Pengertian Sertifikat Deposito dan Bedanya dengan Deposito Berjangka

Telah Ditinjau: Lifepal Lifepal
sertifikat deposito

Sertifikat deposito adalah simpanan dalam bentuk deposito yang sertifikat bukti penyimpanannya dapat dipindahtangankan. Seperti yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia, sertifikat deposito ditransaksikan di pasar uang. 

Merujuk pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/2/PBI/2017 tentang Transaksi Sertifikat Deposito di Pasar Uang, besaran nominal dalam penerbitan sertifikat deposito minimal Rp10 miliar dan dalam bentuk valuta asing dengan nominal sama. 

Selain itu, jangka waktu sertifikat deposito juga jauh lebih panjang dibanding deposito berjangka hingga bisa mencapai 36 bulan. 

Panjangnya tenor yang diatur dalam PBI tersebut dimaksudkan untuk membantu percepatan pembentukan harga pasar yang lebih efisien. 

Nah, jika dibandingkan dengan sertifikat deposito berjangka atau dikenal dengan bilyet deposito dari sisi fungsi saja udah beda ya. Sebab sifat dari sertifikat deposito ini adalah benar-benar untuk investasi bukan tabungan. 

Daftar penerbit sertifikat deposito di pasar uang

Produk sertifikat deposito ini terdengar agak asing jika dibandingkan deposito jenis lainnya. Kurang familiernya sertifikat deposito karena regulasi yang mewajibkan bank-bank memiliki izin dari Bank Indonesia (BI). 

Hanya bank dengan kriteria tertentu yang bisa menerbitkan sertifikat deposito, antara lain dilihat dari segi kesehatan dan kemampuan bank dari segi kebutuhan permodalannya. 

Jadi, hanya bank umum dan bank pembangunan saja yang boleh menjadi penerbit sertifikat deposito. Dengan begitu, gak semua bank bisa menjadi penerbit sertifikat deposito. 

Berikut daftar penerbit sertifikat deposito yang memiliki izin dari BI untuk penerbitannya.

  1. PT Bank KEB Hana Indonesia 
  2. PT Bank Commonwealth 
  3. PT BPD Jawa Barat dan Banten, Tbk 
  4. PT Bank CIMB Niaga, Tbk 
  5. PT Bank of Tokyo – Mitsubishi UFJ, Ltd
  6. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 
  7. PT Maybank Indonesia, Tbk 
  8. PT Bank Pembangunan Daerah NTT
  9. PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906
  10. PT Bank DBS Indonesia
  11. PT Bank Mandiri Taspen Pos
  12. PT Rabobank International Indonesia
  13. PT BPD Sulawesi Selatan dan Barat
  14. PT Bank BNP Paribas Indonesia
  15. PT Bank Mizuho Indonesia
  16. PT BPD Jawa Tengah
  17. PT Bank Victoria International, Tbk
  18. PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk
  19. PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara 
  20. PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional 
  21. Deutsche Bank AG
  22. PT Bank DKI
  23. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Karakteristik sertifikat deposito

Beberapa kelebihan yang dimiliki sertifikat deposito yang bisa diperoleh nasabahnya antara lain:

  • Suku bunga yang ditawarkan bank terbilang kompetitif dan dibayar di muka sehingga memberi keuntungan yang jelas bagi nasabahnya. 
  • Dijamin LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan sehingga dengan berinvestasi jenis deposito ini maka keamanan dana kamu terjaga. Namun, gak melebihi ketentuan nominal jaminan LPS sebesar Rp2 miliar. 
  • Sertifikat dapat diperjualbelikan atau dijadikan jaminan kredit, makanya gak ada nama nasabah dalam sertifikat tersebut. 

Bunga sertifikat deposito, pencairan sertifikat deposito, dan penjualan sebelum jatuh tempo

Ada beberapa hal yang harus kamu pahami di sertifikat deposito, antara lain: 

  • Bunga sertifikat deposito

Dalam sertifikat deposito pembayaran bunganya dilakukan di muka saat pembelian dan dihitung secara diskonto. Atau pembayaran bunga dari selisih nominal sertifikat deposito dengan nilai tunai yang harus dibayar pembeli. Atau selisih harga saat penerbitan dengan nominal akhir yang diterima saat jatuh tempo.

  • Pencairan sertifikat deposito

Jangka waktu sertifikat deposito gak bisa diperpanjang otomatis seperti layaknya deposito berjangka. Jika jatuh tempo sudah selesai, pemegang sertifikat deposito bisa mencairkan secara tunai atau dengan mentransfer ke rekening lain. Karena sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan, nominal yang akan diterima pemilik sertifikat deposito adalah sebesar nilai sertifikat deposito tersebut. 

  • Penjualan sertifikat deposito sebelum jatuh tempo

Pencairan dana sebelum jatuh tempo dalam sertifikat deposito adalah dengan menjual ke pihak lain atau pada bank yang menerbitkannya. Harga jual yang diterima pemilik sertifikat adalah selisih dari nominal sertifikat deposito dengan diskonto. 

Daftar suku bunga sertifikat deposito terbaru tahun 2020

Suku bunga sertifikat deposito dibayar secara diskonto dan besarannya mengacu pada suku bunga acuan yang berlaku di pasar uang.

Suku bunga acuan yang berlaku di pasar uang yang dimaksudkan di sini adalah Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) untuk mata uang Rupiah atau suku bunga acuan lainnya seperti London Interbank Offered Rate (LIBOR) untuk mata uang valuta asing.

Peraturan tersebut termuat dalam Peraturan Bank Indonesia (BI) Nomor 19/2/PBI/2017 tentang Transaksi Sertifikat Deposito di Pasar uang.

Apa itu Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR)?

Jakarta Interbank Offered Rate atau JIBOR adalah suku bunga acuan yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) berdasarkan penawaran dalam transaksi pasar uang antar bank. 

JIBOR sendiri terbagi menjadi dua mata uang, rupiah (IDR) dan dolar AS (USD). Tenor yang tersedia mulai dari 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. 

Hadirnya JIBOR diharapkan bisa jadi suku bunga acuan yang kredibel dan bisa digunakan pada banyak transaksi keuangan di Indonesia. 

Berikut data bunga sertifikat deposito dari Bank Indonesia.

Kuotasi Individu Offer Rate

Nama Bank 1 Minggu (%) 1 Bulan (%) 3 Bulan (%) 6 Bulan (%) 12 Bulan (%)
B.P.D. DKI Jakarta 4 4.12 4.34 4.54 4.74
B.P.D. Jawa Barat Banten 4 4.06 4.32 4.52 4.72
Bank Central Asia, Tbk. 4 4 4.3 4.5 4.7
Bank CTBC Indonesia 3.95 4.1 4.35 4.55 4.75
Bank Danamon Indonesia 4 4.05 4.35 4.55 4.75
Bank KEB Hana Indonesia 4 4.05 4.35 4.55 4.75
Bank Mandiri 4 4.05 4.3 4.5 4.7
Bank Negara Indonesia 1946 4 4.05 4.3 4.5 4.7
Bank OCBC NISP, Tbk. 3.95 4.05 4.3 4.5 4.7
Bank Panin Indonesia 3.95 4 4.2 4.4 4.7
Bank Permata, Tbk. 3.95 4.05 4.3 4.5 4.7
Bank Rakyat Indonesia 4 4.1 4.35 4.55 4.75
Bank Tabungan Negara 4 4.05 4.3 4.5 4.7
Citibank 4 3.99 4.37 4.57 4.78
Deutsche Bank AG 4.02 4.11 4.41 4.61 4.81
MUFG Bank, Ltd. 3.97 4.05 4.25 4.5 4.7
Standard Chartered Bank 3.985 4.05 4.325 4.55 4.725

Kuotasi Individu Bid Rate

Nama Bank 1 Minggu (%) 1 Bulan (%) 3 Bulan (%) 6 Bulan (%) 12 Bulan (%)
B.P.D. DKI Jakarta 3.9 3.92 4.14 4.34 4.54
B.P.D. Jawa Barat Banten 3.9 3.86 4.12 4.32 4.52
Bank Central Asia, Tbk. 3.9 3.8 4.1 4.3 4.5
Bank CTBC Indonesia 3.85 3.9 4.15 4.35 4.55
Bank Danamon Indonesia 3.9 3.85 4.15 4.35 4.55
Bank KEB Hana Indonesia 3.9 3.85 4.15 4.35 4.55
Bank Mandiri 3.9 3.85 4.1 4.3 4.5
Bank Negara Indonesia 1946 3.9 3.85 4.1 4.3 4.5
Bank OCBC NISP, Tbk. 3.85 3.85 4.1 4.3 4.5
Bank Panin Indonesia 3.85 3.8 4 4.2 4.5
Bank Permata, Tbk. 3.85 3.85 4.1 4.3 4.5
Bank Rakyat Indonesia 3.9 3.9 4.15 4.35 4.55
Bank Tabungan Negara 3.9 3.85 4.1 4.3 4.5
Citibank 3.97 3.79 4.2 4.52 4.67
Deutsche Bank AG 3.92 3.91 4.21 4.41 4.61
MUFG Bank, Ltd. 3.87 3.85 4.05 4.3 4.5
Standard Chartered Bank 3.885 3.85 4.125 4.35 4.525

 Rumus perhitungan sertifikat deposito

Berbeda dengan deposito berjangka, penempatan dana di certificate of deposit terjadi saat sertifikat tersebut dibeli pihak lain dari bank. 

Nasabah mendapat keuntungan melalui bunga dengan persentase sesuai perjanjian antara bank dan nasabah. 

Bunga tersebut dibayar di muka. Besaran bunga deposito yang diterima nasabah ini nantinya diperhitungkan sebagai pengurang jumlah uang yang harus dibayarkan. 

Sementara pembeli sertifikat mendapat bunga pada saat pembelian. Rumus yang dipakai dalam sertifikat deposito adalah sebagai berikut: Nilai tunai sertifikat deposito = (nominal sertifikat deposito x 365) / 365 + (bunga x jangka waktu sertifikat deposito) 

Bunga sebelum pajak = nominal SD – nilai tunai SD

Jumlah pembayaran = nilai tunai SD – bunga setelah pajak 

Nilai nominal SD per lembar  Rp10.000.000
Pembelian SD  10 lembar
Bunga 4% per tahun
Tenor (jumlah hari)  3 bulan (1 Agustus – 1 Oktober = 92 hari) 
Pajak bunga  20%
Total nominal SD  Rp100 juta 
Nilai tunai SD Rp99.001.844
Bunga sebelum pajak  Rp998.155
Bunga setelah pajak Rp798.624
Jumlah pembayaran  Rp98.203.220

Jadi, keuntungan yang diterima nasabah sebesar Rp798.624 dari bunga yang telah dipotong pajak 20%. 

Sementara untuk pembeli sertifikat deposito, membelinya dengan harga Rp98.203.220 saja dari harga certificate of deposit Rp100 juta. 

Syarat-syarat buka sertifikat deposito

Persyaratan membuka sertifikat deposito terbagi dua, yaitu secara perorangan dan badan usaha. Syarat yang dibutuhkan adalah sebagai berikut.

Perorangan 

  • Mengisi form aplikasi pembukaan rekening 
  • Fotokopy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku 
  • Fotokopy NPWP 
  • Tidak tercantum dalam Daftar Hitam Bank Indonesia 

Badan Usaha 

  • Mengisi form aplikasi pembukaan rekening 
  • Fotokopi KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku 
  • Fotokopi akta pendirian beserta perubahannya dan susunan pengurus terbaru 
  • Fotokopi izin usaha lain (SIUP, SITU, TDP) 
  • Fotokopi surat pengangkatan/penunjukan sebagai pengurus 
  • Fotokopi NPWP 
  • Tidak tercantum dalam Daftar Hitam Bank Indonesia. 

Kalau dilihat sekilas antara certificate of deposit dan deposito berjangka, keduanya memiliki kesamaan produk bank berbentuk simpanan saja ya. Eits, jangan salah, antara keduanya ini sangat jauh berbeda!

Untuk pemahaman awal, bilyet deposito adalah bukti kepemilikan yang diberikan bank kepada nasabah atas simpanan dalam bentuk deposito berjangka. Jadi, kalau kamu menyimpan uang dalam bentuk deposito berjangka, bukti yang diserahkan bank untuk kepemilikan tersebut berbentuk bilyet deposito ini.

Nah, sedangkan certificate of deposit seperti penjelasan di awal adalah surat berharga yang ada di pasar uang.

Agar gak salah ke depan untuk menyimpan uang dalam bentuk deposito ke depannya, berikut ini perbedaan antara sertifikat deposito dan deposito berjangka.

  • Status kepemilikan 

Dalam sertifikat deposito, karena sifatnya bisa diperjualbelikan, nama nasabah gak dicantumkan. Berbeda dengan bilyet yang tercantum jelas nama deposan sehingga gak bisa berpindah tangan bila gak ada surat kuasa. Jadi, nama yang tertera di bilyet tersebut saja yang bisa mencairkan dana deposito. 

  • Bunga 

Perbedaan lainnya adalah bunga yang berlaku. Di sertifikat deposito, bunga wajib dibayar pada awal pengajuan. Sementara dalam bilyet, bunga baru dibayarkan setelah jatuh tempo. 

  • Perpanjangan tenor 

Kalau bilyet masa tenornya bisa diperpanjang langsung atau otomatis. Sementara certificate of deposit, untuk memperpanjangnya, butuh prosedur khusus dari bank. Biasanya dana sertifikat sebelumnya dicairkan lebih dulu untuk kemudian dibelikan sertifikat baru lagi.

Perbedaan sertifikat deposito dengan unit link

Sudah menjadi impian setiap orang di hari tua nanti memiliki kemapanan finansial. Salah satu cara untuk mewujudkan hal itu adalah dengan berinvestasi. 

Saat ini banyak pilihan instrumen investasi yang bisa dipilih dan dapat disesuaikan dengan tujuan perencanaan keuangan di masa depan. 

Sertifikat deposito bisa jadi alternatif tempat untuk menyimpan uang. Selain itu, ada juga unit link yang merupakan produk asuransi dengan peran ganda, yaitu sebagai proteksi sekaligus investasi. 

Lalu, apa perbedaan antara sertifikat deposito dan unit link

  1. Sertifikat deposito memiliki risiko rendah dan dijamin keamanannya LPS, hingga jumlah maksimal Rp2 miliar. 
  2. Karena risikonya rendah, keuntungan atau bunga yang didapat pun juga rendah. Ini sesuai dengan prinsip investasi yang mana memiliki instrumen investasi risiko rendah maka keuntungan yang didapat pun rendah. 
  3. Investasi bentuk sertifikat deposito ini sangat cocok untuk investasi jangka pendek karena tenor yang ditawarkan pun mulai dari 1 – 24 bulan. 
  4. Sementara unit link merupakan produk asuransi jiwa yang sekaligus memberi manfaat berupa investasi. Jadi, premi yang dibayarkan nasabah sebagian untuk memberi perlindungan jiwa, dan sebagian lagi dikelola dalam unit link. 

Beberapa manfaat yang terdapat dalam investasi unit link ini adalah: 

  1. Nasabah mendapat manfaat ganda, proteksi, dan investasi dalam satu produk 
  2. Nilai aset berkembang karena sebagian nilai premi tersebut dikelola untuk investasi. 
  3. Banyak pilihan instrumen investasi yang tersedia dalam unit link. Biasanya jenis investasi disesuaikan dengan profil risiko nasabah mulai dari obligasi, pasar uang hingga saham. Besar keuntungannya tergantung dari perkembangan pengelolaan aset dasarnya. 
  4. Pencairan unit link biasanya dalam jangka panjang, karena untuk pengembangan aset pastinya memerlukan waktu yang gak sebentar. Karenanya produk ini sangat cocok bagi kamu yang ingin berinvestasi jangka menengah atau jangka panjang. 

Cek bunga deposito berjangka terbaru 2020

Menyimpan dana dalam bentuk deposito memang lebih aman meskipun besaran bunga atau imbal hasil dari deposito masih lebih kecil dibanding instrumen investasi lain.

Nah, buat perbandingan bunga deposito antarbank-bank di Indonesia saat ini, lihat di: 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →