Rumah Subsidi Bebas PPn, Masih Ragu Juga Beli Rumah?

Rumah Subsidi Bebas PPn

Brosur dan baliho iklan yang berukuran gede nawarin rumah-rumah nan asri di pinggiran Jakarta sempat mengganggu pikiran Soni. Dia sudah lama kepengin punya rumah sendiri. Pengin membesarkan kedua anaknya di lingkungan yang jauh dari polusi.

 

Biarlah Soni menempuh 1 jam perjalanan ke kantor, asalkan keluarganya hidup di daerah yang kondusif. Begitu pikirnya.

 

Sebenarnya dengan posisi asisten manajer di perusahaan IT, Soni sudah mampu buat nyicil rumah. Tapi karena beragam alasan Soni urung ngajuin KPR ke bank-bank. Jadilah rumah idaman cuma tinggal angan-angan.

 

[Baca: Trik Ambil KPR Walau Masih Ada Cicilan Lain. Iya, Bisa Kok, Tapi…]

 

Baru kemaren pas hari Minggu yang asoy Soni lagi baca koran pagi kesayangannya, tiba-tiba Soni lompat dari sofa nyamannya. Kegirangan. Kopi ditangannya tumpah menciprati kepala si Miko, kucing kesayangannya. Istrinya kaget alang kepalang.

 

“Ada apaan sih, Pa? Pagi-pagi bikin kaget aja,” bininya protes, nggak terima jantungan di pagi hari.

 

“Ini lho Ma, sebentar lagi rumah harga 300 jutaan bakal bebas PPn. Kan lumayan banget,” Soni nyoba nenangin istrinya, berseri-seri kayak jeruk sunkist.

 

Soni emang punya impian beli rumah yang agak lega dan nggak sederhana-sederhana amat. Ya konsekuensinya harga jadi agak tinggi. Itulah yang bikin Soni menunda-nunda eksekusi pencicilan rumah.

 

Rumah Subsidi Bebas PPn? Kok Bisa?

Menurut definisi dari Dirjen Pajak PPn (Pajak Pertambahan Nilai) adalah pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen.

 

Besaran PPn ini adalah 10% dan berlaku untuk produk barang atau jasa, tak terkecuali rumah. Seringkali pajak ini jadi beban tersendiri bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang berencana nyicil rumah.

 

Rumah Subsidi Bebas PPn

 Pembebasan PPn rumah bersubsidi tentu jadi nilai lebih buat konsumen. Beli rumah pun jadi lebih mudah

 

 

Pemerintah sebenarnya sudah ngebebasin PPn ini buat masyarakat yang mau beli rumah tapak (landed house) atau rusun. Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 125/PMK.011/2012 yang nyebutin bahwa rumah sederhana, rumah sangat sederhana dan rumah susun sederhana bebas dari PPn tapi dengan syarat dan batasan tertentu.

 

PMK tersebut sudah berlaku sejak 2012 dan akan terus direvisi jika situasi dan kondisi emang menuntut perubahan peraturan. Lantas, apa saja batasannya?

 

Menurut peraturan tersebut, batasan rumah sederhana dan rumah sangat sederhana yang bebas PPn adalah dengan luas nggak melebihi 36 m2. Sejauh ini, pembebasan PPn baru diberikan buat rusunami yang berkisar antara Rp 8 hingga Rp 10 juta per meter.

Sedangkan, untuk rumah tapak pembebasan, PPn baru dibolehin buat rumah seharga Rp 110 juta di Jakarta. Kalau di daerah Kalimantan, acuannya di kisaran harga Rp 121 juta. Di Papua beda lagi, Rp 174 juta.

Syarat berikutnya, rumah yang dibeli adalah rumah pertama dan kepemilikan nggak boleh dipindahtangankan minimal lima tahun. Ini buat menghindari spekulan yang ingin memanfaatkan kesempatan buat menjual rumah bersubsidi.

 

[Baca: Simulasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) oleh Rizal yang Bergaji Rp 3 – 5 Juta]

 

Dengan adanya peraturan ini, tentu saja masyarakat diuntungin banget. Tentu saja karena 10 persen dari harga rumah itu kan lumayan banget buat ditabung atau menuhin kebutuhan lain.

 

Rumah bebas PPn ini bisa dibeli secara tunai, KPR bersubsidi ataupun KPR non-subsidi. Pembiayaannya bisa yang konvensional maupun lewat KPR syariah.

 

Batasan Rumah Subsidi Bebas PPn Bakal Direvisi

Nah, kalau rajin mantengin berita nih, pemerintah dari Juni lalu sudah koar-koar kalau batasan harga rumah subsidi bebas PPn bakal dinaikin. Targetnya sih revisi PMK ini bakal kelar akhir tahun.

 

Artinya, kalau dulu cuma rumah yang Rp 150 juta ke bawah yang bebas PPN, nantinya maksimal harga rumah yang dibebasin PPN bisa mencapai Rp 300 juta. Enak toh?

 

rumah subsidi bebas ppn

 Meski pasokan rumah dinilai kurang, pemerintah nggak berdiam diri kok. Akses memiliki rumah masih terbuka lebar buat yang gajinya ngepas

 

 

Lantas apa alasannya pemerintah berbaik hati naikin batasan harga rumah subsidi bebas PPn? Ya apalagi kalau bukan soal kurangnya pasokan dan minimnya akses buat memiliki rumah idaman bagi MBR. Kebijakan ini juga dilakukan oleh pemerintah untuk menyiasati naiknya harga tanah dan bangunan.

 

Peraturan ini lagi dimatengin sama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) dan Kementerian Keuangan sejak pertengahan 2015. Wah, bagi jutaan Soni di luar sana kabar ini jelas oke dong ya.

 

[Baca: Uang Muka KPR Turun Nih. Apakah Itu Tandanya Makin Gampang Ajukan Kredit ke Bank?]

 

Dan ternyata nggak cuma pembeli aja yang diuntungin, kalau demand perumahan bagus, otomatis pihak developer juga diuntungkan kan? Jadi ya win win solution.

 

 

 

Image credit:

  • http://blokbojonegoro.com/upload/Image/image_18_kprr.jpg
  • http://panel.mustangcorps.com/admin/fl/upload/files/70(60).jpg

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis