Tabungan Bersama Pacar Sebelum Menikah, Perlukah? Ini Plus Minusnya!

Sebelum menikah, tak sedikit orang memutuskan untuk membuat tabungan bersama pacar. Tujuan tabungan bersama pacar sederhana, yakni agar dana untuk biaya pernikahan terkumpul sesuai rencana.

Gak bisa dipungkiri, uang yang harus digelontorkan untuk pernikahan memang sangat menguras kantong. Bahkan, bisa mencapai lebih dari Rp 100 juta. Gak mungkin kan sepenuhnya mengandalkan orangtua.

Kalau mengandalkan orangtua, bukan cuma menyusahkan, tapi juga malu. Apalagi kalau usia kamu sudah cukup matang dan sudah bekerja lebih dari lima tahun. 

Istilahnya, itu bakal memunculkan pertanyaan di benak orang, selama ini uangnya ke mana saja kalau buat nikah aja masih minta sama orangtua. Duh, malu banget gak sih?

Itulah mengapa banyak pasangan memilih untuk membuat tabungan bersama. Pasalnya, mengumpulkan uang di satu tabungan bersama akan membuat tujuan pernikahan gak meleset. Kenapa?

Soalnya saat memutuskan membuat tabungan bersama pacar, kamu dan pasangan pasti sudah menentukan berapa uang yang harus dialihkan ke tabungan setiap bulan.

Untuk menentukan nominalnya, umumnya kedua pasangan akan menghitung terlebih dahulu rincian biaya pernikahan yang akan dikeluarkan. Setelah itu, baru menghitung berapa uang keluar, dan masuk setiap bulan.

Nominal yang sudah ditentukan harus langsung ditransfer tepat waktu ke rekening tabungan bersama. Kalau telat, bisa kebablasan dan menyebabkan rencana pernikahan berantakan hanya salah satu pihak tidak bertanggung-jawab.

Tapi cara tersebut memang umumnya dilakukan oleh pasangan yang memang sudah sepakat biaya pernikahan dibagi dua, dan gak ingin menyusahkan orangtua.

Meski begitu, membuat tabungan bersama pacar hingga kini masih jadi pro-kontra. Ada yang setuju melakukan hal tersebut, tapi ada juga yang beranggapan sebaliknya. Balik lagi sih, semua itu tergantung dari masing-masing pemikiran.

Nah, buat kamu yang tengah mengalami dilema seperti itu, lebih baik langsung simak ulasan mengenai tabungan bersama pacar menurut survei yang sudah dilakukan tim editorial berikut:

Perlukah memiliki tabungan bersama pacar?

sepasang kekasih menyisihkan uang bersama

Seperti yang sudah dibahas sekilas di atas, masih banyak orang yang pro-kontra dengan sistem menabung bersama pacar sebelum menikah.

Ungkapan jodoh rahasia Tuhan itu memang benar adanya. Banyak sekali kasus di mana orang sudah pacaran lama, tapi ujung-ujungnya putus dan malah menikah dengan orang. Gak cuma itu, banyak juga yang hubungannya harus berakhir jelang hari pernikahan.

Jadi memang segala kemungkinan buruk itu bisa saja terjadi. Itulah yang menjadi alasan banyak orang memilih tidak membuat tabungan bersama pacar, biar kalau terjadi yang tak diinginkan gak ribet.

“Sebelum married, pasangan saya sempat mengajak buat tabungan bersama, tapi saya menolak. Bukan apa-apa, takut kalau tiba-tiba putus di tengah jalan. Kalau begitu yang ada makin ribet dan bisa-bisa malah berantem hebat cuma karena uang doang,” ujar Taufik, salah satu karyawan telekomunikasi yang ditemui tim editorial di sebuah kedai kopi.

Meski begitu, pendapat tersebut ternyata dibantah teman Taufik, Andre yang mengaku sempat membuat tabungan bersama sang kekasih sebelum nikah.

“Saya justru kebalikan dari Taufik, saya malah memilih bikin tabungan bareng pacar soalnya pacar saya suka belanja dan boros banget. Jadi kalau gak dipaksa nabung yang ada gak nikah-nikah,” ungkap Andre seraya tertawa.

Jadi bisa dibilang hal tersebut tergantung sudut pandang masing-masing orang, dan tujuan membuat tabungan tersebut. Karena yang terpenting adalah rencana menikah dapat berjalan sesuai keinginan.

Mengenai biaya, balik lagi tergantung dari kesepakatan pasangan ingin menabung bersama-sama atau sendiri-sendiri.

Keuntungan dan kerugian membuat tabungan bersama pacar

sepasang kekasih tengah hitung-hitungan uang

Gak bisa dipungkiri, kalau berbicara soal uang bisa memicu masalah. Jangankan dengan orang lain, sama keluarga sendiri pun sering terjadi selisih paham. Apalagi sama pasangan yang masih jadi calon dan baru dikenal beberapa tahun terakhir.

Karena itu sebelum memutuskan untuk membuat tabungan bersama pacar, sebaiknya ketahui dahulu keuntungan dan kerugiannya seperti di bawah ini:

Keuntungan menabung bersama kekasih

sepasang kekasih menabung bersama

Biaya pernikahan tentu saja gak sedikit, itulah mengapa menabung sangat penting agar tujuan kita tercapai. Sayangnya, banyak orang yang selalu mengalami kegagalan menabung dengan beribu alasan.

Nah, dengan memiliki tabungan bersama dan bertanggung jawab dengan komitmen yang sudah disepakati bersama, maka bujet yang terkumpul bisa sesuai harapan. Itu tentu saja akan membuat rencana pernikahanmu berjalan lancar.

Coba bayangkan kalau saat waktunya membayar biaya undangan tapi uang tidak ada karena sama-sama tidak punya uang, hal itu membuat persiapan pernikahan kamu akan terus tertunda dan bisa-bisa berantakan.

Membuat tabungan bersama pacar juga akan membuat kamu belajar mengatur keuangan dan tanggung jawab. 

Kamu yang awalnya tak terbiasa menabung, tapi karena dipaksa nabung buat married, maka ke depannya akan jadi terbiasa menyisihkan uang. Tentu sebuah kebiasaan yang positif, bukan?

Kerugian menabung bareng pacar

sepasang kekasih menabung bersama

Kerugian paling dasar dari menabung bareng pacar yakni jika hubungan harus berakhir. Lalu, bagaimana dengan uangnya? 

Mau gak mau kamu harus berkomunikasi lagi dengan mantan kekasih. Duh, kalau putusnya dengan cara kurang baik kan malah bikin malas!

Karena itu, sejak awal kalian memutuskan untuk membuat tabungan bersama disarankan membuat perjanjian, kalau perlu secara tertulis mengenai pembagian tabungan jika hubungan berakhir.

Itu bisa menjadi salah satu solusi agar masing-masing pihak tidak ada yang merasa dirugikan maupun sebaliknya.

Perhitungan menabung bareng pacar

sepasang pacar menabung bersama

Kamu dan pacar berencana untuk menikah di tahun depan dan membutuhkan biaya sebesar Rp 100 juta. Kamu dan kekasih juga sepakat untuk menggunakan uang sendiri, karena tidak ingin menyusahkan orangtua.

Kamu berpenghasilan Rp 12 juta per bulan, sedangkan kekasih Rp 16 juta. Maka, bagaimana perhitungannya yang tepat untuk memperoleh uang Rp 100 juta dalam setahun?

Jika menggunakan teori Elizabeth Warren, 50/20/30. Maka, 20 persen penghasilan kamu harus dialokasikan ke tabungan. 

Tapi, karena kondisinya urgent, mau tidak mau kamu dan kekasih harus memangkas pengeluaran gaya hidup yang tadinya 30 persen jadi 20 persen.

Berikut, rincian perhitungan yang akan kalian dapatkan jika 30 persen penghasilan kamu dan kekasih dialihkan ke tabungan. 

Pemasukan per bulan 30 persen Bulan Total
Rp 12.000.000 Rp 3.600.000 12 Rp   43.200.000
Rp 16.000.000 Rp 4.800.000 12 Rp   57.600.000
Total Rp 100.800.000

Dengan menerapkan cara menabung sederhana seperti yang sudah dijelaskan di atas, maka impianmu dan kekasih untuk menikah dalam waktu setahun bukan hanya angan.

Namun, kamu tentu harus mempertimbangkan masak-masak sebelum memutuskan menabung bersama pacar. 

Jika masih ragu, kamu bisa menabung di rekening tabungan masing-masing atau membuat kesepakatan bersama sebelum menabung bersama. Selamat menabung untuk mewujudkan cita-cita bersama kekasih menikah tahun depan! (Editor: Chaerunnisa)