Gak Cuma Kanker, Ini 6 Penyakit yang Biayanya Mahal Minta Ampun

Kanker merupakan salah satu momok bagi masyarakat. Pasalnya, penyakit ini bisa menyerang siapa aja, gak kenal usia dan jenis kelamin. Meski bisa disembuhkan, penyakit ini dikenal mematikan karena gak sedikit penderitanya yang berakhir meninggal dunia.

Selain itu, biaya yang harus disiapkan untuk proses penyembuhannya pun gak main-main. Almarhum Yana Zain bahkan perlu menerima bantuan dana dari teman-teman sesama artis untuk bisa melakukan pengobatan di Cina. Sayangnya, pada pertengahan tahun lalu Yana meninggal dunia.

Baru-baru ini, Shakira, putri penyanyi Denada juga divonis penyakit kanker darah atau leukimia. Keluarga Denada mengaku telah mengeluarkan ratusan juta untuk 10 hari masa perawatan. Setiap minggunya, setidaknya Denada harus menyiapkan sekitar Rp 63 juta!

Menurut Yayasan Kanker Indonesia (YKI), paling gak diperlukan Rp 100 juta per bulan untuk biaya pengobatan kanker. Biaya ini meliputi biaya radiasi, kemoterapi, dan perawatan lainnya.

Biaya penyakit ini emang gak main-main besarnya. Gak heran banyak publik figur yang jatuh miskin saat menderita penyakit ini lantaran hartanya terkuras sampai habis.

Tapi, tahu gak, ternyata gak cuma kanker yang kuras banyak biaya buat pengobatan lho, 6 penyakit ini juga gak ketulungan mahalnya.

1. Gagal ginjal

kanker
(Image: Amanat.news)

Penyakit gagal ginjal memerlukan terapi yang dikenal sebagai hemodialisa atau terapi cuci darah. Terapi ini tidak lantas  memberikan kesembuhan, sehingga pasien harus menjalani terapi ini seumur hidup.

Biasanya pasien akan melakukan terapi tiga kali seminggu selama 3-5 jam dalam sekali terapi. Biayanya sekitar Rp 1-2 juta sekali terapi. Jadi dalam seminggu membutuhkan hingga Rp 6 juta. Ditambah biaya pengobatan lainnya, penyakit ini bisa menguras hingga ratusan juta rupiah.

2. Penyakit jantung

kanker
(Image: permatamedika)

Penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu di dunia. Penyakit ini juga memakan biaya yang gak sedikit. Mulai dari biaya pengecekan yang bisa habiskan jutaan rupiah, biaya pengobatan, hingga biaya operasi.

Dalam satu kali operasi bypass jantung, biaya yang diperlukan sekitar Rp 150-300 juta. Sementara biaya operasi pemasangan cincin jantung (ring jantung) berkisar antara Rp 50-100 juta.

3. HIV/AIDS

kanker
(Image: medicalnewstoday)

Hingga kini belum dapat ditemukan obat yang benar-benar dapat menyembuhkan penyakit HIV/AIDS. Pengobatan yang dilakukan pun semata-mata untuk memperlambat perkembangan penyakit mematikan ini. Selain itu, biaya pengobatannya bisa mencapai miliaran rupiah.

4. Stroke

kanker
(Image: coeuretavc)

Penderita stroke identik dengan risiko cacat seumur hidup. Oleh sebab itu, setelah divonis penyakit ini, anggota keluarga harus siap menanggung biaya yang gak murah. Apalagi jika yang mengidapnya adalah tulang punggung keluarga.

Beberapa tahun yang lalu, pasien penyakit stroke dapat mengeluarkan uang hingga Rp 50 juta per tahun. Angka ini terus meningkat hingga mencapai ratusan juta rupiah.

5. Hepatitis C

kanker
(Image: otcdigest)

Virus hepatitis C menjadi penyebab utama penyakit hati kronik di dunia. Rata-rata pasien penderita hepatitis C perlu mengeluarkan dana hingga Rp 34 juta dalam sekali pengobatan. Sementara periode pengobatan membutuhkan waktu antara 6-12 bulan. Oleh sebab itu, biaya yang dihabiskan dapat menelan hingga ratusan juta rupiah.

6. Penyakit mental

kanker
(Image: starberita)

Menjadi orang yang hidup dengan gangguan kesehatan mental sama sekali gak mudah. Selain stigma negatif yang mungkin diterima, mereka juga harus bolak balik ke psikolog dan psikiater, serta mengonsumsi obat dalam rentang waktu yang lama.

Buat sekali konsultasi dengan durasi 30 menit aja, pasien bisa dikenakan biaya Rp 300-500 ribu. Obat yang perlu dikonsumsi harganya mulai dari Rp 500 ribu-3 jutaan. Penyakit ini juga membutuhkan perawatan berkelanjutan sehingga jika ditotal-total, biayanya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Penyakit-penyakit tersebut memakan biaya yang bisa bikin melarat. Meski begitu, pasien dapat memanfaatkan fasilitas BPJS Kesehatan untuk mendapat keringanan biaya. Jika merasa belum memadai, memiliki asuransi kesehatan juga bisa jadi solusinya.

Sebetulnya sehat itu murah. Cukup makan makanan bergizi dan rutin berolahraga. Saking murahnya, jadi sering disepelekan. Mulai dari konsumsi makanan yang banyak pengawet atau menjalani kehidupan yang gak sehat. Akhirnya sehat pun jadi mahal kalau badan udah terkena penyakit, apalagi jajaran penyakit di atas. Wuih!

Semoga kita bisa terhindarkan dari penyakit-penyakit tersebut ya.

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis