Begini Strategi Investasi yang Bikin Pundi-Pundi Uang Makin Berlipat Ganda

Investasi kini bisa dilakukan oleh semua orang (Shutterstock).

Investasi kini bisa dilakukan oleh semua orang (Shutterstock).

Jika kamu pikir investasi hanya untuk orang yang memiliki banyak uang, itu salah besar! Saat ini, berinvestasi bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan ibu rumah tangga sekalipun lho! Tetapi kamu juga perlu pelajari nih, strategi investasi yang benar supaya gak kecebur pada lubang kerugian di masa mendatang. 

Sebelumnya, perlu kamu ketahui bahwa jenis investasi itu cukup banyak. Mulai dari deposito, reksadana, obligasi, emas, properti dan juga saham. Nah kamu tinggal pilih deh mau berinvestasi di bidang apa. Cari tahu dulu kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis supaya kamu paham jika terjadi sesuatu di kemudian hari. 

Mengutip laman Entrepreneur, berikut ini ada beberapa strategi investasi yang menggunakan teknologi. Kita simak ulasannya berikut yuk. 

1. Menggunakan perangkat lunak keuangan

Perangkat keuangan (Shutterstock).
Perangkat keuangan (Shutterstock).

Tidak ada hal penting selain pengetahuan kompetitif tentang arus kas itu sendiri. Jika kamu tidak memiliki pengetahuan itu, ya akan kesulitan untuk memantau saham yang sedang kamu investasikan. 

Sekarang ini, sudah banyak kok beberapa perangkat lunak perencanaan keuangan yang bisa kamu coba. Kamu bisa mengawasi investasimu hanya dengan jari dan bisa dilakukan dimana saja. Kamu bisa akses analisis pasar, serta fitur lain pada ponsel dan laptop. 

2. Bertanya pada penasehat keuangan

Diskusi dengan pakar keuangan (Shutterstock).
Diskusi dengan pakar keuangan (Shutterstock).

Jika ingin mendapatkan keuntungan berlebih, gak ada salahnya kamu berkonsultasi dengan beberapa pakar keuangan. Atau ya kamu memang menyewa mereka untuk membantumu membaca pergerakan saham atau apa yang sedang kamu investasikan. Hal ini sangat berguna agar kamu bisa mendapatkan informasi terbaru tentang apa yang sedang terjadi di pasar. 

Berkonsultasi dengan pakar keuangan, dapat membantu kamu keluar dari kerugian. Jadi sudah tepat jika kamu menyewa penasehat keuangan dengan bayaran tinggi demi mengamankan investasimu itu. 

3. Gunakan keamanan yang baik

Keamanan keuangan secara online (Shutterstock).
Keamanan keuangan secara online (Shutterstock).

Jika kamu melakukan transaksi secara online waspada akan bahaya serangan peretas yang kapan saja bisa mencuri uangmu tersebut. Kamu bisa melakukan pencegahan data dengan menggunakan token yang sulit. Atau bisa juga gunakan verifikasi biometrik untuk mengamankan segala bentuk transaksi kamu. 

Kamu juga perlu memperbarui sandi setiap minggu agar tetap terkunci dengan aman. Buatlah sandi yang sulit, namun kamu mudah mengingatnya. Hindari sandi berdasarkan tanggal kelahiran ya! 

4. Jeli membaca peluang

Seorang pria tengah bermain ponsel mencari informasi saham (Shutterstock).
Seorang pria tengah bermain ponsel mencari informasi saham (Shutterstock).

Investasi jika dicapai dengan baik bakal mengantarkanmu pada kemerdekaan finansial. Nah untuk itu, kamu harus jeli dalam membaca peluang yang ada. Saat ini, kamu gak perlu memantaunya dari koran, cukup dari ponsel atau laptop kamu bisa mencari tahu informasi secara online. 

Bahkan kamu bisa menggunakan aplikasi berita untuk melacak headline utama yang memang menjadi minat kamu. Dengan kemajuan teknologi seperti saat ini sangat membantu dalam mengidentifikasi peluang bisnis, termasuk saham atau investasi lainnya. Secara keseluruhan, potensi inovasi teknologi dalam merevolusi investasi sangat bagus, dan mungkin akan membuat pasar tampak sangat berbeda beberapa tahun ke depan.

Itu tadi beberapa strategi investasi berbasis teknologi yang dengan mudah bisa kamu terapkan. Kemajuan teknologi saat ini sangat membantu dalam mendapatkan segala informasi, termasuk tentang saham maupun investasi lainnya. Semoga berhasil! (Editor: Winda Destiana Putri). 

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis