3 Strategi Bisnis Biar Ritel Gak Punah Digempur E-Commerce

seorang wanita tengah belanja di ritel

Para peritel offline sepertinya perlu menerapkan strategi bisnis yang jitu untuk tetap bertahan. Pasalnya, keberadaan mereka kini sudah mulai digempur maraknya peritel online

Di Indonesia, sudah banyak kasus ritel offline yang gulung tikar. Gerai mereka yang tadinya ramai, tiba-tiba sepi pengunjung, dan berujung penurunan pendapatan. Kalau kondisi tersebut berlangsung terlalu lama, lambat laun mereka bakal bangkrut sendiri. 

Gempuran online ini menyerang di berbagai bidang sektor ritel, mulai dari food and beverages, elektronik, sampai fesyen. Dari yang gerai skala kecil seperti toko-toko di Mangga Dua, sampai yang besar sekelas supermarket Hero. 

Lantas, apakah pelaku ritel offline ini bisa bertahan di masa yang akan datang? Beberapa pakar pun menilai hal itu sangat sulit, namun bisa dicegah asalkan ritel offline mau beradaptasi. Mereka harus bisa menerapkan strategi bisnis yang tepat agar bisa bertahan hidup. 

1. Ikut Terjun ke Online 

seorang barista di kedai kopi tengah menerima pesanan
Ikut Terjun ke Online (Shutterstock)

Pola konsumsi masyarakat kini telah mengalami perubahan yang drastis. Konsumen kini sudah mulai beralih dari yang konvensional menjadi serbadigital. Perubahan itu juga terjadi di industri ritel

Segala proses transaksi yang online itu membawa kepraktisan sendiri bagi konsumen. Tanpa harus ribet keluar rumah atau ambil uang cash ke ATM, transaksi bisa mereka lakukan lewat ponsel pintar. 

Strategi bisnis pertama yang bisa dilakukan oleh peritel offline adalah, ikut terjun ke trend online tersebut. Barang-barang yang dijual di gerai bisa mulai diperdagangkan lewat berbagai situs e-commerce

Dengan cara seperti itu, gak cuma toko saja yang terselamatkan, tapi pangsa pasar juga berkembang lebih luas. 

2. Meningkatkan Loyalitas Pelanggan 

seorang pria tengah menulis di kaca
Meningkatkan Loyalitas Pelanggan (Shutterstock)

Kesalahan yang sering dilakukan peritel offline adalah mereka tidak berusaha untuk meningkatkan loyalitas pelanggan. Mereka pikir, pembeli datang dan kemudian bakal datang lagi pembeli lainnya. 

Padahal, aspek loyalitas pelanggan merupakan salah satu kunci agar bisnis berhasil. Jadi jangan disepelekan, kalau disepelekan, risiko gulung tikar bakal menimpamu. 

Coba intip strategi bisnis e-commerce untuk menggaet loyalitas pelanggannya. Cara terjitu mereka adalah memberikan potongan harga. 

Misalnya, konsumen bisa mendapatkan diskon 20 persen bila membeli produk senilai Rp 1 juta, atau potongan 20 persen untuk produk pembelian kedua, dan masih banyak lagi. 

3. Menyematkan Teknologi-Teknologi Terbaru di Gerai offline

Menyematkan Teknologi-Teknologi Terbaru di Gerai offline (Shutterstock)

Karena sekarang zaman serbacanggih, cobalah menyematkan teknologi-teknologi terbaru di toko offline. Teknologi bisa menjadi solusi atas kelesuan yang selama ini terjadi di ritel offline

Misalnya, dengan menyematkan teknologi pembayaran digital. Sekarang sudah banyak layanan dompet digital di Indonesia, mulai dari OVO, GoPay, Dana, dan LinkAja. Mereka biasanya menawarkan promo-promo menarik kepada konsumen di setiap transaksinya. 

Promo dari dompet digital itu bisa kamu manfaatkan untuk menarik loyalitas pelanggan, contoh seperti yang dilakukan gerai-gerai kopi susu kekinian. 

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Salah satu penyebab mereka selalu ramai pesanan adalah karena menggunakan metode pembayaran digital yang sering bagi-bagi diskon.

Itulah tiga strategi bisnis yang bisa dijalankan peritel offline di tengah gempuran ritel online. Tapi, strategi tersebut bakalan sia-sia kalau kamu tidak meningkatkan kualitas produk juga. (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →