6 Pilihan Zakat Online dan Begini Cara Kerjanya!

zakat online

Menunaikan zakat fitrah merupakan kewajiban bagi umat Muslim yang memenuhi syarat wajib zakat fitrah di bulan suci Ramadan. Saat pandemi corona seperti sekarang ini, kamu bisa membayar zakat online agar lebih aman. 

Sejak pandemi corona ini, pemerintah memang telah menyarankan masyarakat untuk menunaikan zakat fitrah secara online.

Lantas, apakah zakat online sah? Bagaimana cara kerjanya? Apakah ada aplikasi untuk bayar online? Yuk, simak penjelasan berikut! 

6 pilihan aplikasi untuk bayar zakat online

Ada banyak aplikasi yang dapat memudahkan kamu untuk menunaikan zakat secara online. Berikut ini enam pilihannya: 

1. Kitabisa 

Selain dikenal sebagai platform galang dana, Kitabisa juga menyediakan layanan penyalur zakat ke beberapa mitranya yang membutuhkan seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAZ), Dompet Dhuafa, Global Zakat-Aksi Cepat Tanggap, LAZISNU-NU CARE, dan Rumah Zakat. 

Untuk bisa melakukan zakat online di Kitabisa, kamu harus memiliki registrasi terlebih dahulu. Ketika akun sudah aktif, klik Tap Zakat dan pilih lembaga mitra zakat yang diinginkan. 

Setelah itu, klik Tunaikan Zakat dan isi nominal yang ingin dibayarkan. Lalu, pilih metode pembayaran yang tersedia dan ikuti langkah-langkah selanjutnya. 

2. DANA

Sebagian besar dari kita mungkin sudah gak asing lagi dengan dompet digital DANA. Menariknya, di bulan Ramadan tahun lalu, DANA meluncurkan fitur zakat online atau dikenal juga dengan nama Zakat & Donasi. 

Fitur Zakat & Online merupakan hasil kerja sama antara DANA dengan Yayasan Dompet Dhuafa, sehingga penyaluran dananya dapat dipastikan tepat sasaran. 

Adapun beberapa opsi penyaluran dana zakat yang tersedia, yaitu donasi 10 ribu bingkisan lebaran, air untuk kehidupan, sekolah tanpa batas, beasiswa untuk negeri, pembebasan gizi buruk, dan membantu kalangan difabel. 

3. Tokopedia Zakat

Gak mau ketinggalan, e-commerce besar seperti Tokopedia juga ikut menyediakan layanan pembayaran zakat secara online atau dikenal juga dengan nama Tokopedia Zakat. 

Melalui program ini, Tokopedia bekerja sama dengan sejumlah badan zakat yang terpercaya seperti BAZNAS, Yayasan Dompet Dhuafa, LAZISNU-NU CARE, dan Rumah Zakat. Sehingga kamu bisa pilih ingin menyalurkan dana ke badan zakat yang mana. 

Untuk melakukan zakat online di Tokopedia, kamu hanya perlu buat akun, kunjungi situs Zakat Tokopedia masukkan jumlah zakat, klik Selanjutnya, masukkan nomor NPWP, dan klik Bayar Zakat. 

4. Amalin 

Amalin merupakan aplikasi zakat online yang diciptakan oleh Yayasan Rumah Amal, guna  memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam berbagi zakat. 

Di aplikasi Amalin juga tersedia kalkulator zakat yang berfungsi untuk membandingkan penghasilan kamu setiap bulannya dengan dana zakat yang harus dikeluarkan. 

Selain itu, pengguna juga bisa memilih program donasi yang ingin dituju, misalnya di bidang beasiswa dan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, aksi peduli kemanusiaan, pelayanan untuk dhuafa, hingga dakwah dan advokasi zakat. 

5. Zakat Mobile by Rumah Zakat

Rumah Zakat adalah lembaga yang berfokus pada pengelolaan zakat, infak, dan dana sosial lainnya melalui program-program pemberdayaan masyarakat. 

Dalam rangka memudahkan muzzaki atau pemberi zakat, lembaga ini menyediakan fitur yang memungkinkan penggunanya membayar zakat secara online.

Untuk membayar zakat melalui Rumah Zakat, kamu hanya perlu mendaftar sebagai donatur dan menggunakan fitur Donate Now. Selanjutnya, kamu hanya perlu mengirimkan uang pada rekening yang tersedia sesuai nominal donasi yang telah kamu tentukan sebelumnya.

Situs ini juga punya fitur kalkulator yang membantumu menghitung besaran kewajiban zakatmu. Selain bayar zakat, kamu juga bisa ikut berdonasi pada program-program pemberdayaan masyarakat yang sedang berlangsung seperti pembangunan sekolah, program beasiswa, hingga donasi berbuka puasa.

6. Dompet Dhuafa Republika

Dompet Dhuafa Republika atau Dompet Dhuafa merupakan lembaga nirlaba masyarakat Indonesia yang ditujukkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf, serta dana lain yang halal dan legal baik dari perorangan maupun perusahaan).

Untuk memastikan nominal zakat yang perlu kamu bayarkan, Dompet Dhuafa juga punya fitur kalkulator zakat. Lalu buat kamu yang ragu atau bingung mengenai hal-hal terkait dengan zakat, bisa konsultasi online juga yang akan dijawab oleh ustaz yang bertugas.

Jika ingin berpartisipasi secara langsung, kamu juga bisa menjadi relawan untuk membantu kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat Dompet Dhuafa.

zakat online

Jenis-jenis zakat 

Zakat terbagi menjadi tiga jenis dengan fungsi yang berbeda-beda, yaitu zakat fitrah, zakat mal, dan zakat penghasilan.

Zakat fitrah diwajibkan untuk setiap individu yang beragama Muslim dan masuk dalam persayaratan yang ditentukan. Perlu dimengerti bahwa zakat ini gak berkaitan dengan baligh atau belumnya seseorang, ya. Artinya, orangtua pun tetap wajib membayarkan zakat fitrah atas anak-anaknya. 

Sementara zakal mahl lebih berfokus pada zakat harta benda, seperti uang, emas, surat berharga, dan aset yang disewakan. Namun, harta benda yang dikeluarkan zakatnya harus telah mencapai nisab atau kepemilikan selama satu tahun terlebih dahulu. 

Terakhir, zakat penghasilan atau dikenal juga dengan istilah zakat profesi adalah zakat yang bersumber dari penghasilan setiap bulannya. 

Untuk penjelasan lengkap soal syarat dan aturan jenis zakat, sila baca artikel Zakat Fitrah: Pengertian, Perhitungan, dan Ketentuannya

Apakah membayar zakat harus ada ijab kabul? 

Sebenarnya, ijab kabul gak termasuk wajib dalam salah satu rukun zakat. Artinya, zakat akan tetap sah meski gak ada ijab kabul. 

Sebab, unsur utama dari zakat adalah pemberian zakat, harta zakat, dan penerima zakat. Artinya, poin yang perlu dipertimbangkan adalah: 

  • Pemberian zakat: dilakukan oleh kamu yang memiliki harta mencapai nisab, atau memenuhi syarat wajib zakat. 
  • Harta zakat: baik itu haram, makrum maupun mubah, maka wajib dikeluarkan zakatnya.  
  • Penerima zakat: haruslah tepat sasaran atau orang yang benar-benar berhak menerima zakat. 

Jika ketiga poin tersebut terpenuhi, maka ibadah zakat online pun akan sah-sah saja. Nah, perlu diingat bahwa yang berhak menerima zakat gak harus sesama muslim, melainkan juga kelompok non muslim. 

Misalnya, di tengah masa pandemi ini, sah saja memberikan zakat dalam bentuk perlengkapan dan peralatan dalam merawat pasien virus corona. 

Bagaimana penyaluran zakat online? 

Pada dasarnya, zakat yang dibayarkan kaum Muslim dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Lembaga ini bertugas merencanakan, mengumpulkan, menyalurkan, dan melaporkan penggunaan zakat dari masyarakat sehingga gak disalahgunakan. 

Nah, karena ada begitu banyak platform zakat online yang tersedia saat ini, terbentuklah Lembaga Amil Zakat (LAZ). LAZ adalah lembaga yang berfungsi untuk mengumpulkan data zakat online yang resmi dari tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten atau kota. 

Lemabaga ini juga bertugas untuk memasitkan 

Daftar zakat online akan dipantau oleh BAZNAS, guna memastikan dana zakat disalurkan kepada mereka yang benar-benar berhak menerima zakat. 

Jadi, sudah sisihkan 2,5 persen dari penghasilanmu belum? Tinggal pilih satu di antara tujuh zakat online di atas. 

Jika kamu punya alternatif situs lain, pastikan lembaga yang kamu pilih telah resmi terdaftar sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Selamat beribadah membersihkan hartamu! (Editor: Chaerunnisa)