Syarat Naik Pesawat di Era New Normal [Aturan Gugus Tugas]

syarat naik pesawat new normal

Pandemi Covid-19, telah mengubah banyak hal yang berkaitan dengan aktivitas manusia, dari gaya hidup hingga aktivitas mobilisasi masyarakat berubah menjadi baru. Salah satu yang baru adalah adanya syarat naik pesawat new normal

New normal adalah istilah yang digunakan oleh warga dunia saat ini untuk hidup normal, tapi berbeda dari kehidupan normal sebelumnya. 

Normal saat ini lebih menekankan kebiasaan untuk menerapkan protokol kesehatan demi menekan angka persebaran Covid-19. 

Dalam aktivitas transportasi udara, new normal juga diterapkan. Aturan ketat tentang penerbangan telah diberlakukan berbagai maskapai penerbangan. 

Untuk mengetahui syarat naik pesawat new normal, langsung saja simak ulasan Lifepal berikut ini!

Syarat naik pesawat saat new normal 2020 sesuai aturan Gugus Tugas

Industri penerbangan menjadi salah satu industri yang terkena dampak Covid-19, terutama pada saat-saat awal virus mulai merebak di Indonesia. Pasalnya, pemerintah pernah melarang atau menyetop aktivitas penerbangan selama hampir satu bulan lebih. 

Demi menyelamat industri penerbangan, pemerintah kembali membuka izin bepergian. Namun, melalui Gugus Tugas Covid-19, pemerintah menerapkan aturan-aturan baru yang harus ditaati para penumpang yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020.

Tujuannya tentu saja selain untuk menyelamatkan industri penerbangan dan menekan angka persebaran virus. Apa saja sih syarat naik pesawat new normal yang telah diberlakukan untuk penerbangan domestik maupun internasional? 

Syarat naik pesawat new normal tujuan domestik 2020

Hal-hal yang perlu dipenuhi penumpang sebagai syarat naik pesawat new normal tujuan domestik, di antaranya: 

  • Setiap individu wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan sebagai kriteria perjalanan orang. 
  • Menunjukkan identitas diri berupa KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah. 
  • Menunjukkan surat keterangan uji tes PCR (berlaku 14 hari) dengan hasil negatif dan surat keterangan uji rapid test (berlaku 14 hari) dengan hasil nonreaktif selama keberangkatan. 
  • Menunjukkan surat keterangan bebas influenza yang dilakukan di dokter rumah sakit atau puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas PCR atau rapid test.
  • Mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat ponsel pintar. Aplikasi bisa didapat di Appstore dan Playstore. 
  • Mengunduh aplikasi electronic Health Alert Card (E-HAC) di ponsel pintar yang kemudian diisi lengkap dengan data diri kamu dan nantinya ditunjukkan ke petugas di bandara. 

Syarat naik pesawat tujuan internasional

Untuk penerbangan rute internasional sendiri juga telah dibuka. Namun, beberapa negara ada yang tidak mengizinkan penumpang dari Indonesia untuk masuk. Lantas, apa saja syarat naik pesawat new normal untuk tujuan luar negeri? 

  • Setiap individu wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan sebagai kriteria perjalanan orang. 
  • Menunjukkan identitas diri berupa KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah. 
  • Menunjukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif dan surat keterangan uji rapid test dengan hasil non reaktif. 
  • Mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat ponsel pintar. Aplikasi bisa didapat di Appstore dan Playstore.
  • Mengunduh aplikasi electronic Health Alert Card (E-HAC) di ponsel pintar yang kemudian diisi lengkap dengan data diri kamu dan nantinya ditunjukkan ke petugas di bandara. 
  • Memenuhi persyaratan masuk dari negara tujuan masing-masing. Untuk mengetahui regulasi dari negara masing-masing, kamu bisa langsung mengecek ke situs IATA di www.iatatravelcentre.com.

Syarat kedatangan dari luar negeri

Gugus Tugas Covid-19 juga membuat aturan ketat terkait kedatangan WNI/WNA dari luar negeri yang masuk ke Indonesia selama masa pandemi. Adapun syarat-syaratnya: 

  • Saat tiba di Indonesia harus melakukan tes PCR. Apabila sudah melakukan tes di negara asal, tes di Indonesia tidak diperlukan lagi. 
  • Syarat PCR tidak berlaku bagi kedatangan luar negeri yang berasal dari Pos Lintas Batas Negara (PLBN).
  • Bersedia di karantina di fasilitas yang telah disediakan selama menunggu hasil PCR keluar.
  • Mengunduh aplikasi Peduli Lindungi di ponsel pintar setibanya di Indonesia.

Syarat naik pesawat new normal ke Jakarta 

Jakarta merupakan salah satu daerah di Indonesia yang paling banyak jumlah penderita Covid-19. Untuk menekan angka penderita tersebut, Pemprov DKI Jakarta pun memberlakukan sejumlah persyaratan yang ketat bagi para pendatang. 

  • Penumpang pesawat udara harus menunjukkan hasil tes kesehatan bisa rapid test ataupun PCR yang menunjukkan nonreaktif maupun negatif dari virus Corona. Surat tersebut berlaku selama 14 hari. 
  • Mengisi aplikasi Corona Likelihood Metric yang bisa didapatkan di aplikasi ponsel pintar JAKI. Hasil dari pengisian JAKI tersebut ditunjukkan ke petugas Pemda DKI yang berada di Bandara Soekarno-Hatta maupun Halim. 
  • Menunjukkan Kartu Tanda Penduduk atau identitas sah lainnya. 
  • Selalu mengenakan masker di dalam pesawat dan area bandara. 
  • Mematuhi protokol kesehatan lainnya seperti rajin membersihkan tangan dan selalu jaga jarak dengan orang lain. 

Tidak perlu SIKM lagi untuk masuk ke Jakarta

Sebelumnya, untuk bisa keluar masuk ke Jakarta melalui jalur darat, laut, maupun udara harus disertakan dengan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). 

Namun, per tanggal 14 Juli, peraturan tersebut dihapuskan menyusul pembatasan sosial skala besar yang mulai merenggang.

Tapi sebagai ganti syarat naik pesawat new normal ke Jakarta, para penumpang diharuskan mengisi aplikasi Corona Likelihood Metric (CLM) yang bisa ditemukan di aplikasi JAKI. 

CLM sendiri bertugas untuk melacak pola transaksi warga selama beberapa hari belakangan, termasuk mencari tahu keterkaitan dengan pasien Covid-19. 

Bisakah menggunakan asuransi kesehatan untuk tes PCR?

Biaya tes PCR secara mandiri terkenal mahal, bahkan harganya bisa mencapai Rp2 juta untuk sekali tes. Oleh sebabnya, banyak masyarakat yang enggan untuk berinisiatif PCR mandiri. Berbeda dengan rapid test yang hanya sekitar Rp150-350 ribu saja.

Namun, tes PCR memiliki akurasi yang lebih baik dalam mendeteksi virus Covid-19 di dalam tubuh bila dibandingkan dengan rapid test. Jadi, wajar saja bila harganya sedikit lebih mahal. 

Sayangnya, tidak semua perusahaan asuransi mau menanggung biaya tes PCR nasabahnya. Namun, Asuransi Kesehatan Prudential telah mengumumkan bahwa mereka akan menanggung biaya tes PCR hingga perawatan bila itu mengharuskan nasabahnya untuk tes. 

Pada bulan Januari-April 2020 lalu, mereka juga bersedia untuk memberikan santunan rawat inap sebesar Rp1 juta per hari untuk nasabahnya yang terjangkit virus Covid-19. 

Syarat naik pesawat new normal Citilink

Adapun syarat naik pesawat new normal untuk maskapai Citilink, di antaranya: 

  • Penumpang Citilink wajib mengisi Surat Pernyataan Perjalanan Dalam Masa Penanggulangan Penyebaran Covid-19 yang bisa diunduh di situs Citilink. 
  • Menunjukkan kartu identitas yang sah, seperti KTP atau tanda pengenal lainnya. 
  • Mengisi aplikasi Electronic Health Alert Card (E-HAC) yang bisa diunduh di iOS ataupun android. 
  • Mengunduh dan menjalankan aplikasi Peduli Lindungi di ponsel pintar.
  • Menunjukkan surat kesehatan dengan hasil tes rapid test non reaktif atau tes PCR negatif yang berlaku selama 14 hari. 
  • Menerapkan protokol kesehatan selama di bandara, penerbangan, dan di bandara tiba.

Syarat naik pesawat new normal Lion Air

Lion Air Group memiliki tiga maskapai penerbangan yang beroperasi selama new normal, ada Lion Air, Wings Air, dan Batik. Melalui situs resminya, Lion Air Group menerapkan beberapa persyaratan penerbangan. Berikut ini syarat naik pesawat new normal khusus Lion Air.

  • Bukti tes kesehatan berupa hasil rapid test non reaktif atau PCR negatif, atau surat keterangan sehat dari puskesmas dan dokter rumah sakit. 
  • Tiba lebih awal empat jam sebelum keberangkatan di bandara.
  • Menunjukkan kartu identitas diri (KTP). 
  • Selalu menggunakan masker sebelum penerbangan, saat di dalam pesawat, dan saat keluar dari bandara. 
  • Mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer
  • Selalu jaga jarak selama di terminal bandar udara. 
  • Selalu menjaga kebersihan selama berada di dalam pesawat. 
  • Mengikuti petunjuk awal kabin di dalam pesawat. 
  • Mengisi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik (E-HAC) yang dapat diakses di ponsel pintar. 

Syarat naik pesawat new normal Garuda 

Naik pesawat Garuda saat new normal memiliki persyaratan yang sama dengan maskapai-maskapai lainnya. Apa saja? 

  • Wajib menyertakan dokumen persyaratan berupa surat kesehatan dengan hasil tes bebas Covid-19. Tes tersebut bisa berupa rapid test, PCR, atau surat keterangan sehat puskesmas, bagi yang wilayahnya tidak ada tes rapid maupun PCR. 
  • Selalu menggunakan masker di area bandara dan di dalam pesawat. 
  • Mengisi kartu Kewaspadaan Kesehatan atau E-HAC yang bisa diakses melalui perangkat ponsel pintar iOS atau android. 
  • Mengunduh aplikasi Peduli Lindungi di ponsel pintar masing-masing.

Persyaratan tambahan untuk daerah khusus

Beberapa daerah memiliki syarat naik pesawat new normal khusus, contohnya seperti Jakarta yang mengharuskan pendatangnya mengisi CLM yang terdapat di aplikasi JAKI. Kota-kota lain seperti Gorontalo, Bali, sampai Ambon pun juga punya. 

Daerah  Persyaratan 
Dari atau menuju Jakarta Wajib mengisi CLM di aplikasi JAKI
Menuju Bali Wajib mendaftarkan diri di situs LoveBali
Menuju Labuan Bajo Apabila keperluan wisata, wajib mendaftarkan diri di https://registration.labuanbajoflores.id/ 
Menuju Gorontalo  Wajib memiliki Surat Izin Keluar Masuk Gorontalo
Dari atau menuju Ambon Wajib memiliki Surat Izin Keluar Masuk Ambon, 
Dari atau menuju Merauke Wajib memiliki Surat Izin Keluar Masuk Merauke

Persyaratan khusus di atas bisa saja sewaktu-waktu berubah, tergantung dari kebijakan Pemerintah Daerah masing-masing.

Cara mengisi E-HAC Indonesia sebagai syarat naik pesawat new normal

Syarat naik pesawat new normal yang paling umum adalah mengisi E-HAC di perangkat ponsel masing-masing. E-HAC adalah kependekan dari Electronic-Health Alert Card atau kartu Kewaspadaan Kesehatan versi modern. 

Aplikasi ini berguna untuk memonitor mobilitas penumpang pesawat udara maupun kapal laut dari perjalanan domestik maupun internasional. Berikut ini langkah-langkah pengisiannya: 

  1. Instal aplikasi E-HAC di perangkat ponsel pintar.
  2. Melakukan setting awal aplikasi dengan memilih bahasa (Indonesia/Inggris).
  3. Melakukan registrasi dengan mengisi email yang masih aktif dan password yang diinginkan.
  4. Tekan “Allow” untuk mengizinkan aplikasi mengakses lokasi dan galeri foto kamu. 
  5. Mulai membuat Kartu Kewaspadaan Kesehatan dengan memilih menu “Pengunjung”.
  6. Pilih menu “HAC”.
  7. Lanjut ke menu “HAC Card”
  8. Mengisi data diri. 
  9. Lalu mengisi rute dan lokasi tujuan kamu. 
  10. Mengisi lokasi keberangkatan kamu. 
  11. Mengisi gejala-gejala keluhan yang berkaitan dengan medis (bila ada).
  12. Lalu tekan “Submit” dan HAC berhasil diisi. 

Di mana bisa mendapatkan surat rapid test?

Seperti yang telah dijelaskan di syarat naik pesawat new normal, bahwa para penumpang diharuskan untuk memiliki surat keterangan rapid test yang menunjukkan hasil non reaktif. 

Demi memudahkan penumpang untuk mendapatkannya, beberapa bandara besar telah menyediakan layanan rapid test dengan biaya murah. Hasil dari rapid test ini kemudian bisa dijadikan syarat penumpang untuk melakukan perjalanan udara. 

Berikut ini bandara-bandara yang menyediakan layanan rapid test beserta perkiraan biayanya: 

  • Bandara Internasional Yogyakarta: Rp150 ribu
  • Bandara Internasional Juanda, Surabaya: Rp150 ribu
  • Bandara Internasional Ahmad Yakin, Semarang: Rp150 ribu
  • Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar: Rp150 ribu
  • Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo: Rp150 ribu
  • Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali: Rp150 ribu
  • Bandara Internasional Lombok: Rp150 ribu
  • Bandara Internasional El Tari, Kupang: Rp200 ribu
  • Bandara Internasional Sentani, Jayapura: Rp325 ribu
  • Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarmasin: Rp150 ribu
  • Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang: Rp145 ribu
  • Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung: Rp145 ribu
  • Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh: Rp145 ribu 
  • Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru: Rp145 ribu
  • Bandara Radin Inten II, Lampung: Rp145 ribu
  • Bandara Internasional Silangit, Tapanuli Utara: Rp145 ribu
  • Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang: Rp145 ribu
  • Bandara Internasional H.A.S Hanandjoeddin, Bangka Belitung: Rp145 ribu 
  • Bandara Depati Amir, Bangka Belitung: Rp145 ribu
  • Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu: Rp145 ribu
  • Bandara Internasional Kualanamu, Medan: Rp145 ribu
  • Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang: Rp145 ribu
  • Bandara Sultan Thaha, Jambi: Rp145 ribu
  • Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya: Rp145 ribu
  • Bandara Internasional Supadio, Pontianak: Rp145 ribu

Itu tadi informasi singkat dan lengkap mengenai syarat naik pesawat new normal. Peraturan-peraturan tersebut dibuat bukan semata-mata membuat penumpang pusing, tetapi untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di transportasi umum, khususnya di pesawat. 

Meskipun syarat naik pesawat new normal telah diperketat, bukan berarti kita langsung terbebas dari ancaman virus Covid-19.

Ancaman tersebut akan selalu ada, hingga vaksin berhasil didistribusikan secara masal. 
Oleh sebabnya, penting untuk kamu memiliki asuransi kesehatan terbaik.

Dengan asuransi kesehatan kamu bisa mendapatkan beragam manfaat mulai dari pertanggungan biaya rawat inap hingga Rp8 juta per hari sampai biaya rawat jalan gratis.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →