Sudah Saatnya Kamu Ganti Kartu Kredit Jika….

ganti kartu kredit

Buat beberapa orang, punya kartu kredit itu kayak punya pasangan hidup. Lengket terus, setia sampai selama-lamanya.

Bahkan yang kartu kreditnya lebih dari satu juga begitu. Tapi sejatinya bukan masalah kalau mau ganti kartu kredit.

Malah disarankan ganti kartu kredit ketika dalam situasi tertentu. Tenang, bank gak akan marah kok kalau kita gak lagi menggunakan kartu kreditnya.

Asal seluruh tagihan sudah lunas, lho. Di sini kita gak bicara soal ganti kartu kredit setelah gak sanggup melunasi tagihannya.

Kira-kira apa saja hal yang mendukung niat ganti kartu kredit? Yuk, kita simak bersama di bawah ini.

1. Sudah tidak sesuai dengan kebutuhan

Kartu kredit adalah salah satu kebutuhan masyarakat modern yang melek finansial. Ketika suatu kartu kredit dirasa sudah gak sesuai dengan kebutuhan, gak perlu dipertahankan.

ganti kartu kredit
Aku sandal biru dan kamu sandal hijau, maaf kita gak bisa bersatu. tidakkkkkkkk! (gak cocok / kisahtripra)

Misalnya kenaikan karir membuat kita jadi sering diutus pergi ke luar kota. Memang sih, dana perjalanan ditanggung perusahaan.

Tapi kalau sistemnya reimburse, kita mesti beli sendiri tiket perjalanan. Nah, kalau kartu kredit yang sekarang gak ada point reward berupa airlines mileage, cari kartu baru yang punya fasilitas itu. Misalnya, Citi PremierMiles, Standard Chartered Worldmiles, atau CIMB AirAsia Big.

Contoh lainnya, sering belanja ke suatu supermarket yang memberikan diskon khusus bagi pemegang kartu kredit tertentu. Jika kartu sekarang berbeda, sesuaikan dengan program supermarket itu biar belanja lebih murah.

Banyak kok kartu kredit yang bekerja sama dengan merchant supermarket, seperti kartu kredit Bank Mega yang kerja sama dengan Carrefour atau kartu kredit Bank Permata yang partneran sama Hero dan Giant.

2. Biaya tahunan membebani

Orang sering ngedumel ketika harus bayar biaya tahunan kartu kredit. Terlebih jika biayanya mahal, sampai jutaan rupiah.

ganti kartu kredit
Dari pada bikin pala pusing, undah let it go aja deh (Pusing Tagihan / realtybiznews)

Sudah coba telepon ke bank untuk nego menghapus biaya tahunan, atau setidaknya meringankan, ditolak. Gak ada salahnya cari kartu kredit lain yang biaya tahunannya lebih ringan, atau malah gratis.

Yang penting, fitur kartu yang baru gak berbeda dengan yang sebelumnya. Atau kalaupun berbeda, tetap sesuai dengan kebutuhan.

3. Limit mentok

Saat limit kartu kredit sudah tercapai, kita gak bisa ngapa-ngapain lagi. Kartu jadi gak terpakai, sementara tagihan menanti untuk dilunasi.

ganti kartu kredit
Kira-kira bakal seperti ini lah ketika sudah mentok dan tetap dipaksain, bahaya sekali (Truk Mentok / metrotvnews)

Telepon minta penambahan limit, gak dikasih. Beberapa bank malah menetapkan biaya overlimit.

Pada saat seperti ini, kita bisa melakukan balance transfer alias pengalihan tagihan ke kartu kredit lain. Syaratnya, kartu kredit sebelumnya ditutup dan kita jadi pengguna kartu yang menyediakan fasilitas tersebut.

Misalnya Ranny punya kartu kredit A yang limitnya mentok. Dia bisa mencari kartu kredit B untuk balance transfer.

Nantinya, tagihan Ranny di kartu A dilunasi oleh bank penerbit kartu B. Gantinya, tagihan masuk ke kartu B.

Namun ada fasilitas yang menyertai balance transfer itu, misalnya cicilan tagihan dengan bunga 0 persen. Atau bisa juga bunganya lebih rendah ketimbang kartu A.

Makanya, kita mesti cari kartu kredit baru yang fasilitasnya lebih oke untuk balance transfer. Contohnya gratis biaya tahunan pertama dengan limit lebih gede.

4. Rumput tetangga lebih hijau

Meski sudah pewe pakai kartu kredit yang sekarang, tetap buka peluang menggunakan kartu kredit lain. Siapa tahu ada kartu yang penawarannya lebih menarik.

Misalnya lebih banyak merchant yang diajak kerja sama, sehingga peluang mendapat diskon pakai kartu kredit lebih besar. Pastinya kita mesti membandingkan dulu kartu yang sekarang dengan yang ngasih penawaran itu.

Namun mesti diingat, penawaran semenarik apa pun gak akan berguna jika gak sesuai dengan kebutuhan. Contohnya ngasih reward berupa mileage banyak, sementara kita jarang pergi-pergi. Kan jadi percuma.

Intinya, gak ada salahnya kita ganti kartu kredit jika memang situasi mengizinkan. Toh, saat sudah menutup kartu dan pindah, lalu pengin kembali ke kartu sebelumnya masih bisa.

Kalau sama pacar, setia itu harus. Tapi kalau urusannya dengan kartu kredit, mau gonta-ganti berapa kali terserah.

Mau punya kartu lebih dari satu pun boleh. Yang penting, bertanggung jawab dalam penggunaannya. Siap berburu kartu kredit baru?

CTA Citi Premiermiles

CTA Standard Chartered Worldmiles

mega cta

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →