Saking Ingin KTA Cepat Cair dan Prosesnya Gampang, Jadi Kejebak Lintah Darat

mengajukan kredit

Sedang mencari kredit tanpa agunan (KTA)? Hati-hati, walau banyak pihak menawarkan bantuan pencairan KTA, tidak semuanya bisa dipercaya begitu saja. Jangan gara-gara ingin KTA cepat cair dan tidak ribet, malah jadi kejebak ‘lintah darat’.

KTA sejatinya adalah produk dari bank. Tapi ada juga pihak yang mengaku bisa memberikan KTA. Pihak-pihak tersebut biasanya menyebut diri sebagai perantara bank.

Sayangnya, tak semuanya kredibel. Bahkan ada juga yang mengklaim bisa mencairkan KTA hanya dengan syarat kita memberikan biodata lengkap atau menulis komentar status di Facebook. Tentu saja cara mendapatkan KTA tak sesederhana itu.

Sejumlah perusahaan pembiayaan atau individu juga menawarkan layanan KTA. Tapi syarat dan ketentuan KTA dari mereka berbeda dengan bank karena perusahaan semacam ini tidak diikat aturan resmi dari pemerintah.

KTA memang populer bagi orang-orang yang sedang membutuhkan dana tambahan dengan cepat dan simpel. Dengan adanya pilihan bank dan lembaga bukan bank yang memberi pinjaman, layanan ini bisa semakin mudah dijangkau.

Bagaimana tidak populer? KTA relatif lebih mudah dicairkan ketimbang pinjaman dengan jaminan. Yang paling menarik, kita sebagai peminjam atau debitur tidak perlu memberikan jaminan misalnya rumah, kendaraan, atau aset berharga lainnya untuk mendapat duit pinjaman!

Tapi ada satu hal yang perlu diingat, yakni kita tidak bisa sembarangan mencari KTA. Sebab KTA adalah utang yang berkaitan dengan kondisi keuangan kita. Bank adalah pihak yang paling bisa dipercaya sebagai penyedia KTA.

Syarat yang umumnya diberikan bank untuk mencairkan KTA antara lain:

1. KTP & KK
2. Akta nikah/cerai/kematian/perjanjian pranikah
3. NPWP / SPT
4. Rekening 3 bulan terakhir
5. Slip gaji karyawan/surat keterangan penghasilan

Kalau kamu sedang mencari KTA sebaiknya jeli dalam memilih kreditur. Jika kini kamu sedang bingung apakah mencari KTA dari bank atau bukan bank, bandingkan hal-hal seputar KTA dari kedua pihak tersebut. Lihat perbandingannya berikut ini:

1. Plafon kredit

Plafon kredit adalah nilai maksimum pinjaman. Biasanya besaran KTA yang ditawarkan bank Rp 3 juta – Rp 200 juta. Sedangkan plafon dari perusahaan pembiayaan atau individu lebih bervariasi karena tidak ada aturan khusus.

2. Tenor

Tenor adalah jangka waktu cicilan. Biasanya tenor sekitar 12-60 bulan baik dari bank maupun bukan bank.  Bank umumnya akan melihat penghasilan kita untuk menentukan tenor serta plafon untuk memastikan kredit yang dikucurkan tidak macet atau mampu dilunasi.

3. Bunga

Setiap bank memiliki aturan tentang bunga KTA. Umumnya bunga bagi peminjam yang berstatus karyawan lebih kecil daripada yang wiraswasta. Selisihnya sekitar 0,2 persen.

Adapun perusahaan atau individu pembiayaan biasanya menerapkan bunga yang lebih tinggi daripada bank. Mereka ini lebih bebas menentukan bunga karena biasanya tidak terikat aturan tertentu.

Berbeda dengan bank yang terikat pada aturan misalnya dari Bank Indonesia.

4. Provisi

Provisi dapat diartikan sebagai biaya administrasi. Biasanya bank menerapkan pengenaan biaya provisi tahunan. Ada bank yang membebaskan biaya provisi, tapi khusus untuk pinjaman Rp 50 juta ke atas.

Sedangkan besarnya biaya provisi dari perusahaan atau individu pembiayaan tergantung pada kebijakannya masing-masing. Kamu bisa menanyakan hal ini langsung jika memilih perusahaan pembiayaan sebagai penyedia KTA.

Karena lebih bebas daripada bank dalam soal aturan formal, perusahaan pembiayaan atau individu pun cenderung menetapkan sendiri aturan main mereka. Bahkan ada yang nakal dengan menetapkan bunga yang tinggi sekali.

Selain itu, mekanisme pembayaran cicilan mereka pun beragam. Ada yang per bulan. Tapi ada pula yang dihitung per minggu, bahkan per hari.

Jika dibandingkan dengan bank yang memiliki aturan formal, tentu perusahaan atau individu pembiayaan lebih berisiko untuk dimintai pinjaman.

Konsekuensi jika telat membayar cicilan dari mereka bisa berupa ancaman, bahkan tindak kekerasan dari debt collector.

Memang, daripada bank, perusahaan atau individu pembiayaan lebih cepat mencairkan KTA. Syaratnya pun lebih gampang. Tapi kita harus yakin benar bahwa pihak pemberi KTA bisa dipercaya sebelum menjatuhkan pilihan.

Bank lebih menjanjikan dalam hal layanan KTA karena ada hukum yang mengaturnya. Berbeda dengan pihak bukan bank yang bisa semena-mena dalam membuat aturan.

Terburu-buru ketika mencari KTA sangat tidak direkomendasikan. Lebih baik  bersabar dan memilah-milah mana pemberi pinjaman yang paling pas dengan kebutuhan dan dapat dipercaya.

Dengan begitu, KTA dapat kita manfaatkan dengan baik dan cicilan bisa dilunasi tanpa masalah. Syukur-syukur pinjaman tersebut bisa kita putar sehingga menghasilkan dana lebih yang bisa kita tabung.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →