Surat Pernyataan: Fungsi dan Contoh Cara Membuatnya

orang sedang buat perjanjian

Sebagian dari kamu yang bekerja di dunia profesional maupun bisnis pasti pernah mendengar tentang surat pernyataan. Meskipun sudah cukup familiar, gak sedikit orang yang belum mengetahui format umum berkas yang satu ini.

Jika kamu lagi memerlukannya sekarang dan bingung gimana cara membuatnya, gak usah khawatir lagi nih karena kita akan membahasnya sebentar lagi.

Mari kita ulik lebih dalam mengenai penggunaan dan contoh surat pernyataan ini deh agar tidak bingung lagi, ya.

Apa itu surat pernyataan?

Surat pernyataan adalah surat resmi yang digunakan untuk menjelaskan tentang keadaan kita sekarang. Surat ini biasa digunakan terkait kepentingan hukum maupun hal-hal penting lain.

Tidak hanya orang pribadi, surat pernyataan juga dibutuhkan oleh organisasi, perusahaan besar, atau pemilik bisnis. Surat pernyataan tersebut disesuaikan dengan tujuan masing-masing.

Ada yang digunakan sebagai pernyataan mengakui suatu hal tertentu, pernyataan kesanggupan, ataupun pernyataan-pernyataan lain.

Fungsi

surat pernyataan

Secara umum, fungsi surat pernyataan ditujukan bagi pihak pembuat, penerima, dan pihak-pihak terkait yang disinggung dalam surat tersebut. Berikut penjelasan detailnya.

1. Fungsi bagi pihak pembuat

Bagi pihak pembuat, surat pernyataan bisa menjadi bukti dan cara untuk menyampaikan maksud secara bersungguh-sungguh bagi pihak penerima. 

2. Fungsi  bagi pihak penerima

Sementara bagi pihak penerima, surat pernyataan ini bisa menjadi bukti kuat atau ibarat perjanjian tulis yang menjadi dasar permintaan pertanggungjawaban dari pihak pembuat. Jadi, kalau ada yang tidak sesuai kesepakatan maka pihak penerima dapat menggunakan surat pernyataan dari si pembuat tersebut.

3. Fungsi bagi pihak yang dinyatakan

Selain pembuat dan penerima, ada pula pihak yang dinyatakan dalam surat ini. Surat pernyataan berguna sebagai penguat keadaan pihak yang dinyatakan. 

Struktur Umum Pembuatan Surat

surat kertas putih

Secara umum, surat ini ditulis dalam bahasa Indonesia yang formal dan baku. Kemudian, terdapat tanda tangan di atas materai oleh pihak yang bersangkutan. Mengenai format, biasanya mengikuti alur berikut ini.

  • Judul surat: menggunakan huruf kapital dan dicetak tebal. Penempatan rata tengah.
  • Pendahuluan: Biasanya terdapat identitas pembuat dan pernyataan yang ingin disampaikan kepada pihak penerima.
  • Isi pernyataan: Bisa berupa poin-poin atau pernyataan berupa paragraf.
  • Penutup: Terdapat informasi nama, tanda tangan, dan tanggal. Pembubuhan tanda tangan dilakukan di atas materai.

Jenis-jenis  dan Contohnya

Surat pernyataan
Surat pernyataan

Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh surat pernyataan berdasarkan jenis dan tujuannya.

1. Surat pernyataan kesanggupan

Surat kesanggupan biasanya digunakan sebagai pernyataan bahwa kita menerima tanggung jawab tertentu. Biasanya digunakan saat diterima di perusahaan tertentu dan kita resmi menjadi karyawan atau bekerja sama.

Berikut contoh formatnya:

SURAT KESANGGUPAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Anjasrama

Jenis kelamin : Laki-laki

Tempat/Tanggal Lahir : Malang, 01 Januari 1985

Alamat : Jalan Jaksa, Jakarta

Dengan ini saya menyatakan sanggup untuk ditempatkan sebagai staf produksi di PT Palugada. Adapun jabatan yang sebelumnya sebagai staf marketing bersedia untuk saya lepaskan.

Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sesungguh-sungguhnya tanpa paksaan dari pihak manapun. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

Jakarta, 09 Agustus 2010

Yang membuat pernyataan,

[materai 6000 dan tanda tangan]

Anjasrama

 

2. Surat pernyataan utang piutang

Surat untuk pernyataan utang digunakan menyatakan utang tertentu, baik pribadi maupun usaha. Surat ini bisa dijadikan bukti untuk meminta pertanggung jawaban pelunasan utang.

 

UTANG PIUTANG

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Suparman

No. KTP : 12345678901234

Alamat : Jalan Menuju Surga no. 123, Desa Koplak, Sleman, Yogyakarta

Selanjutnya disebut Pihak Pertama.

Nama : Batman

No. KTP : 43210987654321

Alamat : Jalan Persimpangan Membingungkan no. 321, Desa Kebocoran, Purwokerto

Selanjutnya disebut Pihak Kedua.

  1. Bahwa pada tanggal 23 Agustus 2018, Pihak Pertama telah meminjam uang sebesar Rp12.000.000,- kepada Pihak Kedua dan berjanji akan mengembalikan uang tersebut pada tanggal 23 September 2019.
  2. Bahwa Pihak Pertama menjaminkan sepeda motor senilai Rp10.000.000 kepada Pihak Kedua sebagai jaminan atas pinjaman.
  3. Apabila Pihak Pertama tidak dapat melunasi utang pada waktu yang telah ditentukan maka Pihak Kedua berhak mengambil motor yang dijaminkan. Dengan sisa pinjaman Rp2.000.000 akan dimusyawarahkan kemudian.

Demikian surat pernyataan utang ini dibuat tanpa paksaan dari pihak manapun.

Yogyakarta, 23 Agustus 2019

Yang membuat pernyataan,

Pihak pertama Pihak kedua

Suparman Batman

 

3. Surat pernyataan kepemilikan tanah

Selain memiliki surat tanah, pemilik properti tanah harus bersedia menandatangani sebuah surat pernyataan kepemilikan. Surat pernyataan ini biasanya digunakan sebagai salah satu bukti sah bahwa tanah tersebut memang milik pihak pembuat pernyataan. Biasanya surat penyataaan ini digunakan untuk keperluan tertentu, misal pinjaman ke bank.

 

KEPEMILIKAN TANAH

Yang bertanda tangan di bawah ini,

Nama : Dunia Maya

Umur : 38 tahun

Pekerjaan : Karyawan Swasta

Alamat : Jalan Pengasingan Tak Tahu Dimana No. 212, Desa Tutup, Blora.

Menyatakan bahwa tanah yang terletak di alamat Jalan Pengasingan Tak Tahu Dimana No. 212, Desa Tutup, Blora yang berbatasan sebelah timur dengan …; sebelah barat dengan …; sebelah selatan dengan …; sebelah utara dengan … adalah benar milik saya dan tidak sedang dijaminkan kepada pihak manapun.

Apabila pada kemudian hari ada pihak yang dapat membuktikan bahwa tanah tersebut bukan tanah saya, maka saya sanggup menerima segala sanksi yang berlaku sesuai dengan undang-undang dan hukum berlaku.

Demikian pernyataan ini saya buat tanpa paksaan dari pihak manapun.

Blora, 9 Januari 2020

Yang membuat pernyataan,

[materai tanda tangan]

Dunia Maya

 

Begitulah cara membuat surat pernyataan. Yang terpenting saat membuat surat pernyataan adalah memperhatikan dengan teliti informasi dan maksud yang ingin kita sampaikan. Dengan demikian, tidak ada kesalahpahaman di masa mendatang. Kita juga bisa menyimpan dan menggunakannya sebagai bukti valid di bawah naungan hukum. Yang pasti, gunakan bahasa formal yang singkat, padat, dan jelas. Tidak perlu bertele-tele, ya!