Tarik Tunai Kartu Kredit di ATM dan Biayanya [BCA, BRI, BNI, Bank Lain]

Tarik tunai kartu kredit

Pernah mendengar atau mencoba tarik tunai kartu kredit? Di Indonesia bisa lho melakukan hal ini buat kamu yang emang punya kartu kredit. Tarik tunai kartu kredit bisa jadi salah satu pilihan selain mendebit kartu atm kamu.

Enaknya punya kartu kredit selain bisa melakukan pembayaran dengan cara dicicil, kamu bisa melakukan tarik tunai layaknya melakukan pembayaran seperti mendebit. Jadi, kalau gak mau tarik tunai dari kartu debit, lakukan aja tarik tunai.

Banyak orang yang merasa diuntungkan dengan adanya fitur tarik tunai. Apalagi kalau lagi berada dalam situasi terpepet semisal butuh dana dengan jumlah yang besar. Tarik tunai bisa jadi andalan banget.

Misalnya aja kamu butuh uang Rp 10 juta. Terus limit kartu kredit yang tersedia sebesar Rp 20 juta. Kamu bisa melakukan tarik tunai Rp 10 juta dari limit kartumu.

Dengan begitu, kamu gak usah repot-repot lagi melakukan pengajuan pinjaman KTA dan menunggu aplikasinya diproses. Enak banget, kan?

Di Indonesia rata-rata kartu kredit menyediakan fitur tarik tunai kartu kredit. Penggunaan fitur ini dikenakan biaya dengan besaran tertentu.

Sebelum melakukan tarik tunai, ada baiknya kamu mengetahui besaran biaya yang dikenakan dalam daftar berikut ini.

Biaya tarik tunai kartu kredit bank-bank di Indonesia

Besaran biaya yang dipatok oleh bank buat tarik tunai kartu kredit gak sama antara bank satu dan bank lainnya. Makanya penting banget buat mengetahui berapa biaya yang dikenakan oleh bank saat kamu menarik uang tunai dari kartu kreditmu.

Buat lebih jelasnya, kamu bisa melihat detail biaya tarik tunai bank-bank di Indonesia berikut ini.

1. Biaya tarik tunai BCA

  • BCA Visa: 4 persen atau minimal Rp 40 ribu (domestik dan luar negeri)
  • BCA MasterCard: 4 persen atau minimal Rp 40 ribu (domestik dan luar negeri)
  • BCA Card: 3 persen (domestik)
  • BCA Visa Corporate: 4 persen atau minimal Rp 40 ribu (domestik dan luar negeri)
  • BCA Visa Singapore Airlines: 4 persen atau minimal Rp 40 ribu (domestik dan luar negeri)

2. Biaya tarik tunai  BNI: 6 persen atau minimal Rp 100 ribu

3. Biaya tarik tunai Mandiri: 6 persen atau minimal Rp 100 ribu

4. Biaya tarik tunai  BRI: 4 persen atau minimal Rp 60 ribu

5. Biaya tarik tunai  CIMB Niaga: 6 persen

6. Biaya tarik tunai  Citibank: 6 persen atau minimal Rp 100 ribu

7. Biaya tarik tunai  Danamon: 5 persen atau minimal Rp 50 ribu

8. Biaya tarik tunai Bank Permata: 6 persen atau minimal Rp 80 ribu

9. Biaya tarik tunai Bank UOB: 6 persen atau minimal Rp 100 ribu

Aturan main tarik tunai

Sebelum memanfaatkan fitur ini dari kartu kreditmu, ada baiknya kamu mempelajari dulu aturan mainnya. Pasalnya, dana yang kamu dapatkan berasal dari pinjaman bank yang gak gratis. Ada bunga yang akan dikenakan seperti jenis kredit lainnya.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk tarik tunai dari kartu kredit:

1. Bunga

Bunga ini sifatnya wajib kamu bayarkan. Bunga dan biaya tersebut tergolong mahal bahkan mencapai 27 persen per tahunnya. Sementara untuk transaksi tarik tunai selain dikenakan bunga sebesar itu, kamu juga akan dibebani biaya tarik tunai lho. Rata-rata biaya tersebut 4 persen dari total uang yang kamu tarik.

2. Batasan nilai tarik tunai

Meskipun kamu memiliki limit besar pada kartu kredit, untuk tarik tunai memiliki batasan sendiri. Biasanya limit tarik tunai adalah 40 persen dari total keseluruhan limit yang dimiliki. Pembatasan ini sifatnya positif untuk mencegah nasabah terlilit utang jika terlalu asyik tarik tunai demi menutupi kebutuhan konsumtifnya.

3. Lakukan pembayaran penuh

Baik membayar tagihan kartu kredit atau tarik tunai disarankan kamu wajib membayar tagihan secara full payment. Kenapa?

Sebab jika kamu membayar minimum payment, setiap bulan tagihanmu akan terus bertambah karena adanya bunga yang dibebankan. Hal ini tentunya akan membuat utangmu gak selesai-selesai bukan?

Manfaatkan tarik tunai buat hal-hal ini

Ada baiknya tarik tunai dimanfaatkan buat tujuan-tujuan yang baik. Hindari kebiasaan buat menarik tarik tunai dari kartu kredit kamu. Apalagi kalau tujuannya gak penting-penting amat.

Selain harus membayar biayanya, tiap bulannya kamu dibebankan cicilan utang kartu kredit hingga dana yang kamu tarik kembali semua ke bank.

Karena itu, kamu sebaiknya memanfaatkan fitur ini buat hal-hal yang sekiranya bisa bantu kamu. Mau tahu apa aja? Yuk simak informasi berikut ini yang udah dirangkum oleh MoneySmart.id.

1. Situasi genting dan butuh dana cepat

Namanya situasi genting pastinya sulit buat dihindari. Terlebih kalau situasi tersebut mengharuskan kita mengeluarkan dana dalam jumlah besar.

Mengajukan pinjaman pun mesti menunggu lagi, apakah pengajuan disetujui atau ditolak. Beruntungnya punya kartu kredit. Situasi ini bisa diatasi dengan melakukan cara menggesek kartu kredit biar mendapatkan dana/

Tinggal pergi menuju ATM terdekat, kamu bisa menarik uang tunai dari kartu kredit sesuai dengan ketentuan.

2. Butuh modal usaha

Saat kamu sedang butuh modal buat menjalankan usaha, uang dari cara seperti ini bisa diandalkan. Lho, bukannya belanja modal usaha dengan gesekkan kartu kredit juga bisa ya?

Emang benar bisa belanja modal usaha dengan menggunakan kartu kredit. Namun, gak semua belanja modal bisa terpenuhi dengan gesek kartu kredit. Kadang-kadang ada aja belanjaan yang mengharuskan dengan uang tunai.

Syukur-syukur dana yang dibutuhkan buat belanjaan tersebut masih bisa diambil dari kocek pribadi. Gimana kalau biayanya besar? Mau gak mau mengandalkan tarik tunai kartu kredit sebagai solusinya.

Walaupun banyak kemudahan yang bisa dirasakan dari penggunaan kartu kredit, bukan berarti hal tersebut bikin kita terlena begitu aja.

Perlu diingat, menggunakan kartu kredit sama aja dengan berutang. Jadi, ada bunga yang harus dibayarkan sekalipun ada satu waktu bunganya bisa 0 persen.

Risiko tarik tunai kartu kredit

Kemudahan mendapatkan dana segar lewat tarik tunai kartu kredit sebenarnya bukan tanpa risiko lho. Ada ‘efek samping’ yang timbul ketika kita melakukan tarik tunai dari kartu kredit. Apa saja?

Berikut beberapa risiko tarik tunai yang perlu kamu tahu.

  • Terbebani bunga yang tinggi
  • Ada limit transaksi

1. Terbebani bunga yang tinggi

Bila selama ini kita hanya menyadari ada ketentuan pembayaran bunga untuk cicilan atau pinjaman, ternyata untuk tarik tunai dari kartu kredit pun, nasabah akan dikenakan beban bunga yang terbilang tinggi.

Tiap-tiap bank penerbit kartu kredit memang memiliki ketentuan sendiri terkait berapa persen tingkat bunga yang harus ditanggung.

Umumnya, bunga yang ditetapkan untuk tarik tunai mulai dari 2,25 persen per bulan. Jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan bunga pinjaman Kredit Tanpa Agunan atau KTA yang berada di kisaran 0,99–2% per bulan.

Satu hal lagi, ketentuan bunga tarik tunai ini berlaku sejak tanggal transaksi hingga nasabah melunasinya ya.

2. Ada limit transaksi

Seperti halnya ada ketentuan limit nominal untuk pembayaran transaksi, kartu kredit juga memiliki limit untuk penarikan tunai. Berapa besarnya?

Seperti yang disebutkan di atas, bank biasanya membebankan sekitar 40 – 60 persen  dari total limit kartu kredit. Sebagai contoh, bank Mandiri menetapkan batas penarikan tunai adalah 60 persen dari limit yang tersedia atau masih tersisa di kartu kredit.

Jadi, hati-hati dan cobalah menghitung penggunaan kartu kredit sebelum mencoba melakukan tarik tunai ya.  

Perhitungan pembayaran utang tarik tunai kredit

Kita mungkin sudah mengetahui ketentuan bunga dan biaya tambahan yang ditetapkan bank penerbit kartu kredit ketika melakukan tarik tunai. Namun, bagaimana tepatnya perhitungan pembayaran utang tarik tunai? Simak contoh sederhana berikut ini.

Reza melakukan tarik tunai sebesar Rp 3 juta dari kartu kredit Mandiri miliknya. Ketentuan yang berlaku untuk tarik tunai adalah bunga tarik tunai sebesar 2,245 persen per bulan, sedangkan biayanya 6 persen atau minimum Rp 100.000.

Nah, berapa total pembayaran utang tarik tunai Reza? Ada dua perhitungan, yaitu jika Reza langsung melunasi seluruh total tagihan dan jika ia membayar secara minimum payment. Berikut detail penjelasannya.

  • Nominal tarik tunai: Rp 3 juta
  • Biaya penarikan: 6 persen x Rp 3.000.000 = Rp 180.000
  • Bunga utang transaksi: 2,245 persen per bulan

Perhitungan 1: Pembayaran penuh sebelum tagihan

Jika melunasi pembayaran sebelum tagihan datang, itu berarti Reza tidak akan dikenakan bunga utang transaksi. Dengan demikian, nilai yang perlu ia bayar adalah: dana pinjaman + biaya penarikan atau Rp 3.000.000 + Rp180.000 = Rp 3.180.000.

Perhitungan 2: Pembayaran secara minimum payment

Umumnya, ketentuan minimum payment adalah 10 persen dari total tagihan. Artinya, Reza mencicil dan akan dikenakan biaya utang transaksi per bulan.

Dengan demikian, nominal yang perlu Reza bayarkan untuk utang penarikan tunainya adalah:

  • Pembayaran minimum: Rp 3.180.000 x 10 persen = Rp 318.000 (pada tagihan pertama)
  • Sisa utang Reza: Rp3.180.000 – Rp318.000 = Rp2.862.000
  • Pembayaran pada tagihan di bulan berikutnya: Total sisa utang + Bunga utang.
  • Bunga utang: Rp3.000.000 x 2,245% = Rp67.350
  • Total tagihan: Rp2.862.000 + Rp67.350 = Rp2.929.350

Jangan lupa, jika pembayaran utang tarik tunas tidak dibayar lunas, tagihan bulan berikutnya juga akan dikenakan beban bunga ya. Untuk perhitungan besarnya bunga pun selalu dihitung sesuai pokok pinjaman, bukan dari sisa total tagihan.  

Pertimbangan tarik tunai kartu kredit

tarik tunai kartu kredit dari atm

Jadi, setelah membaca seluk-beluk mengenai tarik tunai, bagaimana sebaiknya menyikapi fasilitas tarik tunai dari kartu kredit? Sebaiknya, sebelum menggunakan fasilitas tarik tunai, pahami dulu pertimbangan berikut ini.

1. Pahami tujuan penarikan tunai

Apakah kita melakukan penarikan tunai untuk keperluan mendesak, seperti dana darurat atau hanya sekadar untuk kebutuhan konsumtif?

Apakah keputusan kita sudah bijak untuk melakukan tarik tunai? Sebab tarik tunai tetap sama dengan utang dan perlu disiplin dalam membayarnya.

Jika tak bijak dalam menggunakan dana dari penarikan tunai yang dilakukan dan tak mampu berkomitmen membayar langsung tagihannya, siap-siaplah terjerat tagihan. Oleh karena itu, sayang sekali jika melakukan transaksi tunai untuk keperluan konsumtif.

2. Sudah berhitung biaya efek sampingnya

Jangan lupa bahwa, katakanlah, dana sebesar satu juta rupiah yang kita dapatkan dari tarik tunai perlu kita kembalikan lagi lebih dari sejuta yang kita terima berkat adanya biaya dan bunga tarik tunai.

Jadi, sebelum melakukan tarik tunai, pertimbangkan hasil perhitungan kita terhadap biaya-biaya tambahan yang harus dibayarkan bersama pokok pinjaman.

3. Mampu melunasi secara penuh dan tepat waktu

Yakin mampu melunasi dana pinjaman secara penuh dan tepat waktu sebenarnya bisa jadi syarat wajib jika kita tak ingin pusing di kemudian hari. Ingat, ada beban bunga yang terus menghantui sampai tagihan lunas terbayar.

Telat bayar berarti akan ada tambahan bunga yang perlu kita lunasi. Sayangkan jika harus terus-menerus merogoh kantong untuk membayar bunga?

Perbedaan tarik tunai kartu kredit dengan gesek tunai

Sekilas, tarik tunai dengan gesek tunai terlihat sama. Keduanya memang sama-sama memungkinkan nasabah mendapatkan uang tunai dari kartu kredit.

Tak heran jika masih banyak orang yang tertukar menggunakan istilah keduanya, tartun dan gestun, padahal keduanya berbeda.

Perbedaan mendasar antara tarik tunai dan gesek tunai adalah sumber dana didapat dari media apa. Transaksi tarik tunai dilakukan melalui mesin ATM, sedangkan transaksi gesek tunai dilakukan melalui mesin Electronic Data Capture atau EDC  yang tersedia di merchant pengguna mesin EDC.

Pada transaksi tunai, bank dapat menerapkan biaya transaksi mulai dari 2 – 6 persen, sedangkan pada gesek tunai, nasabah membayarkan biaya ke pihak merchant terkait dalam bentuk biaya surcharge sekitar 2 – 3 persen.

Gesek tunai akan terlihat seolah-olah nasabah melakukan pembayaran melalui kartu kredit, padahal yang didapat bukan barang, melainkan uang.

Meskipun terlihat menguntungkan bagi pihak nasabah karena tak perlu membayar biaya bunga dan biaya tambahan yang tinggi, gesek tunai juga punya risiko sendiri.

  • Pertama, dari penjelasan singkat sebelumnya jelas terlihat bahwa gesek tunai termasuk tindak manipulasi, yang artinya sama dengan tindakan ilegal. Bisa bayangkan betapa besar risiko gesek tunai dengan jeratan tindak pidana?
  • Kedua, tak hanya ancaman tindak pidana, jika pihak bank menemukan kamu terbukti melakukan gestun, pengajuan kartu kreditmu berikutnya sangat mungkin akan ditolak.
  • Ketiga, ini kembali pada diri kita, tapi siap-siaplah menghadapi godaan untuk mengambil dana dalam jumlah besar karena tak dibatasi limit tarik tunai. Jika tidak bijak, bisa-bisa kita malah terjebak gagal bayar

Walaupun banyak kemudahan yang bisa dirasakan dari penggunaan kartu kredit, bukan berarti hal tersebut bikin kita terlena begitu aja.

Perlu diingat, menggunakan kartu kredit sama aja dengan berutang. Jadi, ada utang plus bunga yang harus dibayarkan sekalipun ada satu waktu bunganya bisa 0 persen.

Karena itu, alangkah baiknya sebagai pemilik kartu kredit harus bijak-bijak menggunakannya agar keuangan tetap selalu sehat tanpa terbebani apa pun.