Ini Rumus ROA yang Mengukur Seberapa Baik Perusahaan Mengoperasikan Bisnisnya

Rumus ROA

Rumus ROA

Apa itu ROA? Gimana cara mengetahui profitabilitas dengan menggunakan rumus ROA? Baik mereka yang punya usaha maupun portofolio investasi saham, pastinya menggunakan rumus ROA buat memastikan suatu usaha punya kemampuan mendatangkan laba.

Dengan mengetahui ROA, pengusaha bisa mengukur kinerja usaha atau perusahaan. Sementara para investor dapat mengambil keputusan dengan bijak dan berhati-hati dalam memilih saham mana yang emang berpotensi memberikan keuntungan.

Buat kamu yang cuma sebatas pernah mendengar atau belum familier dengan istilah ROA, ulasan berikut ini bakal menjelaskan pengertian Return on Asset (ROA), rumus ROA, hingga  contohnya. Yuk, disimak.

Baca juga: APBN Indonesia Gak Ada Apa-apanya Dibandingkan Nilai Jual Deretan Perusahaan Ini

Apa itu Return on Asset (ROA)?

Rumus ROA
Apa sih ROA itu? Nah bagi yang belum tahu ini lho pengertiannya, (Ilustrasi/Shutterstock).

Return on asset atau ROA adalah indikator yang mengukur seberapa baik perusahaan dalam memanfaatkan asetnya buat menghasilkan laba atau profit. ROA dihitung dengan membagi laba bersih (net income) dengan aset perusahaan secara keseluruhan (total asset).

Rumus ROA berguna bagi para manajer perusahaan, investor ataupun analis dalam memberi gambaran tentang seberapa efisien manajemen perusahaan dalam menggunakan aset buat menghasilkan pendapatan.

ROA sendiri ditampilkan dalam bentuk persentase yang dihitung dengan rumus ROA. Semakin besar persentase ROA, semakin produktif dan semakin efisien suatu perusahaan. Sebaliknya, persentase ROA yang kecil menandakan perusahaan tersebut kurang produktif dan efisien.

Baca juga: Punya Laba hingga Ribuan Triliun, Ini Perusahaan Terkaya di Amerika Serikat

Apa pentingnya menggunakan ROA?

Rumus ROA
Sepenting apakah penggunaan ROA dalam menjalankan bisnis? Yuk baca di sini, (Ilustrasi/Shutterstock).

Bicara tentang ROA adalah bicara tentang gimana perusahaan mampu mendayagunakan aset-asetnya secara efisien. Baik atau buruknya manajemen perusahaan tercermin dari tinggi atau rendahnya persentase yang dihitung dengan rumus ROA.

Namun, penggunaan ROA cuma berlaku buat membandingkan dua perusahaan berbeda, tapi menjalankan kegiatan bisnisnya di subsektor yang sama. Misalnya aja membandingkan ROA PT Adaro Energy, Tbk. (ADRO) dengan PT Bumi Resources, Tbk. (BUMI) yang sama-sama melakukan kegiatan pertambangan batu bara.

Nah, satu hal perlu diingat, menjalankan bisnis adalah gimana suatu perusahaan memperoleh laba atau profit dari sumber daya atau aset yang terbatas. Itulah yang tergambar dari Return on Asset.

Baca juga: Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Ini Hal Terpenting yang Harus Dipahami Investor Saham

Ini rumus ROA yang dipakai buat mengukur efisiensi perusahaan

Rumus ROA
Ini rumus yang dipakai buat mengukur efisiensi perusahaan, (Ilustrasi/Shutterstock).

Laba bersih (net income) dan nilai aset secara keseluruhan (total assets) menjadi dasar-dasar yang digunakan dalam menghitung Return on Asset (ROA). Tinggi atau rendahnya Return on Asset diketahui dengan membagi laba bersih dengan total aset.

Lebih lengkapnya, rumus Return on Asset (ROA) secara lengkap tersaji di bawah ini:

Return on Assets = Net Income / Total Assets

Hasilnya kemudian dikalikan 100 kalau pengin hasilnya dalam bentuk persentase. Sebagai ilustrasi, berikut ini cara hitung Return on Assets (ROE).

Fundamental Perusahaan XY Perusahaan XYZ
Total Aset Rp 200 juta Rp 150 juta
Laba bersih (net income) Rp 30 juta Rp 25 juta

Dari tabel di atas, kamu bisa mengetahui kalau Perusahaan XY dengan total aset Rp 200 juta bisa menghasilkan laba bersih sebesar Rp 30 juta. Sementara Perusahaan XYZ dengan total aset Rp 150 juta dapat menghasilkan laba bersih (net income) sebesar Rp 25 juta. 

Asumsikan aja Perusahaan XY dan Perusahaan XYZ adalah perusahaan sejenis. Kalau melihat laba bersihnya, Perusahaan XY tampak menguntungkan. Namun, apakah benar begitu? Kamu bisa memastikannya dengan mengukur Return on Asset (ROA) kedua perusahaan tersebut.

Antara ROA Perusahaan XY dan Perusahaan XYZ, mana yang lebih besar?

  • ROA Perusahaan XY: (30.000.000 / 200.000.000) x 100 = 15 persen
  • ROA Perusahaan XYZ: (25.000.000 / 150.000.000) x 100 = 16,66 persen

Rupanya Perusahaan XY menurut ROA masih kalah efisien dengan Perusahaan XYZ. ROA yang dicatatkan Perusahaan XY cuma 15 persen, sedangkan ROA yang dicatatkan Perusahaan XYZ bisa mencapai 16,66 persen. 

Dari persentase tersebut udah jelas, Perusahaan XYZ dengan nilai total aset kurang dari Perusahaan XY ternyata lebih menguntungkan. Berbeda dengan perusahaan XY yang punya total aset lebih besar, tapi laba bersih yang dibukukan gak sebesar Perusahaan XYZ.

Bagian dari rumus ROA, apa itu laba bersih (net income)?

Rumus ROA
Bagian dari rumus, apa itu laba bersih (net income)?, (Ilustrasi/Shutterstock).

Keuangan perusahaan atau finansial perusahaan bisa ditelisik dengan melihat laporan keuangan (financial statements) perusahaan itu sendiri. Laporan keuangan (financial statements) terbagi dalam tiga bagian, yaitu laporan laba rugi (income statements), neraca keuangan (balance sheet), dan laporan arus kas (cash flow statements).

Dalam laporan keuangan, laporan laba rugi (income statements), neraca keuangan (balance sheet), dan laporan arus kas (cash flow statements) saling terkait satu sama lain. Agar gak meluas ke mana-mana, pembahasan ini difokuskan ke laba bersih (net income) aja.

Nah, laba bersih (net income) yang jadi komponen perhitungan Return on Asset (ROA) terdapat pada laporan laba rugi (income statements). Apa itu laba bersih (net income)? Menurut definisinya, laporan laba rugi (income statements) adalah total pendapatan (total revenue) dikurangi dengan total pengeluaran (total expenses).

Begitu juga dengan aset yang jadi bagian dari rumus ROA, apa itu?

Rumus ROA
Begitu juga dengan aset yang jadi bagian dari rumus ROA, apa itu?, (Ilustrasi/Shutterstock).

Sementara keberadaan aset terdaftar dalam neraca keuangan (balance sheet). Aset atau aktiva dimasukkan dalam neraca keuangan bersama dengan liabilitas dan ekuitas yang nantinya berguna sebagai dasar perhitungan tingkat pengembalian (return) dan mengevaluasi struktur modal.

Dalam neraca keuangan, aset adalah liabilitas ditambah dengan ekuitas. Apa itu liabilitas dan ekuitas? Liabilitas adalah utang atau kewajiban keuangan perusahaan yang muncul selama dijalankannya kegiatan bisnis. 

Misalnya aja perusahaan membeli mesin buat meningkatkan produksinya. Namun, mesin ini dibeli dengan utang. Di sinilah utang dikatakan liabilitas karena menghasilkan mesin yang menjadi aset dalam menggenjot produktivitas perusahaan.

Sementara ekuitas adalah sejumlah uang yang bakal dikembalikan ke pemegang saham perusahaan kalau semua aset dilikuidasi dan semua utang perusahaan dilunasi. Ekuitas ini semisal modal dasar atau laba yang ditahan dalam perusahaan terbuka.

Ini kegunaan-kegunaan ROA buat perusahaan

Rumus ROA
Ini kegunaan-kegunaan ROA buat perusahaan, (Ilustrasi/Shutterstock).

Dari semua penjelasan di atas, kamu tentunya mendapat sedikit gambaran apa aja kegunaan-kegunaan Return on Asset (ROA). Di bawah ini kegunaan-kegunaan ROA buat perusahaan. Apa aja?

Kegunaan ROA Keterangan
ROA berguna buat mencari tahu profitabilitas dan efisiensi perusahaan. ROA yang tinggi mengindikasikan bisnis tersebut punya profitabilitas yang tinggi dan lebih efisien.
Membandingkan performa perusahaan dengan perusahaan kompetitor. Bagus atau buruknya kinerja manajemen perusahaan dapat diukur dengan melihat ROA lalu membandingkannya dengan ROA perusahaan kompetitor.

Itu tadi informasi mengenai Return on Asset (ROA) beserta rumus ROA. Gimana? Semoga membantu ya agar bisa membuat bisnis makin berkembang ataupun memilih saham yang berpotensi cuan. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)