Mau Nikah Gratis, Penuhi Syarat Nikah di KUA Ini Dulu

Biaya Pernikahan

Sedang mempersiapkan pernikahan, namun masih bingung dalam pelaksanaannya secara sipil dan agama? 

Ada baiknya membaca artikel di bawah ini. Lifepal merangkum alur dan persyaratan yang harus dipenuhi untuk menggelar pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA). Simak informasinya di bawah ini. 

Negara Menjamin Hak Negara Membangun Keluarga

Asuransi Kesehatan Keluarga Sesuai Anggaran

Yang penting untuk disadari sebelum melangsungkan pernikahan, kedua pasangan harus sama-sama menyadari dan memahami bahwa pernikahan dibangun atas rasa sukarela dan keputusan berdua tanpa adanya intimidasi. 

Dasar inilah yang menjadi syarat pernikahan yang sah menurut negara dan agama, menurut UU RI Nomor 16 Tahun 2019 dan UU No I Tahun 1974 Tentang Pernikahan syarat pernikahan. Adapun syarat diselenggarakan pernikahan antara lain:

  1. Pernikahan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai 19 tahun. 
  2. Pernikahan harus didasarkan atas persetujuan dan izin dari kedua calon mempelai.

Apabila syarat tersebut terpenuhi, barulah negara dapat menjamin hak warga negaranya untuk membentuk keluarga dan melanjutkan pernikahan yang sah. 

Plus, menjamin hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan atas tindak kekerasan dan diskriminasi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 

Tugas dari Kantor Urusan Agama (KUA)

Asuransi syariah

Berdasarkan pada Peraturan Menteri Agama RI Nomor 19 Tahun 2018 Tentang Pencatatan Pernikahan Kantor Urusan Agama (KUA). KUA berada di setiap kecamatan di Indonesia,  merupakan unit pelaksana teknis pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. 

KUA tugas utamanya adalah mencatat pernikahan. Dalam struktur organisasinya, ada tiga pihak yang bertugas di KUA. 

  • Pertama, penghulu yang merupakan aparatur negeri sipil (ASN) dengan tugas mencatat pernikahan. 
  • Kedua, Kepala KUA Kecamatan adalah penghulu yang diberi tugas sebagai kepala di unit tersebut. 
  • Ketiga, pembantu pegawai pencatat pernikahan yang selanjutnya disingkat P4 sebagai anggota masyarakat yang diangkat oleh Kepala Kantor Kementerian Agama. 

Adapun tugas KUA berdasarkan Keputusan Menteri Agama No. 517 Tahun 2001 tentang Penataan Organisasi Kantor Urusan Agama Kecamatan adalah melaksanakan fungsi berikut.

  • Menyelenggarakan statiistik dan dokumentasi.
  • Menyelenggarakan surat menyurat, kearsipan, pengetikan, dan rumah tangga KUA Kecamatan.
  • Melaksanakan pencatatan nikah, rujuk, mengurus dan membina masjid, zakat, wakaf, baitul maal dan ibadah sosial, kependudukan dan pengembangan keluarga sakinah sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Dirjen Bimas (Bimbingan Masyarakat) Islam berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Khusus pencatatan pernikahan di KUA, untuk mendapatkan akta pernikahan dilakukan melalui empat tahap perkawinan.  

  1. Pendaftaran kehendak kawin. 
  2. Pengumuman kehendak perkawinan. 
  3. Pelaksanaan pencatatan perkawinan. 
  4. Penyerahan buku pencatatan perkawinan. 

Tahap-tahap pendaftaran pernikahan di KUA

tips buat cv menarik

Apabila kita sudah mantap untuk melangsungkan pernikahan, selanjutnya yang harus segera dilakukan adalah mengajukan pendaftaran. Berikut tahapannya.

1. Permohonan

Ada tiga mekanisme saat mengajukan permohonan pendaftaran pernikahan di KUA. Permohonan ini diajukan dalam tiga sub, antara lain: 

  • Pendaftaran kehendak perkawinan dilakukan di KUA Kecamatan tempat akad dilaksanakan. 
  • Pendaftaran kehendak perkawinan dilakukan paling lama 10 hari kerja sebelum dilaksanakan perkawinan. 
  • Dalam hal pendaftaran kehendak perkawinan dilakukan kurang dari 10 hari kerja, calon pengantin harus mendapat surat dispensasi dari camat tempat akad dilaksanakan. 

2. Persyaratan administrasi

Pendaftaran perkawinan dilakukan secara tertulis dengan mengisi formulir pendaftaran. Ada sejumlah lampiran yang harus disertakan saat mengajukan pendaftaran perkawinan, antara lain:

  • Surat pengantar perkawinan dari kelurahan tempat tinggal calon pengantin. 
  • Fotokopi akte kelahiran. 
  • Fotokopi kartu tanda penduduk. 
  • Foto kartu keluarga.
  • Surat rekomendasi perkawinan dari KUA Kecamatan setempat bagi calon pengantin yang menikah di luar wilayah kecamatan tempat tinggalnya. 
  • Persetujuan kedua calon pengantin. 
  • Izin tertulis orang tua atau wali bagi calon pengantin yang belum mencapai 21 tahun. 
  • Izin dari wali yang memelihara atau keluarga yang mempunyai hubungan darah, dalam hal kedua orang tua atau wali.
  • Izin dari pengadilan dalam hal orang tua, wali dan pengampu tidak ada. 
  • Dispensasi dari pengadilan bagi calon suami yang belum mencapai 19 tahun dan calon istri belum mencapai umur 16 tahun. 
  • Surat izin dari atasannya atau kesatuannya jika calon mempelai anggota TNI atau Polri.
  • Penetapan izin poligami dari pengadilan agama bagi suami yang hendak beristri lebih dari seorang. 
  • Akta cerai atau kutipan buku pendaftaran talak atau buku pendaftaran cerai.
  • Akta kematian atau surat keterangan kematian suami/istri yang dibuat lurah atau kepala desa atau pejabat setingkat bagi janda/duda ditinggal mati. 

3. Pemeriksaan dokumen 

Setelah dokumen lengkap, selanjutnya adalah pemeriksaan dokumen yang diserahkan calon pengantin. Berikut tahapan-tahapannya. 

  • Kepala KUA Kecamatan atau Penghulu melakukan pemeriksaan dokumen perkawinan. 
  • Dalam hal pemeriksaan dokumen perkawinan belum memenuhi ketentuan, Kepala KUA Kecamatan atau penghulu memberitahukan kepada calon pengantin atau wali atau wakilnya. 
  • Calon suami, calon istri dan wali atau wakilnya memenuhi kelengkapan dokumen perkawinan paling lambat satu hari sebelum peristiwa pernikahan berlangsung. 
  • Kepala KUA Kecamatan atau penghulu melakukan pemeriksaan terhadap dokumen perkawinan dengan menghadirkan calon pegantin, wali untuk memastikan adanya halangan untuk menikah. 
  • Hasil pemeriksaan dokumen perkawinan dituangkan dalam lembar pemeriksaan perkawinan yang ditandatangani oleh calon pengantin, Kepala KUA Kecamatan atau Penghulu. 
  • Pemeriksaan dokumen perkawinan dilakukan dalam dua rangkap, yang menjadi dokumen KUA Kecamatan dan P4. 
  • Pemeriksaan dokumen perkawinan dilakukan di wilayah kecamatan tempat dilangsungkannya akad.

4. Penolakan kehendak perkawinan 

Apabila dalam pemeriksaan dokumen perkawinan tidak terpenuhi atau terdapat halangan untuk melangsungkan perkawinan, maka perkawinan ditolak. Kepala KUA Kecamatan atau penghulu dapat memberitakan penolakan kepada calon pengantin dan wali disertai alasannya juga. 

Biaya Menikah di KUA

Simulasi Bujet Pernikahan Sederhana

Banyak yang belum mengetahui bahwa KUA tidak memungut biaya dalam penyelenggaraan pernikahan. Hanya saja ini bisa didapatkan apabila mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh KUA.

Merujuk pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2014 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak berlaku pada Departemen Agama, ada ketentuan yang mesti dilakukan bila tidak ingin dikutip pungutan saat melangsungkan pernikahan di KUA. Berikut perinciannya: 

  1. Pelaksanaan pernikahan tidak dikenakan biaya pencatatan nikah jika dilakukan di KUA Kecamatan. 
  2. Apabila yang melangsungkan pernikahan adalah warga negara yang tidak mampu secara ekonomi atau korban bencana. Maka pada pelaksanan nikah atau rujuk di luar KUA Kecamatan tidak akan dikenakan tarif. 

Di luar dari dua ketentuan tersebut, pemerintah mengutip biaya pernikahan apabila pernikahan dirujuk atau dilaksanakan di luar KUA Kecamatan. Biaya yang harus ditanggung adalah biaya transportasi dan jasa profesi sebagai penerimaan dari KUA. 

Tarif yang ditetapkan sebesar Rp600.000 per peristiwa dan per satu kali nikah. Nantinya biaya tersebut masuk dalam Penerimaan di KUA dan ditetapkan sebagai jenis penerimaan negara bukan pajak. 

Demikian informasi tentang syarat nikah KUA. Semoga bagi yang sedang mempersiapkan pernikahan dilancarkan segala usahanya. 

Tetap membaca artikel-artikel dari Lifepal untuk mendapatkan informasi soal manajemen keuangan dan referensi produk asuransi terbaik di Indonesia.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →