Trader Saham Pemula, Hindari 10 Kesalahan Ini!

trading saham

Kita sering mendengar bahwa investasi saham itu menguntungkan. Tapi apa sebenarnya pengertian saham? Selain itu, apa yang harus kita hindari sebagai trader pemula? 

Saham atau stock memang merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling populer. Saham didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal individual atau badan usaha dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas aset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Bagi pihak perusahaan, menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrumen investasi yang banyak dipilih para investor karena mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik. 

Jadi sebenarnya dalam hal ini, kedua belah pihak saling mendapatkan keuntungan. Perusahaan mendapatkan dana dan investor mendapatkan keuntungan.

Apa Saja Keuntungan Investasi Saham?

Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham.

Pertama berupa dividen yakni pembagian keuntungan yang berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Untuk mendapatkan dividen, investor harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama. Yakni hingga investor diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen.

Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai. Artinya investor diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham. Bisa juga berupa dividen saham berupa sejumlah saham yang menambah jumlah kepemilikannya.

Keuntungan kedua berupa capital gain yakni selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya, kita sebagai investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp3.500 per saham. Artinya kita mendapatkan capital gain sebesar Rp500 untuk setiap saham yang terjual.

Hindari 10 Kesalahan Umum Ini saat Investasi Saham!

Meski menguntungkan, tidak ada yang bisa menjamin sepenuhnya bahwa investasi kita akan sukses. Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan investasi saham. Apalagi jika kita merupakan trader pemula.

Pengetahuan yang cukup, rajin mengamati kondisi makro ekonomi, dan sabar bisa menghindarkan kita dari kegagalan. Selain itu, kita juga perlu menghindari sepuluh kesalahan yang umum dilakukan trader pemula ini.  

1. Tidak diversifikasi, hanya terpaku pada satu saham

Hanya terpaku pada satu saham sangatlah berbahaya karena bisa membuat kita menjadi tidak rasional dalam menilai sahamnya. Pasalnya saat kita sudah jatuh cinta kepada sebuah saham, kita cenderung mengabaikan hal buruk tentang saham. Bahkan hanya ingin mendengar hal-hal baik saja (confirmation bias). Padahal nyatanya, tiap-tiap saham punya kondisi fluktuasi sendiri. 

Maka sebaiknya gunakanlah saham sebagai media atau alat yang dapat menuntun kita kepada tujuan keuangan. Jangan terlalu terpaku padanya. Selalu jeli melihat sisi baik dan buruknya. Sebab pada akhirnya saham tersebut tetap akan kita lepas.

Kita harus paham bahwa setiap produk investasi memiliki risiko untuk gagal, termasuk saham. Maka diversifikasi atau berinvestasi di beberapa instrumen investasi penting dilakukan. Tujuannya agar saat ada salah satu investasi kita gagal, masih ada yang lain. Jadi, uang kita tidak benar-benar ludes dan kita bisa mendapat keuntungan dari produk investasi yang lain.

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

2. Abai atau tidak paham sisi fundamental

Fundamental perusahaan seharusnya menjadi analisa dasar saat kita memutuskan untuk membeli sebuah saham. Sayangnya banyak investor yang lebih suka melihat tren sesaat dalam analisis teknikal. Keinginan untuk menghasilkan profit cepat di pasar modal membuat kita cenderung mengabaikan fundamental perusahaan. Padahal laba rugi perusahaan yang menjadi pemicu harga saham sangat tergantung fundamental perusahaan.

3. Terjebak saham murah yang tidak potensial

Kita sering kali ingin mendapatkan barang dengan harga semurah mungkin dan menjualnya dengan harga setinggi mungkin. Hal itu juga sering terjadi dalam investasi saham.

Ini adalah kesalahan ketiga yang paling umum dilakukan oleh trader pemula!

Satu fakta di balik saham dengan harga murah, sejatinya saham tersebut berasal dari perusahaan yang tidak bagus. Trader pemula cenderung membeli banyak saham recehan dengan harapan mendapatkan banyak keuntungan. Padahal return of investment (ROI) tidak tergantung pada berapa banyak jumlah lembar saham yang kita pegang. Melainkan dari masa depan perusahaan yang sahamnya kita pegang. Maka pilihlah saham yang potensial.

4. Terjebak transaksi jangka pendek yang berisiko

Transaksi jangka pendek (short selling) memang menggiurkan. Namun sebenarnya transaksi seperti ini sangat menguras waktu, energi, emosi, dan berisiko tinggi sebagaimana fluktuasi pasar modal sangatlah cepat. 

Kontrol emosi perlu kita miliki agar bisa melakukan transaksi pada saat yang tepat. Maka bagi trader pemula, kesabaran sangatlah penting. Apalagi untuk hasil maksimal, saham hampir selalu menghasilkan ROI positif dalam jangka panjang, yaitu di kisaran tiga tahun atau lebih.

5. Tidak peduli portofolio

Kita harus selalu memonitor portofolio saham yang kita miliki, berapa pun besarnya. Tujuannya adalah agar jika saham perusahaan yang kita miliki semakin bagus kinerjanya, kita bisa menambah portofolio sehingga potensi keuntungan semakin baik. Namun jika pun harga saham turun, kita tidak terlambat mengambil keputusan untuk menjualnya.

6. Takut rugi berlebihan

Terlalu berani dan terlalu takut rugi dalam investasi saham sama berbahayanya. Salah satu kebiasaan trader yang keliru adalah gemar mencairkan profit kecil-kecilan, tetapi enggan untuk menanggung rugi dengan cut loss pada saham-saham yang nyatanya terus tenggelam

Hal lain yang harus kita perhatikan adalah ketika harga saham turun drastis, jangan terus mempertahankannya dengan harapan harganya akan kembali naik. Ini malah akan membuat kita makin merugi.

7. Mudah terpengaruh dan panik

Panic selling adalah peristiwa yang terjadi karena para investor panik akan kejatuhan harga saham. Dalam fenomena panic selling, para investor ingin segera melepas sahamnya tanpa peduli harganya karena takut harganya akan semakin jatuh. Ini sering kali terpicu oleh emosi dan ketakutan dibandingkan analisis yang rasional.

Sebagai trader pemula, jangan lakukan kesalahan ini. Hindarilah menjual saham karena panik. Upayakan untuk menganalisis potensi saham yang ingin kita jual. Apakah secara fundamental saham tersebut masih layak kita pegang? Jika benar, mengapa harus menjualnya dengan harga yang murah?

8. Membeli saham saat harga anjlok

Harga saham yang murah memang menggiurkan, tetapi lebih baik dihindari. Pasalnya, harga saham yang anjlok tentu punya alasan dan disebabkan suatu masalah. Maka sebaiknya kita bisa melakukan analisis dan menghindarinya agar tidak rugi.

9. Tidak tahu kapan harus keluar

Seperti yang disebutkan sebelumnya, investasi yang menguntungkan itu berjangka panjang. Butuh kesabaran untuk mendapatkan hasilnya. Meski begitu, kita juga harus tahu kapan waktunya untuk keluar atau melepaskan saham kita. Misalnya, jika ternyata perusahaan tempat kita berinvestasi terancam bangkrut, maka segeralah keluar! 

10. Kurang riset

Pengetahuan yang mencukupi akan investasi jelas perlu dimiliki. Jangan sampai mengikuti saran ataupun prediksi dari pihak-pihak yang kurang kompeten dan tidak melakukan riset pasar secara mendalam. 

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Tentu kita tidak bisa menjamin 100 persen sebuah investasi akan berakhir sukses atau gagal, bukan? Maka dari itu, upayakan untuk selalu melakukan riset dan pahami instrumen investasi yang kita pilih. Cari tahu secara lengkap informasi mengenai tempat kita akan mengalokasikan dana. Pastikan juga kalau produknya sudah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar terhindar dari investasi bodong.

Warren Buffett, investor sukses sekaligus orang terkaya ketiga di dunia tahun 2015 versi Forbes, pernah mengatakan, “Successful investing takes time, discipline and patience. No matter how great the talent or effort, some things just take time”.

Intinya dalam berinvestasi kita harus sabar, tidak terburu-buru, dan ingin sukses secara instan. Sebab untuk mendapatkan keuntungan maksimal dari investasi ini, perlu waktu yang tidak sebentar dan wajib belajar saham secara kontinu. Karena itu, jangan gegabah dan terburu-buru mengambil keputusan ya!

Tips dari Lifepal, sesibuk-sibuknya kita berbisnis dan bekerja, jangan mengabaikan kondisi kesehatan karena jika sudah sakit, apalagi harus berobat ke rumah sakit, tagihan yang perlu ditanggung bisa sangat mahal, lho!

Untuk itu, Lifepal menawarkan berbagai produk asuransi kesehatan yang tepat untuk kita dan keluarga. Dengan menjadi peserta asuransi, keuangan kita pun terproteksi sebagaimana semua tagihan pengobatan kita akan ditanggung asuransi.

Tidak percaya? Coba konsultasikan dengan tim kami di Lifepal!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →