Tips Investasi Emas bagi Pemula dan Tempat Resmi Membelinya

Tips investasi emas untuk pemula

Ada beberapa tips investasi emas yang perlu diketahui sebelum benar-benar menempatkan dana di komoditas tersebut. Apa saja tips-tips tersebut?

Kamu pasti pernah mendengar, “Don’t put all your eggs in one basket”. Orang yang melek investasi pasti akrab banget sama nasihat itu. Intinya, diversifikasi dalam berinvestasi adalah kunci untuk menghindari risiko.

Satu dari sekian cara diversifikas investasi adalah investasi emas. Logam mulia ini banyak disukai bukan karena sekadar kinclong, tapi juga nilainya yang terus merangkak naik dari waktu ke waktu.

Lifepal telah merangkum beberapa tips investasi emas yang kamu bisa jadikan pedoman agar terhindar dari salah langkah saat memilih produk kesukaan dan tempat membeli emas agar tidak tertipu oleh oknum yang mengaku sebagai penjual emas murni.

Tips investasi emas bagi pemula

Apa pun instrumen investasi yang dipilih wajib dipahami terlebih dahulu, termasuk emas. Berbeda dengan deposito yang merupakan produk pasar uang ataupun saham yang merupakan produk pasar modal, emas merupakan komoditas yang dipercaya masyarakat memiliki nilai tinggi.

Wajar saja permintaan terhadap emas itu tinggi yang berefek pada meningkatnya nilai jual komoditas itu sendiri. Bagi investor global, emas bukanlah pilihan investasi, melainkan pilihan solusi untuk melindungi nilai uang dari inflasi (hedging).

Contohnya, saat Covid-19 menjadi pandemi global tahun 2020 kemudian berefek pada ekonomi global, investor mengalihkan dananya dengan membeli emas. Akibatnya, harga emas naik.

Ketika pandemi mulai terkendali, investor menjual emasnya dan mengalihkan ke pasar modal. Harga emas pun turun karena permintaan turun.

Nah, bagi kamu para pemula yang menganggap emas itu pilihan investasi, berikut ini tips-tips yang perlu diketahui.

1. Apakah tujuan investasi emas untuk jangka pendek atau jangka panjang?

Pembelian emas sebaiknya bertujuan untuk meningkatkan nilainya dalam jangka panjang. Sebab keuntungan emas tidak bisa diperoleh dalam jangka pendek.

Jangka panjang ini bisa mencapai 5 tahun hingga 10 tahun. Perlu diketahui ada selisih atau spread yang cukup jauh antara beli emas hari ini dan jual besok.

Misalnya, beli emas hari ini di harga Rp800 ribu. Jual besok akan dikenai harga Rp750 ribu. Inilah alasannya berinvestasi emas untuk jangka pendek sebaiknya dihindari.

2. Cek harga emas dari waktu ke waktu

Harga emas per gramnya berubah dari waktu ke waktu. Di Indonesia harga emas cenderung naik. Kamu bisa memantau harga emas tersebut secara online.

Sebagai contoh, kamu bisa mengecek harga emas dalam 10 tahun terakhir di web Logam Mulia Antam. Dengan melakukan pemantauan, kamu memiliki gambaran berapa lama sebaiknya menyimpan emas dan kapan waktu yang tepat membelinya.

Walaupun begitu, perlu diingat, harga masa lalu tidak mutlak menjadi penentu harga di masa depan. Banyak faktor yang memengaruhi harga emas, seperti kebijakan The Fed (bank sentral Amerika Serikat), kondisi ekonomi global, supply and demand, inflasi, dan masih banyak lagi.

3. Beli emas di tempat resmi

Pastikan pembelian emas dilakukan di tempat resmi dan terpercaya. Hindari pembelian emas di tempat-tempat yang sama sekali tidak bisa dipastikan kredibilitasnya.

Untuk memastikan kredibilitas penjual emas, termasuk penjual online, kamu bisa mengecek namanya apakah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan (Bappebti).

Misalnya saja, kamu bisa membeli emas di PT Aneka Tambang, Tbk. (ANTM) dengan mendatangi kantor ataupun membelinya secara online di Logam Mulia Antam. Kamu akan diberikan sertifikat kalau membeli emas di Antam.

Kamu juga bisa mengambil opsi menabung emas dari Pegadaian. Pembelian bisa dibeli mulai dari 0,1 gram. Menabung emas di Pegadaian ini bisa dilakukan secara online.

4. Pastikan memiliki tempat penyimpanan yang aman

Menyimpan emas mirip-mirip dengan menyimpan uang. Penyimpanan emas harus hati-hati. Jangan sampai kita ceroboh yang berakibat pada hilangnya emas.

Memiliki brankas menjadi opsi untuk menyimpan emas secara aman. Kamu bisa juga memanfaatkan jasa safe deposit box yang disediakan bank ataupun Pegadaian. Tentu saja ada biaya dari pemanfaatan safe deposit box tersebut.

Pilihan berinvestasi emas

Sayangnya, orang kebanyakan tahunya berinvestasi emas itu berupa batangan atau perhiasan saja. Padahal, nun jauh di luar sana masih banyak jenis-jenis investasi emas yang bisa dipilih.

Sebagai bagian pertama dari tips investasi emas yang berfaedah, kenalan yuk dengan jenis-jenisnya yang kamu bisa pilih.

1. Emas batangan

Kalau yang satu ini rata-rata sudah tahu. Investasi emas jenis ini jadi favorit banyak orang. Gampang dibeli sekaligus gampang dijual. Bahkan bisa dapat untung jangka pendek jika harga emas lagi naik.

Alasan lain orang sukai emas batangan adalah karena ada jaminan. Tiap pembelian emas batangan selalu disertai sertifikat keaslian plus beratnya. Emas batangan produksi Antam biasanya paling mendominasi investasi jenis ini.

2. Emas perhiasan

Nilai lebih dari investasi emas perhiasan ada pada fungsinya yang bisa ‘dipakai’. Tak heran kalau kaum hawa paling doyan sama emas jenis ini.

Hanya yang perlu ditekankan, berinvestasi emas perhiasan baru bisa dirasakan keuntungannya dalam jangka panjang.  Pastikan saat menjualnya, harga emas bisa menutupi ongkos beli.

3. Koin emas

Koin emas ternyata banyak rupanya. Misalnya ada yang berupa koin emas cetakan, koin emas mata uang, koin emas kuno, dan lain-lain. Di Indonesia sendiri dikenal koin emas ONH (Ongkos Naik Haji) dan koin emas dinar produksi PT Antam.

Perlu diperhatikan, membeli koin emas dikenai pajak pertambahan nilai (PPN). Adanya pajak ini yang membuat orang kadang enggan memiliki.

Meski begitu, koin emas tetap punya daya tarik, khususnya bagi para kolektor. Mereka percaya suatu saat nanti, harga koin emas bakal lebih tinggi jika sudah berstatus barang langka.

Tempat resmi beli emas

Setelah memahami beragam jenis emas dan menentukan jenis emas mana yang akan menjadi media investasimu, Lifepal masih punya tips investasi emas berikutnya.

Berikut tempat membeli emas yang resmi supaya kamu terhindar dari penipuan saat bertransaksi.

1. Pegadaian

Banyak orang yang berniat melakukan investasi dalam bentuk emas menyambangi Pegadaian. Di Pegadaian, kamu dapat membeli emas dengan proses pembayaran tunai ataupun kredit.

Pegadaian dengan Outlet Galeri 24 memberikan fasilitas pembelian emas dalam bentuk tunai. Adapun kantor cabang pegadaian di daerah-daerah biasanya hanya melayani pembelian emas dengan proses kredit.

Kamu juga dapat membeli emas secara online melalui situs resmi Pegadaian.

Semua emas yang dijual Pegadaian berasal dari produsen emas terbesar di Indonesia, PT Aneka Tambang (Antam). Tidak hanya kemudahan dalam membeli emas, tetapi juga kemudahan dalam menjual emas dapat kamu temukan di Pegadaian. 

Pegadaian yang membeli emasmu dengan harga 97% dari harga pasar yang berlaku. Jumlah ini sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga pembelian kembali yang ditawarkan PT Antam sebesar 95% dari harga pasar.

2. Gedung Pusat Antam

Terdapat sebuah Butik Emas di Gedung Pusat Antam yang menjadi tempat pembelian dan penjualan emas. Gedung yang terletak di Jalan Simatupang, Jakarta, itu memang menawarkan harga yang sedikit lebih tinggi ketimbang harga yang ditawarkan di Unit Bisnis Antam.

Harga yang cenderung lebih tinggi ini nyatanya memengaruhi permintaan pembeli yang membuat Gedung Pusat Antam lebih sepi.

Akan tetapi, di situlah letak keuntungan untukmu. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan panjangnya antrean dan akan lebih merasa nyaman serta aman bertransaksi emas karena sepinya orang di sana.

Untuk harga jual kembali, harga yang ditawarkan Butik Emas sama dengan harga yang ditawarkan Unit Bisnis Antam, yakni sebesar 95% dari harga pasar.

3. Unit Bisnis Antam

Unit Bisnis Antam terletak di Pulogadung, Jakarta Timur. Harga jual yang ditawarkan merupakan harga jual termurah dibandingkan tempat penjual emas yang lain. Hal inilah yang membuat Unit Bisnis Antam ramai akan pembeli.

Karena terlalu overload, Unit Bisnis Antam memberikan kebijakan bahwa dalam satu hari hanya akan menerima pembeli sebanyak 150 orang saja. Pemeriksaan ketat di sana sini pun tak luput dilakukan.

Meskipun ramai pembeli, nyatanya harga penjualan kembali di sini besarannya sama dengan Gedung Pusat Antam, yakni sebesar 95% dari harga pasar, harga ini khusus untuk emas yang dibeli dari mereka sebelumnya.

PT Antam juga menyediakan fasilitas delivery order, di mana harga belinya akan disesuaikan dengan harga yang terdapat di Unit Bisnis Antam.

Meskipun begitu, pembeli akan dikenakan sejumlah biaya pengiriman yang sudah ditetapkan sesuai kebijakan perusahaan.

4. Cabang Antam

Cabang dan Butik Emas ternyata tersebar di beberapa daerah, lho. Beberapa di antaranya ada di Kota Bandung, Makassar, Surabaya, dan Palembang.

Bagaimana dengan harganya? Tenang saja, seluruh harga emas di cabang dan Butik Emas di semua daerah sama. 

Terkecuali dengan harga emas di Jakarta, ya. Harga emas yang dijual di daerah ternyata lebih tinggi sedikit daripada harga emas di Jakarta.

Meskipun begitu, hal tersebut tidaklah menyurutkan minat konsumen emas. Pembeli di daerah tercatat cukup banyak sehingga antrean panjang pun tak terhindarkan.

Oleh karena itu, ada baiknya kamu mencoba layanan delivery order untuk pembelian emas Antam agar terhindar dari antrean panjang.

5. Butik Emas Mobile

Selain cabang dan Butik Emas, PT Antam pun memiliki Bukti Emas Mobile sebagai salah satu layanan penjualan emas yang dilakukan dengan menggunakan kendaraan.

Butik ini dibuat dalam bentuk gerai di tempat-tempat keramaian.

Untuk jadwal waktu dan tempatnya, kamu bisa melihatnya di situs resmi Antam. Tidak seperti di cabang dan Butik Emas, Butik Emas Mobile biasanya menjual emas dengan jumlah terbatas.

Jadi, jangan heran kalau kamu sudah jauh-jauh datang gak taunya tetap gak kebagian emasnya juga.

Perihal harganya, Butik Emas Mobile menjual harga emas yang sama dengan harga emas di Butik Emas, Gedung Pusat Antam.

Sama halnya dengan harga, syarat dan ketentuan membeli di Butik Emas Mobile pun sama dengan Butik Emas, Gedung Pusat Antam.

6. Bank Syariah

Selain itu, ada juga bank-bank syariah yang memberikan layanan pembelian emas dengan transaksi pembelian emas menggunakan konsep syariah.

Bank syariah juga bisa memberikan layanan pembelian emas dengan pembayaran kredit atau cicilan setiap bulan. Perihal harga jual kembali, biasanya mereka akan mematok harga hingga 95% dari harga pasar.

7. Toko Emas

Toko emas, sekalipun kamu dapat menemukan emas perhiasan dan emas batangan di sini tapi ingat bahwa emas yang dijual PT Antam tentu saja berbeda dengan yang dijual di toko emas, lho.

Itulah alasannya mengapa harga emas yang dijual di toko emas jadi lebih mahal karena dibutuhkan sejumlah biaya dalam pembuatan dan pengolahan. Sebagian toko emas menjual lebih mahal karena adanya margin profit pribadi.

Berbanding terbalik dengan harga beli, harga jual kembali di toko emas biasanya jauh lebih rendah daripada harga belinya.

Dengan begitu, kamu beberapa kali akan mengalami kerugian akibat penjualan kembali tersebut. Terutama, jika harga pasar sedang turun sebab tidak ada ketentuan atau persentase tertentu dalam penjualannya.

Nah, itu dia tips investasi emas untuk kamu yang ingin mulai berkutat di dunia emas beserta tempat membelinya yang resmi.

Memang harus diakui, investasi emas menjadi favorit orang. Hanya jangan lupa sama nasihat di awal tulisan ini. Ketika niat berinvestasi, sangat disarankan jangan terlalu membabi buta sama di satu produk saja.

Betul investasi emas itu aman, tapi di luar sana masih banyak instrumen investasi yang tak kalah menarik. Jadi tidak ada salahnya jika kamu ingin mencoba investasi di luar emas untuk mendapatkan return yang lebih tinggi.

Tanya jawab seputar investasi emas