Selain Miftahul Jannah, Ini Kisah Karier dan Prestasi 3 Petarung Berhijab Indonesia

Atlet Para Games dari cabang Blind Judo, Miftahul Jannah menjadi buah bibir lantaran didiskualifikasi karena hijabnya. Perempuan asal Aceh itu sedih karena kerja kerasnya selama 10 bulan harus berakhir miris.

Penggunaan hijab dalam beladiri Judo Asian Para Games ternyata dilarang karena alasan keamanan, mengingat olahraga ini adalah olahraga piting dan banting. Dikhawatirkan, hijab justru bisa membahayakan sang atlet karena bisa mencekik leher.

Namun apakah benar seperti itu?

Nyatanya, masih ada atlet perempuan berhijab yang juga berkompetisi dalam kejuaraan piting dan banting. Bahkan dua di antaranya adalah petarung beladiri campuran alias MMA yang memadukan pertarungan atas dan bawah!

Ingin tahu siapa saja dan bagaimana kisah dari para petarung berhijab asal Indonesia ini? Berikut ulasannya.

1. Monalisa Randa

Monalisa Randa, Petarung MMA dari Toraja (Instagram).

Petarung MMA dari Toraja dengan disiplin beladiri Wushu dan Muay Thai ini sempat berlaga di ajang One Pride.

Semua tentu tahu bahwa di MMA, bukan cuma teknik serangan yang perlu diasah. Seorang petarung juga harus menguasai teknik pertarungan bawah atau ground fighting. Oleh karena itu, bukan cuma gulat yang harus mereka pelajari, melainkan Brazilian Jiujitsu maupun Luta Livre.

Petarung dengan julukan Bumblebee ini, merupakan seorang alumni Universitas Negeri Jakarta jurusan Olahraga. Dan dalam cabang olahraga Wushu dan Muay Thai, dia pernah menjuarai Muaythai SSF 2016, Wushu Pra PON Makassar 2011, kejuaraan dunia Wushu Ankara Turki 2011, Wushu PON Riau 2012, Wushu Kejurnas Riau 2013, dan lainnya.

Saat ini, perempuan yang pernah tampil di acara Hitam Putih ini juga mengemban profesi sebagai personal trainer! Tentu saja trainernya adalah olahraga Muay Thai.

Semua tentu tahu bahwa penghasilan atlet memang gak tetap. Oleh karena itu mereka butuh kerja sampingan yaitu mengajar.

Kalau kamu tertarik latihan Muay Thai bersama beliau, silahkan hubungi 085310713422.

2. Nur Hadijah

Nur Hadijah, Atlet asal Kabupaten Paser (paserkab.go.id).

Atlet asal Kabupaten Paser ini akan segera memulai debut pertarungannya di One Pride MMA lho. Sama seperti Miftahul Jannah, perempuan ini juga mengenakan hijab saat bertarung di Oktagon nanti.

Di tahun 2003, Nur Hadijah mengawali kariernya sebagai atlet beladiri di cabang olahraga Karate. Namun di tahun 2006, dia akhirnya memilih Wushu yang didominasi oleh kaum pria.

Beberapa prestasi yang diraih Nur Hadijah ada di Kejurda Pra PON 2011 di Makassar (Juara 3), 2015 (Juara 1), dan  2017 (Juara 1). Di tahun 2017, dia juga muncul di kejuaraan Muay Thai ternama yaitu Ksatria Fight.

Di tahun 2018, Nur Hadijah mengikuti audisi One Pride untuk mengharumkan nama Kabupaten Paser. Dan hasilnya pun memuaskan, dia dipanggil untuk bertarung melawan Wulandari. Kira-kira siapa yang menang ya? Kita saksikan saja di TV One.

Informasi seputar karier Nur Hadijah memang cukup minim. Namun sempat beredar kabar bahwa selain jadi atlet, Nur Hadijah berprofesi sebagai wasit hingga juri kejuaraan Wushu Asian Games 2018.

3. Ilma Yeni Megawati

Ilma Yeni Megawati, atlet asal Blitar (Instagram).

Beladiri yang digeluti gadis asal Blitar ini adalah olahraga yang masih satu rumpun dengan Judo. Apalagi kalau bukan Jiu-jitsu.

Bisa dibilang, walaupun dirinya berhijab seperti Miftahul Jannah, beladiri yang digeluti Yeni justru lebih kental dengan teknik pitingan yang berbahaya. Tapi buktinya, Yeni pun bisa berkompetisi di Asian Games 2018 tanpa ada larangan dari pihak komite.

Sebagai atlet yang mengharumkan nama Indonesia, Yeni juga punya prestasi yang cukup baik. Dia pernah menjadi juara 1 di Kejurnas Jiu-jitsu Piala Wakil Presiden 2011, Juara 1 Kejuaraan Jiu-jitsu Se-Jawa 2014, Juara 1 Jiu-jitsu Newaza Jawa Barat Februari 2018, dan Juara 1 Jiu-jitsu Newaza Road to Asian Games (JJAU) 2018.

Saat ini, Yeni masih tercatat sebagai mahasiswa di UIN Malang. Selain berkompetisi di Jiujitsu, Yeni ternyata juga suka main basket. Dia pun memperkuat tim basket kampusnya.

Itulah para profil dan kisah karier keatletan para petarung perempuan berhijab seperti Miftahul Jannah.

Semua dari mereka punya prestasi yang memukau. Dan menjadi atlet adalah pilihan dari hidup mereka.