Sosial Media untuk Bisnis Emang Efektif dan Murmer, Tapi Kelemahannya Juga Ada Loh

sosial media untuk bisnis

Orang Indonesia paling aktif mainan sosial media atau sosmed. Rata-rata punya akun lebih dari satu sosmed. Sudah eksis di Facebook, tetap saja merambah Path, Twitter, LinkedIn, dan lain sebagainya.

 

Ini bukan sekadar asumsi ya, tapi didukung fakta. Sebut saja laporan WeAreSocial bertajuk Digital, Social, and Mobile Report in 2016. Di situ disebutkan jika 90 persen netizen di sini aktif di jejaring sosial. Dihitung-hitung ada 79 juta orang Indonesia yang habiskan waktu mainan sosmed.

 

Kebayangkan riuhnya sosmed sama orang-orang Indonesia. Lantaran sosmed jadi ajang kumpulnya orang-orang, lantas dimanfaatkan sebagai media jualan. Enaknya gratis pula!

 

Sudah banyak yang merasakan kedahsyatan jualan di sosmed. Bukan sekedar gratisnya tapi keampuhannya menjangkau target market. Jauh banget kalau jualan door to door. Yang ada malah kaki gempor datengin rumah satu per satu.

 

Lagi pula modalnya cuma gadget yang sudah diisi paket data internet. Enggak perlu gadget mahal, yang sejutaan saja sudah mumpuni. Tinggal jepret foto, upload dan update status deh. Tunggu beberapa saat, nanti bakal ada yang ngontak. “Bro/sis, itu harga udah sama ongkir belum.” Hahaha, yang biasa jualan pasti familiar sama itu kalimat.

 

[Baca: 10 Etika Ber-Sosmed Biar Bisnis Lancar Jaya]

 

Iya sih, sosial media untuk bisnis memang efektif. Enggak perlu lagi gelar lapak, sewa ruko, door to door, dan lain-lain. Cuma apa benar sosmed jadi satu-satunya jurus ampuh?

 

sosial media untuk bisnis

Walaupun dianggap efektif dan murah, sosmed tetep punya kelemahan loh

 

 

Harus diakui, ada beberapa kelamahan jualan di sosmed. Sedikit di antara kelemahannya itu antara lain:

 

1.Postingan yang dibikin gampang tenggelam kalau ada postingan baru. Dicek deh, kalau pada rajin posting maka secara otomatis bakal cepat tenggelam. Paling banter postingan itu hanya bertahan 5 menit di wall.

 

  1. ‘Nyundul’ postingan bisa jadi solusi agar postingan tak jauh tenggelam. Tapi mau berapa lama stand by di sosmed buat terus-terusan sundul postingan? I

 

  1. Postingan di sosmed tak bakalan kena index sama Mbah Google. Tapi kalau pakai search engine Bing buatan Microsoft, ada sih fiturnya yakni Bing Social Search. Yakin orang bakal gunakan itu?

 

  1. Informasi produk/jasa tak bisa disampaikan dengan detail. Gampangannya Twitter yang dibatasi 140 karakter. Sedangkan Facebook mungkin orang sudah malas untuk meliriknya. Terlebih kalau barang jualannya pasaran.

 

  1. Banyak kejadian penipuan. Ini yang membuat calon konsumen yang akhirnya enggan lagi berbelanja lewat sosial media. Lihat saja banyak berita kriminal yang mengisahkan aksi penipuan melalui sosial media.

 

  1. Hoax. Nah ini dia kelemahan terbesar sosial media. Banyak sekali seliweran hoax sehingga membuat orang jengah. Ujung-ujungnya sulit percaya lagi sama semua informasi di sosmed.

 

Terus ada media jualan di luar sosial media? Ya banyak. Misalnya saja memanfaatkan platform jualan online seperti Bukalapak, Tokopedia, OLX, dan lain sebagainya. Gratis pula!

 

[Baca: Persiapan yang Perlu Diketahui Sebelum Jualan Online]

 

Hanya perlu digarisbawahi, cakupan toko online macam itu berskala besar dan luas. Minusnya lagi, produk di situ sulit ditemukan orang via search engine. Ditambah lagi, pamer dagangan di situ juga tidak ada kesan ekslusifitas.

 

sosial media untuk bisnis

Sudah banyak loh platform sosmed yang bisa dimanfaatkan

 

 

Idealnya, cara terbaik berjualan itu membuat website sendiri yang khusus memajang produk-produk milik sendiri. Informasi yang disajikan pun juga komplet. Detail produk, harga, pengiriman, bahkan sampai ada kanal tanya jawab sama konsumen.

 

Memang sih harus diakui butuh modal bikin website. Buat bikin website sederhana saja minimal Rp 5 jutaan. Bagi seller yang lagi jualan kecil-kecilan, angka itu terbilang besar.

 

Jalan tengahnya dengan bikin blog yang gratisan. Tinggal disiasati saja agar blog itu relevan dengan barang jualan.

 

Misalnya saja jualan barang adventure, pilihlah tema blog yang dekat dengan dunia outdoor. Atau pakai tema Aquaspace bila barang jualannya enggak jauh dari tanaman air, ikan,

akuarium, dan lain sebagainya.

 

[Baca: 6 Alamat untuk Bikin Website Gratis buat Jualan Online]

 

Setidaknya ini bisa jadi masukan kalau ada media jualan lain ketimbang bergantung banget sama sosmed. Yang jadi catatan, sosmed itu dari awal diciptakan sebagai ajang pergaulan bukan spesifik untuk pajang barang jualan.

 

 

 

Image credit:

  • https://digitalmarketer.id/wp-content/uploads/2015/03/hEADLINE.jpg
  • https://www.maxmanroe.com/wp-content/uploads/2013/04/Media-Sosial-Untuk-Bisnis.jpg

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis