Fungsi Surat Kuasa Khusus dan Ketentuan di Baliknya

Cara Buat Surat Kuasa dan Fungsinya

Berdasarkan Pasal 1975 KUH Perdata, surat kuasa khusus berfungsi sebagai bukti pemberi wewenang tindakan tertentu atas suatu kepentingan. 

Secara sederhana, surat kuasa ini bertindak sebagai izin tertulis bagi penerima kuasa dalam mengurus harta kekayaan dari pemberi kuasa dan tindakan lain yang berkaitan dengan harta kekayaan tersebut. 

Dalam surat tersebut dijelaskan tindakan apa saja yang boleh dilakukan oleh penerima kuasa. Agar lebih jelas, mari simak penjelasannya bersama-sama, yuk! 

Fungsi Surat Kuasa Khusus

contoh surat rekomendasi

Berbicara soal fungsinya, surat kuasa khusus memiliki kewenangan lebih luas dibandingkan jenis surat umum lainnya. Telah diatur dalam Undang Undang Pasal 1796 KUH Perdata, penerima kuasa memiliki wewenang untuk mengambil tindakan yang dapat menimbulkan akibat hukum atas objek harta pemberi. 

Sebagai contoh, pemilik rumah memberikan surat kuasa khusus kepada penerima kuasa untuk menyewakan dan menjual rumah tersebut. Ini berarti secara hukum, penerima kuasa berhak melakukan tindakan sesuai batasan atau wewenang yang tercatat dalam surat khusus tersebut. 

Perhatikan Poin Ini saat Membuat Surat Kuasa Khusus

Apa Fungsi Surat Kuasa

Surat kuasa khusus memiliki kekuatan hukum yang dapat dipertanggungjawabkan di persidangan. Itu sebabnya, untuk menghindari kemungkinan terburuk, ada sejumlah poin penting yang perlu diperhatikan sebelum membuat surat kuasa ini. Berikut di antaranya: 

1. Lebih hati-hati dalam memilih penerima kuasa

Sesuai fungsinya, surat kuasa khusus berkaitan dengan dokumen dan tindakan hukum yang sangat penting. Itu sebabnya, pastikan penerima kuasa yang dipilih adalah orang yang benar-benar tepercaya. Kita bisa memulainya dari sanak keluarga, kerabat dekat, dan lainnya. 

Selain itu, sebelum memberikan surat kuasa, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu catatan hukum orang tersebut. Tidak ada salahnya untuk lebih berhati-hati, bukan?

2. Kelengkapan identitas pemberi dan penerima kuasa

Sebelum mengurus surat kuasa khusus, sebaiknya minta fotokopi atau salinan kelengkapan identitas penerima kuasa, seperti KTP atau Kartu Keluarga. Begitupun sebaliknya, penerima kuasa juga memiliki fotokopi kelengkapan identitas pemberi kuasa. 

Jadi, jangan hanya mengandalkan surat kuasa saja. Dengan begitu, pemberi kuasa memiliki tanda bukti yang dapat dipertanggungjawabkan bilamana terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

3. Tanda tangan di atas materai

Agar surat kuasa tersebut sah secara hukum, jangan lupa untuk membubuhi tanda tangan di atas meterai. Tanpa meterai, surat kuasa tersebut akan dianggap cacat hukum tidak dapat diproses sebagaimana mestinya. 

Contoh Surat Kuasa Khusus

Dalam membuat surat kuasa khusus, ada beberapa unsur penting yang perlu diperhatikan. 

  • Nama lengkap pemberi dan penerima kuasa.
  • Nomor KTP pemberi dan penerima kuasa.
  • Tempat dan tanggal lahir pemberi dan penerima kuasa.
  • Alamat pemberi dan penerima kuasa. 
  • Batas wewenang yang diberikan oleh pemberi kuasa. 
  • Tanda tangan di atas materai dari pemberi dan penerima kuasa. 

Agar lebih jelas, berikut ini contoh surat kuasa khusus yang dapat dijadikan referensi.  

SURAT KUASA KHUSUS

Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama Lengkap : Kevin Setiawan

No. KTP : 09.5007.280297.00001

Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 28 Februari 1995

Alamat : Jln. Projakal Graha Indah RT.01/RW.09, Jakarta

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA, memberikan kuasa kepada:

Nama Lengkap : Sylvia Valentina

No. KTP : 09.1007.280297.00001

Tempat, Tanggal Lahir : Medan, 6 Juni 1992

Alamat : Jln. Jenderal Sudirman RT.01/RW.09, Jakarta

KHUSUS

  1. Mewakili dan bertindak untuk dan atas nama Pemberi Kuasa untuk menjual sebidang tanah dengan luas 1000 m2  yang terletak di Jalan Malibu Raya No. 20 – 22 Kota Jakarta sesuai sertifikat terlampir dengan harga dan syarat-syarat yang ditetapkan sendiri oleh penerima kuasa.
  2. Menerima segala dokumen yang berharga seperti, kuitansi dan pembayaran untuk jual beli tanah tersebut dan bukti atas kepemilikan atas nama Kevin Setiawan.
  3. Membela kepentingan Pemberi Kuasa.

Segala hal yang ditimbulkan dari pelimpahan kuasa ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya. Demikianlah surat kuasa ini saya buat dengan sebenar-benarnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun untuk digunakan sebagaimana mestinya. 

Jakarta, 03 Oktober 2019

Penerima Kuasa                                                                                                                       Pemberi Kuasa

Sylvia Valentina                                                                                                                      Kevin Setiawan

Tentu saja unsur-unsur pendukung pada isi surat kuasa khusus akan bervariasi sesuai kepentingan, namun konsep pembentuknya sebaiknya mengikuti yang sudah valid dan sesuai dengan ketentuan hukum. Pastikan juga bahwa isi dari surat tersebut menggunakan tata bahasa Indonesia yang benar dan tidak menggunakan penyingkatan, ya.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →