Mau Dapat Dana Segar dengan Tarik Tunai Kartu Kredit? Cek Dulu Biayanya

Jangan jadi pengguna kartu kredit yang buruk (Shutterstock).

Pernah mendengar atau mencoba tarik tunai kartu kredit? Di Indonesia bisa lho melakukan hal ini buat kamu yang emang punya kartu kredit. Tarik tunai kartu kredit bisa jadi salah satu pilihan selain mendebit kartu atm kamu.

Enaknya punya kartu kredit selain bisa melakukan pembayaran dengan cara dicicil, kamu bisa melakukan tarik tunai layaknya melakukan pembayaran seperti mendebit. Jadi, kalau gak mau tarik tunai dari kartu debit, lakukan aja tarik tunai.

Banyak orang yang merasa diuntungkan dengan adanya fitur tarik tunai. Apalagi kalau lagi berada dalam situasi terpepet semisal butuh dana dengan jumlah yang besar. Tarik tunai bisa jadi andalan banget.

Misalnya aja kamu butuh uang Rp 10 juta. Terus limit kartu kredit yang tersedia sebesar Rp 20 juta. Kamu bisa melakukan tarik tunai Rp 10 juta dari limit kartumu.

Dengan begitu, kamu gak usah repot-repot lagi melakukan pengajuan pinjaman KTA dan menunggu aplikasinya diproses. Enak banget, kan?

Di Indonesia rata-rata kartu kredit menyediakan fitur tarik tunai kartu kredit. Penggunaan fitur ini dikenakan biaya dengan besaran tertentu. Sebelum melakukan tarik tunai, ada baiknya kamu mengetahui besaran biaya yang dikenakan dalam daftar berikut ini.

Segini biaya tarik tunai kartu kredit bank-bank di Indonesia

Besaran biaya yang dipatok oleh bank buat tarik tunai kartu kredit gak sama antara bank satu dan bank lainnya. Makanya penting banget buat mengetahui berapa biaya yang dikenakan oleh bank saat kamu menarik uang tunai dari kartu kreditmu.

Buat lebih jelasnya, kamu bisa melihat detail biaya tarik tunai bank-bank di Indonesia berikut ini.

  • Biaya tarik tunai BCA:
  1. BCA Visa: 4 persen atau minimal Rp 40 ribu (domestik dan luar negeri)
  2. BCA MasterCard: 4 persen atau minimal Rp 40 ribu (domestik dan luar negeri)
  3. BCA Card: 3 persen (domestik)
  4. BCA Visa Corporate: 4 persen atau minimal Rp 40 ribu (domestik dan luar negeri)
  5. BCA Visa Singapore Airlines: 4 persen atau minimal Rp 40 ribu (domestik dan luar negeri)
  • Biaya tarik tunai  BNI: 6 persen atau minimal Rp 100 ribu.
  • Biaya tarik tunai Mandiri: 6 persen atau minimal Rp 100 ribu.
  • Biaya tarik tunai  BRI: 4 persen atau minimal Rp 60 ribu.
  • Biaya tarik tunai  CIMB Niaga: 6 persen.
  • Biaya tarik tunai  Citibank: 6 persen atau minimal Rp 100 ribu.
  • Biaya tarik tunai  Danamon: 5 persen atau minimal Rp 50 ribu.
  • Biaya tarik tunai Bank Permata: 6 persen atau minimal Rp 80 ribu.
  • Biaya tarik tunai Bank UOB: 6 persen atau minimal Rp 100 ribu.

Aturan main tarik tunai

Sebelum memanfaatkan fitur ini dari kartu kreditmu, ada baiknya kamu mempelajari dulu aturan mainnya. Pasalnya, dana yang kamu dapatkan berasal dari pinjaman bank yang gak gratis. Ada bunga yang akan dikenakan seperti jenis kredit lainnya.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk tarik tunai dari kartu kredit:

1. Bunga

Bunga ini sifatnya wajib kamu bayarkan. Bunga dan biaya tersebut tergolong mahal bahkan mencapai 27 persen per tahunnya. Sementara untuk transaksi tarik tunai selain dikenakan bunga sebesar itu, kamu juga akan dibebani biaya tarik tunai lho. Rata-rata biaya tersebut 4 persen dari total uang yang kamu tarik.

2. Batasan nilai tarik tunai

Meskipun kamu memiliki limit besar pada kartu kredit, untuk tarik tunai memiliki batasan sendiri. Biasanya limit tarik tunai adalah 40 persen dari total keseluruhan limit yang dimiliki. Pembatasan ini sifatnya positif untuk mencegah nasabah terlilit utang jika terlalu asyik tarik tunai demi menutupi kebutuhan konsumtifnya.

3. Lakukan pembayaran penuh

Baik membayar tagihan kartu kredit atau tarik tunai disarankan kamu wajib membayar tagihan secara full payment. Kenapa? karena jika kamu membayar minimum payment, setiap bulan tagihanmu akan terus bertambah karena adanya bunga yang dibebankan. Hal ini tentunya akan membuat utangmu gak selesai-selesai bukan?

Manfaatkan tarik tunai buat hal-hal ini

Ada baiknya tarik tunai dimanfaatkan buat tujuan-tujuan yang baik. Hindari kebiasaan buat menarik tarik tunai dari kartu kredit kamu. Apalagi kalau tujuannya gak penting-penting amat.

Selain harus membayar biayanya, tiap bulannya kamu dibebankan cicilan utang kartu kredit hingga dana yang kamu tarik kembali semua ke bank.

Karena itu, kamu sebaiknya memanfaatkan fitur ini buat hal-hal yang sekiranya bisa bantu kamu. Mau tahu apa aja? Yuk simak informasi berikut ini yang udah dirangkum oleh MoneySmart.id.

1. Situasi genting dan butuh dana cepat

Tarik tunai salah satu cara buat mendapatkan dana darurat disaat situasi penting, (Ilustrasi/Pixabay).

Namanya situasi genting pastinya sulit buat dihindari. Terlebih kalau situasi tersebut mengharuskan kita mengeluarkan dana dalam jumlah besar.

Mengajukan pinjaman pun mesti menunggu lagi, apakah pengajuan disetujui atau ditolak. Beruntungnya punya kartu kredit. Situasi ini bisa diatasi dengan melakukan cara menggesek kartu kredit biar mendapatkan dana/

Tinggal pergi menuju ATM terdekat, kamu bisa menarik uang tunai dari kartu kredit sesuai dengan ketentuan.

2. Butuh modal usaha

Tarik tunai salah satu cara kamu buat mendapatkan dana segar buka usaha, (Ilustrasi/Pixabay).

Saat kamu sedang butuh modal buat menjalankan usaha, uang dari cara seperti ini bisa diandalkan. Lho, bukannya belanja modal usaha dengan gesekkan kartu kredit juga bisa ya?

Emang benar bisa belanja modal usaha dengan menggunakan kartu kredit. Namun, gak semua belanja modal bisa terpenuhi dengan gesek kartu kredit. Kadang-kadang ada aja belanjaan yang mengharuskan dengan uang tunai.

Syukur-syukur dana yang dibutuhkan buat belanjaan tersebut masih bisa diambil dari kocek pribadi. Gimana kalau biayanya besar? Mau gak mau mengandalkan tarik tunai kartu kredit sebagai solusinya.

Walaupun banyak kemudahan yang bisa dirasakan dari penggunaan kartu kredit, bukan berarti hal tersebut bikin kita terlena begitu aja.

Perlu diingat, menggunakan kartu kredit sama aja dengan berutang. Jadi, ada bunga yang harus dibayarkan sekalipun ada satu waktu bunganya bisa 0 persen.

Karena itu, alangkah baiknya sebagai pemilik kartu kredit, harus bijak-bijak menggunakannya agar keuangan tetap selalu sehat tanpa terbebani apa pun. (Editor: Mahardian Prawira).