Berencana Sewa Rumah? Asalkan Kamu Mengalami 4 Hal Ini

sewa rumah

Sewa rumah bisa menjadi solusi bagi kamu yang pengin menetap di suatu tempat. Nah biasanya bagi kamu yang berencana menyewa rumah akan mengalami hal-hal berikut. 

Memang sih menyewa rumah buat dihuni bukan alasan yang tepat apalagi jika disesuaikan dengan konisi finansial. Setiap tahunnya kamu mesti membayar uang sewa, berbeda jika memiliki rumah sendiri. 

Semua pasti mengetahui bahwa rumah atau hunian diibaratkan sebuah “papan” salah satu dari kebutuhan pokok. Harganya yang mahal, jauh lebih mahal daripada mobil, dan selalu naik seiring berjalannya waktu.

Itulah sebabnya, bank telah meluncurkan produk yang diberi nama KPR alias Kredit Pemilikan Rumah untuk membantu orang yang pengin membeli rumah dengan cara menbayar cicilan setiap bulannya. 

Meskipun setiap nasabah harus membayar cicilan setiap bulannya dan menanggung beban bunga yang gak sedikit. Harga rumah yang awalnya hanya Rp 400 juta jika membayar dengan cara dicicil bisa mencapai Rp 700 juta kalau bunga dan pokok utangnya besar.

Ujung-ujungnya, biaya kepemilikan rumah ini sendiri bisa mengganggu kesehatan finansial kita yang memiliki penghasilan masih pas-pasan. Lantas gimana kalau kita sewa saja? Intinya sama-sama tinggal di hunian

Namun pengeluaran kita dalam sebulan juga “tetap” karena biaya sewa rumah gak kayak bunga KPR yang berubah-ubah. Hanya saja, rumah yang kita tempati gak bisa jadi hak milik. 

Seperti yang dijabarkan di atas, gak ada salahnya untuk menyewa sebuah hunian asalkan alasannya tepat. Untuk lebih jelasnya, sewa rumah mungkin lebih tepat bagi kamu yang mengalami situasi dan kondisi seperti di bawah ini. 

Baca juga: Hingga Rp 21 Triliun, Ternyata Ini 6 Rumah Termewah dan Termegah di Dunia!

1. Mengalami mutasi dan pindah kota, gak ada salahnya sewa rumah

sewa rumah
Saat mengalami mutasi atau pindah kerja keluar kota, gak apa-apa kamu memutuskan buat menyewa rumah, (Ilustrasi/Pixabay).

Jika kamu bekerja sebagai seorang sales (tenaga kerja penjualan), yang sudah menandatangani kesepakatan dengan perusahaan biasanya karyawan bersedia ditempatkan di mana pun bahkan seluruh wilayah Indonesia. Jadi gak ada jaminan bahwa kamu bakal menetap di suatu kota dalam waktu lama.

Anggap saja, kamu akhirnya membeli rumah dengan KPR di Depok, Jawa Barat. Namun atasan meminta dan menugaskan di Makassar dalam jangka waktu yang gak ditentukan. Beberapa perusahaan biasanya memberikan kebijakan bagi karyawan yang bakal ditugaskan luar pulau atau ke daerah lain berupa rumah dinas. 

Lantas apa kabar rumah yang sudah kamu beli di Depok itu? Apakah diabaikan begitu saja alias gak ditempati? Bangunan yang kunjung gak ditempati bisa rusak lho. Ketika rusak, maka kamu pun harus keluar biaya ekstra untuk renovasi.

Oleh karena itulah, sewa rumah mungkin jadi pilihan yang bijak, mengingat kamu belum bisa menetap di satu kota dalam waktu yang lama. 

Baca juga: Ternyata Ini Perbedaan Mencolok Rumah Syariah dan Konvensional

2. Gak memiliki pekerjaan tetap

sewa rumah
Ketika gak memiliki pekerjaan tetap kamu gak ada salahnya nih menyewa rumah, (Ilustrasi/Pixabay).

Masih kerja freelance atau serabutan? Bekerja sebagai freelance memang gak menentu soal pendapatan. Memilih buat menyewa rumah atau ngekost menjadi andalan bagi freelancer. 

Buat apa memaksakan diri mengajukan KPR ke bank kalau belum memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap? Apa kabarnya jika di bulan-bulan tertentu gak dapat pemasukan? Mau bayar KPR pakai apa? Ingat lho, KPR juga ada dendanya. 

Baca juga: Bisnis Pusat Oleh-Oleh, Oki Setiana Dewi Huni Rumah Bernuansa Islami! Ini Potretnya

3. Biaya DP Rumah menguras dana darurat

sewa rumah
Buat DP rumah cukup menguras kantongmu lho, (Ilustrasi/Shutterstock).

Dana darurat itu harus ada dan selalu tersedia ketika dibutuhkan. Bagi kamu yang masih berstatuskan lajang, maka besarannya tiga bulan gaji saja cukup. Namun ketika sudah menikah alangkah bijaknya untuk menyimpan enam bulan gaji, dalam jumlah lebih besar tentu lebih baik.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana jika uang muka alias DP (red: downpayment) rumah itu benar-benar lebih besar daripada dana darurat? 

Bisa jadi, kamu harus menggunakan hampir seluruh dari danamu untuk membeli aset tersebut. Karena biaya DP rumah juga bukan hanya sebatas DP lho, akan ada biaya administrasi dan cicilan bulan pertama yang harus dibayarkan bersamaan dengan DP.

Ketika dana darurat ludes terpakai bayar DP maka kesehatan finansial bakal terancam. Apa kabarnya jika terjadi hal-hal yang tak menyenangkan terjadi? Sebut saja seperti keluarga mengalami musibah, atau kamu terpaksa kehilangan pekerjaan utamamu karena satu dan lain hal.

4. Belum mampu menanggung risiko kepemilikan rumah

sewa rumah
Banyak orang yang belum berani menanggung risiko kepemilikan rumah, (Ilustrasi/Shutterstock).

Walaupun valuasinya terus naik seiring dengan berjalannya waktu, rumah juga memiliki banyak risiko lho. Banyak biaya-biaya lain yang harus kamu keluarkan setelah memiliki rumah.

Bukan hanya pajak, melainkan juga biaya listrik, air, dan lain sebagainya. Menjaga kebersihan rumah juga merupakan tantangan yang cukup berat. Apalagi buat kamu yang gak terbiasa beberes rumah alias terima beres.

Belum lagi, jika ada kerusakan akibat banjir dan lain sebagainya. Sudah siap menghadapi risiko-risiko ini? 

Itulah empat situasi yang kiranya membuat seseorang lebih ideal untuk sewa rumah ketimbang beli rumah.Ingat lho, rumah itu mahal. Ketika kita mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk aset yang satu ini, maka kamu harus siap menyaksikan hilangnya uang di rekening dalam jumlah banyak.

Belum lagi, KPR itu sendiri juga memiliki beban bunga. Harga rumah yang kamu beli tentu bakal mengalami kenaikkan berkali lipat sesuai dengan perhitungan bunga yang ada.

So, jika memang kamu mengalami empat hal di atas, gak ada salahnya kok untuk sewa rumah untuk sementara waktu. Namun ketika karier sudah membaik dan penghasilan bertambah signifikan, pertimbangkan untuk punya rumah sendiri ya. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)