Strategi Investasi Saham: Pengertian Beserta Contohnya

strategi investasi saham

Setiap investor di luar sana pastinya setuju bahwa strategi investasi dalam bermain saham itu penting. Mengapa? Karena strategi investasi yang diterapkan dapat menentukan apakah tujuan investasimu tercapai atau tidak.

Jika kita membicarakan soal investasi, investasi itu bukan hanya tentang untung saja, melainkan kamu juga perlu memperhatikan risiko selama investasi.

Tidak ada satu pun jenis instrumen investasi yang ada saat ini tidak punya risiko. Semua instrumen investasi pasti punya risiko, tetapi yang membedakannya adalah tingkat risikonya.

Mulai dari risiko rendah, sedang, hingga risiko tinggi. Oleh karenanya, setiap investor perlu menerapkan strategi investasi yang tepat guna mengurangi risiko selama investasi.

Apa itu strategi investasi?

Secara sederhana, strategi investasi adalah berbagai cara yang bisa dilakukan investor untuk memperoleh keuntungan yang maksimal dengan tingkat risiko sekecil mungkin.

Untuk menerapkan hal ini, investor perlu berinvestasi secara sadar dengan menggunakan logika, dan bukannya berinvestasi dengan mengandalkan emosi sesaat.

Berinvestasi dengan mengandalkan emosi sesaat tentunya tidak disarankan untuk investor saham di pasar modal. Lantaran, saham adalah jenis instrumen investasi yang paling berisiko dibanding instrumen investasi pasar modal lainnya.

Hal ini dikarenakan pergerakan harga saham sangat fluktuasi yang bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor di antaranya:

  • Kondisi ekonomi.
  • Politik.
  • Tren perkembangan dan pertumbuhan dari suatu jenis usaha.

Inilah hal yang membuat investasi saham itu tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Namun, investor perlu berinvestasi dengan penuh kehati-hatian dengan strategi investasi yang tepat.

Strategi investasi saham bagi pemula

Agar strategi investasi saham bisa dilakukan secara maksimal, setiap investor perlu mengacu ke beberapa data informasi berikut sebelum membeli saham.

  • Tingkat likuiditas perusahaan.
  • Pergerakan Indeks Harga Saham Gabung (IHSG).
  • Return of Equity (ROE).
  • Earning per Share (EPS).
  • Data penjualan.
  • Laba perusahaan.
  • Tren pasar.

Kalau kamu masih bingung di mana investor bisa mencari informasi-informasi di atas. Kamu bisa mengunjungi situs-situs penyedia data tersebut di internet, maupun lewat aplikasi-aplikasi saham yang ada saat ini.

1.  Beli saham saat murah

Membeli saham saat murah di kalangan investor dikenal dengan istilah “buy on weakness”. Ini adalah sebuah strategi investasi saham di mana investor membeli sebuah saham saat harganya sedang murah untuk memanfaatkan momentum reversal (pembalikan harga di kemudian hari).

Sehingga, investor memperoleh keuntungan dari menjual saham tersebut kembali saat harganya mulai menanjak.

2.  Beli saham saat harganya menembus level resistance

Strategi investasi saham yang kedua adalah kamu bisa membeli saham ketika harga saham yang sedang kamu bidik menyentuh level tertentu.

Dalam kondisi ini, kamu bisa membeli saham saat harganya sedang menanjak naik menuju level resistance tertinggi. Lalu, investor bisa menjual saham tersebut saat harganya berada di posisi level tertinggi.

3.  Beli saham saat breakout atau harga bawah

Selain beli saham saat murah atau ketika harga akan mengalami kenaikan. Kamu juga bisa membeli saham saat terjadi breakout atau harga bawah.

Momen beli ini mempertimbangkan bahwa saham yang baru breakout biasanya akan mengalami kenaikan yang tajam.

Ketiga hal ini adalah contoh strategi investasi saham yang perlu diketahui oleh investor pemula sebelum membeli saham di pasar modal. Selain menerapkan momen beli saham yang tepat.

Kamu juga perlu menerapkan manajemen risiko dengan menentukan batasan cut loss. Ini berguna untuk mengurangi risiko kerugian yang lebih besar bagi seorang investor.

Batasan cut loss idealnya sebesar 5%, tetapi penentuan nilai cut loss ini tidak bersifat mutlak. Melainkan, bisa lebih rendah maupun lebih tinggi berdasarkan profil risiko dari masing-masing investor.

Belajar strategi investasi saham dari Warren Buffet

Belajar dari investor yang lebih berpengalaman adalah salah satu metode belajar yang bisa kamu lakukan agar strategi investasi sahammu kian hari kian matang.

Banyak investor-investor sukses yang bisa jadi inspirasi investasi buat kamu, sebut saja salah satunya adalah Warren Buffet.

Salah satu orang paling tajir di dunia ini dikenal tidak pelit ilmu investasi kepada orang lain. Bahkan, ia tidak sungkan untuk menceritakan apa saja kesalahan investasinya di masa lalu yang pernah dialami.

Dari pengalaman strategi investasi saham milik Warren Buffet, kita bisa memetik beberapa pelajaran dari sang mentor investasi tersebut. Di antaranya:

Beli saham dengan prospek pertumbuhan yang baik 

Warren Buffet diketahui sebagai investor jangka panjang, di mana ia memilih saham-saham dengan potensi pertumbuhan yang baik untuk jangka waktu yang lama.

Selain itu, Warren Buffet juga tidak tergesa-gesa untuk menjual saham tersebut. Walaupun saham tersebut menunjukkan penurunan harga sekalipun.

Warren Buffet tetap berfokus kepada pertumbuhan bisnis dari saham tersebut dengan melihatnya dari tren jangka panjang. Misalnya ia membeli saham perusahaan minuman, teknologi, dan gas.

Fokus kepada fundamental perusahaan 

Investor kawakan ini diketahui hanya memilih saham berdasarkan fundamental perusahaan. Ia tidak mau terkecoh dengan pemberitaan yang ada di luar sana terkait suatu saham.

Karena dalam memilih saham terbaik, Warren Buffet yakin bahwa fundamental perusahaan menjadi hal yang penting. Selain laporan keuangan, Warren Buffet juga berfokus kepada bisnis berkelanjutan dari saham tersebut.

Berinvestasi pada sektor yang diketahui

Dalam dunia saham, seorang investor bisa membeli saham dari berbagai sektor yang ada. Walaupun begitu, Warren Buffet memberikan tips kepada investor untuk tidak membeli saham dari sektor yang tidak diketahui.

Ini adalah strategi investasi saham aman yang dianut oleh Warren Buffet hingga saat ini. Sehingga, investor menjadi lebih mudah untuk mengukur potensi keuntungan yang bisa diperoleh dari investasi tersebut.

Yang paling terpenting bagi Warren Buffet adalah jangan mengambil keputusan investasi berdasarkan emosi sesaat. Lantaran, kamu perlu bertindak rasional saat memutuskan ingin berinvestasi.

Dengan begitu, investor tidak tergesa-gesa langsung menjual atau membeli saham. Namun dengan kepala dingin, kamu bisa melihat terlebih dahulu latar belakang perusahaan dan informasi lainnya. 

Ini adalah strategi investasi aman ala Warren Buffet, yang sebetulnya sederhana namun sering dilupakan oleh investor saat ini. Karena banyak investor pemula saat ini yang lebih berfokus kepada keuntungan daripada bagaimana cara mereka berinvestasi secara aman.

Perhitungkan profil risiko investasi sebelum memulai investasi

Tips dari Lifepal! Salah satu langkah awal yang bisa kamu lakukan sebelum berinvestasi adalah dengan mengetahui profil risiko investasimu.

Dengan mengetahui profil risikomu, kamu akan mengetahui produk-produk investasi mana yang cocok untuk kamu jalani sesuai dengan kepribadian dan tujuan investasimu.

Untuk mengetahuinya lebih lanjut, kamu bisa mengisi kuis berikut:

Jangan lupa untuk memproteksi kondisi finansial kamu dari dampak resiko investasi di masa yang akan datang, dengan mendapatkan perlindungan dari asuransi.

Pertanyaan seputar strategi investasi saham

Dapatkan Promo