Rp 10 Juta Bisa Ternak Kambing? Begini Cara dan Hitung-hitungan Modalnya

ternak kambing

Ternak kambing bisa menjadi pilihan peluang usaha yang menjanjikan. Hal ini karena minat masyarakat terhadap hewan berkaki empat ini masih banyak.

Kambing biasanya diolah dan dijadikan sajian makanan yang lezat di rumah makan dan restoran. Bisa jadi gulai, sop, dan yang paling banyak peminatnya adalah sate.

Kambing juga sering dijadikan santapan khas acara-acara keagamaan, seperti akikah dan Idul Adha. Pokoknya permintaan pasarnya selalu ada deh. Jadi jangan takut sepi pembeli kalau jadi peternak kambing.

Sebelum kamu terjun ke bisnis ternak kambing, kita mau kasih beberapa informasi penting mengenai keuntungan, kerugian, cara beternak, dan modal yang perlu kamu persiapkan agar proses ternak berjalan dengan lancar.

Keuntungan ternak kambing

Sama dengan hewan ternak lainnya, ada juga untung ruginya ternak kambing. Berikut ini keuntungan yang bakal kamu dapatkan.

1. Pasarnya luas 

Pangsa pasar kambing juga luas, karena banyak rumah makan maupun restoran yang mengandalkan olahan kambing sebagai sajian utamanya. Coba saja kamu lihat di pinggir jalan, hampir setiap beberapa ratus meter pasti ada saja warung sate kambing atau gulai kambing.

Belum lagi acara-acara keagamaan seperti akikah dan Idul Adha yang harus dilakukan dengan kurban kambing.

Karena itu, gak ada alasan lagi untuk takut terjun ke bisnis yang satu ini. Selama dijalankan dengan cara yang benar, usaha ini bakalan menghasilkan keuntungan kok.

2. Panennya cepat 

Jika dirawat dan dipelihara dengan baik, waktu panen kambing terbilang cepat. Dalam satu tahun kamu bisa mendapatkan 25 anak kambing dengan modal ternak dua jantan dan tiga betina saja.

Sementara itu, usia kambing yang siap dijual, adalah yang sudah berumur 8-12 bulan.

3. Biaya pemeliharaannya murah 

Biaya pemeliharaannya juga murah bila dibandingkan ternak sapi. Karena, kambing tidak membutuhkan lahan yang luas, serta pakan yang ribet. Beberapa kambing bahkan bisa diberi makan dengan rumput hijau saja.

Kerugian 

Ada keuntungan pasti ada kerugiannya, berikut ini kerugian yang biasa dialami oleh para peternak.

1. Bau kambing yang sangat mengganggu

Kerugian menjadi peternak hewan berkaki empat yang satu ini adalah, sering mendapatkan penolakan dari masyarakat sekitar. Penolakan tersebut lantaran bau kambing yang sangat menyengat yang sangat mengganggu penciuman warga.

Oleh sebabnya, kamu perlu mencari lahan yang jauh dari pemukiman warga agar tidak mengalami penolakan.

2. Mudah terserang penyakit 

Kambing ternyata termasuk hewan ternak yang mudah terserang penyakit. Salah satu penyakit yang sering menjangkiti adalah flu dan cacingan. Kalau flu diakibatkan dari perubahan cuaca yang gak menentu, sedangkan cacingan bisa disebabkan karena pakan yang tidak higienis.

Jenis-jenis kambing 

Sebelum memulai usaha ternak kambing, ada baiknya kamu mengetahui jenis-jenis kambing yang pasaran di Indonesia. Ada yang asli lokal ada juga yang hasil perkawinan silang.

1. Kambing Etawa

Kambing etawa sebenarnya bukan berasal dari Indonesia, melainkan hasil silang antara kambing lokal dengan kambing jamnapari yang berasal Kota Etawah, India.

Persilangan ini dilakukan pada masa penjajahan Belanda dahulu, sekitar tahun 1930-an. Saat itu, kambing jamnapari disilangkan dengan kambing lokal berjenis kacang di Purworejo. Tapi setelah kemerdekaan, Presiden Soekarno juga kembali membawa kambing jamnapari dari India, namun kali ini disilangkan dengan kambing lokal dari Lumajang.

Kelebihan kambing etawa dari kambing-kambing lainnya adalah postur tubuhnya yang lebih besar dan tebal. Bobotnya untuk yang jantan biasanya mencapai 85 kilogram dan yang betina 80 kilogram.

Selain dagingnya, susu kambing etawa juga dicari-cari. Diyakini, kandungan protein dan kalsiumnya tinggi, jadi sehat untuk dikonsumsi, sama seperti susu sapi.

2. Kambing Jawa Randu 

Kambing yang ini merupakan hasil dari persilangan kambing etawa dan kacang. Oleh karenanya, secara fisik sedikit lebih mirip dengan kambing kacang, tapi memiliki bobot yang lebih besar.

Kambing jenis ini juga gak cuma dimanfaatkan dagingnya saja, tapi juga bisa diperah susunya. Satu ekor kambing bahkan bisa menghasilkan 1,5 liter susu per harinya. Bobotnya bisa mencapai 40 kilogram, dan pas untuk dijadikan hewan kurban atau acara akikah.

3. Kambing Kacang

Kambing yang paling ngetren dan paling sering dijadikan hewan ternak di Indonesia adalah kambing berjenis kacang. Kambing ini memiliki ciri fisik kecil bila dibandingkan dengan etawa, tapi dagingnya juga lumayan tebal. Beratnya mencapai 30 kilogram dengan bulu yang tipis di tubuhnya, kecuali bagian janggutnya.

4. Kambing Gibas

Kambing gibas juga belakangan jadi hewan ternak yang banyak diminati. Fisiknya hampir mirip dengan domba karena bulunya yang tebal, sementara bentuk tubuhnya lebih besar seperti jenis etawa.

Mereka bisa diternak di berbagai daerah, mulai dari pegunungan sampai di daerah panas. Bobot maksimal untuk yang jantan bisa mencapai 45 kilogram dan yang betina mencapai 30 kilogram.

Panduan dan cara ternak kambing yang menguntungkan  

Beternak hewan kambing sebenarnya sangat menggiurkan dari segi keuntungan, jadi sangat pas bila dijadikan peluang usaha. Sayangnya, masih banyak yang belum tahu, bagaimana sih cara memulainya, dan apa saja yang harus dipersiapkan.

1. Siapkan lahan 

Kambing membutuhkan ruang gerak yang luas, disesuaikan dengan tubuhnya. Maka kamu perlu mencari lahan dulu yang kemudian nantinya bakal diisi oleh kandang, serta beberapa ekor kambing.

Carilah lahan yang jauh dari pemukiman warga agar tidak terganggu dengan aktivitas ternak dan bau kambing yang khas. Idealnya, jarak antara peternakan dengan pemukiman warga adalah sekitar 10 meter.

2. Bikin kandang kambing modern 

Desain kandang kambing modern sekarang memiliki bentuk seperti rumah panggung, artinya, kandang tidak menyatu secara langsung dengan tanah. Material kandang didominasi dengan bahan kayu sehingga harganya cukup terjangkau.

Sementara untuk ukuran kandang kambing disesuaikan dengan jumlah kambingnya. Biasanya satu ekor kambing dewasa membutuhkan ruang 1,5×1,5 meter.

3. Pilih bibit kambing 

Bibit kambing yang ideal adalah yang berusia 8 bulan sampai 1 tahun. Pilih bibit yang sesuai dengan bujet, kalau bujet pas-pasan bisa pilih bibit kambing jawa atau kacang, tapi kalau kamu punya bujet lebih bisa membeli bibit kambing etawa atau gibas. Idealnya ternak kambing skala kecil memiliki 2 ekor kambing jantan, dan 3 ekor kambing betina.

4. Pilih pakan kambing yang berkualitas 

Pakan kambing sebenarnya tidak terlalu ribet, mereka bisa makan apa saja terutama tumbuh-tumbuhan hijau, seperti rumput, daun turi, daun singkong, serta sayuran sisa.

Sebelum diberikan ke kambing, pastikan kalau tumbuh-tumbuhan itu dijemur dulu selama kurang lebih 2 jam untuk mengurangi kemungkinan racun yang menempel.

Selain rerumputan, kambing juga perlu vitamin dan konsentrat yang berfungsi mempercepat penggemukannya.

5. Pengembangbiakkan

Yang selanjutnya adalah, pengembangbiakkan dengan cara mengawinkan kambing betina dan jantan. Umur ideal kambing yang siap kawin adalah berumur 12 bulan.

Cara mengetahui kambing siap kawin, kamu harus melihat tanda-tanda dari fisik kambing. Biasanya, kambing yang siap kawin akan sering menggerak-gerakkan ekornya, kambing terlihat gelisah, nafsu makannya berkurang.

Setelah melihat tanda-tanda itu, satukan kambing jantan dan betina di dalam satu kandang untuk proses perkawinan. Lama masa kandungan kambing betina adalah sekitar 5-6 bulan.

6. Masa panen 

Kambing bisa dijual dan siap dipotong apabila usianya sudah mencapai satu tahun. Harga kambing 2019 beragam, mulai dari Rp 1,8 juta sampai Rp 3 jutaan. Harga jual ditentukan berdasarkan besar kecilnya ukuran tubuh kambing dan jenisnya.

Ternak kambing modal 10jt 

Kita mencoba melakukan itung-itungan kasar berapa sih kira-kira modal yang harus dipersiapkan untuk membangun sebuah peternakan kambing kecil, dengan jumlah kambing lima ekor.

Kebutuhan Ternak Kambing Biaya
Kandang modern, di Lazada ada yang menjual untuk ukuran 2×2 meter Rp 3.000.000
Harga bibit kambing usia 3-5 bulan @Rp 600.000 Rp 3.000.000
Harga pakan rumput hijau per bulan Rp 1.000.000
Vitamin ternak dan obat cacing per bulan Rp 1.000.000
Biaya pegawai jika ada Rp 1.500.000
Biaya lain-lain (listrik, kebersihan, dll) Rp 1.000.000
Total Rp 10.500.000

Kalau ditotal-total biayanya sekitar Rp 10 jutaan saja. Tapi estimasi biaya itu masih hitungan kasar dan dengan kondisi kamu memiliki lahan sendiri. Kalau kamu belum punya dan berencana untuk menyewa, tentu modal untuk ternak kambing bakal bertambah.

Itulah cara dan modal ternak kambing yang perlu kamu persiapkan sebelum memutuskan untuk beternak. Agar lebih mantap lagi, tidak ada salahnya untuk belajar ke peternak-peternak kambing yang sudah sukses duluan.