Tips Bisnis Online: 5 Cara Jitu Mengambil Hati Pelanggan Perempuan

Membuka bisnis online dengan target pasar perempuan adalah hal yang tepat. Pasalnya sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perempuan lebih sering belanja online dibanding laki-laki. Hal ini lantaran para laki-laki cenderung ingin menyentuh dan melihat langsung produk yang ingin mereka beli.

Selain itu, dilansir dari payment sense, perempuan lebih suka berburu diskon dan promo dibanding laki-laki. Dengan kata lain, perempuan dapat menjadi target pasar yang ideal karena kegemaran mereka berbelanja online. Meski begitu, faktanya gak semua bisnis online berjalan mulus. Sekalipun berjualan produk yang sejenis, pengusaha A dan pengusaha B bisa mendapatkan untung yang berbeda drastis.

Perlu strategi yang tepat biar tidak bernasib sama dengan perusahaan B. Simak tips jitu mengambil hati pelanggan perempuan sebagai target pemasaran.

1. Respon cepat dengan pelayanan maksimal

Perempuan selalu tergiur belanja online (Ilustrasi by Shutterstock).

Urusan belanja online, perempuan bisa bertindak sebagai periset yang jitu. Bukan gak mungkin pada satu jenis produk, ia sudah memiliki lebih dari satu sasaran toko online. Selain harga, biasanya perempuan juga suka membandingkan layanan antar toko.

Gak sedikit yang lebih rela membayar sedikit lebih mahal tapi mendapat pelayanan jempolan. Apalagi jika semua pertanyaan yang diajukan dijawab secara jelas dengan sabar. Berbeda dengan pria yang tak banyak berbincang-bincang dengan pembeli.

2. Tampilkan foto produk resolusi tinggi

Foto produk menarik, semakin membuat perempuan ingin berbelanja (Ilustrasi by Shutterstock).

Dalam bisnis online, foto produk adalah hal yang sangat krusial. Sekalipun produknya sama, toko dengan foto yang berkualitas tinggi yang cenderung lebih dilirik. Dalam membuat foto produk, sebaiknya gunakan kamera dengan resolusi tinggi serta berada pada sumber pencahayaan yang tepat.

Selain itu, lakukan penataan background atau aksesoris untuk menambah daya tarik. Foto produk juga sebaiknya diambil dari pelbagai sudut pandang untuk memudahkan calon pembeli “merasakan” produk. Strategi lainnya adalah dengan menggunakan model untuk semakin menunjukkan fungsi dan aplikasi produk yang dijual.

3. Deskripsi produk yang lengkap

Sebelum belanja, wanita selalu perhatikan detail barang yang akan dibeli (Ilustrasi by Shutterstock).

Meski doyan belanja, perempuan sangat berhati-hati dengan uang yang mereka keluarkan. Sebelum benar-benar membeli, mereka akan berkali-kali memastikan produk sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka.

Oleh sebab itu, berikanlah deskripsi produk secara lengkap dan jelas untuk menepis keraguan calon pembeli. Cara ini juga akan mengurangi pertanyaan berulang dari para pembeli.

4. Tampilkan atau sediakan fitur testimoni konsumen

Sebelum membeli, perempuan umumnya menyempatkan waktu untuk melihat rating atau testimoni para pelanggan lain (Ilustrasi by Shutterstock).

Pengaruh testimoni sangatlah kuat. Sebelum membeli, perempuan umumnya menyempatkan waktu untuk melihat rating atau testimoni para pelanggan lain. Testimoni asli dari para pembeli terkadang lebih ampuh memikat ketertarikan pelanggan dibanding testimoni para artis dengan sistem endorsement.

Kamu bisa mengajak teman atau kerabat untuk memberi testimoni setelah mencoba/menggunakan produk yang kamu jual. Namun, pastikan testimoni yang diberikan bersifat jujur. Sebab, kritik dan saran konsumen bisa menjadi “bumbu” inovasi dan perbaikan yang berguna buatmu.

5. Marak promo

Promo dan diskon kerap mampu mengubah keinginan jadi tampak bagai kebutuhan (Ilustrasi by Shutterstock).

“Beli deh, mumpung diskon”

Hayo, siapa yang pernah punya pemikiran serupa? Promo dan diskon kerap mampu mengubah keinginan jadi tampak bagai kebutuhan. Apalagi buat perempuan yang dinilai lebih mudah terayu promo dibanding laki-laki.

Kamu bisa menerapkan strategi promo rutin pada periode-periode tertentu untuk membuat konsumen semakin setia. Misalnya, payday sale atau diskon pada hari-hari penting lainnya.

Selain 5 strategi di atas, perhatikan pula mengenai kualitas produk. Sebab, sebaik apa pun teknik pemasaran yang dilakukan, jika barang yang dijual tak bernilai, cepat atau lambat pembeli akan ogah melirik kembali. (Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →