Jangan Kaya Sendirian, Ikutan SBR Biar Indonesia Dapat Cuan Juga

sbr atau saving bond retail

Saat ini investasi sudah seharusnya menjadi bagian dari perencanaan finansial kamu. Terlebih kini kamu bisa semakin mudah memulai investasi dengan memanfaatkan teknologi.  

Nah, salah satu tren instrumen investasi yang layak kamu coba adalah Saving Bond Retail (SBR). Investasi satu ini memang cukup digandrungi oleh para investor. Apalagi sejak investasi ini bisa dibeli secara online melalui e-SBN. 

Buktinya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), telah mencatat sampai dengan 31 Mei 2020, pemerintah telah menerbitkan SBN neto sebesar Rp369 triliun!

Adapun pertumbuhan penerbitan SBN di tahun 2020 ini sebanyak 98,3% dari tahun sebelumnya yang terealisasi sebesar Rp186 triliun pada Mei 2019.

Tapi sebenarnya apa sih SBR itu? Dan apa untungnya kita memilih instrumen investasi ini dibanding yang lainnya?

Apa itu SBR?

Saving Bond Retail memang tidak sepopuler investasi saham. Padahal SBR tidak kalah menguntungkan dibanding investasi saham atau yang lainnya, lho. Jadi apa sih SBR ini?

SBR adalah portofolio investasi yang dijamin negara sebagaimana instrumen ini dikeluarkan pemerintah, yaitu Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Investasi ini merupakan salah satu produk dari Surat Utang Negara (SUN) atau Surat Berharga Negara (SBN) dan ditawarkan untuk individu atau perseorangan sehingga dinamakan ritel. 

Pertama kali diluncurkan untuk menutupi kekurangan APBN 2014, selanjutnya mulai diperkenalkan di kota Surabaya dan dilanjutkan di kota-kota besar seperti Makassar, Semarang, Bandung, dan Medan.

SBR ini adalah sebuah surat utang yang dijual atau dipasarkan ritel kepada para masyarakat yang memiliki status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), targetnya adalah perorangan dan bukan institusi atau badan usaha. Target pemerintah adalah pegawai/karyawan, bahkan ibu rumah tangga, sampai generasi milenial.

Keuntungan SBR gak kalah menggiurkan dibanding suku bunga bank. Nilai investasi bisa disesuaikan dengan bujet atau kemampuan finansial kamu. Akan tetapi, minimal untuk menanamkan modal di instrumen investasi SBR adalah Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar. 

Terakhir pemerintah menawarkan SBR seri terbaru adalah SBR009 dalam masa penawaran 27 Januari hingga 13 Februari 2020. Kupon SBR009 bersifat Mengambang (disesuaikan setiap 3 bulan) dengan Tingkat Kupon Minimal (floating with floor) sebesar 6,30% p.a. 

Berinvestasi pada Surat Berharga Negara (SBN) ritel semakin mudah dengan adanya e-SBN. Melalui e-SBN, pembelian SBR dapat dilakukan di mana saja dan kapan pun selama masih berada di masa penawaran. 

Karakteristik Saving Bond Retail

SBR memiliki karakteristik tersendiri yang membedakannya dengan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Sukuk Ritel Indonesia (Sukri) sebagai jenis surat utang. Nah, berikut beberapa karakteristik dari SBR.

1. Hanya WNI yang bisa berinvestasi di sini

Pemerintah menerbitkan surat utang SBR sebagai instrumen investasi untuk menggali sumber pembiayaan dari masyarakat dalam negeri, khususnya yang berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). 

Karakteristik ini menandakan bahwa SBR tidak dapat dibeli oleh warga negara asing baik individu maupun badan hukum atau usaha.

2. Pemesanan mulai dari Rp1 juta

Masyarakat bisa memesan SBR009 secara online melalui mitra distribusi yang sudah ditunjuk secara resmi oleh Kementerian Keuangan. 

3. Jatuh tempo 2 tahun

Sebagai investasi berbasis tabungan, SBR tidak dapat dipindahtangankan kepada pihak lain atau diperjualbelikan di pasar sekunder seperti halnya ORI atau Sukuk Ritel. Setiap investor memiliki hak penuh atas investasinya dalam bentuk SBR selama 2 (dua) tahun. 

Artinya, SBR hanya bisa dicairkan apabila telah tiba masa jatuh temponya, yakni 2 tahun.

4. Kupon atau tingkat bunga bersifat mengambang dengan kupon minimal

Investasi SBR tergolong sebagai jenis investasi dengan risiko rendah, tetapi tingkat pengembaliannya terbilang tinggi. SBR memiliki kupon mengambang dengan kupon minimal yang mengacu pada suku bunga Bank Indonesia 7 DRRR (Days Reverse Repo Rate). 

Artinya, SBR memiliki tingkat bunga minimal yang sudah ditentukan pada level tertentu dan akan mengalami perubahan setiap 3 (tiga) bulan sekali sesuai dengan kenaikan BI 7DRR.

5. Terdapat fasilitas early redemption

Fasilitas early redemption memungkinkan para investor untuk mengambil sebagian pelunasan pokok sebelum jatuh tempo. Pemerintah menetapkan masa pelunasan sebelum jatuh tempo, di mana selama masa tersebut, investor dapat mengajukan pelunasan sebagian yang maksimal nilainya 50 persen dari nilai transaksi pembelian di setiap agen atau mitra distribusi.

Perlu diingat, bahwa fasilitas early redemption ini hanya dapat dirasakan oleh investor yang nilai investasinya minimal Rp2 juta di setiap mitra distribusi.

6.  Ikut andil dalam pembiayaan kegiatan pemerintah yang produktif

Kalau kamu memilih untuk berinvestasi SBR artinya kamu turut membantu pemerintah, lho. Sebab seluruh dana yang terkumpul akan digunakan untuk mengelola pembiayaan kegiatan produktif. Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penerbitan SBR009 juga akan digunakan untuk pembiayaan APBN 2020, di antaranya untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Istilah seputar SBR

Sejauh ini sudah makin tertarik berinvestasi SBR? Sebelum itu, kamu harus paham dulu istilah-istilah yang biasa dipakai dalam investasi satu ini. 

  • Kupon: merupakan istilah untuk penyebutan bunga atau imbal hasil yang dibayar pemerintah kepada pemilik (investor) SBR. Kupon SBR dihitung dalam persentase terhadap jumlah pokok utang dalam waktu setahun tetapi pembayarannya dilakukan per bulan. Terdapat dua jenis kupon yaitu kupon fixed besaran bunganya selalu tetap dari awal hingga jatuh tempo, dan kupon floating bisa berubah bergantung dengan acuan. Misalnya, kupon untuk seri SBR009 ditetapkan sebesar 6,3 persen per tahun. Kalau kamu membeli SBR seharga Rp100 juta dengan kupon 6,3 persen per tahun (per annum/p.a.), maka dalam setahun kamu akan mendapatkan imbal hasil Rp6,3 juta yang akan dibagi pembayarannya menjadi 12 kali. Nilai kupon itu akan dikenakan pajak 15 persen.
  • Jatuh tempo/tenor (maturity): masa berlakunya investasi. Setelah jangka waktu SBR telah habis atau jatuh tempo, biasanya selama 2 tahun, maka modal atau uang pokok investor akan dikembalikan seluruhnya oleh pemerintah. Misalnya, untuk seri SBR009 yang diterbitkan pada 19 Februari 2020 akan jatuh tempo dua tahun kemudian, yaitu pada 10 Februari 2022
  • Masa Penawaran: adalah jangka waktu yang ditentukan oleh pemerintah untuk membeli produk SBR. Untuk seri SBR009 misalnya, masyarakat hanya bisa memesan pada jangka waktu  27 Januari 2020 – 13 Februari 2020 saja.
  • Setelmen adalah tanggal penyelesaian. Artinya, jika kamu telah membeli SBR pada tanggal masa penawaran, maka kamu sudah resmi menjadi investor. Perhitungan kupon pun dimulai per tanggal kamu membelinya. Misalnya, tanggal penetapan hasil penjualan SBR009 adalah pada 19 Februari 2020. Mulai tanggal ini, perhitungan kupon SBR pun dimulai.
  • Floating With Floor adalah besaran kupon SBR akan disesuaikan dengan perubahan tingkat suku bunga Bank Indonesia atau 7 Day Reverse Repo Rate (7DRRR) yang dijadikan sebagai acuan. Misalnya, Kupon SBR009 ditetapkan dengan sistem floating with floor dengan nilai kupon minimal 6,3 persen per tahun. Artinya, bila suku bunga acuan naik, kupon bisa disesuaikan naik. Tetapi bila acuan turun, kupon tidak akan turun lebih rendah daripada batas minimal.
  • Tanggal Penetapan: Setelah kamu sebagai investor melakukan proses pemesanan pada masa penawaran, Kementerian Keuangan pun akan menetapkan total jumlah pesanan SBR yang masuk. Tanggal penetapan SBR009 adalah 17 Februari 2020.
  • Early redemption adalah fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah bagi para investor SBR yang ingin melakukan pencairan dana lebih awal. Umumnya para investor bisa mencairkan maksimal sebanyak 50 persen. Syarat early redemption pada produk SBR009 adalah transaksi pembelian minimal Rp2 juta, dan jumlah yang bisa dicairkan awal maksimal 50 persen dari transaksi pembelian.  
  • Kuota adalah jumlah maksimal pembelian pada masing-masing individu yang ditetapkan oleh Pemerintah. Untuk seri-seri umumnya, besaran kuota adalah Rp1 juta untuk dana minimum dan Rp3 miliar untuk maksimalnya. Artinya, kamu bisa membeli SBR berkali-kali pada masa penawaran, namun batas pembelian hanya sebesar 3 miliar. Selain itu, Pemerintah juga memberlakukan adanya kuota nasional atau jumlah SBR yang diterbitkan dan tersedia bagi seluruh investor dalam satu seri penawaran.
  • Mitra Distribusi adalah perusahaan-perusahaan yang ditunjuk Kementerian Keuangan sebagai agen penjual SBR.

Kenapa harus berinvestasi di Saving Bond Retail?

Ada beberapa alasan kenapa kamu harus mencoba investasi SBR seperti berikut ini.

  • Investasi SBR terbilang minim risiko.
  • Dijamin negara sehingga tidak ada risiko gagal bayar.
  • Tidak ada risiko tingkat bunga karena kupon mengambang ada kupon minimal.
  • Adanya fasilitas pencairan atau early redemption dana lebih cepat sebelum jatuh tempo.
  • Modal dimulai dari Rp1 juta.
  • Besaran kupon SBR akan disesuaikan dengan perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) setiap 3 bulan sekali. Kalau suku bunga acuan BI turun 25 basis poin, maka bunga SBR tetap dan tidak akan ikut merosot. Tapi jika naik 25 basis poin, kupon SBR juga akan ikut naik.
  • Pajak penghasilan kupon juga lebih rendah dari deposito, yaitu sebesar 15 persen per bulan, sementara deposito sebesar 20 persen.
  • Ikut berkontribusi membangun negeri.
  • Cara mudah karena bisa dilakukan secara online melalui mitra distribusi.

Simulasi investasi Saving Bon Retail (SBR)

Misalnya, Indra membeli SBR009 senilai Rp100 juta. Seri terbaru ini menawarkan tingkat keuntungan 6,3 persen yang dibayarkan per bulan. Berikut ini simulasi keuntungan yang akan didapatkan Indra.

Data yang diketahui:

  • Jumlah pembelian SBR009 senilai  Rp100.000.000
  • Kupon 6,3%

Imbal hasil kotor yang diterima per tahun: Rp100.000.000 x 6,30% = Rp6.300.000.

Maka besaran imbal hasil yang didapatkan per bulan: Rp6.300.000 / 12 bulan = Rp525.000.

Kena pajak kupon 15% per bulan: Rp525.000 x 15% = Rp78.750 / bulan.

Jadi, keuntungan bersih yang diperoleh per bulan oleh Indra: Rp525.000 – Rp78.750 = Rp446.250.

Jika sampai dengan jatuh tempo, maka nominal perdana ditambah dengan imbal hasil adalah: Rp100.000.000 + (Rp.446.250 x 24) = Rp110.710.000

Menarik bukan?

Seri SBR yang telah dikeluarkan negara

Hingga saat ini pemerintah telah menerbitkan 9 jenis SBR dari SBR001 hingga SBR009 dengan rincian sebagai berikut.

Jenis SBR

Kupon Masa Penawaran Jatuh Tempo

Minimum & Maksimum Pemesanan

SBR001

8,75% 2-22 Mei 2014 20 Mei 2016 Rp5 juta – Rp5 Miliar
SBR002 7,50% 28 April – 19 Mei 2016 20 Mei 2018

Rp5 juta – Rp5 Miliar

SBR003

6.80% 14-25 Mei 2018 20 Mei 2020 Rp1 juta – Rp3 miliar
SBR004 8,05% 20 Agustus – 13 September 2018 20 September 2020

Rp1 juta – Rp3 miliar

SBR005

8,15% 10-24 Januari 2019 10 Januari 2021 Rp1 juta – Rp3 miliar
SBR006 8,15% 1-16 April 2019 10 April 2021

Rp1 juta – Rp3 miliar

SBR007

7,50% 11-25 Juli 2019 10 Juli 2021 Rp1 juta – Rp3 miliar
SBR008 7,20% 5-19 September 2019 10 September 2021

Rp1 juta – Rp3 miliar

SBR009

6,30% 27 Januari – 13 Februari 2020 10 Februari 2022

Rp1 juta – Rp3 miliar

Itu tadi penjelasan mengenai investasi SBR. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai pengumuman pembukaan investasi ini, kunjungi situs resmi DJPPR Kemenkeu, media sosial Kementerian Keuangan, atau melalui konsultasi dengan mitra distribusi resmi.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →