Manfaat Simponi Online untuk Memudahkan Menghitung PNBP

pengertian simponi online

Simponi Online adalah singkatan dari Sistem Informasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Online. Sistem milik Kementerian Keuangan ini digunakan khususnya dalam pembayaran PNBP.

Jika sebelumnya pelaporan penerimaan negara dilakukan secara manual, kini dengan hadirnya aplikasi simponi, semua bisa dilakukan hanya bermodalkan internet saja.

Tujuan penerapan Simponi

Simponi diluncurkan untuk mempermudah pembayaran atau penyetoran penerimaan negara, baik berupa pajak, bea cukai, maupun PNBP. Dalam Simponi, masyarakat dapat melakukan sistem billing dan sistem pelaporan PNBP. 

Pada dasarnya, penerimaan negara terbagi atas dua jenis penerimaan, yaitu penerimaan dari pajak dan penerimaan bukan pajak yang disebut penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Menurut UU Nomor 20 tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, PNBP adalah seluruh penerimaan Pemerintah Pusat yang tidak berasal dari penerimaan perpajakan.

UU tersebut juga menyebutkan kelompok PNBP yang meliputi:

  • Penerimaan yang bersumber dari pengelolaan dana Pemerintah. 
  • Penerimaan dari pemanfaatan sumber daya alam.
  • Penerimaan dari hasil-hasil pengelolaan kekayaan Negara yang dipisahkan.
  • Penerimaan dari pelayanan yang dilaksanakan Pemerintah.
  • Penerimaan berdasarkan putusan pengadilan dan yang berasal dari pengenaan denda administrasi.
  • Penerimaan berupa hibah yang merupakan hak Pemerintah.
  • Penerimaan lainnya yang diatur dalam Undang-undang tersendiri.

Nah, seluruh setoran PNBP tersebut dapat diakses melalui Simponi Online. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai Simponi, mari kita bahas uraiannya berikut ini.

Pengertian Simponi Online

Simponi adalah sistem informasi yang dikelola oleh Ditjen Anggaran Kemenkeu, dalam rangka memfasilitasi pengelolaan PNBP yang menjadi bagian dari fasilitas pembayaran penerimaan negara melalui Modul Penerimaan Negara Generasi ke-2 (MPN G-2) menggantikan Modul Penerimaan Negara Generasi ke-1 (MPN G-1).

Sejak diluncurkan pada 2014 lalu, Simponi menjadi solusi saat MPN G-1 terdapat banyak kesalahan pencatatan karena sebagian sistem pembayarannya masih menggunakan sistem manual atau menggunakan slip bank.

Kesalahan tersebut, sebagian besar disebabkan wajib pajak tidak menyetorkan PNBP secara benar seperti penggunaan slip setor bank yang sudah tidak applicable sehingga terjadi salah input. 

Hal ini menyebabkan perbedaan antara jumlah penerimaan negara dan Sistem Akuntansi Instansi (SAI). 

Untuk itulah, Simponi hadir menggunakan sistem billing sehingga sistem pembayaran dan pelaporan yang terintegrasi agar tidak terjadi lagi kesalahan pencatatan pendapatan negara.

Cara menggunakan Simponi Online

Untuk memperoleh kode billing hingga melakukan penyetoran PNBP online melalui Simponi, kamu harus melakukan tiga tahapan, yaitu: 

  • Pendaftaran yang dilakukan cukup sekali seumur hidup. 
  • Pembuatan Billing. 
  • Pembayaran, dilakukan setelah mendapat Kode Billing dan dapat dibayarkan melalui
  • Teller, mesin ATM, dan Internet Banking. 

1. Pendaftaran Simponi Online

  • Masuk ke portal billing PNBP di situs Simponi Kemenkeu.
  • Klik tombol ‘Daftar’ untuk memulai prosedur pendaftaran pada sistem billing PNBP. 
  • Klik tombol ‘Daftar Pengguna’ diisi sesuai dengan kondisi dan identitas Pelaku Usaha. Untuk pilihan Tipe Pengguna, dipilih sesuai kebutuhan, namun apabila ingin dipilih semua juga diperbolehkan.
  • Klik tombol ‘Daftar’ setelah mengisi data.
  • Isi Data Akun berupa Username dan Password). Pastikan membuat akun yang mudah diingat karena akan digunakan pada create billing.
  • Pilih Daftar’ untuk melanjutkan proses pendaftaran lalu akan muncul notifikasi pilih ‘Ok’.
  • Lakukan aktivasi akun melalui link yang diberikan system melalui email.

2. Pembuatan billing

  • Masuk lagi ke akun Simponi Online dan masukkan Username dan password  lalu klik ‘Masuk’.
  • Setelah berhasil masuk ke akun, maka akan muncul halaman Beranda, Billing, Manajemen User, dan Manajemen Report.
  • Untuk membuat billing, pilih tombol ‘Billing’.
  • Pilih menu sesuai jenis lembaga atau perusahaan.
  • Klik Pembuatan Billing.
  • Pilih Jenis Penerimaan PNBP sesuai dengan kebutuhan.
  • Isilah form isian billing tersebut di atas, sesuai dengan kebutuhan pembayaran kewajiban, dan apabila selesai klik ‘Simpan’. 
  • Kemudian cetak kode billing. Kode billing tersebut memiliki tanggal kedaluwarsa selama 3 hari. Jika kode billing sudah kedaluwarsa, user dapat merekam ulang.

3. Pembayaran PNBP

Setelah mendapat kode billing, kamu dapat melakukan pembayaran melalui beberapa cara yaitu:

  • Bank/Pos melalui channel pembayaran lewat Teller
  • Internet Banking.
  • Mesin ATM.

Khusus untuk langkah pembayarannya bisa dilakukan melalui bantuan teller di bank dan fasilitas internet banking.

Tanya Ahli Hukum Lifepal
Tanya Ahli Hukum Lifepal

Melalui teller bank / pos persepsi:

  • Datang ke Bank yang tempat melakukan pembayaran dengan membawa hasil cetak dari system billing Simponi atau kamu juga cukup menuliskan kode billing
  • Serahkan kode billing tersebut kepada petugas teller Bank/Pos Persepsi.
  • Tunggulah sampai mendapatkan Bukti Penerimaan Negara (BPN).

Melalui internet banking:

  • Log in internet banking
  • Klik pembayaran
  • Pilih MPN
  • Lengkapi no rekening
  • Ketik Kode Billing
  • Klik Kirim

Kode billing Simponi Online

Adapun kode billing dalam simponi memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Merupakan kode identifikasi dengan format numerik yang terdiri dari 15 digit.
  • Diterbitkan oleh sistem billing dalam Simponi.
  • Mewakili data rincian setoran penerimaan Negara dalam rangka melakukan pembayaran atau penyetoran penerimaan Negara.
  • Memiliki masa berlaku (valid) selama 7 hari sejak penerbitan kode billing.
  • Untuk sistem yang telah terinterkoneksi dengan SIMPONI, masa berlaku billing dapat disesuaikan ulang (lebih lama atau lebih singkat dari 7 hari). 

Jika pembayaran berhasil, berikut ini contoh Bukti Penerimaan Negara melalui Simponi Online.

Apa manfaat Simponi Online?

Hingga saat ini ada dua hal yang dapat dilakukan dalam PNBP Simponi, yaitu:

  • Sistem billing: sistem yang memfasilitasi penerbitan kode billing dalam rangka pembayaran/penyetoran penerimaan negara. 
  • Sistem pelaporan PNBP. 

Sementara manfaat Simponi Online lainnya meliputi:

  • Membantu pemerintah karena dapat mengurangi kesalahan penghitungan PNBP karena digunakan secara online dan tidak menggunakan uang tunai atau cashless. 
  • Pelayanan dapat dilakukan dalam 24 jam tanpa harus tergantung jam kerja. 
  • Memberi kemudahan bagi wajib bayar untuk membayar PNBP dan penerimaan non anggaran melalui berbagai cara pembayaran seperti teller bank, ATM  maupun internet banking.  
  • Mempermudah dan menyederhanakan proses pengisian data dalam rangka pembayaran dan penyetoran PNBP.
  • Menghindari atau meminimalkan kemungkinan terjadinya human error dalam perekaman data pembayaran dan penyetoran PNBP. 
  • Memberikan akses kepada Wajib Bayar dan Wajib Setor PNBP untuk memonitor status atau realisasi pembayaran dan penyetoran PNBP.

Itulah informasi seputar Simponi Online. Melalui Simponi Online, kini pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait menjadi semakin mudah dalam pelaporan PNBP online.

Bekerja dan berbisnis memang sudah menjadi kebutuhan, tapi jangan lupakan juga kesehatanmu ya.

Kalau sudah sakit, biaya berobat di rumah sakit pasti mahal. Tapi dengan adanya asuransi kesehatan, kamu bisa terhindar dari mahalnya tagihan berobat. Cari tahu apa manfaat asuransi kesehatan selengkapnya di Lifepal.

Ada yang kamu mau tanyakan perihal pengelolaan dana simpanan dan penghitungan pajak, konsultasikan saja kepada pakar finansial secara langsung di Tanya Lifepal.

FAQ seputar Simponi Online

Kode billing adalah deretan kode unik yang diperoleh dari e-Billing dan digunakan sebagai kode pembayaran pajak.

Jadi, secara sederhana, fungsi e-Billing adalah untuk membantu wajib pajak membuat surat setoran elektronik dan mendapatkan kode billing untuk membayar pajak.

Menurut UU no. 20 tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, PNBP adalah seluruh penerimaan Pemerintah Pusat yang tidak berasal dari penerimaan perpajakan. UU tersebut juga menyebutkan kelompok PNBP yang meliputi:

  • Penerimaan yang bersumber dari pengelolaan dana Pemerintah. 
  • Penerimaan dari pemanfaatan sumber daya alam.
  • Penerimaan dari hasil-hasil pengelolaan kekayaan Negara yang dipisahkan.
  • Penerimaan dari pelayanan yang dilaksanakan Pemerintah.
  • Penerimaan berdasarkan putusan pengadilan dan yang berasal dari pengenaan denda administrasi.
  • Penerimaan berupa hibah yang merupakan hak Pemerintah.
  • Penerimaan lainnya yang diatur dalam Undang-undang tersendiri.
Simponi memberi kemudahan bagi Wajib Bayar/Wajib Setor untuk membayar/menyetor PNBP dan penerimaan non anggaran melalui berbagai channel pembayaran seperti teller (Over The Counter), ATM (Automatic Teller Machine), EDC (Electronic Data Capture), maupun internet banking.
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →