Ternyata Segini Penghasilan Gojek di Jakarta dalam Sebulan

Pernahkah terpikir olehmu berapa besar penghasilan Gojek driver dalam sebulannya?

Beberapa kali pengemudi ojek online berdemonstrasi menuntut kenaikan tarif. Dilansir dari Detik, unjuk rasa terbaru kembali digelar Januari lalu. Ratusan pengemudi ojek online, termasuk Gojek, menggeruduk kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menuntut kejelasan payung hukum dan zonasi tarif. 

Para driver meminta tarif disesuaikan per provinsi bukan per zona seperti dalam Kepmen 348 yang mengatur Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor Yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat.

Meski begitu, menjadi pengemudi ojek online tetap memiliki daya pikat tersendiri. Hal ini terbukti dari banyaknya warga yang alih profesi atau sekadar menjadikan ojek online sebagai sumber pendapatan tambahan. Hingga akhir November 2019 saja jumlah pengemudi Gojek sudah mencapai angka 2,5 juta orang.

Jadi, apakah menjadi pengemudi ojek online menguntungkan atau malah bikin buntung?

Menjawab rasa penasaranmu, Lifepal akan mengupas rincian penghasilan Gojek driver dalam satu bulan.

Tarif pengemudi Gojek

Penghasilan Gojek
(Image: Kupastuntas)

Saat ini aplikator ojol, sesuai arahan Kementerian Perhubungan, telah menaikan Tarif Batas Bawah (TBB) Rp250 per km menjadi Rp2250 per km. Sedangkan tarif batas atas (TBA) naik Rp150 per km menjadi Rp2650 per km, khusus untuk Zona 2 (Jabodetabek). 

Adapun, TBB sebelumnya berada di angka Rp2.000, dan TBA sebesar Rp2.500. Dengan naiknya tarif ini, maka tarif flat perjalanan per 4 km juga naik menjadi Rp9.000 hingga Rp10.500 per km. Begitu juga dengan biaya jasa atau perjalanan minimal empat kilometer naik dari Rp8.000 hingga Rp10 ribu, menjadi Rp9.000 hingga Rp10.500.

Tarif pengemudi ini turun drastis jika dibandingkan saat awal kemunculan Gojek yang mencapai angka Rp3.000 hingga Rp4.000 per kilometernya.

Perhitungan poin dan bonus

Selain komisi utama, pengemudi Gojek juga bisa mengumpulkan poin dan mendapatkan bonus. Poin yang diperoleh dapat dikonversikan ke dalam uang tunai dengan rincian sebagai berikut.

Poin (data per 26 Desember 2019).

  • 12 poin = Rp10.000
  • 16 poin = Rp30.000
  • 20 poin = Rp40.000
  • 24 poin = Rp50.000
  • 30 poin = Rp70.000

Ada banyak cara mendapatkan poin, beberapa di antaranya:

  • 1 poin dasar dan 2 poin tambahan setiap penyelesaian Go-Send, Go-Ride, dan Go-Med  pukul 16.00-20.00 WIB hari kerja di area Jabodetabek tertentu.
  • Komisi tambahan senilai Rp3.000 untuk order Go-Send, Go-Ride, dan Go-Med pukul 23.00-05.00 WIB
  • 20 poin dengan performa minimal 40 persen untuk mendapat bonus harian hingga Rp90.000.

Untuk mendapatkan bonus, pengemudi Gojek harus menyelesaikan order dengan tingkat penyelesaian tertentu, tergantung pada daerahnya masing-masing.

Selain itu, para pengemudi juga harus menjaga performa rating mereka. Pasalnya, pengemudi dengan rating di bawah 4,5 akan terancam putus mitra.

Simulasi perhitungan penghasilan Gojek di Jakarta

Dengan penetapan tarif dan poin di atas, maka dapat diperkirakan perhitungan penghasilan pengemudi Gojek adalah:

Jika Bapak Malik sebelum masa Pandemi mengambil order Go-Ride dengan jarak 8 km di daerah Sarinah, Jakarta, pada Senin pukul 18.00 WIB, maka pendapatan kotor Bapak Agung adalah sebagai berikut:

Komisi bruto jarak 8 km = Rp21.200

Poin yang didapatkan = 1 poin dasar + 2 poin (bonus poin untuk order jam 16.00-20.00 WIB di area tertentu).

Total pendapatan kotor Bapak Agung adalah Rp21.200 dan 3 poin.

Melalui wawancara singkat yang dilakukan oleh Lifepal kepada beberapa pengemudi Gojek, berikut ini rincian penghasilan beberapa pengemudi tiap bulannya.

Contoh kasus 1

Empat bulan menjadi pengemudi Gojek, Pak Ruchiyat mengaku tak banyak mengantongi untung. Meski begitu, penghasilan yang dia dapatkan dinilai masih lebih besar daripada menjadi pedagang buah, profesinya terdahulu.

Pak Ruchiyat bekerja menarik penumpang hampir tanpa hari libur pukul 09.00 pagi hingga 08.00 malam. Pak Ruchiyat biasa menunggu penumpang di sekitaran Kemayoran hingga Tanah Abang.

Menurutnya, mendapatkan penumpang kini tak semudah saat awal ia bergabung. Banyaknya pengemudi ojek online lain, baik dari satu perusahaan maupun perusahaan berbeda, tentu menambah persaingan.

Ia perlu mengeluarkan uang hingga Rp50 ribu per hari untuk mengisi bensin, Rp60 ribu per bulan untuk Internet, dan Rp30 ribu per bulan untuk pulsa telepon. Total modalnya pun menjadi sekitar Rp1,6 juta per bulan.

Dalam sehari, Pak Ruchiyat paling banyak mendapatkan 10 penumpang. Dengan rata-rata order 7-10 kilometer, total pendapatan kotor harian berkisar antara Rp140 ribu hingga Rp200 ribu atau Rp4,2 juta – Rp6 juta per bulan.

Dengan potongan bagi hasil 20 persen dan biaya harian maupun bulanan yang perlu dikeluarkan, Pak Ruchiyat bisa mengantongi sekitar Rp1,7 juta hingga Rp3,2 juta belum termasuk bonus dan komisi dari fitur Gojek lain, seperti Go-Send atau Go-Food.

[Baca: 5 Profesi Baru yang Bisa Dilirik Driver Ojek Online]

Contoh kasus 2

Berbeda dengan Pak Ruchiyat, Pak Agus yang telah hampir empat tahun menjadi pengemudi, mengaku cukup untung dengan profesinya ini. Dalam sehari Pak Agus bisa mendapatkan hingga 17 penumpang.

Pak Agus bekerja dari pukul 05.00 pagi hingga 09.00 malam. Walau bekerja setiap hari, Pak Agus mengaku hari Senin-Jumat jauh lebih ramai penumpang dibandingkan Sabtu dan Minggu.

Urusan bensin, Pak Agus mengaku cukup irit dengan motor Beat-nya yang hanya perlu Rp25 ribu per hari. Pengeluaran lain seperti pulsa dan Internet, Pak Agus memerlukan sekitar Rp80 ribu per bulannya. Modal bulanannya pun menjadi Rp830 ribu per bulan.

Total pendapatan kotor Pak Agus dapat mencapai Rp7,1 juta hingga Rp10,2 juta per bulannya. Dengan potongan 20 persen per kilometer ditambah modal bulanan yang perlu ia keluarkan, Pak Agus mendapatkan sekitar Rp4,8 juta hingga Rp7,3 juta per bulan, belum termasuk biaya “jajan” motor dan bonus dari performa sebagai pengemudi.

[Baca: Pinjaman Dana Tunai untuk Ojek dan Taksi Online, Bisa Gak Ya?]

Contoh kasus 3

Sebagai seorang karyawan swasta yang merangkap jadi pengemudi paruh waktu, Pak Subur hanya bekerja dari pukul 05.00 sore-11.00 malam. Rata-rata ada 5 penumpang tiap hari yang ia antarkan.

Menjadi pengemudi Gojek paruh waktu, Pak Subur mampu mendapatkan penghasilan kotor sekitar Rp70.000 per hari atau sekitar Rp1,5 juta per bulan (Pak Subur tidak bekerja pada Sabtu dan Minggu).

Jadi, mampukah penghasilan Gojek driver melebihi Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta yang kini berada di angka Rp3,6 juta?

Dari ketiga contoh kasus di atas, penghasilan Gojek driver sangat bergantung dari banyak faktor. Mulai dari biaya “jajan” motor, pengeluaran pribadi pengemudi, lamanya bekerja, hingga lokasi yang dipilih pun bisa memengaruhi uang yang didapatkan.

[Baca: Gini Cara Daftar Ojek Online Buat Nambah Penghasilan]

Walau ternyata tak sedikit pengemudi yang sulit mencapai batas UMP, menembus angka jauh di atas tiga juta bukan tak mungkin diraih para pengemudi Gojek. Modal uang, waktu, dan tenaga jadi sepadan dengan penghasilan yang didapatkan.

Salam Satu Aspal!