Tanggapan Asuransi Wanaartha Soal Sanksi OJK

asuransi wanaartha

Melalui rapat kerja Komisi XI DPR RI pada bulan Februari 2022, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan hasil kondisi keuangan PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Asuransi Wanaartha Life) yang tidak mampu memenuhi ketentuan POJK. 

Baca Juga: Laporan Keuangan Minus, OJK Minta Asuransi Wanaartha Life Tambah Modal

Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur Asuransi Wanaartha Life – Yanes Y. Matulatuwa – justru memberikan apresiasi kepada OJK yang memberikan ruang mediasi antara pihak pemegang polis (nasabah) dengan perusahaan asuransi, termasuk pemegang saham Wanaartha. 

“Kami menegaskan kepada seluruh nasabah, bahwa hak-hak nasabah adalah prioritas utama kami,” ujar Yanes yang dikutip oleh Kontan.co.id. 

Yanes mengungkapkan bahwa Asuransi Wanaartha terus memperjuangkan dana nasabah  yang saat ini masih disita oleh Kejaksaan Agung. Hal ini dikarenakan, kasus masih berada dalam proses hukum pemeriksaan di tingkat kasasi. 

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah mengabulkan keberatan yang diajukan oleh pihak Asuransi Wanaartha Life melalui putusan nomor 15/PID.SUS/KEBERATAN/TPK/2020.

Saat ini, Asuransi Wanaartha tengah mengupayakan mediasi, salah satunya dengan berdiskusi dengan beberapa calon investor strategis untuk melakukan pengetatan anggaran dalam operasional perusahaan. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan skema pembayaran asuransi dalam waktu dekat dan mempertimbangkan pembayaran dana nasabah secara bertahap. 

“Kami berharap OJK berkenan memberikan waktu kepada WanaArtha Life untuk melakukan berbagai upaya. Termasuk saat ini pemegang saham dan manajemen masih melakukan proses negosiasi secara intensif dengan calon investor strategis, sehingga perusahaan segera dapat melaksanakan kewajibannya,” ungkap Yanes.