Sama-Sama Kasih Pinjaman, Lebih Untung Utang Kartu Kredit atau KTA Ya?

Siapa pun pastinya enggan punya utang. Selain tambah pengeluaran tiap bulan karena ada cicilan yang harus dibayar, punya utang juga menjadi beban pikiran lho. Namun, seandainya harus memilih, lebih baik punya utang kartu kredit atau utang KTA ya?

Walaupun sama-sama kredit alias pinjaman yang gak mewajibkan adanya jaminan atau agunan, kartu kredit (credit card) dan KTA ternyata punya cara kerja yang berbeda.

Kartu kredit bisa dipakai dengan terlebih dahulu belanja barang atau jasa dan bayarnya lewat kartu yang digesekkan. Sementara KTA digunakan dengan lebih dulu menerima uang baru kemudian dipakai buat memenuhi keperluan.

Uniknya, kartu kredit dan KTA memiliki kaitan satu sama lain. Dalam pengajuan KTA, kamu bakal menemukan beberapa pilihan KTA yang mengharuskan calon debitur memiliki credit card.

Bukan tanpa alasan bank mensyaratkan demikian. Dari kartu kredit, bank bisa mengetahui kelayakan calon debitur yang mengajukan KTA. Bank mengetahuinya dari kolektibilitas kredit si calon debitur yang tercatat di SLIK OJK.

Nah, kalau saat ini kamu berencana mau ambil pinjaman dan bingung mau pilih kartu kredit atau KTA, gak ada salahnya nih membandingkan keduanya dari hal-hal berikut ini.

1. Bunga yang dipatok

Kartu kredit (Ilustrasi).

Bicara kredit tentu aja mesti bicara bunganya juga. Sebab besar kecilnya bunga menjadi pertimbangan buat menentukan kredit mana yang dipilih. Harapannya sih sebisa mungkin dapat bunga yang kecil biar bayar cicilan gak berat-berat amat.

Antara kartu kredit dan KTA udah pasti memiliki bunga yang berbeda. Saat ini bunga credit card dipatok di angka 2,25 persen. Besaran ini bisa berubah tergantung kebijakan Bank Indonesia (BI).

Sekalipun dikenakan bunga, faktanya nih kartu kredit itu memberi bunga 0 persen buat beberapa transaksi lho. Namun, bunga 0 persen itu bisa batal kalau kamu gak disiplin dalam bayar cicilan semisal telat bayar cicilan atau melakukan pembayaran minimal.

Lain dengan bunga KTA. Besaran yang dipatok bank buat pilihan KTA yang disediakan bervariasi. Ada yang bunga per bulannya 0,59 persen, 0,88 persen, 1,09 persen, 1,29 persen, hingga 1,69 persen.

Besar kecilnya dilihat dari seberapa lama jangka waktu pinjaman atau tenor yang dipilih si debitur. Makin singkat tenornya, makin kecil bunganya.

2. Tenor yang disediakan

Transaksi kartu kredit (Ilustrasi).

Cicilan apapun tentunya memberlakukan jangka waktu pembayaran alias tenor. Ada yang pilihan tenornya singkat, ada juga yang pilihan tenornya panjang.

Dibandingkan dengan KTA, rata-rata tenor yang disediakan kartu kredit paling lama cuma 12 bulan dan paling singkat 3 bulan. Di luar itu ada yang menawarkan tenor 6 bulan, 18 bulan, ataupun 24 bulan.

Gimana dengan tenor KTA? Tenor yang disediakan buat KTA jelas lebih panjang. Saking panjangnya, ada bank yang menawarkan tenor hingga 180 bulan atau 5 tahun. Sementara paling pendek, tenor yang ditawarkan minimal 12 bulan.

3. Syarat dan proses pengajuan

kegunaan slip gaji
Ajukan kartu kredit (mediakonsumen)

Syarat-syarat yang ditetapkan buat mengajukan kartu kredit terbilang mudah. Kamu cukup menyediakan identitas diri berupa KTP atau KITAS, slip gaji atau surat keterangan penghasilan atau SPT, dan NPWP.

Beda lagi dengan syarat mengajukan KTA. Selain diminta menyediakan identitas diri, slip gaji, dan NPWP, kamu juga diminta foto 4 x 6, surat keterangan masa kerja, SK Pegawai, dan syarat-syarat lain, tergantung dari kebijakan bank.

Baik kartu kredit maupun KTA, proses pengajuannya bisa dilakukan secara online ataupun offline. Waktu yang dibutuhkan buat proses pengajuan kartu kredit selama 14 hari kerja.

Sementara waktu yang dibutuhkan bank buat memproses pengajuan KTA antara 3 hari dan 14 hari kerja.

4. Biaya-biaya yang dikenakan

umur 40 tahun
Cicilan besarnya gak boleh lebih dari 30 persen penghasilan lho.

Ada beberapa biaya yang berlaku di kartu kredit. Biaya yang rutin kamu bayarkan saat memiliki kartu gesek ini adalah biaya tahunan (annual fee). Walaupun jadi biaya rutin tiap tahun, ada juga lho bank yang gak membebaskan nasabahnya dari biaya ini.

Terus ada beberapa biaya lain yang mesti kamu tahu. Mulai dari biaya overlimit, biaya keterlambatan bayar, biaya penggantian kartu, biaya pencetakan ulang billing statement, biaya ganti PIN, biaya kenaikan limit, hingga biaya upgrade kartu.

KTA pun juga menerapkan beberapa biaya. Misalnya aja biaya provisi, biaya administrasi, biaya pelunasan dipercepat, biaya keterlambatan bayar, hingga biaya lainnya yang sesuai dengan ketentuan bank.

Itu tadi bedanya utang kartu kredit dengan utang KTA. Satu lagi nih yang perlu kamu tahu. Buat dapatkan kredit dari kartu kredit, kamu cukup sekali aja melakukan pengajuan. Sementara buat dapat kredit dari KTA, kamu mesti mengajukan lagi dan lagi saat kamu membutuhkannya.

Dan kredit yang kamu ambil dari KTA terbatas dari seberapa besar jumlah dana yang dipinjam. Kalau kartu kredit sekalipun ada limitnya, kamu bisa gunakan kurang dari limit. Misalnya aja transaksi senilai Rp 500 ribu.Semoga informasi di atas bermanfaat dan semoga sukses ya pengajuannya! (Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →