun di dekat pusat perbelanjaan, terminal dan stasiun agar lebih memudahkan mobilitas para penghuninya. Semakin jauh aksesnya dari jalan raya atau dengan transportasi umum, harga sewanya pun akan menyesuaikan.

Sebaliknya semakin mudah aksesnya ke jalan raya atau dekat dengan transportasi umum, harga sewa rumah petak pun akan semakin tinggi. Itulah sebabnya jika Anda berniat untuk mencari atau menyewa rumah petak, pastikan untuk mempertimbangkan akses transportasi ke tempat kerja.

Itulah beberapa hal yang bisa Anda ketahui tentang rumah petak. Rumah-rumah petak memang sangat populer di kota metropolitan atau kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →