Ternyata Segini Penghasilan Gojek di Jakarta dalam Sebulan

Ternyata Segini Penghasilan Gojek di Jakarta dalam Sebulan

Pernahkah terpikir olehmu berapa besar penghasilan Gojek driver dalam sebulannya? Banyak orang rela resign dari pekerjaannya dan mencari peruntungan menjadi driver gojek sebagai sumber mata pencaharian utama.

Selain itu, profesi ini juga banyak dilakoni sebagai sumber pendapatan tambahan. Meskipun penghasilan Gojek tidak semenggiurkan di masa awal kemunculan, tetapi tetap banyak orang yang memilihnya sebagai mata pencaharian. 

Lalu, apakah menjadi pengemudi ojek online menguntungkan atau malah bikin buntung? Menjawab rasa penasaranmu, Lifepal akan mengupas rincian penghasilan Gojek driver dalam satu bulan.

Tarif pengemudi Gojek

Besaran tarif pengemudi Gojek ditentukan oleh dua hal, antara lain:

  • Lokasi driver yang berbeda-beda di masing-masing kota seluruh Indonesia. Misalnya saja tarif per kilometer (argo) di wilayah Jabodetabek akan berbeda dengan wilayah Bandung.
  • Jam operasional driver. Ada jam khusus di mana seorang driver Gojek bisa mendapatkan penghasilan lebih besar seperti saat malam, jam sibuk, dan turun hujan

Saat ini aplikator ojol, sesuai arahan dari Kementerian Perhubungan yang resmi diberlakukan sejak bulan Maret 2020 telah menaikan Tarif Batas Bawah (TBB) dari Rp2.000/kilometer menjadi Rp2.250/kilometer.

Sementara untuk Tarif Batas Atas (TBA) yang baru mengalami kenaikan dari Rp2.500/kilometer ke Rp2.650 (khusus zona 2 Jabodetabek). Penyesuaian tarif ini juga turut mengubah tarif lainnya termasuk ongkos kirim layanan pesan antar makanan dan paket jarak pendek. 

Tarif pengemudi ini turun drastis jika dibandingkan saat awal kemunculan Gojek yang mencapai angka Rp3.000 hingga Rp4.000 per kilometernya. Taj hanya itu, para driver juga harus membagi penghasilan ini dengan perusahaan dalam persentase 80:20. 

Perhitungan poin dan bonus

Selain komisi utama, pengemudi Gojek juga bisa mengumpulkan poin dan mendapatkan bonus. Poin yang diperoleh dapat dikonversikan ke dalam uang tunai dengan rincian sebagai berikut.

  • 12 poin = Rp10.000
  • 16 poin = Rp30.000
  • 20 poin = Rp40.000
  • 24 poin = Rp50.000
  • 30 poin = Rp70.000

Ada banyak cara mendapatkan poin, beberapa di antaranya:

  • 1 poin dasar dan 2 poin tambahan setiap penyelesaian Go-Send, Go-Ride, dan Go-Med  pukul 16.00-20.00 WIB hari kerja di area Jabodetabek tertentu.
  • Komisi tambahan senilai Rp3.000 untuk order Go-Send, Go-Ride, dan Go-Med pukul 23.00-05.00 WIB
  • 20 poin dengan performa minimal 40 persen untuk mendapat bonus harian hingga Rp90.000.

Untuk mendapatkan bonus, pengemudi Gojek harus menyelesaikan order dengan tingkat penyelesaian tertentu, tergantung pada daerahnya masing-masing. 

Para driver dapat mengklaim poin harian guna meningkatkan penghasilan Gojek, driver harus minimal 55 persen performa yang dihitung dari penilaian berupa bintang dari pelanggan. 

Maka dari itu, pengemudi juga harus menjaga performa rating mereka. Pasalnya, pengemudi dengan rating di bawah 4,5 akan terancam putus mitra.

Simulasi perhitungan penghasilan Gojek di Jakarta

Dengan penetapan tarif dan poin di atas, maka dapat diperkirakan perhitungan penghasilan pengemudi Gojek adalah:

Jika Bapak Malik sebelum masa Pandemi mengambil order Go-Ride dengan jarak 8 km di daerah Sarinah, Jakarta, pada Senin pukul 18.00 WIB, maka pendapatan kotor Bapak Agung adalah sebagai berikut:

Komisi bruto jarak 8 km = Rp21.200

Ternyata Segini Penghasilan Gojek di Jakarta dalam Sebulan
Ternyata Segini Penghasilan Gojek di Jakarta dalam Sebulan

Poin yang didapatkan = 1 poin dasar + 2 poin (bonus poin untuk order jam 16.00-20.00 WIB di area tertentu).

Total pendapatan kotor Bapak Agung adalah Rp21.200 dan 3 poin.

Melalui wawancara singkat yang dilakukan oleh Lifepal kepada beberapa pengemudi Gojek, berikut ini rincian penghasilan beberapa pengemudi tiap bulannya.

Contoh kasus 1

Empat bulan menjadi pengemudi Gojek, Pak Ruchiyat mengaku tak banyak mengantongi untung. Meski begitu, penghasilan yang dia dapatkan dinilai masih lebih besar daripada menjadi pedagang buah, profesinya terdahulu.

Pak Ruchiyat bekerja menarik penumpang hampir tanpa hari libur pukul 09.00 pagi hingga 08.00 malam. Pak Ruchiyat biasa menunggu penumpang di sekitaran Kemayoran hingga Tanah Abang.

Menurutnya, mendapatkan penumpang kini tak semudah saat awal ia bergabung. Banyaknya pengemudi ojek online lain, baik dari satu perusahaan maupun perusahaan berbeda, tentu menambah persaingan.

Ia perlu mengeluarkan uang hingga Rp50 ribu per hari untuk mengisi bensin, Rp60 ribu per bulan untuk Internet, dan Rp30 ribu per bulan untuk pulsa telepon. Total modalnya pun menjadi sekitar Rp1,6 juta per bulan.

Dalam sehari, Pak Ruchiyat paling banyak mendapatkan 10 penumpang. Dengan rata-rata order 7-10 kilometer, total pendapatan kotor harian berkisar antara Rp140 ribu hingga Rp200 ribu atau Rp4,2 juta – Rp6 juta per bulan.

Dengan potongan bagi hasil 20 persen dan biaya harian maupun bulanan yang perlu dikeluarkan, Pak Ruchiyat bisa mengantongi sekitar Rp1,7 juta hingga Rp3,2 juta belum termasuk bonus dan komisi dari fitur Gojek lain, seperti Go-Send atau Go-Food.

Contoh kasus 2

Berbeda dengan Pak Ruchiyat, Pak Agus yang telah hampir empat tahun menjadi pengemudi, mengaku cukup untung dengan profesinya ini. Dalam sehari Pak Agus bisa mendapatkan hingga 17 penumpang.

Pak Agus bekerja dari pukul 05.00 pagi hingga 09.00 malam. Walau bekerja setiap hari, Pak Agus mengaku hari Senin-Jumat jauh lebih ramai penumpang dibandingkan Sabtu dan Minggu.

Urusan bensin, Pak Agus mengaku cukup irit dengan motor Beat-nya yang hanya perlu Rp25 ribu per hari. Pengeluaran lain seperti pulsa dan Internet, Pak Agus memerlukan sekitar Rp80 ribu per bulannya. Modal bulanannya pun menjadi Rp830 ribu per bulan.

Total pendapatan kotor Pak Agus dapat mencapai Rp7,1 juta hingga Rp10,2 juta per bulannya. Dengan potongan 20 persen per kilometer ditambah modal bulanan yang perlu ia keluarkan, Pak Agus mendapatkan sekitar Rp4,8 juta hingga Rp7,3 juta per bulan, belum termasuk biaya “jajan” motor dan bonus dari performa sebagai pengemudi.

Contoh kasus 3

Sebagai seorang karyawan swasta yang merangkap jadi pengemudi paruh waktu, Pak Subur hanya bekerja dari pukul 05.00 sore-11.00 malam. Rata-rata ada 5 penumpang tiap hari yang ia antarkan.

Ternyata Segini Penghasilan Gojek di Jakarta dalam Sebulan
Ternyata Segini Penghasilan Gojek di Jakarta dalam Sebulan

Menjadi pengemudi Gojek paruh waktu, Pak Subur mampu mendapatkan penghasilan kotor sekitar Rp70.000 per hari atau sekitar Rp1,5 juta per bulan (Pak Subur tidak bekerja pada Sabtu dan Minggu).

Jadi, mampukah penghasilan Gojek driver melebihi Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta yang kini berada di angka Rp3,6 juta?

Dari ketiga contoh kasus di atas, penghasilan Gojek driver sangat bergantung dari banyak faktor. Mulai dari biaya “jajan” motor, pengeluaran pribadi pengemudi, lamanya bekerja, hingga lokasi yang dipilih pun bisa memengaruhi uang yang didapatkan.

Walau ternyata tak sedikit pengemudi yang sulit mencapai batas UMP, menembus angka jauh di atas tiga juta bukan tak mungkin diraih para pengemudi Gojek. Modal uang, waktu, dan tenaga jadi sepadan dengan penghasilan yang didapatkan.

Punya mobilitas tinggi, pertimbangkan punya asuransi kendaraan

Sepeda motor merupakan aset penting jika kamu bekerja sebagai kurir. Jika kamu menggunakan kendaraan pribadi, maka penting untuk melindungi kendaraan dengan asuransi motor. Apalagi pekerjaan kurir mengharuskan melakukan mobilitas yang tinggi. 

Asuransi motor adalah produk asuransi untuk sepeda motor dengan manfaat ganti rugi jika terjadi kehilangan atau kerusakan. Biasanya, manfaat pertanggungan populer adalah TLO (total loss only), meski tersedia pula manfaat all risk.

Selain memberikan perlindungan dan rasa aman, manfaat yang bisa kamu dapatkan dari asuransi kendaraan adalah pengurangan pengeluaran biaya tak terduga ketika mengendarai kendaraan saat bekerja. 

Temukan asuransi motor terbaik yang melindungi kamu dari risiko pekerjaan menggunakan kendaraan roda dua di Lifepal. Selain motor, tersedia juga asuransi mobil dari berbagai perusahaan asuransi. Sebagai broker asuransi terdepan di Indonesia, Lifepal akan memberikan kemudahan untuk membeli dan memilih asuransi  yang tepat sesuai dengan kebutuhan. 

Lifepal menyediakan proteksi dari beberapa perusahaan asuransi kendaraan ternama.Selain itu, terdapat pula asuransi untuk beberapa merek motor, seperti Honda, dan Yamaha. 

Pertanyaan seputar penghasilan Gojek