Saham TOPS Bikin Donald Sihombing Tajir Banget, Ini Fakta yang Perlu Diketahui

Donald Sihombing punya saham TOPS (totalindo.co.id)

Nama Donald Sihombing masuk dalam daftar orang terkaya di dunia versi Forbes. Posisi Donald sebagai orang terkaya di Indonesia berada di atas Hary Tanoesoedibjo. Usut punya usut, kekayaan Donald berasal dari kepemilikan saham TOPS.

Kemunculan nama Donald Sihombing bikin banyak orang terheran-heran. Pasalnya, di tahun-tahun sebelumnya, Forbes belum memasukkan namanya dalam daftar orang terkaya di Indonesia.

Sekadar diketahui, Donald Sihombing memiliki kekayaan US$ 1,4 miliar atau sekitar Rp 19 triliun. Besaran kekayaannya tersebut melebihi kekayaan yang dimiliki Eddy Kusnadi Sariaatmadja, pemilik Emtek Group, yang menaungi SCTV dan Indosiar.

Fakta tersebut membuat banyak orang penasaran dengan Donald Sihombing. Moneysmart sebelumnya sudah membuat ulasan tentang miliarder satu ini.

Rupanya, Donald bisa kaya berkat kepemilikan saham PT Totalindo Eka Persada, Tbk. alias saham TOPS. Totalindo Eka Persada adalah perusahaan konstruksi yang didirikannya pada 31 Oktober 1996.

Banyak gedung-gedung pencakar langit di Jakarta dikerjakan Totalindo Eka Persada. Mulai dari Hotel Four Season, Hotel Mulia, hingga Mal Taman Anggrek.

Totalindo Eka Persada masuk bursa pada 16 Juni 2017. Tentu aja kamu yang berinvestasi saham bertanya-tanya tentang informasi saham perusahaan ini. Seperti apa infonya? Yuk, cari tahu dalam ulasan berikut:

1. Harga saham TOPS pernah di angka Rp 4000-an kemudian di-stock split

Sejak tercatat di bursa pada 16 Juni 2017, saham TOPS udah naik di kisaran harga jual Rp 755. Itu berarti dalam waktu dua tahun harga saham ini melonjak naik dua kali lipat.

Dengan lonjakan harga tersebut, saham ini bisa dibilang punya prospek menjanjikan. Pasalnya, sebelum berada di harga sekarang, saham TOPS pernah mencapai harga Rp 4.740 per lembar. Fenomena pelonjakan harga tersebut terjadi antara Juni dan Juli 2018.

Karena kenaikannya cepat, Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat mengkategorikan TOPS sebagai unusual market activity (UMA). Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) kemudian memutuskan stock split saham di angka Rp 794 per lembar.

Baca juga: Lebih Kaya dari Hary Tanoe, Ini Fakta Donald Sihombing yang Miliki Kekayaan Rp 19 T

2. Pendapatan di tiga kuartal 2018 melorot di bandingkan kuartal-kuartal terakhir 2017

 

TOPS Totalindo
TOPS Totalindo
RTI analytic
RTI analytic

Merujuk pada data yang disajikan RTI Analytics, pendapatan atau revenue yang dicetak saham TOPS terbilang baik di kuartal-kuartal terakhir tahun 2017. Sayangnya, revenue tersebut mengalami penurunan dari kuartal pertama hingga kuartal tiga tahun 2018.

Begitu pun dengan laba bersih atau net income perusahaan ini. Tercatat angkanya menurun cukup jauh dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebagai gambaran, PT Totalindo Eka Persada, Tbk. bisa membukukan revenue sebesar Rp 1,8 triliun pada September 2017. Namun, revenue tersebut menurun jadi Rp 1,15 triliun pada September 2018.

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Baca juga: Punya Ferrari, Pria Batak Berkekayaan Rp 19 T Ini Pilih Naik BMW

3. Dengan kapitalisasi pasar Rp 25 triliun, saham TOPS tergolong blue chips

Ada tiga kategori saham, yaitu blue chips, second liner, dan third liner. Perbedaan ketiga kategori tersebut terletak pada kapitalisasi pasarnya. Makin besar kapitalisasi pasarnya, makin stabil harga saham tersebut di bursa.

Nah, dari ketiga kategori saham yang ada, blue chips menjadi saham yang punya kapitalisasi pasar yang besar, yaitu Rp 25 triliun. Sekadar diketahui, saham digolongkan blue chips kalau kapitalisasi pasarnya lebih dari Rp 10 triliun.

Saham TOPS punya kapitalisasi pasar yang besar, lebih dari Rp 10 triliun. Tercatat kapitalisasi pasar saham ini mencapai Rp 25 triliun.

4. Harga saham TOPS sebesar Rp 755 tergolong mahal kalau dilihat dari PER saham tersebut

Gak sedikit para investor melihat Price Earning Ratio (PER) sebelum membeli saham. Kalau PER tersebut tinggi, harga saham tergolong mahal. Sementara kalau PER rendah, harga saham bisa dibilang murah.

PER adalah harga saham dibagi dengan laba bersih perusahaan. Biasanya saham dengan PER di bawah 12 menjadi incaran para investor. Sebab saham tersebut digolongkan layak beli.

Saham TOPS punya PER yang terbilang tinggi lho, yaitu sebesar 250. Bisa dibilang dengan PER sebesar itu, harga saham Totalindo terbilang udah kemahalan.

5. Pergerakan harga saham TOPS menurut moving average cenderung downtrend

Pergerakan harga saham TOPS Totalindo
Pergerakan harga saham TOPS Totalindo

Indikator teknikal moving average digunakan buat menentukan kapan waktunya beli saham. Menurut definisinya, moving average bisa dibilang pergerakan harga saham selama waktu tertentu.

Misalnya, moving average 20 yang berarti pergerakan harga saham selama 20 hari terakhir. Sementara moving average 100 adalah pergerakan harga saham selama 100 hari terakhir.

Dari gambar di atas dengan melihat moving average, bisa dibilang pergerakan harga saham TOPS tampak menurun alias downtrend. Tentu aja saham ini gak direkomendasikan untuk dibeli saat ini. Pasalnya, bisa berpotensi rugi kalau ke depan terus menurun.

Itulah informasi seputar saham PT Totalindo Eka Persada, Tbk. alias saham TOPS. Dengan adanya informasi di atas, kamu jadi lebih bijak dalam ambil keputusan berinvestasi saham, termasuk saham satu ini. (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →