Siapa Mau Pohon Duit Lewat Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap?

keyword

 

 

Artikel Ini adalah Hasil Kerjasama DuitPintar.com dan Mitra Perencana Keuangan Kami,Finansialku.com

logo finansialku

 

Investasi reksa dana gak hanya bisa dilakukan bapak-bapak botak berjas yang kerjanya baca koran bisnis atau nongkrongin bursa saham. Kita-kita yang baru lulus kuliah dan bahkan ibu rumah tangga juga bisa kok menanam pohon duit reksa dana. [Baca: Belajar Investasi Reksa Dana Sebagai Pilihan Mendulang Uang Lebih]

 

Salah satu jenis reksa dana yang kerap direkomendasikan buat pemula adalah reksa dana pasar uang. Sebab mekanismenya gak begitu njelimet dan bisa dipakai dalam jangka waktu pendek (kurang dari setahun). Tapi imbal hasil yang didapat dari jenis reksa dana itu bisa dibilang yang paling minim, antara lain karena periode investasi yang pendek itu.

 

Kalau lagi mau nyemplung ke dunia investasi reksa dana tapi pingin dapat return yang lebih tinggi, kita bisa memilih investasi reksa dana pendapatan tetap. Dibanding reksa dana pasar uang, mekanisme reksa dana ini pun cukup simpel.

 

Tapi biasanya investasi reksa dana pendapatan tetap harus berjalan 1-3 atau 5 tahun alias berjangka waktu menengah untuk bisa memberi imbal hasil yang lebih optimal. Karena itu, reksa dana ini kurang cocok buat yang mau berinvestasi dalam jangka waktu pendek.

 

Reksa dana pendapatan tetap juga sering disebut dengan reksa dana obligasi. Sebab duit yang ditanam di reksa dana ini sebagian besar dialokasikan ke obligasi korporasi/perusahaan ataupun pemerintah, seperti yang dijelaskan Otoritas Jasa Keuangan di situsnya.

 

keyword

 

 

Obligasi adalah surat utang. Kalau berinvestasi reksa dana pendapatan tetap, bisa dibilang kita meminjamkan duit ke korporasi atau pemerintah untuk memperbesar usaha mereka. Nah, konsekuensinya, kita mendapat cicilan pelunasan plus bunga secara periodik.

 

Itu makanya reksa dana ini disebut “pendapatan tetap”. Soalnya kita memperoleh dana secara berkala dari pembayaran utang tersebut. Bunga, alias kupon dalam istilah investasi reksa dana pendapatan tetap, tiap-tiap obligasi berbeda-beda.

 

Secara umum, rumus yang berlaku untuk kupon reksa dana pendapatan tetap ialah semakin besar kupon, semakin tinggi harga obligasinya. Demikian juga sebaliknya. Jika kupon kecil, harga obligasinya rendah.

 

Nilai kupon ini pun biasanya berubah-ubah saat pencairan. Sebab nilai kupon dipengaruhi faktor eksternal, di antaranya suku bunga. Kalau dana digunakan manajer investasi untuk membeli obligasi perusahaan besar-kecilnya kupon saat pencairan juga bergantung pada performa bisnis perusahaan itu.

 

Tinggal pintar-pintarnya manajer investasi memilih obligasi yang tepat agar dana kita lebih berlipat-lipat. Sudah tahu manajer investasi, kan? Kalau berinvestasi reksa dana, baik lewat bank maupun langsung ke perusahaan manajer investasi, otomatis kita akan berhubungan dengan yang namanya manajer investasi.

 

keyword

 

 

Manajer investasi bertugas mengelola dana investasi kita sesuai dengan profil keuangan yang kita miliki. Reksa dana pendapatan tetap biasanya dipilih investor yang profilnya gak begitu mau ambil risiko besar dalam berinvestasi. Manajer investasi wajib paham benar soal profil investornya, biar dana investasi dikelola sesuai dengan yang dikehendaki investor itu. [Baca: 6 Cara Memilih Manajer Investasi buat yang Mau Terjun ke Reksa Dana]

 

Simulasi Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap

Untuk lebih memahami cara kerja reksa dana pendapatan tetap dalam memberikan keuntungan, mari kita gunakan simulasi berikut ini.

 

Pada 5 Agustus 2015, Pak Hengky membeli reksa dana pendapatan tetap  XYZ sebesar Rp 5.000.000. NAB/unit reksa dana XYZ pada hari itu adalah Rp 1.500. Maka unit penyertaan yang dimiliki Pak Hengky sebesar:

 

Rp 5.000.000/ Rp 1.500 = 3.333,334 unit penyertaan.

 

Pada 29 September 2015, Pak Hengky menjual kembali seluruh reksa dananya. NAB/unit reksa dana XYZ pada hari itu adalah Rp. 1.650. Maka total investasi yang didapatkan Pak Hengky sebesar:

 

Rp 3.333,334 x  Rp 1.650 = Rp 5.499.999

 

Dengan demikian, berarti Pak Hengky memperoleh keuntungan dengan perhitungan:

 

Modal saat membeli reksa dana= Rp 5.000.000

Investasi yang didapat saat menjual reksa dana= Rp 5.499.999

Keuntungan: Rp 5.499.999 – Rp 5.000.000 = 499.999.

 

Tetap tidak Tetap

Seperti disebutkan di atas, reksa dana ini disebut “pendapatan tetap” karena dana investor ditanamkan ke instrumen investasi yang memberikan pendapatan tetap berupa pembayaran kupon secara berkala. Tapi besar-kecilnya kupon itu bergantung pada faktor eksternal.

 

keyword

 

 

Seperti harga saham, harga obligasi bisa turun-naik setiap hari. Itu sebabnya, ketika tiba tanggalnya kita mendapat pembayaran bunga dari suatu obligasi, harga obligasi itu bisa saja malah sedang turun. Turunnya harga obligasi itu berarti nilai bunga yang kita dapat lebih kecil.

 

Selain itu, manajer investasi bisa saja mengelola kembali dana hasil investasi tersebut. Itu namanya reinvestasi. Jadi, kita tetap mendapat hasil investasi, tapi tidak dimasukkan ke rekening kita. Hasil investasi itu berupa kenaikan nilai aktiva bersih atau nilai reksa dana yang kita punya lebih besar, sehingga di kemudian hari lebih banyak menghasilkan pula.

 

Tapi tetap saja, investasi reksa dana ini lebih menjamin adanya pemasukan yang stabil buat investornya. Khususnya kalau dibandingkan dengan saham, yang harganya bisa kayak roller coaster alias turun-naik dalam waktu sekejap.

 

Karena itulah reksa dana pendapatan tetap bisa dijadikan batu loncatan buat investor sebelum terjun ke investasi dengan instrumen berupa saham. Tertarik menanam pohon duit lewat investasi reksa dana pendapatan tetap? Kunjungi saja perusahaan manajer investasi atau bank yang menawarkan layanan ini di sekitar tempat tinggal kamu untuk mendapat informasi yang lebih detail. [Baca: 6 Tahap dalam Tata Cara Beli Reksa Dana di Bank]