Kinerja Saham Astra dan Anak Perusahaannya di Pasar Modal

astra international

Saham Astra adalah sejumlah saham yang dimiliki Astra Group. Jadi, saham ini gak cuma satu emiten, tapi ada beberapa di bawah Astra International.

Raksasa otomotif ini memiliki sederet anak perusahaan yang telah go public. Gak hanya di otomotif, anak perusahaan dengan “gelar” Tbk juga ada di sektor alat berat, dan bank.

Asal kamu tahu, perusahaan yang didirikan oleh Tjia Kian Liong alias William Soeryadjaja telah ada di Tanah Air sejak 1950. Bermula dari sekadar importir truk, kini Astra berhasil memproduksi otomotif. Bahkan, saking besarnya, Astra jadi salah satu penyuntik dana ke Gojek.

Sektor lain yang gak kalah dari otomotif adalah anak perusahaannya di bidang asuransi lewat Garda Oto untuk proteksi kendaraan. Ada pula asuransi kesehatan dan jiwa lewat Astra Life. Gede banget ya grup ini?

Memang, kinerja Astra International cukup terpukul akibat pandemi Covid-19. Namun seiring dengan pemulihan ekonomi yang terjadi. kondisi keuangan perusahaan mulai pulih.  

Laba bersih PT Astra International Tbk dilaporkan Rp3,7 triliun pada kuartal I 2021, angka ini turun 22 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Namun, emiten berkode saham ASII ini juga dilaporkan meraih keuntungan pada Maret 2021 dari keuntungan penjualan mobil 4W yang melonjak 72,6 persen dari bulan ke bulan. Sebanyak 84.910 unit terjual pada Maret, naik 10,5 persen yoy. 

Penasaran sama saham-saham yang berada di bawah Astra International? Yuk simak ulasannya di bawah sini.

Kinerja induk usaha PT Astra International Tbk (ASII)

Yang pertama adalah perusahaan induknya yang paling sering diperdagangkan di bursa efek, dan masuk ke dalam indeks LQ 45. Bisa dibilang, ASII adalah perusahaan yang mendominasi pasar otomotif di Tanah Air. Kalau membahas saham Astra, ya emiten inilah yang biasanya kita bicarakan.

Sebanyak 50,11 persen saham ASII dipegang oleh Jardine Cycle & Carriage ltd (JCCL Group), sedangkan 49,89 persen diperuntukan bagi publik. Asal kamu tahu, salah satu anggota Dewan Direksi JCCL Group itu juga ada urang Bandungnya lho. Dia adalah Dr Marty Natalegawa, mantan Menlu RI. 

Saham anak perusahaan PT United Tractors Tbk (UNTR)

Gak hanya ASII, William Soeryadjaja juga mendirikan UNTR. Perusahaan yang didirikan tahun 1972 ini adalah distributor peralatan berat terbesar dan terkemuka di Indonesia.

Baik ASII maupun UNTR kerap dikoleksi oleh asing lho. Fundamental perusahaan ini juga sangat bagus. Saat ini, UNTR juga sedang murah-murahnya lho.

Intinya, PT Astra International Tbk, menguasai 59,5 persen saham UNTR. Publik diberi jatah 40,5 persen.

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO)

Kalau yang ini adalah anak perusahaannya Astra juga, namun fokus usahanya adalah menjual spare parts atau suku cadang untuk kendaraan roda empat maupun roda dua.

Yang jelas, PT Astra International Tbk menguasai 80 persen saham AUTO, sedangkan yang 20 persen sisanya adalah jatahnya masyarakat.

Kinerja Saham Astra dan Anak Perusahaannya di Pasar Modal
Kinerja Saham Astra dan Anak Perusahaannya di Pasar Modal

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

Perusahaan ini adalah produsen minyak sawit mentah (CPO) yang merupakan bagian dari Astra International juga. Tapi kejatuhan harga CPO di tahun 2019 membuat  kinerja AALI jadi gak terlalu memuaskan.

Sebanyak 79,68 persen saham AALI dipegang oleh ASII. Sementara itu, publik diberikan jatah sebesar 20,32 persen.

PT Astra Graphia Tbk (ASGR)

Perusahaan ini juga merupakan perusahaan multinasional. Mereka menjual sekaligus memiliki layanan purna jual Fuji Xerox yang didirikan tahun 1975. 

Yang jelas, ASII memegang 76,87 persen saham ASGR. Sementara itu 23,13 persen dipegang oleh publik.

PT Bank Permata Tbk (BNLI)

Nah di sektor finansial, Astra juga punya bank yang namanya Bank Permata. Pasti kamu tahu dong sama bank yang satu ini.

Dalam komposisi kepemilikan sahamnya, 44,56 persen dipegang oleh Standard Chartered Bank. ASII sendiri menguasai 44,56 saham BNLI. Sementara itu 10,88 persen untuk publik.

Itulah deretan saham perusahaan milik grup Astra International yang bisa kamu beli. Sebelum membeli, lakukan dulu analisa dan riset ya. 

Kira-kira apakah performa mereka bakal naik di tahun-tahun berikutnya, atau malah sebaliknya? Soalnya, dengar-dengar bakalan ada perluasan kebijakan ganjil genap nih di Jakarta. Apakah hal ini bisa mengerek saham-saham Astra karena kemungkinan banyak orang yang beli mobil baru? Kita tunggu aja.

Itu dia anak-anak perusahaan Astra yang sahamnya layak kamu pertimbangkan sebagai investor pemula!

Asuransi Astra

Grup Astra juga memiliki lini usaha jasa keuangan, yakni asuransi. Lini bisnis ini ditangani oleh PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra), yang menawarkan produk dan layanan jasa perlindungan asuransi konvensional dan syariah untuk kendaraan bermotor, kesehatan, dan usaha komersial.

Produk asuransi Astra terdiri dari:

  • Asuransi ritel untuk perlindungan kendaraan bermotor: Garda Oto dan Garda Motor;
  • Perlindungan kesehatan karyawan: Garda Medika;
  • Asuransi komersial untuk perlindungan aset properti, alat berat, marine cargo dan lainnya; dan
  • Asuransi syariah, untuk seluruh lini produk asuransi ritel, kesehatan dan komersial dengan prinsip syariah.

Ada juga Astra Life yang menawarkan produk asuransi jiwa.

Dikutip dari situs resminya, portofolio bisnis Asuransi Astra terdiri dari 54 persen pada segmen kendaraan bermotor, 31 persen pada usaha asuransi komersial dan sisanya 15 persen merupakan kontribusi dari bisnis asuransi kesehatan.

Asuransi Astra memiliki jaringan distribusi nasional dengan 27 kantor cabang didukung dengan 44 unit layanan dan Garda Center. Asuransi Astra melengkapi jaringan cabang dengan inovasi layanan yang mengoptimalkan kualitas komunikasi dan interaksi dengan pelanggan.

Kinerja Saham Astra dan Anak Perusahaannya di Pasar Modal
Kinerja Saham Astra dan Anak Perusahaannya di Pasar Modal

Asuransi kendaraannya juga didukung sebaran bengkel rekanan yang luas di Indonesia.

Perkembangan teknologi dan gaya hidup masyarakat kini menjadi dorongan bagi Asuransi Astra untuk berkonsentrasi pada inovasi layanan dengan platform digital yang memberikan jangkauan layanan serta potensi penetrasi pasar yang maksimal.

Jika kamu tertarik dengan ulasan terkait investasi atau punya pertanyaan seputar topik ini, kunjungi laman tim ahli di Tanya Lifepal!

Apakah investasi saham sudah tepat?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu bisa mengetahuinya dengan mengisi Kuis Profil Risiko Lifepal berikut:

Pertanyaan seputar anak perusahaan Astra

Bagaimana kinerja saham Astra?

Kinerja ASII pada kuartal pertama 2021 masih turun. Dampak pandemi Covid-19 masih dirasakan. Laba bersih ASII menyusut 22 persen menjadi Rp 3,7 triliun di kuartal I 2021. Penurunan kinerja ini disebabkan seluruh kontribusi dari semua segmen bisnis ikut turun. Laba bersih dari bisnis otomotif menyumbang Rp 1,43 triliun, turun 26 persen dari periode sebelumnya. Selanjutnya, laba bersih dari bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi menyumbang Rp 1,09 triliun atau naik 3 persen. 

Sementara laba bersih dari segmen jasa keuangan dilaporkan Rp 985 miliar atau 30 persen lebih rendah dari kuartal I 2020. Segmen usaha agribisnis menyumbang laba bersih Rp 129 miliar atau turun 56 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Bagaimana rekomendasi saham Astra?

Stimulus pemerintah berupa insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) cukup efektif mendongkrak kinerja. Kinerja penjualan otomotif diyakini akan semakin moncer pada kuartal II 2021.

Apa saja saham grup Astra?

Ada tujuh emiten di bawah grup Astra, yakni:

  • Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang bergerak di sektor perkebunan.
  • Acset Indonusa Tbk (ACST) yang bergerak di bidang konstruksi bangunan
  • Astra Graphia Tbk (ASGR) yang bergerak di bidang jasa komputer dan perangkat
  • Astra International Tbk (ASII) yang bergerak di otomotif dan komponennya
  • Astra Otopart Tbk (AUTO) yang bergerak di bidang otomotif dan komponennya
  • Bank Permata Tbk (BNLI) di sektor perbankan
  • United Tractor Tbk (UNTR) di bidang perdagangan besar barang produksi.