SMF Siap Biaya KPR Daerah Bencana Hingga Wilayah Kumuh

Ilustrasi Pembiayaan Rumah SMF (Shutterstock)

Ilustrasi Pembiayaan Rumah SMF (Shutterstock)

Sepanjang 2018, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mencatatkan kinerja positif dengan mencetak laba bersih Rp 437 miliar. Perolehan laba perseroan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya Rp 397 miliar atau naik 10,1 persen.

“Pencapaian tersebut berdasarkan data laporan keuangan audited periode 31 Desember 2018. Total aliran dana yang disalurkan selama periode itu dalam bentuk kegiatan sekuritisasi Rp 2 triliun. Kemudian penyaluran pinjaman Rp 9,88 triliun,” ujar Direktur Utama PT SMF Ananta Wiyogo.

Secara kumulatif total akumulasi dana yang telah dialirkan SMF ke sektor pembiayaan perumahan dari tahun 2005 sampai dengan Desember 2018 mencapai Rp 47,52 triliun.

Kemudian, dari sisi aset perseroan, pada tahun 2018 total aset SMF mencapai Rp 19,49 triliun, naik 24,5 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 15,66 triliun.

Posisi penyaluran pinjaman per 31 Desember 2018 mencapai sebesar Rp 15,37 triliun, angka tersebut meningkat 38,5 persen dibanding tahun 2017 sebesar Rp 11,10 triliun.

Sedangkan, untuk kerja sama pembiayaan, SMF telah bekerja sama dengan Bank Umum, Bank Syariah, Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan Perusahaan Pembiayaan.

Sementara itu, dari seluruh dana yang telah dialirkan, SMF telah membiayai kurang lebih 765 ribu debitur KPR. Diantaranya terbagi atas 86,05 persen wilayah barat, 13,52 persen wilayah tengah dan sisanya sebesar 0,43 persen wilayah timur.

Sepanjang 2018, SMF telah menerbitkan surat utang Rp 5,551 triliun melalui penerbitan obligasi PUB IV Tahap III Rp 2.000 miliar. Kemudian PUB IV Tahap IV sebesar Rp 1.163 miliar, PUB IV Tahap V sebesar Rp 1.500 miliar dan PUB IV Tahap VI sebesar Rp 888 miliar.

Ananta menambahkan, dalam memperkuat perannya sebagai Special Mission Vehicle (SMV), SMF juga aktif melakukan inisiasi beberapa produk atau program.

Rencana Kerja 2019

Diantaranya pembiayaan perumahan di daerah yang terdampak bencana (Program KPR SMF Paska Bencana).

Kemudian, program penurunan beban fiskal, program pembiayaan homestay di 4 destinasi wisata, dan program pembangunan rumah di daerah kumuh di 32 kota.

Terkait rencana kerja di tahun 2019, Ananta Wiyogo mengatakan, bahwa terdapat tiga fokus SMF di tahun 2019. Pertama, pelaksanaan fungsi sebagai SMV dalam mendukung program Pemerintah.

Kedua, penguatan dan pengembangan model bisnis perseroan, dan ketiga, yaitu implementasi pengembangan model bisnis perusahaan.

Sebagai informasi, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan tahun 2005 di bawah Kementerian Keuangan.

Mereka mengemban tugas sebagai special mission vehicle (SMV) untuk membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan.

Perusahaan memiliki kontribusi penting dalam menyediakan dana menengah panjang bagi pembiayaan perumahan melalui kegiatan sekuritisasi dan pembiayaan.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah