Stres Terlilit Utang Bank? Ini Strategi Jitu Menyelesaikannya

strategi melunasi utang bank

“Mohon bantuannya, saya sedang bermasalah dengan bank. Saya kesulitan untuk melunasi KTA sehingga utang saya terhadap bank itu membengkak sampai Rp70 juta. Gara-gara itu, saya diteror terus baik lewat telepon maupun debt collector untuk segera menyelesaikannya. Kira-kira apa strategi melunasi hutang bank?”

Pertanyaan strategi melunasi hutang bank biasanya sering muncul di rubrik tanya jawab dengan pakar perencana keuangan di media massa. Cukup banyak orang yang minta masukan bagaimana strategi melunasi hutang bank yang menumpuk karena gagal bayar.

Begitu mendapat kucuran utang dari bank, entah lewat produk kredit tanpa agunan (KTA) maupun kartu kredit, secara langsung harus bertanggung jawab melunasinya. Problemnya, kadang di tengah jalan ada masalah sehingga kewalahan dalam pelunasannya.

Kegagalan bayar pada kredit jenis ini memang membuka masalah besar. Lebih besar lagi karena produk pinjaman tanpa agunan dari bank itu bunganya tinggi.

Mengapa? Karena risikonya tinggi di mana dalam istilah perbankan kredit iu disebut clean loan. Artinya, hanya reputasi peminjam saja yang jadi patokan bank mencairkan kredit. Bank bakal kena risiko tinggi jika terjadi gagal bayar. Nah, risiko tinggi ini yang membuat bank membebani bunga yang tinggi.

Meski KTA adalah utang tanpa jaminan, bukan berarti bank tak dapat menyita barang milik nasabah jika terjadi terjadi kredit macet. Bank bisa membawa kasus ini ke pengadilan untuk membuat pailit dan menyita aset nasabah.

Lain halnya kredit dengan jaminan di mana dalam perjanjian kredit menyebutkan secara khusus aset atau barang yang dijaminkan. Artinya, jika terjadi gagal bayar maka bank – dalam batas-batas tertentu – bisa menyita agunan tersebut.

Bagaimanapun, tak ada masalah yang tak bisa diselesaikan. Termasuk di sini utang kredit seperti KTA maupun kartu kredit. Dalam kasus gagal bayar di sini mungkin penyelesaiannya bisa lewat bantuan Mediasi Perbankan seperti yang diamanatkan dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 8/5/PBI/2006.

Solusi dari Bank Indonesia

Mediasi perbankan jadi strategi melunasi hutang bank yang pertama dilakukan jika dialog dengan pihak internal bank sudah mentok. 

Di sini pihak Bank Indonesia akan menjadi ‘wasit’ atau penengah yang berdiri di posisi netral antara nasabah dan bank. Penyelesaian sengketa lewat mediasi perbankan punya sejumlah keunggulan, antara lain:

  1. Gratis
  2. Jangka waktu mediasi paling lama 60 hari kerja sejak penandatangan perjanjian mediasi
  3. Prosesnya dilakukan secara informal dan fleksibel

Sengketa dapat diselesaikan mediasi perbankan apabila memenuhi kriteria di bawah ini :

  1. Bila nasabah tak puas dengan solusi dari saluran pengaduan nasabah di bank
  2. Sengketa yang dapat diajukan penyelesaiannya bila nilainya di bawah Rp500 juta
  3. Belum pernah dimediasi sebelumnya baik oleh BI atau lembaga mediasi lainnya
  4. Tidak dalam proses atau telah diputus lembaga arbitrase atau pengadilan. Atau belum ada kesepakatan yang dimediasi lembaga lainnya seperti Pusat Mediasi Nasional (PMN), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM), dan lainnya.
  5. Sengketanya belum kadaluwarsa, yaitu sengketa yang masa pengaduannya belum melampaui 60 hari kerja sejak disampaikan bank kepada nasabah.

BI sebagai mediator

Dalam upaya mediasi perbankan, Bank Indonesia berperan sebagai mediator yang akan mempertemukan antara nasabah dan bank guna mencari penyelesaian. 

Dengan begitu, BI dalam posisi netral, memotivasi, mendorong, dan mengarahkan pihak yang bersengketa untuk mencari penyelesaian.

Terakhir, BI juga tak memberikan rekomendasi atau keputusan. Sebisa mungkin kesepakatan berasal dari pihak yang bersengketa.

Dalam mediasi perbankan, nasabah akan dipertemukan dengan pihak bank untuk mencari solusi win-win solution. Biasanya dalam upaya penyelamatan kredit bermasalah ditempuh beberapa cara di bawah ini.

Reschedulling

Adalah upaya melakukan perubahan terhadap beberapa syarat perjanjian kredit yang menyangkut penjadwalan ulang pembayaran dan atau jangka waktu pelunasan kredit.

Reconditioning

Adalah upaya perubahan sebagian atau seluruh syarat-syarat kredit yang tak cuma mencakup pada perubahan jadwal pembayaran, jangka waktu, dan persyaratan lainnya. Asalkan perubahan itu tak terkait dengan perubahan maksimal saldo kredit.

Restructuring

Adalah usaha penyelamatan kredit yang terpaksa dilakukan bank dengan cara mengubah komposisi pembiayaan yang mendasari pemberian kredit.

Bagaimana langkah mengajukan sengketa ke mediasi perbankan?

  1. Pastikan sengketa sudah memenuhi persyaratan.
  2. Ajukan permohonan secara tertulis dalam format yang dibuat BI ke Departemen Investigasi dan Mediasi Perbankan.
  3. Sertakan dokumen pendukung seperti salinan surat hasil penyelesaian pengaduan yang diberikan bank kepada nasabah, salinan identitas diri, pernyataan di atas materai kalau sengketa belum pernah diproses di lembaga arbitrasi maupun pengadilan.
  4. Ikuti proses mediasi.
  5. Patuhi hasil mediasi.

Mencegah terlilit hutang bank

Sudah kebayang kan, panjangnya urusan jika terjadi gagal bayar terhadap kredit di bank? Sebelum mengalami itu, ada baiknya ikuti pepatah ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’.

Sekali lagi, utang adalah utang, bukan duit yang turun dari langit. Makanya, perlu perencanaan yang matang, termasuk memperkirakan masalah yang dapat mengganggu pelunasan.

Nah, apa saja yang perlu diperhatikan ketika mendapat pinjaman dari bank?

  1. Maksimal utangan – Hindari punya utang yang menggerus pendapatan lebih dari 30 persen
  2. Waktu pinjaman – Makin cepat jangka waktu kredit, makin kecil bunga yang ditanggung
  3. Nilai pinjaman – Cek juga nilai potongan seperti biaya administrasi atau provisi yang bakal mengurangi besaran pinjaman.
  4. Waktu pembayaran – Perhatikan tanggal berapa jatuh temponya sekaligus besaran denda bila telat membayar.
  5. Asuransi jiwa – Bila memungkinkan pakai opsi asuransi jiwa untuk mengantisipasi risiko nasabah meninggal dunia. Jangan lupa bahwa keluarga di rumah membutuhkan jaminan finansial. Bila kita tidak bisa memberikan pemasukan lagi, maka santunan tunai dari asuransi jiwa bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan untuk sementara waktu.

Lalu apa yang sebaiknya dihindari saat pinjaman sudah cair, agar tak terlilit hutang bank?

  1. Tunda niat ambil kredit lain – Sebaiknya selesaikan utang jangka pendek itu sebelum mengambil kredit baru.
  2. Lunasi pinjaman terlalu cepat – Ini hanya akan membuat rugi karena bank ‘kurang suka’ karena bakal mengurangi pendapatan bank. Alhasil, bank bakalan memberikan denda yang cukup besar.
  3. Melunasi dengan ambil kredit baru – Langkah ini sama saja dengan jurus gali lubang tutup lubang. Maksudnya melunasi utang dengan mengambil utang baru berarti tak menyudahi masalah utang.

Mediasi Perbankan dihadirkan bukan bertujuan agar nasabah sesuka hati mengemplang utang. Justru mediasi ini mensyaratkan adanya itikad baik dari nasabah untuk menyelesaikan tunggakan kreditnya ke bank. Bahkan, jika nasabah belum puas dengan proses mediasi, bisa pula untuk melakukan banding lagi.

Gunakan dana darurat

Idealnya, dari seluruh pendapatan yang kita terima, setidaknya ada 10 persen yang disisihkan untuk keperluan dana darurat. Dalam kondisi tertentu, seperti saat terlilit utang, kamu bisa menggunakan dana ini untuk melunasi utang.

Memang sih rasanya sayang banget mengeluarkan seluruh dana darurat yang telah dikumpulkan sejak lama hanya untuk melunasi utang. Namun, ini bisa menjadi cara melunasi utang secara cepat, sehingga terbebas dari kredit dan lebih bebas mengatur keuangan di kemudian hari.

Nah, menggunakan dana darurat bisa menjadi strategi terlilit hutang bank saat kamu tengah dalam kondisi tak menyenangkan itu.

Manfaatkan aset yang dimiliki

Tentu berat rasanya kalau harus melepas aset yang kita punya. Tapi kalau memang itu satu-satunya jalan, ya memang harus direlakan. Aset yang dimaksud adalah seperti perhiasan, kendaraan, surat berharga hingga rumah.

Sebaiknya pilihlah aset yang bersifat tersier jadi kehidupan kamu gak terlalu terganggu saat aset sudah terjual dan bila utang sudah lunas serta kondisi keuangan membaik, kamu bisa kembali mendapatkan aset-aset tersebut.

Tips belajar dari kesalahan agar tidak terjerat utang 

Siapa sih yang mau merasakan stresnya terjerat utang? Nah, strategi terlilit hutang bank lainnya adalah dengan menjalani tips menghindarinya:

1. Rencanakan keuangan

Meski terdengar sederhana, namun perencanaan keuangan biasanya gak terurus dengan baik justru karena sering disepelekan. Padahal, merencanakan keuangan merupakan strategi terlilit hutang bank.

Pada dasarnya, perencanaan keuangan adalah membuat rencana pengeluaran sesuai dengan pendapatan yang kamu terima secara rutin. Jadi kamu punya gambaran kira-kira berapa banyak dana yang bakal keluar tiap bulan, ditabung, diinvestasikan dan untuk keperluan lainnya.

2. Pengeluaran tetap minimal

Jangan mudah terbawa dengan gaya hidup orang lain yang boros karena orang lain punya kondisi ekonomi yang berbeda-beda. Kamu bisa membiasakan diri hidup hemat, seperti makan di rumah dan mengurangi langganan-langganan yang gak terlalu penting.

3. Hentikan kebiasaan gali lubang tutup lubang

Ini nih yang biasanya sering terjadi. Karena ingin cepat menyelesaikan masalah hutang, akhirnya mengambil jalan pintas dengan berhutang lagi untuk membayar utang sebelumnya.

Bukanya menyelesaikan masalah, metode ini justru akan membelit kamu dalam masalah hutang yang baru.

4. Jangan lupa investasi

Sisihkan 10 persen penghasilan kamu untuk berinvestasi. Keuntungan investasi adalah kamu bisa menyiapkan dana yang lebih besar untuk keperluan di masa depan. Dengan investasi, kamu gak perlu berutang lagi untuk memenuhi kebutuhan kamu di masa mendatang. 

5. Beli tunai saja

Hindari membeli sesuatu dengan cara kredit. Karena tanpa terasa cara ini akan menyeret kamu pada lilitan hutang yang berat dan akan menyulitkan kondisi keuangan kamu. Lagipula, membeli secara tunai secara keseluruhan juga lebih murah dibanding dengan membeli secara cicilan, karena dengan membayar tunai kamu gak perlu bayar bunga.

6. Teliti sebelum melakukan pembelian besar

Salah satu kebiasaan positif orang-orang kaya adalah mereka sangat sabar untuk menunda kepuasaan masa kini yang bersifat sesaat dan fokus untuk masa depan. Pikirkan dulu dengan jernih dan diskusikan dengan pasangan sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu yang berharga mahal.

Itulah strategi melunasi hutang bank. Tapi, jangan sampai kita terjerat utang ya, guys! Semoga informasi tadi bermanfaat. 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →