Wow! Pengembang Bandara Changi Singapura Bakal Garap Bandara Komodo

shutterstock_1370099177

Tender pengembangan proyek Bandara Komodo, Labuan Bajo dimenangkan oleh pihak swasta-asing. Mereka adalah perusahaan Cardig Aero Service dan perusahaan Changi Airport International Pte Ltd. 

Labuan Bajo sendiri merupakan lima destinasi prioritas pembangunan pariwisata pemerintah Jokowi. Bandara menjadi salah satu hal yang perlu segera dibenahi, mengingat perannya sebagai gerbang masuk. 

Setelah pemenang tender ditetapkan, diharapkan tahun 2020 persiapan pengembangannya sudah bisa dimulai. Lingkup pengembangannya pun meliputi pembangunan landasan pacu, penampahan apron, penambahan terminal, dan lain-lain. 

Selain itu, pemenang tender juga diharuskan merawat dan memelihara fasilitas bandara selama masa kontrak kerja sama. 

Nilai proyek investasi ini sebesar Rp 1,23 triliun, dan diperkirakan membutuhkan dana operasional Rp 5,7 triliun untuk masa kontrak 25 tahun. Diharapkan proyek ini bisa meningkatkan jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara, guna mendorong pariwisata Labuan Bajo. 

Cardig Aero Service dan Changi Airport PTE LTD bukanlah perusahaan baru di dunia penerbangan. Sehingga tak perlu diragukan lagi track recordnya! 

Cardig Aero Service 

Bandara Komodo
Cardig Aero Service

Cardig Aero Service (CAS) merupakan perusahaan jasa pendukung penerbangan. Meski CAS Group baru dibentuk pada tahun 2009 silam, tapi cikal bakalnya sudah ada sejak tahun 1984. 

Pada tahun 1984 berdiri PT Jasa Angkasa Semesta Tbk, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pemenuhan kebutuhan jasa pendukung di Bandara Soekarno Hatta. Jasa yang ditawarkan Jasa Angkasa Semesta diantaranya layanan ground handling dan cargo handling

Kemudian tahun 2003, berdiri PT JAS Aero Engineering Services. Perusahaan ini didirikan untuk melayani jasa line maintenance dan aircraft release

Saat CAS Group didirikan tahun 2009, PT Jasa Angkasa Semesta dan PT JAS Aero Engineering Services kemudian dilebur ke dalam lini bisnis CAS yaitu CAS Destination. 

Jasa CAS Destination pun kini tidak hanya mendukung operasional di Soekarno Hatta saja, tetapi di 16 bandar udara di Indonesia. 

Selain CAS Destination ada CAS Food yang bergerak di bidang jasa boga penerbangan, CAS Facility yang menyediakan layanan jasa manajemen, dan terakhir CAS People yang bergerak di bidang pelatihan penerbangan. 

Changi Airport Pte Ltd 

Bandara Komodo
Changi Airport (Shutterstock).

Kamu mungkin sudah pernah dengar dengan nama Changi Airport, bandara di Singapura yang termasuk jadi bandara terbaik di dunia. Nah perusahaannya turut serta dalam konsorsium CAS yang memenangkan tender pembangunan Bandara Komodo, Labuan Bajo.

Perusahaan ini bergerak di bidang konsultan, manajer, dan investor di dunia penerbangan. Proyek tersukses mereka adalah Changi Airport di Singapura. 

Tapi ternyata, mitra Changi gak cuma bandara Singapura saja, mereka sudah banyak bekerja sama dengan negara lain dalam membangun bandara kelas dunia. Diantaranya dengan China, India, Brasil, Peru, Italia, Ceko, Inggris, dan masih banyak lagi. 

Jadi bisa dibayangkan kan bakal seperti apa nantinya Bandara Komodo, Labuan Bajo kalau dipegang oleh konsorsium ini. 

Konsorsium CAS ini berhasil mengalahkan empat konsorsium besar lainnya di dalam tender Bandara Komodo, seperti Konsorsium PT Angkasa Pura II, PT Astra Infra Perdana, IWEG, dan PT Angkasa Pura I. (Editor: Winda Destiana Putri).

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →