Inilah Tips Hidup Hemat untuk Kesuksesan Finansial

manfaat cetak rekening koran bni

Tips hidup hemat kerap diartikan kurang tepat sebagaimana kondisi ini bukan berarti pelit melainkan bagaimana caranya mengatur pengeluaran sehingga pendapatan yang didapatkan tidak hilang dalam waktu sekejap saja.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk hidup hemat. Hidup hemat dilakukan bukan tanpa alasan. Tujuannya agar Anda bisa menyimpan sisa kelebihan pengeluaran untuk keperluan atau kebutuhan lain seperti proteksi, investasi hingga persiapan finansial di masa depan.

Hidup hemat bisa dijalani dengan mudah jika sudah terbiasa dengan melakukan segala hal secara mandiri hingga menerapkan beberapa prinsip sederhana dengan tujuan menghemat pengeluaran. Kira-kira apa saja ya caranya? Berikut adalah penjelasan lengkapnya;

1. Menghemat Pengeluaran dengan Memasak

Menghemat pengeluaran dengan memasak

Biaya konsumsi umumnya merupakan salah satu pos anggaran paling besar. Karena setidaknya Anda perlu asupan gizi dan nutrisi yang seimbang setiap hari dengan menu empat sehat lima sempurna.

Untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi yang seimbang kerap kali tidak mudah dan murah. Itulah mengapa Anda perlu menyiasatinya dengan memasak di rumah. Tak masalah jika Anda memasak untuk bekal di sekolah, kampus ataupun kantor.

Sebagai perbandingan, di Jakarta untuk satu porsi makan biayanya sekitar Rp20 ribu. Artinya jika kebutuhan porsi makan Anda sebanyak tiga kali dalam sehari, setidaknya Anda perlu mengeluarkan uang sebesar Rp60 ribu perhari.

Berbeda hasilnya jika Anda memasak di rumah. Dengan dana setengahnya atau sekitar Rp30 ribu, Anda sudah bisa menyiapkan sendiri sarapan, makan siang sekaligus makan malam yang sehat. Dengan nominal yang sama Rp60 ribu bisa saja cukup untuk makan berdua. Dengan begitu Anda bisa banyak menghemat dengan cara memasak sendiri di rumah.

Sebagai contoh dengan uang Rp30 ribu Anda bisa belanja

  • Tempe satu papan Rp3.000
  • Sayur sop siap masak Rp4.000
  • Kangkung 2 ikat Rp4.000
  • Minyak goreng seperempat kilogram Rp4.000
  • Cabai rawit, bawang merah dan bawang putih Rp5.000
  • Beras Rp10.000/kg

2. Menghemat Pengeluaran Listrik dan Air

menghemat pengeluaran listrik dan air

Soal energi, warga Indonesia termasuk yang harus sering diingatkan. Pasalnya kebiasaan menghamburkan energi kerap kali terjadi. Contoh kecil saja colokan listrik terkadang penuh terisi dengan berbagai macam charging handphone hingga charging laptop, padahal semua gadgetnya sudah terlepas.

Ambil contoh charging handphone yang terhubung rata-rata memiliki daya listrik sekitar 3 watt. Jika dikalkulasi pemakaiannya selama 1 bulan diperkirakan akan memakan 2,19 kwh atau sektiar Rp3.200 perbulan. Bayangkan jika semua keluarga punya kebiasaan tidak mencabut charging handphonenya. Akan semakin banyak pemakaian kwh listrik di rumah dengan kebiasaan boros seperti ini.

Kebiasaan inilah yang secara tidak disadari menyedot pengeluaran listrik sehingga Anda perlu membayar listrik lebih mahal karena hal-hal kecil. Penggunaan lampu dan listrik sangat berpengaruh terhadap upaya Anda untuk menjalani tips hidup hemat secara efektif.

Anda juga disarankan untuk menggunakan lampu hemat energi serta membatasi penggunaan mesin pendingin ruangan dengan melakukan pengaturan waktu sehingga bisa mati secara otomatis saat tidak sudah tidak digunakan.

Sebagai simulasi, untuk penggunaan listrik AC 1 pk rata-rata memiliki daya sektiar 840 watt. Jika AC dioperasikan selama 24 jam non stop dengan tarif dasar normal biaya yang dikeluarkan rata-rata sekitar Rp30.000/hari, perhitungan satu bulan sekitar Rp900 ribu, dan pemakaian selama satu tahun bisa mencapai Rp10 juta.

Bayangkan jika Anda bisa menghemat sepertiganya dari biaya tersebut.

3. Menghemat Pengeluaran Transportasi

Menghemat pengeluaran transportasi

Cara berhemat di kota besar sangat erat kaitannya dengan masalah transportasi. Ada beberapa yang mengakalinya dengan menggunakan sepeda atau sepeda motor bahkan beralih ke transportasi umum seperti Transjakarta, Commuter Line dan yang paling anyar adalah MRT.

Supaya bisa berhemat soal transportasi, Anda perlu mengkalkulasi terlebih dahulu perbedaan antara menggunakan angkutan umum dengan kendaraan pribadi. Hal ini juga sangat bertalian dengan jarak dan kenyamanan selama di perjalanan.

Sebagai contoh tarif bus dari Bogor ke Jakarta rata-rata sekitar Rp20.000 sekali jalan. Bandingkan dengan menggunakan KRL atau Commuter Line dari Bogor ke Manggarai hanya sekitar Rp5.000 saja. Jika dikalkulasikan selama hari kerja Anda membutuhkan Rp40.000 x 20 hari kerja dengan begitu Anda membutuhkan Rp800.000. Sedangkan dengan menggunakan KRL Anda bisa menghemat ongkos transportasi hingga Rp600.000.  

4. Menghemat Biaya Sewa Tempat Tinggal dengan Berbagi Bersama Teman

Menghemat biaya sewa tempat tinggal dengan berbagi bersama teman

Tempat tinggal atau rumah memang menjadi sebuah kebutuhan yang tak bisa ditawar lagi. Apalagi saat ini harga rumah kian melambung tinggi. Tidak masalah jika Anda belum memiliki dana untuk membeli secara kredit apalagi secara kontan, yang paling penting adalah bagaimana caranya bisa bertahan dengan tempat tinggal yang layak dengan cara hemat.

Salah satunya adalah dengan cara berbagi tempat tinggal bersama teman. Cara ini bisa dilakukan jika Anda masih lajang. Anda bisa mencari teman yang bisa diajak bekerja sama dalam suka dan duka apalagi jika tinggal di bawah satu atap yang sama.

5. Memprioritaskan Kebutuhan Dibandingkan Keinginan

Memprioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan

Salah satu kebiasaan yang sulit untuk ditolak adalah godaan diskon atau promo belanja. Bukan berarti Anda tidak boleh memanfaatkan promo dan diskon, akan tetapi ada saatnya Anda harus mengerem kebiasaan belanja hanya karena sedang ada diskon sementara Anda sendiri tidak membutuhkan barang yang dibeli.

Untuk itu, pastikan setiap bulan memiliki anggaran belanja yang jelas mulai dari kebutuhan pribadi hingga kebutuhan pakaian. Pertimbangkan dengan baik mana yang perlu diprioritaskan dan mana yang bisa ditunda di bulan berikutnya.

6. Belanja Sesuai dengan Rencana Pengeluaran

Belanja sesuai dengan rencana pengeluaran

Ketika belanja, ada baiknya menggunakan catatan kecil. Catatan kecil tersebut bisa berisi daftar barang belanjaan yang perlu dibeli. Pastikan Anda komitmen hanya membeli barang-barang yang sudah direncanakan saja.

Cara ini sangat efektif jika Anda ingin berhemat. Karena kerap kali biaya belanja menjadi membengkak karena membeli barang-barang yang tidak ada di dalam daftar barang belanjaan yang sudah direncanakan.

7. Mengurangi Pengeluaran Kecil atau Kegiatan di Luar Rumah

Mengurangi pengeluaran kecil atau kegiatan di luar rumah

Tidak ada larangan untuk bersenang-senang dengan menggunakan uang penghasilan sendiri. Justru Anda perlu mengalokasikan dan untuk bersenang-senang seperti berkumpul bersama keluarga, sahabat hingga merencanakan liburan.

Namun, ada kalanya beberapa pengeluaran kecil atau kegiatan kurang produktif secara tidak sadar masih tetap dilakukan. Misalnya kebiasaan nongkrong di cafe sepulang kerja. Meskipun tidak salah tetapi jika setiap hari dilakukan justru membuat pengeluaran tak terasa menjadi makin tinggi.

Jika sekali nongkrong Anda butuh uang Rp50.000 untuk membeli kopi, artinya dalam 10 hari saja Anda sudah membutuhkan uang nongkrong sekitar Rp500.000. Padahal jika diinvestasikan untuk membeli emas atau reksadana menjadi jauh lebih produktif dan menguntungkan.

Untuk itulah Anda perlu menguranginya agar tidak terlalu berlebihan. Misalnya Anda bisa mengagendakan nongkong di luar bareng teman khusus pada saat weekend saja sepulang kerja. Dengan begitu kegiatan sosialisasi bareng teman tetap bisa dilakukan.

8. Memiliki Resolusi Finansial di Masa Depan

Memiliki resolusi finansial di masa depan

Orang-orang yang memiliki tujuan finansial yang jelas biasanya lebih mudah untuk mengeksekusi tips hidup hemat. Ibaratnya seperti seorang anak kecil yang punya keinginan membeli mainan dengan cara menabung dari uang jajan. Ia harus menahan keinginannya demi mendapatkan sesuatu yang lebih besar.

Inilah yang juga perlu Anda terapkan setelah mendapatkan penghasilan sendiri. Tentukan resolusi finansial Anda secara jelas. Contohnya memiliki rumah sendiri di usia 35 tahun, umroh di usia 25 tahun, menikmati masa pensiun dengan uang kontrakan, dan lain sebagainya.

Caranya tentukan dulu targetnya. Contoh menyiapkan biaya umroh dalam 1 tahun. Katakanlah biaya umroh sekitar Rp25 juta. Artinya setiap bulan Anda perlu menyisihkan penghasilan sekitar Rp2,1 jutaan perbulan. Jika terlalu berat Anda bisa mengatur waktu misalnya menjadi 2 tahun dan seterusnya.

Dengan cara itulah Anda bisa mewujudkan sedikit demi sedikit impian Anda sehingga arah dan tujuan keuangan Anda juga menjadi jelas. Akan sangat berbeda ketika Anda sudah punya tujuan dibandingkan berhemat namun tanpa alasan yang kuat.

Menjalani tips hidup hemat akan menjadi kebiasaan yang baik jika sudah diajarkan sejak usia dini. Sehingga akan lebih mudah mencapai tujuan finansial dari awal. Kesuksesan finansial menjadi salah satu ciri sukses seseorang dalam mengelola keuangan.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →