Salim Group Bakal Garap Proyek Tol Rp 21,5 Triliun, Mau Membeli Sahamnya?

Proyek jalan tol senilai Rp 21,5 triliun

PT Nusantara Infrastructure Tbk (META), mengusulkan pembangunan tol Ulujami – Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat. Sehari usai kabar ini muncul saat perdagangan di buka, saham META pun langsung bullish 4,12 persen di sesi perdagangan pertama Jumat, 7 Februari 2020. 

Menurut informasi dari IDX Channel, perusahaan ini telah membentuk konsorsium Jakarta Metro Expressway. Dalam konsorsium itu, ada PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Acset Indonusa Tbk (ACST), dan PT Triputra Utama Selaras.

Nilai investasi buat pembangunan jalan tol itu diprediksikan mencapai Rp 21,5 triliunan. Jalan tol ini nantinya akan menghubungkan kawasan Jati Asih – TMII – Pondok Indah – Ulujami, dan panjangnya mencapai 22 kilometer. Proyek ini pun bakal masuk ke dalam jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR). 

Kira-kira seberapa menarik ya saham META ini mengingat adanya mega proyek tol tersebut ya? Yuk kita simak sekilas fakta mengenai perusahaan ini.

1. Anak usaha Salim Group

Anak perusahaan Salim Grup
Ini proyek jalan tol yang bakal dibuat oleh anak perusahaan Salim Grup, (nusantarainfrastructure.com).

Saham META ini adalah perusahaan konstruksi yang berada di bawah naungan konglomerasi Salim Group. Sudah tahu dong kalau perusahaan konglomerasi ini, adalah perusahaan yang didirikan taipan bernama Liem Sioe Liong atau Sudono Salim. 

74,24 persen saham META dipegang oleh anak usaha Salim Group, PT Metro Pacific Tollways Indonesia. 10 persen sahamnya dipegang oleh PT Indonesia Infrastructure Finance, 13 persennya adalah masyarakat.

Komisaris dari META adalah Jose Ma, Kamantigue Kim, yang juga menjabat sebagai Metro Pacific Investment Corp yang berbasis di Filipina. Perusahaan ini merupakan perusahaan investasi yang juga memiliki saham Metro Pacific Tollways.

2. Labanya kuartal III 2019 turun dari periode sebelumnya

Perusahaan ini memiliki nilai proyek Rp 21 t
Perusahaan ini memiliki nilai proyek Rp 21 t, (nusantarainfrastructure.com).

Bicara soal laba bersih META di kuartal III, mereka mampu menghasilkan dengan jumlah mencapai Rp 181 miliar. Nilai ini pun dinyatakan turun dari periode sama di tahun 2018 yaitu Rp 207 miliar.

Padahal, sales META itu mengalami kenaikan drastis lho di kuartal III 2019 yaitu mencapai Rp 1,05 triliun dari kuartal III 2018 yang berjumlah Rp 641 miliar. Hanya saja, beban operasionalnya di tahun 2019 memang cukup besar. Seperti apa laporan tahunan di 2019? Kita tunggu saja ya. 

3. Performa labanya anjlok di 2017

Saham perusahaan ini pernah mengalami anjlok di tahun 2017
Saham perusahaan ini pernah mengalami anjlok di tahun 2017, (Shutterstock).

Bicara soal performa META dari segi laba bersih, performa perusahaan ini memang naik turun. Bisa dibilang tahun 2017 performa mereka sangat menurun lho. Data ini didapat dari situs RTI Business.

Di tahun itu, utang META juga terlihat melebihi ekuitasnya. Namun kondisi tersebut mulai terlihat membaik di tahun 2018.

Laba bersih mereka di tahun 2017 adalah Rp 93 miliar, angka ini jelas beda jauh dari perolehan laba yang didapatkan pada 2016 dan 2017 yang berjumlah Rp 200 miliaran.

4. Mahal apa murah?

mahal atau murah nih jika membeli saham ini?
mahal atau murah nih jika membeli saham ini?, (nusantarainfrastructure.com).

Mari kita bandingkan price earning ratio dari saham META dengan saham-saham perusahaan bergerak di bidang jasa pembangunan infrastruktur dengan sub sektor jalan tol, bandara, dan pelabuhan yang ada di bursa efek. Sebut saja seperti PT Jasa Marga Persero Tbk (JSMR), PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), dan lainnya.

META 18,00
JSMR 17,61
IPCC 6,89
CMNP 10,37
TEBE 63,46
CASS 9,35

Kalau diperhatikan yang paling tinggi adalah TEBE alias PT Dana Brata Luhur Tbk. Perusahaan ini memang baru saja melantai di Bursa Efek Indonesia pada November 2019 lalu. 

Dengan melihat perbandingan PER-nya, bisa dibilang saham ini tergolong mahal untuk saham perusahaan jasa pembangunan infrastruktur lainnya. Meskipun harga per lembarnya cuma Rp 180-an. Tapi jangan jadikan PER hanya sebagai satu-satunya acuan untuk membeli, simak juga performanya. 

Itulah sekilas mengenai saham META yakin mau membelinya dan optimis karena adanya mega proyek jalan tol ini? Dari harganya memang murah, namun kinerjanya saat ini tengah mengalami penurunan ketimbang tahun lalu. 

Di samping itu, jika kamu lihat grafik tahunannya, saham ini gak terlihat menunjukkan gairah untuk tumbuh. Meski gak menutup kemungkinan dengan adanya mega proyek tol ini nantinya bisa membuat mereka bullish. 

Analis sempat merekomendasikan saham ini untuk kamu beli dengan target Rp 187. Nah di sesi perdagangan pertama saja sudah sempat masuk ke Rp 185 dan akhirnya turun lagi ke Rp 170-an. 

Sebagai anak perusahaan Salim Group, perusahaan ini memiliki nilai kapitalisasi pasar Rp 3,1 triliun. Terkait investasi jalan tol, investasi ini memang memakan waktu yang cukup lama begitu pula dengan cuannya. 

Namun karena sektor ini masih jadi fokus pemerintah, maka prospeknya pasti baik. Konsorsium-konsorsium seperti yang didirikan META pasti dapat dukungan dari Pemerintah RI

Buat kamu yang mau membeli, amati dulu saja pergerakannya dalam beberapa hari ke depan. Ingat lho, hari Jum’at ini saham META loncat dengan lumayan signifikan. Gak menutup kemungkinan sore hari nanti, atau Senin pekan depan menjadi berbalik arah karena profit taking. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis