Pengin Bangun Rumah Rakyat, SMF Bakal Dapat Duit Rp 2,5 Triliun

Ilustrasi Program Rumah SMF (Shutterstock)

Ilustrasi Program Rumah SMF (Shutterstock)

 

Pemerintah akan memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada SMF sebesar Rp 2,5 triliun pada tahun 2020. 

Penambahan PMN tersebut akan ditujukan khusus untuk tiga Program Khusus Pembiayaan Perumahan di tahun 2020. 

Adapun tiga program tersebut yaitu, pertama, Program Penurunan Beban Fiskal pada Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Program KPR Pasca Bencana, dan Program KPR Aparatur Sipil Negara (ASN) TNI Polri.

Pada program pertama, yakni program FLPP, SMF mendukung pemenuhan backlog perumahan melalui pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). 

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo mengatakan, SMF dalam program ini memberikan dukungan sebesar 25 persen, yang dapat menggantikan porsi pembiayaan oleh bank yang sebelumnya hanya sebesar 10 persen. 

Dengan peningkatan porsi tersebut, SMF akan me-leverage PMN tersebut melalui penerbitan surat utang, sehingga rumah yang terfasilitasi menjadi lebih banyak.

“Kami akan mengalirkan pembiayaan sebesar Rp 3,7 triliun yang diperuntukkan khusus program penurunan beban fiskal. Terdiri atas PMN sebesar Rp 1,75 triliun dan sisanya dengan menerbitkan surat utang, “ ucap Ananta. 

Selanjutnya, program kedua, adalah pembiayaan untuk program KPR SMF Pasca Bencana. SMF akan bekerja sama dengan lembaga keuangan untuk membantu penduduk dalam memperbaiki rumah yang terdampak bencana.

Terbitkan Surat Utang

Alokasi dana yang akan dikucurkan sebesar Rp 500 miliar yang terdiri atas PMN sebesar Rp 250 miliar dan penerbitan surat utang sebesar Rp 250 miliar.

Program ketiga, ialah program KPR yang khusus diperuntukan kepada ASN, TNI, dan POLRI, dengan alokasi PMN sebesar Rp 500 miliar.

Sementara itu, Direktur SMF Heliantopo mengatakan, pada tahun 2020 mendatang oihaknya akan kembali menerbitkan surat utang melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB) dan sukuk senilai total Rp 21 triliun.

“Kita sudah menerbitkan obligasi sekitar Rp4,3 triliun, sisanya akan kita terbitkan pada 2020,” paparnya.

Heliantopo, mengaku optimistis obligasi yang akan diterbitkan pada 2020 akan diminati oleh investor mengingat perseroan memiliki peringkat idAAA (triple A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Tercatat sejak tahun 2009 hingga Oktober 2019 perusahaan telah melakukan penerbitan surat utang sebanyak 39 kali dengan total Rp 33,9 triliun. 

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis