Diramalkan Tembus Rp 1.700 per Lembar, Saham ADRO Bisa Bikin Untung?

Saham Adro

Harga batu bara memang belum pulih, tapi performa saham ADRO (PT Adaro Energy Tbk) diprediksi bisa membuahkan hasil yang baik. Bahkan, analis pun pede harga saham ADRO bisa menyentuh level Rp 1.700 per lembar. 

Berhubung sekarang harga ADRO masih di angka Rp 1.320, maka kalau memang bisa naik sampai Rp 1.700. Cuan dari capital gain-nya adalah 38,8 persen! Luar biasa banget ya.

Seandainya benar dan kamu membeli saham itu dengan modal Rp 10 juta saja, maka keuntungan yang bisa kamu terima adalah Rp 3,8 juta, sedangkan kalau investasinya Rp 100 juta, maka ya untungnya ya jadi Rp 38 juta!

Selain Rp 1.700, Analis Panin Sekuritas Juan Oktavianus berpendapat, target harga ADRO adalah Rp 1.630. 

Sementara itu, Analis MNC Sekuritas berpendapat, target harga saham perusahaan batu bara ini Rp 1.465.

Kayaknya tanggapan para analis positif sama kinerja perusahaan milik Garibaldi Thohir ini. Apakah kamu sepakat dengan mereka?

Sebelum memutuskan membeli saham ADRO, gimana kalau kita bahas dulu beberapa sentimen yang bakal memengaruhi saham ini:

1. Permintaan Batu Bara dari Cina Kemungkinan Turun

tangan memegang batu bara
Permintaan Batu Bara dari Cina Kemungkinan Turun (Shutterstock)

Di kuartal III 2019, penjualan ADRO terbilang masih stabil meski memang ada penurunan tipis dari kuartal III 2018. Yaitu dari yang sebelumnya US$ 2,67 miliar (2018) jadi US$ 2,65 miliar (2019).

Perusahaan ini memang terkenal sering mengekspor batu bara ke Asia Timur. Setiap tahunnya, ekspor batu bara ADRO ke Hong Kong dikabarkan mencapai 3,5 ton. Sumber daya ini tentu menjadi sumber energi andalan bagi PLTU di sana. 

Nah, sekarang kondisi di Cina lagi ada apa sih? Saat merebaknya virus Corona, ekspor batu bara memang sempat terkendala.

Namun, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono seperti dilansir dari iNews mengungkapkan, dampak virus mematikan ini belum terlalu terlihat di bidang batu bara. 

Intinya, sampai detik ini, gak ada perusahaan batu bara lokal yang mengeluh ekspor ke Cina tersendat.  

Akan tetapi, kalau dampaknya terus berkelanjutan, itu baru akan bermasalah pada sektor pertambangan batu bara Indonesia. Saham ADRO juga kemungkinan saja bisa goyah kalau China memang benar-benar membatasi ekspor ini.

Bambang juga mengatakan, batu bara nasional memang dikonsumsi untuk kebutuhan dalam negeri. Namun, 30 persennya diekspor ke Cina. 

Hal tersebut membuat Cina cukup memegang pengaruh terhadap perdagangan komoditas ini. 

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

2. Rusia Bakal Jadi Kompetitor Indonesia untuk Urusan Ekspor Batu Bara 

ilustrasi lampu
Rusia Bakal Jadi Kompetitor Indonesia untuk Urusan Ekspor Batu Bara (Shutterstock)

Negeri Beruang Merah ini berniat menggandakan jumlah ekspor batu bara ke Negeri Tirai Bambu lho! So, mereka tentu akan bersaing dengan Amerika Serikat, Australia, dan Indonesia.

Situs Russia Today memberitakan, Rusia sudah menyiapkan kapasitas cadangan produksi batu bara untuk meningkatkan ekspornya.

Meski demikian, produksi batu bara Rusia memang turun 0,2 di 2019. Sementara itu, permintaan batu bara dalam negeri mereka juga mulai stagnan. Meski demikian, mereka tetap pede untuk urusan ekspor. 

3. ADRO Lakukan Diversifikasi Bisnis 

truk migas
ADRO Lakukan Diversifikasi Bisnis (Shutterstock)

Meski banyak tekanan dari ekpsor batu bara, kinerja ADRO memang jauh lebih baik dari kompetitornya karena ada diversifikasi bisnis. 

Apa sih bisnis lain yang digarap ADRO? Yaitu bisnis pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

ADRO memang berkomitmen menjadi kontributor utama terhadap program elektrifikasi pemerintah. Karena itu, mereka  berfokus meningkatkan akses listrik dalam mendukung pertumbuhan Indonesia.

Beberapa PLTU milik ADRO antara lain PLTU yaitu PT Makmur Sejahtera Wisesa (MSW) dengan kapasitas 2x30MW yang telah beroperasi sejak 2013. 

Satu lagi adalah PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) dengan kapasitas 2 x 100MW yang telah sukses memulai operasi komersial sejak akhir 2019.

Gimana menurutmu? Apakah mereka akan sukses dengan diversifikasi bisnis ini?

Kalau diperhatikan dari grafik saham ADRO, fluktuasi saham mereka memang gak seperti saham-saham batu bara lain sih

4. Kondisi Keuangan ADRO Cukup Sehat

inflasi
Kondisi Keuangan ADRO Cukup Sehat

Bicara soal keuangan, kondisi perusahaan batu bara ini memang sehat. Meski laporan keuangan tahunan 2019 belum keluar, laba yang diraih mereka tetap tumbuh konsisten lho

Jumlah utang yang dimiliki juga gak melebihi ekuitasnya. Seperti yang tertera di laporan keuangannya, total asetnya selalu tumbuh dari tahun ke tahun. Yaitu, dari US$ 7,06 miliar di September 2018 jadi US$ 7,2 miliar pada September 2019.

Cukup menarik sih kalau diperhatikan. Intinya, mereka memang bisa bertahan walau ada sentimen buruk yang menghantui industri batu bara.

Itulah sekilas tentang saham ADRO yang diprediksi bisa tembus Rp 1.700 per lembar. Optimis gak nih sama perusahaan ini?

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Perusahaan dengan market cap Rp 42 triliun ini bisa dibilang sebagai salah satu perusahaan batu bara yang pertumbuhannya stabil. 

Melihat pada harga batu bara ICE New Castle yang pada 14 Februari 2020 dibanderol, US$ 70,2 per ton, sejatinya angka ini memang belum dinyatakan pulih. Padahal di bulan Januari, harganya sempat menyentuh US$ 76,26. 

Untuk kamu yang ingin membeli saham ini, akumulasi sedikit-sedikit gak apa-apa kok. Asalkan, jangan memakai uang banyak ya! 

Pasalnya, jika terjadi penurunan harga batu bara, maka harga saham pertambangan seringkali turun. (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →