Pengertian, Tujuan dan Contoh Tata Tertib Perusahaan

tata tertib perusahaan

Tata tertib perusahaan dibuat untuk menjaga sikap dan perilaku karyawan di sebuah korporasi. Gak pandang bulu, ini berlaku dari posisi staf yang paling bawah hingga direktur yang jabatannya paling tinggi dalam sebuah struktur organisasi.

Namun, dalam membuat tata tertib perusahaan, divisi Human Resources Department (HRD) gak bisa meraciknya secara asal-asalan dan sesuka hati nih. Sebab, mereka harus berpedoman pada peraturan pemerintah yang sudah dibuat untuk memberikan keadilan bagi pekerja dan perusahaan.

Selain mengetahui tata tertib perusahaan, kamu juga perlu mempunyai asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan akan memberikan proteksi keuangan lantaran biaya pengeluaran rumah sakit yang cukup besar.

Dengan memanfaatkan asuransi kesehatan, biaya medis kamu akan ditanggung oleh perusahaan asuransi yang ditunjuk.

Nah, langsung aja yuk kita simak langsung ulasan lengkap tentang tata tertib perusahaan berikut ini:

Ketentuan umum tata tertib perusahaan berdasarkan Undang-Undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Dalam membuat peraturan, perusahaan harus memahami terlebih dahulu tentang ketenagakerjaan. Berikut ini adalah beberapa definisi berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan:

  1. Ketenagakerjaan adalah  segala hal  yang berhubungan  dengan tenaga kerja  pada waktu sebelum, selama dan sesudah masa kerja
  2. Tenaga   kerja   adalah   setiap orang   yang mampu melakukan   pekerjaan guna menghasilkan  barang dan atau jasa baik untuk  memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.
  3. Pekerja atau buruh adalah  setiap orang  yang bekerja dengan  menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain.
  4. Pemberi kerja adalah orang perseorangan, pengusaha, badan hukum atau badan-badan lainnya  yang mempekerjakan tenaga kerja dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.
  5. Pengusaha adalah  perseorangan,  persekutuan, atau  badan hukum yang menjalankan  suatu perusahaan milik sendiri
  6. Perusahaan adalah setiap  bentuk usaha yang  berbadan hukum atau  tidak, milik perseorangan, milik  persekutuan atau milik badan hukum,  baik milik swasta maupun milik negara yang mempekerjakan pekerja atau buruh dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.

Itu adalah poin utama yang tertulis dalam UU ketenagakerjaan tersebut mengenai definisi ketenagakerjaan sampai perusahaan.

Pengingat Lifepal! Banyak perusahaan mencantumkan nilai gaji berupa Gaji Kotor yang masih harus dipotong pajak. Nah, untuk mengetahui dengan cepat berapa jumlah Gaji Bersih kamu setelah dihitung pajak dan take home pay bulanan, kamu bisa menghitungnya langsung dengan Kalkulator Gaji Bersih dari Lifepal!

Tujuan dibuatnya peraturan mengenai ketenagakerjaan

Dimuat dalam pasal 3 UU Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, ada beberapa tujuan dari dibuatnya peraturan tersebut, antara lain:

  • Memberdayakan dan mendayagunakan tenaga kerja secara optimal dan manusiawi;
  • Menciptakan  pemerataan kesempatan  kerja dan penyediaan tenaga  kerja yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional dan daerah;
  • Menyediakan perlindungan kepada tenaga kerja dalam mewujudkan kesejahteraan
  • Meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

Selain dari UU no 13 tahun 2003 tersebut, ada lagi nih hal yang perlu kamu ketahui tentang tata tertib perusahaan yang menyangkut pekerjaan. Yuk simak di poin selanjutnya.

Tata tertib kerja, upah, hak cuti dan sanksi untuk karyawan

Dalam Keputusan Menakertrans No. 102/VI/2004, ada beberapa poin penting yang harus diketahui masyarakat mengenai tata tertib kerja, cuti dan juga upah.

Waktu jam kerja

Jika menganut dalam peraturan di atas, seorang karyawan memiliki waktu jam kerja efektif di perusahaan selama 40 jam dalam seminggu atau sekitar 5 hari dari Senin hingga Jumat. Untuk waktunya sendiri dari pukul 08:30 hingga 17:00, dengan catatan waktu istirahat selama 30 menit.

Selain itu pekerja juga harus udah sampai kantor 10 menit sebelum waktu kerja dimulai atau minimal pukul 08:20 setiap hari kerja.

Keterlambatan mencapai 30 menit sebanyak 3 kali dalam sebulan bakal dianggap melanggar tata tertib perusahaan dan akan mendapatkan sanksi administratif kecuali udah mendapatkan izin dari atasan langsung. Apabila sakit lebih dari 1 hari, paling tidak harus memberikan surat izin sakit dari dokter.

Waktu lembur sendiri diatur maksimal 3 jam setiap harinya dan maksimal selama 14 jam dalam seminggu. Waktu tersebut tentunya harus melalui persetujuan dari perusahaan serta pekerja.

Beberapa hal tersebut bisa aja berbeda satu perusahaan dengan yang lainnya, namun secara umum memiliki persamaan di waktu jam kerja sekitar 40 jam per minggunya.

Upah dan tunjangan yang didapatkan oleh pekerja

Kalau ngomongin upah tenaga kerja, terdapat 2 jenis yakni upah pokok serta pendapatan non upah seperti tunjangan. Upah pokok atau biasa yang dikenal dengan gaji nominalnya berbeda-berbeda antar individu tergantung dengan negosiasi dengan pihak perusahaan.

Namun seperti yang kita ketahui, terdapat Upah Minimum Regional (UMR) yang dicanangkan pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat terutama pihak buruh. Setiap daerah memiliki nominalnya sendiri-sendiri tergantung beberapa faktor seperti biaya hidup, taraf hidup masyarakat dan juga tingkat inflasi.

Lalu ada juga tunjangan, istilah ini mungkin lebih familiar dengan istilah Tunjangan Hari Raya (THR) yang biasa diberikan oleh perusahaan setiap hari raya keagamaan tertentu setiap tahunnya. Nominalnya sebanyak 1 kali gaji dan diberikan minimal 14 hari sebelum hari raya.

Tetapi sebetulnya, ada banyak tunjangan lainnya yang bisa didapatkan oleh seorang karyawan mulai dari tunjangan transportasi, makan dan kesehatan yang gak kalah penting dari THR. Namun biasanya ketiga hal ini disesuaikan dengan kebijakan sebuah perusahaan.

[Baca: Jadi Standar Upah di Omnibus Law, Ini Besaran UMP Jakarta dan Provinsi Lain 2020]

Tata tertib perusahaan perjanjian kerja

Tata tertib selanjutnya yang perlu kamu ketahui adalah tentang perjanjian kerja. Meskipun lebih bersifat perjanjian antara pemberi kerja dengan pekerja, tapi secara umum ada beberapa peraturan yang diakui pemerintah.

Contohnya seperti Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) hanya maksimal selama 2 tahun dan hanya boleh diperpanjang selama 1 tahun. Ada juga yang memberikan batas waktu kontrak kerja selama 1 tahun dengan opsi perpanjangan kontrak serta dipermanenkan.

Untuk jangka waktunya sendiri disesuaikan dengan kebijakan perusahaan yang berbeda-beda sesuai ketentuan.

Tata tertib hak cuti karyawan

Selain hak mendapatkan upah, pekerja juga perlu mendapatkan hak cuti. Berdasarkan peraturan dari pemerintah, setiap pekerja memiliki hak cuti sebanyak 12 hari dalam satu tahun masa kerjanya. Waktu sebanyak itu bisa kamu gunakan untuk berbagai keperluan, seperti liburan contohnya untuk menghilangkan jenuh bekerja.

Untuk perempuan yang melahirkan, kita tahu bahwa ada hak cuti melahirkan selama 3 bulan untuk mengurus anak.

Jika mau mencangkup kepentingan yang lebih luas lagi, ada beberapa tata tertib perusahaan yang mengatur tentang hak cuti karyawan seperti sedang haid untuk wanita, cuti bersama dan cuti tahunan yang umumnya setiap perusahaan punya kebijakan masing-masing.

[Baca: Apakah Cuti Bisa Diuangkan? Ini 7 Hak Cuti Karyawan Menurut Depnaker]

Tata tertib perusahaan mengenai sanksi karyawan

Terakhir ada tata tertib yang menyangkut tentang sanksi bagi karyawan. Terdapat beberapa langkah dalam menegur karyawan yang melanggar peraturan perusahaan. Berikut ini adalah daftarnya:

  • Peringatan secara lisan
  • Peringatan secara tertulis
  • Surat peringatan pertama
  • Surat peringatan kedua
  • Surat peringatan ketiga
  • Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

Berbeda dengan PHK akibat pemangkasan sumber daya manusia, PHK akibat kelalaian pegawai kemungkinan gak diberi pesangon karena yang melakukan kesalahan adalah dari pihak pekerjaan tersebut. Jadi kamu harus hati-hati nih dalam bekerja agar gak diberi surat peringatan.

Itulah beberapa uraian singkat mengenai tata tertib perusahaan yang perlu kamu ketahui. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui mana hal yang bisa kamu perjuangkan dan hindari ketika bekerja di dunia profesional.

Selain mengetahui tata tertib perusahaan, kamu bisa menjajal peruntungan menjadi agen asuransi sebagai salah satu pekerjaan sampingan yang bisa menghasilkan banyak uang, bahkan hingga Rp30 juta. 

Bagaimana caranya? Cukup daftarnya diri ke lifepal.co.id/agent-academy maka kamu bisa menghasilkan banyak uang plus mendapat benefit lebih dari Rp3 juta tiap bulannya.

Buat kamu yang masih belum paham dan mau tahu lebih lanjut seputar aturan ketenagakerjaan? Tanyakan langsung ke ahli di bidang hukum melalui Tanya Lifepal. Para ahli kami siap menjawab pertanyaan sekaligus mencarikan solusi.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →