Sebelum Membongkar Dana Darurat, Tanyakan 4 Hal Ini Dulu ke Dirimu

dana darurat

Banyak penasihat keuangan menyarankan untuk mengumpulkan dana darurat. Pasalnya, ternyata pos keuangan ini sangat penting untuk situasi-situasi mendadak dan mendesak. 

Kamu pasti pernah kan setiap bulan di setiap harinya menemukan hal-hal mendesak, dan terpaksa harus mengeluarkan uang banyak untuk hal tersebut. Kalau misalnya tabungan tidak mencukupi, kamu bisa apa? 

Di situlah peran dana darurat, membantu menalangi semua kebutuhan mendesak tanpa khawatir meski gak punya tabungan. 

Besaran dana darurat pun beragam, biasanya berada di kisaran tiga hingga 12 bulan gajimu. Tapi, semakin besar tentunya semakin baik. 

Mengingat kegunaannya sangat penting, maka sangat penting untuk mempersiapkannya sedini mungkin. Masalahnya, kebutuhan-kebutuhan darurat itu sangat subjektif, belum tentu yang kamu anggap darurat itu ternyata sedarurat itu. 

Jadi, sebelum kamu membongkar dana darurat yang sudah capek-capek dikumpulkan, coba tanyakan empat hal ini ke diri kamu dulu: 

1. Seberapa Mendesak Keperluan Itu? 

seseorang mengumpulkan dana darurat
Seberapa Mendesak Keperluan Itu? (Shutterstock)

Misalnya, mobil kamu rusak total karena kebanjiran. Padahal, mobil tersebut adalah moda transportasi yang kamu butuhkan untuk bepergian ke kantor, jadi mau gak mau harus kamu betulkan dong

Kalau gak pakai asuransi, mungkin perbaikan tersebut bakal memakan banyak biaya, untuk ganti part-partnya yang terendam air. 

Kalau ada tabungan banyak sih gak masalah, tapi kalau duit lagi tiris gimana? Mau gak mau bongkar dana darurat, kan

Nah, sebelum kamu membongkarnya pastikan dulu kalau kebutuhan tersebut sangat mendesak, misal pihak bengkel mau kamu harus membayar full di awal, ya gak ada pilihan lain selain pakai dana darurat.

Tapi, kalau bisa dibayar di akhir, ya tahan dulu, siapa tahu kelarnya pas kamu gajian, jadi gak perlu bongkar dana darurat, kan

2. Apakah Keperluan tersebut Benar-Benar Darurat? 

sebuah kotak petty cash warna merah
Apakah Keperluan tersebut Benar-Benar Darurat? (Shutterstock)

Sebelumnya kamu harus mengetahui dulu definisi dari darurat. Dalam KBBI, darurat berarti keadaan yang harus membutuhkan penanggulangan segera. 

Misalnya, ada keluarga yang sakit parah dan membutuhkan penanganan operasi segera, itu bisa dibilang darurat. Atau atap rumah kamu jebol dan bocor kalau hujan tiba, itu juga darurat dan harus segera diatasi. 

Jadi pastikan dulu kalau kebutuhan atau keperluan yang sedang kamu alami itu sifatnya darurat. Kalau cuma pengin ganti sofa baru cuma gara-gara warnanya mulai butek sih gak bukan darurat namanya! 

3. Apakah Ada Cara Lain untuk Membayar Keperluan tersebut? 

sebuah celengan pig dipecahkan
Apakah Ada Cara Lain untuk Membayar Keperluan tersebut? (Shutterstock)

Banyak orang yang harus bekerja keras mengumpulkan dana darurat. Jadi saat sudah terkumpul biasanya orang-orang bakal memisahkannya dengan tabungan biasa. 

Biasanya sih, kalau dana darurat sudah terkumpul, misalnya tiga hingga 12 kali gaji, tabungan bakal dialihkan ke tabungan biasa yang suatu waktu juga bisa digunakan untuk kebutuhan mendesak lainnya. 

Saat ada kebutuhan mendesak dan harus segera dibayar, bukan berarti kamu harus menggunakan emergency fund kamu secara langsung. Tapi, coba perhatikan tabungan kamu, apakah mencukupi untuk membayar kebutuhan mendesak itu?

Kalau cukup gunakan tabungan saja ketimbang harus mengorbankan dana satu ini. 

4. Apakah Menggunakan Dana Darurat untuk Keperluan tersebut Sangat Layak? 

kumpulan recehan di dalam sebuah jar
Apakah Menggunakan Dana Darurat untuk Keperluan tersebut Sangat Layak? (Shutterstock)

Terakhir, kamu harus memerhatikan asas manfaatnya, apakah biaya yang kamu keluarkan itu bakal sebanding dengan dampaknya nanti. 

Pasalnya, emergency fund itu sebagai bantalan kamu di saat-saat kritis, jadi usahakan untuk digunakan semaksimal mungkin untuk tujuan yang benar-benar berguna. 

Contoh, penggunaan yang tepat adalah, untuk membiayai kesehatanmu atau anggota keluargamu. 

Misalnya, ayah kamu terkena serangan jantung dan membutuhkan biaya lebih untuk operasi pemasangan ring jantung. Karena taruhannya adalah, nyawa jadi jangan sungkan-sungkan untuk mengerahkan seluruh emergency fund untuk penyembuhannya. 

Jadi Bolehkah Menggunakan Dana Darurat? 

Tentu boleh dong, tapi, pastikan lagi apakah keempat pertanyaan tersebut sudah kamu tanyakan ke diri sendiri atau belum. 

Pokoknya jangan sampai dana emergency yang telah dikumpulkan dengan susah payah digunakan untuk keperluan-keperluan yang sebetulnya gak penting. 

Selain dana darurat, jangan lupa juga mengalokasikan simpananmu di beberapa pos, seperti tabungan berjangka, deposito, investasi, dan lainnya yang bisa bermanfaat banget buat kamu di masa yang akan datang. (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →