Tips Investasi Emas Biar Gak Ketipu, Cukup Lakukan 4 Hal Ini Aja

investasi emas

Investasi emas masih menjadi favorit masyarakat Indonesia. Namun, kamu tetap harus harus berhati-hati saat ingin menjalani investasi emas agar tak jadi korban penipuan. 

Investasi emas merupakan salah satu pilihan tepat. Pasalnya, emas merupakan ladang investasi favorit banyak orang karena dianggap paling aman (safe haven).

Alasannya, investasi emas memiliki keunggulan dari sisi nilai yang relatif lebih stabil, imbal hasil cukup menggiurkan, minim risiko, serta mudah diuangkan.

Ada beragam jenis investasi emas, bisa dalam bentuk emas perhiasan, emas batangan, maupun logam mulia. 

Kamu juga bisa berinvestasi emas di bank, Pegadaian, dan Antam, hingga melakukan secara online di berbagai marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya.

Karena banyak peminatnya, membuat perusahaan domestik dan asing maupun atas nama individu menawarkan produk investasi emas ilegal dengan iming-iming keuntungan besar. Bahkan, hingga menimbulkan kategori tak wajar. 

Itu membuat banyak orang tergiur dengan keuntungan tersebut, dan tak sadar menjadi korban penipuan investasi emas bodong. Mereka rela menggelontorkan uang ratusan ribu, jutaan rupiah, sampai ratusan juta rupiah untuk investasi emas abal-abal itu. 

Nggak mau kan jadi korban penipuan investasi emas? Untuk itu, sebelum berinvestasi emas, perhatikan dulu ciri-ciri investasi bodong seperti dipaparka Financial Planner Metta Anggriani CFP:

1. Diimingi Return Tinggi

Investasi emas
Diimingi return tinggi

Sebelum memutuskan berinvestasi emas, kamu harus lebih dulu menyadari bahwa apapun jenis investasinya pasti punya risiko. 

Kamu akan mendapat return jika harga emas mengalami kenaikan. Nah, biasanya investasi emas ilegal akan menjanjikan return atau imbal hasil tinggi hingga 5 persen per hari agar orang tertarik. Padahal, idealnya return investasi emas dalam setahun sekitar 10 persen -12 persen.

Modus investasi emas bodong, sekali dua kali kamu akan memeroleh return tinggi agar kamu percaya, dan menambah modal di investasi tersebut. Tapi begitu bulan-bulan berikutnya, bukan untung yang diraih, uangmu lenyap dibawa kabur perusahaan.

Baca juga: Apakah Investasi Emas Benar-Benar Menguntungkan? Begini Fakta-Faktanya

2. Banyak Paket Investasi

Investasi emas
Banyak paket investasi

Ada beragam jenis paket berinvestasi emas, mulai dari emas perhiasan, batangan, hingga logam mulia. Untuk menginvestasikannya pun bisa dengan beragam cara, yaitu menabung lebih dulu, mencicil, atau langsung dibeli tunai. 

“Sekarang ini memang banyak skema tabungan emas atau cicil emas dan lain-lain. Harus hati-hati juga,” jelas Metta.

“Nah dulu-dulu kan ada yang bentuknya beli dan titip emas seperti kasus GTI dan GBI. Karena emasnya dititip, eh mereka kabur, bodong deh!,” sambungnya.

Untuk itu, Metta menghimbau lebih baik memilihnya di perusahaan yang terdaftar secara resmi dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) seperti Butik Antam atau Pegadaian.

“Kalau di tempat-tempat yang reputable seperti Butik Antam atau Pegadaian sih aman ya,” imbuhnya.

Baca juga: Cuan Investasi Emas untuk Karyawan Bergaji Kecil, Begini Caranya

3. Dana Investasi Tak Jelas 

Investasi emas
Dana investasi tak jelas

Menurut Metta, agar terhindari tindak penipuan dan kehilangan uang dalam jumlah banyak, maka kamu harus kritis dengan peruntukkan dana investasi. 

Dengan begitu, kamu bisa tahu untuk apa dana yang diputar, baik untuk membeli surat utang negara, obligasi BUMN maupun swasta, atau lainnya.

Selain itu, investasi kaleng-kelang ini banyak yang mensyaratkan harus merekrut orang atau investor baru agar return investasimu bertambah. Padahal, hal tersebut salah besar!

Baca juga: Investasi Saham Belum Afdol Kalau Gak Beli Emas, Kenapa? Ini Alasannya

4. Membeli Emas Batangan

Investasi emas
Beli emas batangan

Nah, jika sudah mengetahui beberapa hal yang menjadi landasanmu menghindari tertipu investasi emas abal-abal, ada baiknya untuk memiliki emas batangan. Daripada tertipu, ya kan!

Meski begitu, kamu juga tetap harus memikirkan penyimpanannya yang tepat agar tidak menjadi korban pencurian.

“Rasanya memang lebih aman pegang emas batangan. Tapi, harus hati-hati nyimpannya. Kalau sampai beratus-ratus gram atau kilogram emas, ya harus buka Safe Deposit Box di bank,” tandasnya.

Itulah empat hal yang perlu kamu ketahui sebelum memutuskan berinvestasi emas menurut pakar. So, sudah siapkan dana untuk menambah cuan investasi emasmu?

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis