Inspiratif! Kisah Susi Susanti Mantan Atlet yang Jadi Pebisnis Sukses

Susi Susanti (Tempo)

Pembukaan Asian Games 2018 yang berlangsung di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta sungguh meriah. Banyak pujian mengalir deras dari orang-orang yang menyaksikannya. Yang paling mengagumkan kehadiran atlet-atlet legendaris, termasuk Susi Susanti.

Buat kamu anak ‘90-an, pasti kenal banget dengan salah satu legenda bulu bulu tangkis yang satu ini. Susi Susanti dikenal sebagai atlet unggulan dengan sederet prestasi. Banyak gelar juara yang disabetnya. Salah satunya yang fenomenal adalah raihan emas dalam Olimpiade Barcelona 1992.

Di balik usahanya dalam mengharukan bangsa, ada sejumlah fakta dari Susi Susanti yang menarik banget buat diketahui. Seperti apa? Yuk disimak.

1. Suka dengan bulu tangkis sejak kecil

Susi Susanti (Okezone)

Pemilik nama lengkap Lucia Fransisca Susi Susanti ini lahir di Tasikmalaya, 11 Februari 1971. Kesukaannya dengan bulutangkis telah dimulai sejak kecil. Saat itu, ia masih menjalani pendidikan di sekolah dasar.

Merasa anaknya berpotensi main bulutangkis, orangtua Susi memberi dukungan pada dirinya. Malahan biar bakat yang dimilikinya terasah, Susi dimasukkan ke PB Tunas Tasikmalaya yang merupakan klub bulutangkis milik pamannya.

Benar saja. Saat Susi diikutkan dalam World Championship Junior 1985, ia berhasil meraih kemenangan. Saat itu usianya masih 14 tahun.

2. Pergi ke Jakarta menjadi atlet

Susi Susanti (Ayotasik)

Sejak kemenangannya tersebut, Susi Susanti makin serius pengin menjadi atlet bulutangkis. Ia pun memutuskan buat pergi ke Jakarta buat menjalani pendidikan khusus atlet bulutangkis. Selama di Jakarta, Susi tinggal di Asrama.

Di sanalah Susi betul-betul ditempa. Ia melalui jadwal latihan yang sangat padat. Mulai dari hari Senin sampai Sabtu.

Sehari Susi bisa menjalani dua kali latihan. Dari pukul 07.00 hingga 11.00 dan pukul 15.00 hingga 19.00. Pokoknya benar-benar ketat hingga makanan pun gak boleh sembarangan.

3. Menjadi pebulutangkis dengan segudang prestasi

Susi Susanti (Bisnis)

Pada 1987, Susi Susanti diturunkan buat ikut dalam ajang Southeast Asian Games (SEA Games) di Jakarta. Ia meraih medali perak dalam ajang ini.

Seakan menjadi pijakan pertamanya sebagai atlet unggulan, Susi sejak saat itu sering tampil di banyak kejuaraan. Seperti Asia Championships 1988, ia menyabet medali perunggu. Namun, di Indonesia Open dan All England Open, Susi harus puas cuma berada di posisi Runner-up.

Walau begitu, hal tersebut gak menghambatnya buat memberi hasil permainan yang terbaik. Pada ajang Sudirman Cup 1989 di Jakarta, Susi berhasil meraih medali emas. Lalu pada Badminton World Cup 1989 di Guangzhou, ia sukses menyabet emas.

Malahan nih di ajang-ajang kompetisi berikutnya Susi menorehkan banyak kemenangan ketimbang kekalahan. Koleksi emasnya pun terus bertambah. Salah satunya yang paling membanggakan adalah medali emas yang diraihnya dalam Olimpiade 1992.

Saat itu, ia berhadapan dengan pemain unggulan Korea Selatan Bang Soo Hyun. Walau sempat kalah di set pertama, ia menang di set kedua dan terakhir. Inilah yang bikin dirinya jadi juara.

4. Mendirikan bisnis peralatan olahraga bernama Astec

Susi Susanti (Ayotasik)

Pada 1997, Susi Susanti dikabarkan menikah dengan Alan Budikusuma. Dikutip dari Wikipedia, pasangan ini udah menjalin hubungan selama 9 tahun. Alan Budikusuma juga merupakan salah satu pebulutangkis unggulan Indonesia.

Setelah menikah, Susi memutuskan gantung raket alias pensiun sebagai pebulutangkis saat usianya 27 tahun. Bersama Alan, ia memutuskan buat berbisnis.

Perjalanannya dalam menjalankan bisnis ternyata gak mudah. Mulai dari usaha jual beli kendaraan hingga menjadi agen penjualan raket Jepang udah mereka lakukan. Namun, belum membuahkan hasil yang memuaskan.

Hingga akhirnya mereka bikin alat-alat olahraga produk mereka sendiri yang diberi nama Astec. Walau persaingan bisnis ini cukup ketat, dengan pengalaman yang mereka punya, nyatanya Astec bisa sukses.

Bahkan, produknya diekspor ke negara-negara lain, seperti Hong Kong, Thailand, Singapura, Malaysia, Korea, hingga Amerika Serikat.

Itu tadi kisah Susi Susanti yang mengawali karier sebagai atlet kemudian menjadi pebisnis peralatan olahraga. Berkat kerja keras dan sifat pantang menyerahnya, Susi bisa sukses seperti sekarang. Dengan pencapaiannya tersebut, tepat dong sebut Susi sebagai juara sejati. Setuju?