Sebelum Beli Reksa Dana Saham, Lakukan 3 Hal Ini Biar Gak Rugi

orang mengamati grafik dalam kertas

Instrumen investasi berupa reksa dana saham memang lagi santer dibicarakan di media. Tentu saja hal itu dipicu dengan dugaan kasus kerugian investasi Jiwasraya, Asabri, dan beberapa kasus dari manajer investasi nakal yang bikin rugi para investor. 

Tepat pada Februari 2020, secara umum, investasi yang satu ini memang mencatatkan kerugian yang cukup besar. Hal itu disebabkan karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga lagi babak belur usai dihantam beberapa sentimen negatif, salah satunya ya wabah Virus Corona di kawasan Asia.

Alhasil, nilai aktiva bersih per unit dari reksa dana yang bersangkutan juga ikut fluktuatif. Belum lagi dengan munculnya rumor bahwa ada beberapa investor yang gak bisa melakukan pencairan.

Jadi, apakah ini artinya reksa dana yang satu ini benar-benar berbahaya dan gak layak dibeli? Gak juga. Sebab, kalau memang berbahaya, buat apa masih dijual?

Intinya adalah, produk investasi di pasar modal memang tinggi risiko karena sangat bergantung dengan performa pasar modal. Namun, isi dari reksa dana ini gak sepenuhnya adalah saham. Biasanya, 20 persen dari total komposisi portofolio reksa dana saham adalah produk pasar uang. 

Pada kesempatan kali ini, kita bakal membahas seputar hal-hal yang harus dilakukan sebelum membeli reksa dana saham, tapi seringkali diabaikan oleh para calon investor.

Penasaran? Simak ulasannya yuk.

1. Cek saham apa yang jadi aset dasar di reksa dana itu 

Produk reksa dana saham itu banyak sekali. Khusus buat orang awam, besar kemungkinan kamu akan membelinya berdasarkan rekomendasi rekan kerja, teman, atau saudara. 

Nah, hindari deh memilih reksa dana berdasarkan rekomendasi orang. Apalagi kalau itu adalah reksa dana campuran atau saham. 

Kenapa? Karena kamu harus cari tahu sendiri saham apa yang menjadi aset dasar reksa dana tersebut di fund fact sheet.

Caranya gampang, unduh saja fund fact sheet-nya di situs agen penjual reksa dana atau perusahaan manajer investasinya. Lihat top holding atau saham-saham yang ada dalam reksa dana ini, dan lakukan analisis terhadap saham tersebut satu per satu.

Cek seperti apa fundamental dari saham perusahaan tersebut, dan amati pula pergerakan harganya dari tahun ke tahun. Karena, performa reksa dana ini akan mengikuti fluktuasi harga dari saham-saham yang ada di dalamnya.

Dengan cara ini, kamu tentunya juga bisa mengetahui apakah reksa dana ini berisi saham gorengan atau tidak. 

Setelah membaca fund fact sheet, hubungi pihak manajer investasi. Tanyakan soal berapa persen komposisi satu saham di dalam reksa dana itu. Apa tujuannya?

Bisa jadi reksa dana ini memang memiliki portofolio yang penuh dengan saham blue chip (kapitalisasi besar) di bidang konsumer atau perbankan. Namun persentase jumlah saham itu masih kalah banyak dengan saham-saham gorengan yang pergerakannya terbilang liar. 

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Patut kamu ketahui juga, fund fact sheet yang dibuat manajer investasi juga bisa dicurangi lho. Makanya, jangan sembarangan pilih manajer investasi juga. OJK sudah sering lho melakukan suspensi terhadap produk-produk reksa dana dari berbagai manajer investasi.

2. Jika dijanjikan return oleh manajer investasi, “jangan percaya”

tumpukan koin
Jangan mudah percaya kalau diiming-imingi imbal hasil tinggi.

Mana ada reksa dana saham yang bisa menjanjikan return alias imbal hasil dengan pasti selama beberapa periode. Ini reksa dana lho, bukan deposito. 

Atas dasar apa pihak manajer investasi mampu menjanjikan imbal hasil tertentu ke investor? Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu gak bisa diprediksi. Satu sentimen saja bisa sangat mempengaruhi naik turunnya harga saham.

Kalau jaminan di reksa dana terproteksi itu wajar. Tapi kalau di reksa dana yang satu ini ya lucu. 

Bayangkan saja, seandainya kondisi pasar sedang gak kondusif tapi manajer investasi harus merealisasikan imbal hasil yang sudah dia janjikan. Apakah mereka berani menanggung kerugian itu?

3. Ketahui waktu yang tepat untuk beli

grafik performa reksa dana BNP paribas
Grafik performa reksa dana BNP Paribas Ekuitas (Sumber: Bareksa)

Bicara soal waktu membeli, tentu saja hal ini gak akan luput dari grafik performa reksa dana. 

Grafik performa reksa dana juga bisa jadi acuan kok. Harga NAB/UP dari reksa dana saham juga akan terlihat fluktuatif seperti halnya performa saham di BEI.

Amati saja grafik dari reksa dana yang ingin kamu beli. Jika memang fluktuasinya tergolong liar, tentu saja produk itu bakal membuatmu terus berdebar-debar. 

grafik performa reksa dana Narada Saham
Grafik performa reksa dana Narada Saham Indonesia (Bareksa)

Fluktuasi itu juga tentunya dipengaruhi dengan saham-saham yang menjadi aset dasar mereka. Tentunya, fluktuasi juga terpengaruh kondisi IHSG.

Cara yang satu ini mungkin agak-agak mirip dengan analisis teknikal dari sebuah saham. Namun untuk reksa dana yang menempatkan investasinya pada saham-saham, acuannya tetap saja ke IHSG. 

Ketika IHSG mengalami koreksi dalam, maka bisa jadi itulah saat yang tepat untuk kita membeli reksa dana ini. Nah, mereka yang paham soal analisa teknikal saham tentu bisa memprediksi kapan IHSG masuk ke bottom level.

Itulah tiga cara yang bisa kamu lakukan untuk membeli reksa dana saham. Intinya, yang diharapkan dari investasi ini adalah ketika IHSG turun, reksa dana milikmu masih bisa untung karena saham-saham di dalamnya punya performa yang baik.

Sebaliknya, jika IHSG naik, keuntungan di reksa danamu juga ikutan naik.

Pada intinya, melihat kinerja tahunan sebuah reksa dana saja, gak akan cukup untuk menilai performa produk investasi ini.

Bisa jadi dalam tiga atau lima tahun terakhir, reksa dana ini memang membuahkan hasil positif. Tapi saat kita beli, malah hasilnya berbanding terbalik.

Makanya, perhatikan baik-baik deh fund fact sheet-nya. Cek saham apa yang ada di sana, jangan mudah diiming-imingi imbal hasil yang menggiurkan, dan cek baik-baik grafik reksa dananya. (Editor: Ruben Setiawan)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →