Take Over Kredit Kendaraan sebagai Solusi Keuangan

over kredit kendaraan

Take over adalah cara tepat untuk terlepas dari utang di saat tak bisa membayar cicilan. Dalam kasus take over kendaraan, langkah ini bisa diartikan pembeli kendaraan tersebut akan mengambil alih sisa utang ataupun kredit dari pihak penjual.

Dengan begitu, pihak penjual tidak memiliki kewajiban lagi untuk membayar cicilan karena sudah dialihkan kepada pihak pembeli. Dengan kata lain, pihak pembeli yang meneruskan pembayaran cicilan dari mobil penjual.

Masih banyak orang yang belum terlalu awam soal take over kredit kendaraan bermotor. Orang masih berpikir kalau take over kredit itu melulu soal jual-beli kendaraan.

Padahal tidak selamanya begitu. Take over kredit ini bisa menjadi cara tepat buat melunasi utang cicilan kendaraan sekaligus mendapat tambahan dana segar.

Saat ini banyak bank dan multifinance yang menawarkan program pembiayaan satu ini. Prosesnya pun lumayan mudah.

Kalau kamu saat ini sedang berniat melakukan take over motor atau take over mobil agar terbebas dari cicilan dan mendapat dana segar, simak informasinya berikut ini.

Apa itu take over kredit kendaraan?

Take over adalah proses jual beli yang berstatus belum lunas alias masih dalam proses cicilan. Pada umumnya, transaksi ini dilatari oleh masalah finansial yang membuat pemilik mobil tidak sanggup lagi membayar cicilan bulanan.

Hal ini dilakukan dengan mengalihkan status kepemilikan kredit dari pihak pertama kepada pihak kedua. Sebagai timbal baliknya, pihak pertama akan mendapatkan sejumlah uang sebagai kompensasi tertentu.

Kompensasi ini dapat berupa uang tunai yang dianggap sebagai pengganti atas down payment (DP) yang telah dikeluarkan dan sejumlah angsuran yang telah dibayarkan sebelumnya.

Selanjutnya, pihak kedua yang akan melanjutkan pelunasan cicilan yang tersisa.

Contoh kasus over kredit kendaraan

Misalkan saja Pak Yadi mencicil sebuah mobil merk XY di sebuah leasing pada tahun 2010. Harga mobil XY saat itu adalah Rp200 juta.

Setelah menghitung kembali, dia sepakat mengambil tenor paling lama, yaitu 5 tahun. Memasuki tahun keempat, dia tidak kuat membayar cicilan lagi yang sebesar Rp3 juta per bulan.

Takut disambangi debt collector dan mobil tersebut ditarik, Pak Yadi memutar otak. Seorang tetangga menawarinya take over kredit kendaraan bermotor di sebuah lembaga pembiayaan.

Dengan take over kredit ini, Pak Yadi bisa mendapat dana segar buat melunasi cicilan mobil di leasing sebelumnya dan sekaligus mendapat tambahan dana buat keperluan lain. 

Tertarik dengan model pembiayaan ini, Pak Yadi berencana meminjam Rp80 juta dengan rincian Rp20 juta buat melunasi cicilan mobil, sisanya buat merenovasi rumah dan biaya pendidikan anak.

Syarat take over kredit

Saat ingin melakukan take over kredit. ada syarat yang harus diketahui. Karena ini bukan jenis Kredit Tanpa Agunan (KTA) maka kamu harus menyertakan jaminan aset.

Lantas aset apa yang bisa dijaminkan? Ya karena judulnya saja take over kredit kendaraan, maka kamu bisa menjaminkan bukti pemilikan kendaraan bermotor (BPKB) mobilnya kepada pihak multifinance.

Tapi karena BPKB masih ditahan oleh pihak leasing, kamu bisa memberikan kuasa kepada pihak multifinance untuk menebus BPKB dari pihak leasing.

Lantas BPKB tersebut akan dijadikan jaminan yang akan dipegang oleh pihak multifinance.

Selain itu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi saat ingin melakukan over kredit motor maupun mobil, di antaranya: 

  • KTP dan Kartu Keluarga.
  • Rekening listrik/PBB dan rekening telepon.
  • Rekening tabungan 3 bulan terakhir.
  • Slip gaji.
  • NPWP.

Cara over kredit kendaraan

Sederhananya, dalam proses over kredit, pembeli akan mengambil alih sisa utang ataupun kredit (take over kredit) dari pihak penjual sehingga pihak penjual tidak memiliki kewajiban lagi untuk membayar cicilan karena sudah dialihkan kepada pihak pembeli.

Untuk melakukan over kredit, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, di antaranya:

  • Mendatangi leasing atau bank.
  • Isi aplikasi form take over kredit dan melengkapi persyaratan dokumen standar seperti KTP, NPWP, dan Kartu keluarga.
  • Setelah dokumen dinyatakan lengkap dan lolos BI checking, pihak multifinance akan melakukan survei terhadap kondisi dan harga jual kendaraan di pasaran. 

Simulasi over kredit mobil

Dalam kasus Pak Yadi, diketahui bahwa harga jual mobil Pak Yadi berada di kisaran Rp70 juta.

Tapi setelah melakukan survei kondisi mobil, pihak multifinance setuju mencairkan dana sebesar Rp60 juta. Pak Yadi setuju saja karena yang penting mobil tidak sampai ditarik leasing. Maka penghitungannya sebagai berikut.

  • Nilai pinjaman: Rp60 juta
  • Utang cicilan kredit kepada leasing: Rp20 juta

Nilai pinjaman dikurangi utang kredit kepada leasing adalah Rp60 juta – Rp20 juta = Rp40 juta. Maka Pak Yadi akan menerima uang tunai Rp40 juta.

Tapi selain itu Pak Yadi harus memerhatikan bunga dan tenor yang ditawarkan pihak multifinance. Apakah bunga tersebut lebih kecil atau lebih besar dibandingkan leasing? Lantas berapa tenor yang ditawarkan?

Nah, pastikan buat memilih multifinance yang menawarkan bunga cicilan rendah. Seandainya bunga cicilan dari multifinance ternyata lebih tinggi daripada leasing, ya sama saja bohong.

Biasanya bunga cicilan pinjaman yang ditetapkan multifinance mulai dari 0,99 persen. Tergantung unit dan tahun kendaraan.

Kemudian pilih tenor yang fleksibel dan sesuaikan dengan kemampuan finansial. Ini penting juga menyangkut masa depan keuangan.

Coba hitung saja perkiraan kesanggupan keuanganmu dengan kalkulator bunga flat Lifepal berikut.

Tips aman saat akan melakukan take over kredit  

Sebagaimana tindakan over kredit melibatkan pengalihan sebuah pembayaran, maka sebaiknya kesepakatan yang melatarinya pun harus jelas dan tegas secara resmi. Berikut beberapa langkah yang perlu dilakukan.

1. Proses over kredit sebaiknya melibatkan pihak bank atau leasing

Pastikan setiap transaksi harus melibatkan pihak bank atau leasing. Tujuannya agar lembaga keuangan bisa menganalisis calon pembeli mobil dan menolaknya apabila calon pembeli tidak layak dari segi finansial demi menghindari terjadi kredit macet. 

Namun, jika pihak kedua dinilai layak, pengajuan kredit baru akan diproses dan over kredit mobil bisa dilanjutkan.

2. Hindari over kredit mobil di bawah tangan

Mematuhi ketentuan hukum yang berlaku terkait proses pengalihan utang. Lebih baik menghindari mekanisme di bawah tangan karena tidak memiliki kekuatan hukum sama sekali.

Perbuatan ini juga bisa dianggap melanggar hukum, sebab mobil yang terutang adalah jaminan utang dari bank atau leasing.

Jika ada masalah akibat over kredit di bawah tangan, maka bank atau leasing bisa menggugat pihak pertama atas ganti rugi.

3. Transparansi atas pembiayaan sebelumnya

Saat kamu berniat melakukan over kredit, sebaiknya menyediakan informasi pembayaran cicilan sejak bulan pertama, termasuk jumlah DP dan pembiayaan lainnya.

Dengan begitu terdapat transparansi yang dapat mendukung kelancaran transaksi. Hal ini bertujuan menghindarkan diri dari kerugian finansial akibat harga penawaran yang terlalu tinggi.

4. Pahami aturan over kredit

Terkait cara over kredit mobil ini tidak boleh asal-asalan sebab kalau tak sesuai ketentuan, pihak-pihak yang bersangkutan bisa dikenai hukuman penjara, lho. 

Undang-undang over kredit mobil ini terikat oleh perjanjian jaminan fidusia dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (UU Fidusia). 

Pada, Pasal 23 ayat (2) UU Fidusia menyatakan bahwa Pemberi Fidusia dilarang mengalihkan, menggadaikan, atau menyewakan kepada pihak lain benda yang menjadi obyek Jaminan Fidusia yang tidak merupakan benda persediaan, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penerima Fidusia. 

Berdasarkan pasal ini, pihak Customer dilarang mengalihkan objek leasing tanpa sepengetahuan dan persetujuan Perusahaan Leasing. Ancaman yang akan menjerat paling lama 2 tahun penjara dan denda paling banyak Rp50 juta. Ngeri juga, ya?

5. Lakukan penghitungan over kredit sendiri

Sebelum memulai take over, pastikan kamu sudah mengantisipasi perhitungan dan biaya ganti kredit. Atur harga secara adil.

Sebagai penjual, jangan tetapkan harga yang terlalu tinggi agar pembeli tidak merasa dirugikan. Di lain sisi selaku pembeli, pastikan kamu bisa menghitung sendiri harga over kredit yang mau disiapkan.

Kalau masih ragu dengan harga yang dipatok atau biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakuisisi mobil dengan cara over kredit, kamu bisa juga melakukan perhitungan sendiri.

Jika dari awal harga yang ditawarkan sudah terbilang murah, tetap lebih baik untuk meninjau ulang. 

Nah sudah paham kan soal apa itu take over kredit kendaraan? Artinya bukan kita menjual atau membeli mobil yang masih dalam proses kredit, tapi mengalihkan cicilan dari leasing kepada multifinance.

Lindungi keuanganmu dengan asuransi jiwa

Kebutuhan untuk memiliki mobil untuk mendukung aktivitas bekerja di keseharian bisa terbilang sebagai kebutuhan primer. Namun, biaya untuk memiliki mobil bukanlah perkara murah, namun tidak jadi masalah selama penghasilan kita mencukupi.

Tapi ada saja risiko yang bisa membuat kita kehilangan pekerjaan, bukan? Misalnya krisis ekonomi yang memaksa perusahaan menjatuhi PHK kepada karyawannya atau musibah kecelakaan kerja yang membuat seseorang tidak bisa bekerja lagi.

Untuk itu, kita membutuhkan perlindungan dari asuransi jiwa. Dengan adanya manfaat asuransi jiwa, kita bisa mendapatkan santunan tunai andai mengalami risiko-risiko yang berakibat kepada kita kehilangan pekerjaan.

Tidak tanggung-tanggung, santunan tunai ini bisa berjumlah puluhan hingga ratusan juta tergantung kepada premi asuransi yang kita bayar dan sepakati di polis asuransi.

Kalau kamu punya pertanyaan lain seputar anggaran pribadi dan rumah tangga, jangan ragu untuk berkonsultasi secara langsung kepada pakar keuangan melalui fitur Tanya Lifepal!

FAQ soal take over kendaraan

Proses over kredit mobil adalah melimpahkan tanggung jawab cicilan kendaraan dari pihak kreditur pertama ke tangan kedua. Artinya, pihak penerima over kredit bersedia untuk melanjutkan sisa cicilan mobil orang yang menawarkan over kredit.
Over kredit di bawah tangan oleh seorang debitur yang belum melunasi utangnya, merupakan suatu perbuatan melawan hukum karena mobil itu merupakan benda jaminan utang debitur kepada Leasing sehingga Leasing dapat menuntut debitur untuk memberikan ganti rugi dan segera melunasi seluruh sisa utangnya.
Persyaratan yang harus dilengkapi oleh calon pembeli unit kendaraan pada saat melakukan proses over kredit adalah sebagai berikut.

  • KTP.
  • Kartu Keluarga.
  • Rek listrik/ PBB, Rek Telpon.
  • Rekening koran atau tabungan 3 (tiga) bulan terakhir.
  • Slip gaji atau surat keterangan kerja (asli).
  • NPWP.
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →