Supir dan Satpam Kaya Karena Investasi Saham, Ini Kisah Mereka

Aab Abdullah MOST Award 2016 (www.most.co.id)

Saham emang investasi yang menguntungkan. Bahkan bukan cuma buat konglomerat, tetapi juga buat kita-kita yang rakyat jelata ini. Buktinya tiga orang ini nih.

Ketiga orang ini menunjukkan kalau investasi emang buat semua orang. Gak pandang status sosial, selama ada niat, siapa aja bisa investasi. Termasuk investasi saham.

Bahkan, kisah supir taksi dan satpam ini cukup unik, lho. Karena sering nongkrong di depan gedung lembaga keuangan seperti bank dan Bursa Efek Indonesia (BEI), mereka akhirnya tertarik buat coba salah satu produk instansi tersebut.

Penasaran kan siapa aja yang ternyata sukses investasi yang menguntungkan ini? Yuk, simak kisah ketiga orang yang ternyata punya background sebagai supir taksi dan satpam berikut.

1. Aab Abdullah

Investasi yang Menguntungkan
Aab Abdullah (Dream.co.id/Arie Dwi Budiawati)

Kisah Aab Abdullah mencuat setelah jadi penerima penghargaan MOST Inspiring Customer 2016 yang diselenggarakan oleh Mandiri Sekuritas. Penghargaan tersebut diberikan atas dasar kisah Aab yang inspiratif, sekaligus pengalaman dia mengembangkan investasi di pasar modal.

Aab sendiri awalnya adalah supir taksi Bluebird sejak tahun 2011 yang sering mangkal di depan gedung BEI, SCBD.

Yang bikin dia tertarik buat mencoba investasi yang menguntungkan ini adalah beragam pesan yang sering dia lihat di depan BEI. Pesan tersebut ada yang berupa spanduk, salah satunya bertuliskan “Yuk Nabung Saham!”.

Selain itu, dia juga sering dapat penumpang yang emang bergelut di bidang saham juga. Iyalah, secara dia emang mangkalnya di depan BEI.

Nah, salah satu penumpang Aab menyarankan buat memutar siaran radio yang bahas soal saham. Di kesempatan lain, penumpang lainnya mengajaknya buat ikut seminar yang sering digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal menabung saham. Akhirnya, dia pun tertarik.

Awalnya keuntungan yang diperoleh Aab “cuma” Rp 300 ribu seminggu. Namun, kemudian dia bisa memperoleh sampai Rp 180 juta dengan modal Rp 3 juta yang dia investasikan lewat trading saham sekitar pertengahan tahun 2015.

Kini, Aab udah beli mobil sendiri dan jadi supir taksi berbasis online. Dengan gitu, dia lebih leluasa buat berinvestasi.

Aab menyarankan buat kamu yang mau mulai investasi saham untuk bisa menahan diri ambil keuntungan saat trading. Kemudian, sering-seringlah buat ikut seminar maupun workshop.

2. Untara Hadi

sopir taksi investasi saham
Untara Hadi (SWA)

Untara Hadi juga seorang supir taksi yang kemudian mencoba berinvestasi di pasar saham. Kisahnya terungkap setelah dapat penghargaan dari BEI, yaitu Most Award 2016 sebagai Most Loyal Customer. Malah, mantan supir taksi ini udah nyemplung di dunia investasi jauh lebih awal dari Aab.

Di tahun 2001, dia mulai investasi saham. Kini, asetnya udah berlipat ganda hingga mencapai Rp 500 jutaan. Padahal, waktu itu dia menggelontorkan dana Rp 50 juta. Sepuluh kali lipat dong ya!

Keuntungannya dalam berinvestasi gak serta-merta datang gitu aja. Saat dia menjadi supir taksi Gamya dari tahun 1995 sampai 2001, Untara emang udah teliti buat nabung. Dia udah rajin menyisihkan pendapatannya untuk deposito. Lalu, dia juga penasaran buat coba reksadana.

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Pada tahun 2003, dia menarik dana dari deposito dan reksadananya buat diinvestasikan di instrumen saham.

Di masa tuanya, Untara dapat keuntungan dari dividen saham. Dia memberi saran buat para pemula agar memutar kembali keuntungan dari saham. Jadi, uangnya gak didiamkan atau digunakan buat kebutuhan konsumtif. Untara berujar keuntungan yang dia peroleh biasanya dia gunakan buat beli saham yang lain lagi.

3. Suherman

investasi yang menguntungkan di bank
Suherman dari Bandung (Dream.co.id/Arie Dwi Budiawati)

Kisah Suherman pun tergolong unik. Suherman adalah seorang satpam di Mandiri Sekuritas Bandung. Dalam kesehariannya, dia emang dekat banget dengan orang-orang yang wira-wiri di dunia saham. Alhasil, dia pun penasaran dan coba berinvestasi dengan modal awal Rp 8 juta.

Pria lulusan D3 Jurusan Administrasi Bisnis Bandung tahun 2005 ini mulai belajar saham di tahun 2008. Saat itu, dia juga belajar dari buku dan Internet. Tahun 2011 jadi titik baliknya buat mulai investasi dengan modal Rp 8 juta yang udah disebutkan tadi.

Pengalaman Suherman bukan berarti mulus-mulus aja. Dia pernah mengalami kerugian, namun tentu pernah pula dapat keuntungan yang menggiurkan. Dalam tiga hari, dia pernah dapat Rp 2 juta dengan beli saham ANTAM.

Sekarang, Suherman sukses menjadikan nilai portofolionya mencapai Rp 140 juta dari yang di tahun 2017 bernilai Rp 90 juta. Bahkan, dia gak cuma bisa menghidupi kebutuhan sehari-harinya aja. Sebagian keuntungan yang dia peroleh dia gunakan buat bantu biaya kuliah adiknya serta kebutuhan keluarga.

Suherman membocorkan sedikit strateginya buat lakukan investasi yang menguntungkan dengan cara bikin limit. Jadi, kalau keuntungan yang dia peroleh udah 10 persen atau 15 persen, maka dia bakal mengalihkannya ke saham yang lebih murah. Boleh banget dicontek nih.

Inspiratif banget kan ketiga orang ini?

Investasi bukanlah sesuatu yang cuma bisa dijangkau oleh segelintir orang aja. Apapun latar belakang kamu, jika emang niat, kamu bisa kok sukses buat mencicipi investasi yang menguntungkan. Dari pengalaman ketiga orang di atas, cara buat sukses berinvestasi adalah mau belajar dan mencoba. Ayo dipraktikkan!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →