Investasi Saham Syariah, Dijamin Untung Tanpa Riba

investasi saham syariah

Masih banyak orang yang enggan berinvestasi saham karena khawatir prinsipnya bertentangan dengan prinsip agama Islam. Padahal, faktanya ada saham-saham yang terdaftar sebagai investasi saham syariah yang dijamin bebas riba.

Dengan kata lain, produk investasi pun ternyata sudah ada yang didesain sesuai prinsip-prinsip syariah. Ditambah lagi, pilihan-pilihan saham yang merupakan investasi saham syariah pun gak sedikit jumlahnya.

Jadi, apakah masih ragu menginvestasikan uangmu dalam saham lalu memilih emas sebagai pilihan? 

Asal tahu saja nih, investasi saham itu lebih baik ketimbang emas. Bukan semata-mata return saham yang besar, melainkan berinvestasi saham itu bisa menggerakan ekonomi.

Kenapa begitu? Sebab, kita membantu para pengusaha yang butuh modal buat mengembangkan bisnisnya.

Pastinya, pengusaha bakal merekrut lebih banyak tenaga kerja agar rencana pengembangan usahanya berjalan. Otomatis, jumlah orang yang berpenghasilan bertambah dan tingkat konsumsi rumah tangga yang jadi penggerak ekonomi pun naik.

Hitung-hitung nih, dengan berinvestasi saham kamu turut berkontribusi memajukan dunia usaha dalam negeri lho. Mantap, bukan?

Balik lagi ke investasi saham syariah. Memang gimana caranya dan apa saja pilihan-pilihannya? 

Sebelum masuk ke bahasan tersebut, ada baiknya kita perjelas dulu apa itu investasi saham syariah dan gimana hukumnya. Yuk, disimak.

Apa itu saham syariah dan gimana hukum saham syariah di Indonesia?

Agar makin paham, kamu harus tahu benar-benar nih. Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), saham syariah adalah efek berbentuk saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di Pasar Modal.

Prinsip-prinsip syariah yang dimaksud di sini telah disepakati OJK bersama MUI. Dari kesepakatan tersebut, lahirlah Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP-208/BL/2012 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah.

Selain itu, sebenarnya hukum pasar modal atau investasi saham secara khusus telah diteliti oleh Dewan Syariah Nasional MUI. 

Nah, dari hasil penelitian tersebut, DSN MUI membuat kesimpulan berupa fatwa tentang hukum pasar modal di Indonesia. Nah, fatwa tersebut dapat dilihat di Fatwa DSN No. 40.

Terkait produk, ada beberapa produk investasi saham syariah yang wajib kamu ketahui yaitu Sukuk, Reksa dana syariah, Exchange Traded Fund (ETF) Syariah dan Efek beragun aset (EBA) syariah. Ketiganya bakal kita bahas lebih dalam di bawah.

Eits, pelajari dulu yuk kriteria-kriteria saham syariah atau efek syariah menurut kesepakatan di atas.

1. Emiten dilarang melakukan kegiatan usaha yang gak sesuai prinsip syariah, seperti:

  • Perjudian dan permainan yang tergolong judi.
  • Perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan barang/jasa.
  • Perdagangan dengan penawaran/permintaan palsu.
  • Jasa keuangan bank berbasis bunga.
  • Jasa keuangan perusahaan pembiayaan berbasis bunga.
  • Jasa keuangan asuransi konvensional.
  • Produksi barang atau jasa haram zatnya (haram li-dzatihi).
  • Produksi barang atau jasa haram bukan karena zatnya (haram lighairihi) menurut Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).
  • Produksi barang atau jasa yang merusak moral dan/atau bersifat mudarat.
  • Melakukan transaksi yang mengandung unsur suap (risywah).

2. Emiten atau perusahaan harus memenuhi rasio-rasio keuangan, antara lain:

  • Total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total aset tidak lebih dari 45 persen.
  • Total pendapatan bunga dan pendapatan gak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain gak lebih dari 10 persen.

Ada empat produk investasi saham syariah yang bakal kita bahas yaitu Sukuk, Reksa dana syariah, Exchange Traded Fund (ETF) Syariah dan Efek beragun aset (EBA) syariah. Simak informasinya!

Sukuk investasi saham syariah

Sukuk investasi saham syariah biasa dikenal sebagai obligasi syariah atau sukuk retail. Suku ini adalah sertifikat atau bukti kepemilikan bersama atas aset tertentu dengan sistem bagi hasil. Ini berbeda dengan obligasi konvensional yang merupakan surat utang atau pinjaman yang berbunga.

Inget ya, penggunaan dana sukuk ini juga harus berdasarkan dan digunakan untuk kegiatan usaha yang halal.

Berdasarkan penerbitnya, sukuk terdiri dari dua jenis, lho:

  1. Sukuk negara adalah sukuk yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia berdasarkan Undang-undang No. 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), dan
  2. sukuk korporasi adalah sukuk yang diterbitkan oleh perusahaan, baik perusahaan swasta maupun Badan Umum Milik Negara (BUMN), berdasarkan peraturan OJK No. 18/POJK.04/2005 tentang penerbitan dan persyaratan sukuk.

Reksa dana syariah

Buat kamu pemodal kecil, reksa dana syariah bisa dijadikan alternatif investasi. Pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasinya juga bisa pilih reksa dana syariah ini, jadi nanti harus dibantu oleh seorang manajer investasi.

Berbeda dengan reksa dana konvensional di mana manajer investasi mengelola dana investor bisa bebas membeli segala macam saham. 

Nah, untuk reksa dana syariah, manajer investasi harus selektif memilih saham yang tidak bertentangan dengan syariah Islam.

Exchange Trade Fund (ETF) syariah

Exchange Trade Fund (ETF) Syariah adalah reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan saham yang menjadi isi portofolionya adalah saham yang termasuk saham syariah.

Instrumen investasi ini sangat cocok banget buat kamu yang ingin berinvestasi atau mengelola keuangan tanpa mengabaikan imbal hasil yang akan diperoleh.

Sayangnya, investor belum mempunyai banyak pilihan untuk bisa memilih ETF syariah ini karena jika dihitung jumlah ETF syariah yang diperdagangkan di pasar modal maka dapat dikatakan jumlahnya terlalu sedikit jika dibandingkan dengan ETF umum.

Pinnacle Enhanced Sharia ETF (XPES:IJ) dan Premier ETF JII Syariah (XIJI:IJ) adalah daftar ETF syariah yang diperdagangkan di pasar modal.

Efek Beragun Aset (EBA) syariah

EBA Syariah adalah sebuah efek yang dikeluarkan melalui kontrak investasi kolektif EBA Syariah. 

Portofolio-nya mencakup aset keuangan berbentuk tagihan, yang muncul dari surat berharga komersial, tagihan di kemudian hari, dan jual beli aset fisik atau nyata oleh lembaga keuangan.

Efek itu bersifat investasi yang dijamin oleh pemerintah, kemudian sarana peningkatan arus kas dan aset keuangan yang dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah.

Mau tahu ketentuan dalam melakukan penawaran umum EBA syariah?

  1. Kamu harus patuh sama ketentuan umum dalam hal pengajuan pernyataan pendaftaran, peraturan pernyataan pendaftaran penawaran umum EBA, dan ketentuan tentang penawaran umum lainnya.
  2. Memasukkan ketentuan ke dalam KIK-EBA (Kontrak Investasi Kolektif – Efek Beragun Aset) Syariah

Ini keunggulan-keunggulan berinvestasi saham syariah

Namanya berinvestasi, pastinya ada keunggulan yang bakal diterima. Ada beberapa keunggulan yang bakal dinikmati dengan berinvestasi saham syariah.

1. Bisa melakukan investasi yang sesuai ajaran agama

Seperti yang dijelaskan di atas, saham-saham yang tercatat sebagai saham syariah telah dijamin kehalalannya oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Makanya gak usah ragu lagi ya buat berinvestasi saham.

2. Ada saham-saham yang likuid dan masuk indeks LQ45

Rupanya, ada beberapa saham LQ45 yang dikategorikan sebagai saham syariah. Itu berarti saham-saham tersebut termasuk likuid alias aktif diperdagangkan. 

Dengan begitu, kamu mudah membelinya dan mudah juga menjualnya tanpa perlu menunggu lama.

3. Ada juga saham-saham blue chip yang minim risiko penurunan harga yang dalam

Gak cuma likuid saja, ada saham-saham yang dikategorikan saham syariah ternyata termasuk saham dengan kapitalisasi pasar yang besar alias tergolong blue chip

Saham blue chip dikenal sebagai saham yang minim risiko penurunan harga yang dalam. Bisa dibilang lebih aman.

4. Bisa memperoleh keuntungan lewat capital gain atau pembagian dividen

Kamu pun juga bisa menikmati keuntungan seperti para investor saham lainnya, baik lewat capital gain maupun pembagian dividen. 

Kalau saham yang kamu miliki bertumbuh dan capai target harga, kamu bisa menjualnya buat dapat keuntungan atau capital gain.

Sementara kalau saham syariah yang dimiliki tiap tahunnya bagi keuntungan ke investornya, kamu bakal menerima dividen. Buat yang satu ini, milikilah saham-saham yang bagi dividen besar dan rutin tiap tahunnya.

Begini cara-cara investasi saham syariah

Lalu, gimana cara-cara investasi saham syariah? Buat langkah-langkahnya sendiri, gak berbeda jauh kok dengan berinvestasi saham pada umumnya. Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan ketika mau berinvestasi.

1. Wajib punya rekening efek atau rekening saham yang bisa dibuka di perusahaan sekuritas

Tentu saja, namanya berinvestasi saham itu perlu memiliki rekening efek atau rekening saham buat menyalurkan dana investasi. Pembuatan rekening efek ini cuma bisa dilakukan di perusahaan-perusahaan sekuritas.

Berikut ini adalah beberapa perusahaan sekuritas yang buka pendaftaran online.

Setelah melakukan registrasi, kamu nanti bakal diberikan akun Rekening Dana Nasabah (RDN), Single Investor Identification (SID), dan Sub Rekening Efek (SRE). RDN yang kamu terima gak cuma buat investasi saham, tapi juga buat investasi reksa dana, obligasi, dan ETF.

2. Ketahui daftar saham syariah dengan mengecek indeks saham syariah

Setelah memiliki akun yang terdaftar, kamu sudah bisa melakukan deposit awal buat berinvestasi saham syariah. Di sini kamu perlu tahu saham-saham apa yang pengin dibeli.

Gimana cara mengetahuinya? Gampang. Bursa Efek Indonesia (BEI) menyediakan informasi indeks saham jenis ini. Lewat indeks tersebut, kamu bisa mengetahui apa aja saham-saham syariah yang dapat dimiliki.

Berikut ini merupakan indeks-indeks saham syariah.

– Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

Indeks ini diperkenalkan pada 12 Mei 2011. Seluruh saham yang tercatat di ISSI juga masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan OJK. Dalam daftar tersebut, ada 406 saham yang masuk indeks.

– Jakarta Islamic Index (JII)

Sementara indeks ini diperkenalkan pada 3 Juli 2000. Saham-saham yang masuk JII merupakan 30 saham yang terbilang likuid.

– Jakarta Islamic Index 70 (JII70 Index)

Indeks ini diperkenalkan BEI pada 17 Mei 2018. Jumlah saham yang terdapat di indeks ini mencapai 70 saham dan merupakan saham yang paling likuid di BEI.

3. Beli saham dengan melihat fundamental dan dianalisis secara teknikal

Berinvestasi saham yang benar dilakukan dengan melihat fundamental saham tersebut kemudian menganalisisnya secara teknikal. Buat melihat fundamental, kamu bisa cek di menu Ringkasan Performa Perusahaan Tercatat website IDX.

Pastikan saham tersebut tergolong saham yang punya kapitalisasi pasar atau market capitalization yang besar. Sebab saham yang punya kapitalisasi pasar yang besar merupakan saham yang gak mudah digoyang harganya semisal saham blue chip.

Setelah itu, lakukan analisis teknikal dengan mengecek pergerakan harga saham tersebut di chart. Kamu bisa memanfaatkan chart yang disediakan RTI Infokom ataupun Investing.com.

4. Perdalam pengetahuan tentang saham dengan membaca buku, ikut Sekolah Pasar Modal, dan baca berita-berita finansial

Sambil berinvestasi, kamu juga bisa memperkaya pengetahuan dengan membaca banyak buku. 

Mulai dari buku The Intelligent Investor dan Security Analysis karya Benjamin Graham, Common Stocks and Uncommon Profits karya Philip Fisher, hingga Business Adventures: Twelve Classic Tales from the World of Wall Street karya John Brooks.

Kamu juga bisa ikut Sekolah Pasar Modal yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia (BEI). Jangan lupa buat memperbarui informasimu dengan membaca website-website finansial.

Daftar saham syariah yang direkomendasikan buat dibeli

Terus ada gak saham-saham syariah yang direkomendasikan buat dibeli? Nah, Lifepal sudah menghimpun saham-saham apa aja nih yang cocok diinvestasikan.

Saham-saham berikut ini dinilai berdasarkan pergerakan harga lima tahun terakhir, pendapatan atau revenue tiap tahun, profit tiap tahun, dan kapitalisasi pasarnya.

1. Unilever Indonesia (UNVR)

Dari segi harga per lembar, saham Unilever Indonesia (UNVR) memang sangat mahal. Saham ini per lembarnya Rp45 ribuan.

Namun, harganya yang mahal tersebut mencerminkan kalau saham ini begitu berharga. Sebab, banyak orang yang berminat memilikinya. 

Pergerakan harga sahamnya pun cenderung naik. Ingat, makin tinggi permintaan, makin mahal harganya.

Setiap tahunnya, revenue yang dihasilkan UNVR terus naik. Begitu juga dengan profitnya dari tahun ke tahun. 

Sementara kapitalisasi pasarnya sudah tembus Rp346 triliun. Sudah termasuk kategori blue chip (saham berkapitalisasi pasar lebih dari Rp10 triliun).

2. Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP)

Saham perusahaan yang dikenal dengan produk mi instannya ini dijual dengan harga Rp9.000 per lembarnya. Saham ini direkomendasikan karena revenue dan profitnya yang tiap tahun terus naik.

Dari sisi kapitalisasi pasar, saham ICBP terbilang blue chip. Sebab saham ini memiliki kapitalisasi pasar yang mencapai Rp107,29 triliun.

3. Telekomunikasi Indonesia (TLKM)

Berikutnya adalah saham Telekomunikasi Indonesia (TLKM). Saham ini dijual dengan harga Rp3.800-an per lembarnya. Tiap tahunnya revenue dan profit yang dicetak saham ini terus meningkat.

Kalau kapitalisasi pasarnya sendiri, saham TLKM sudah termasuk blue chip. Sebab, saham ini memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp383 triliun.

4. Trim Syariah Saham

Reksa dana ini dikelola oleh PT. Trimegah Asset Management. Dalam lima tahun terakhir, imbal balik TRIM Syariah Saham mencapai hingga 26,40 persen dan sekitar 6,22S persen per tahun. 

Asset Under Management (AUM) atau dana kelolaan Trim Syariah Saham pada Februari 2020 adalah Rp63, 064 miliar.

5. Sucorinvest Sharia Equity Fund

Reksa dana saham syariah ini dikelola oleh PT. Sucorinvest Asset Management. Sucorindo Sharia Equity Fund menginvestasikan 25 persen dari Net Asset Value (NAV) pada saham dengan kapitalisasi kecil-menengah namun memiliki pertumbuhan bisnis yang baik. 

Pada Januari 2020, AUM Sucorinvest Sharia Equity Fund adalah sebesar Rp187, 276 miliar.

Nah, itu tadi informasi-informasi seputar saham syariah yang perlu kamu ketahui. Mulai dari apa itu saham jenis ini, hukum saham syariah, keuntungan-keuntungannya, cara investasinya, hingga daftar saham pilihannya. Semoga informasi di atas bermanfaat ya! (Editor: Chaerunnisa)