Ini Tips-Tips Transaksi Online agar Aman dari Pembobolan Rekening

Tips aman bertransaksi online. (Shutterstock)

Transaksi online kini semakin disukai banyak orang karena begitu mudah dan cepat dibandingkan transaksi konvensional. Kalau dulu melakukan kegiatan transaksi harus melalui mesin ATM ataupun teller di bank, sekarang hal tersebut lebih praktis lewat smartphone.

Minat masyarakat Indonesia pada transaksi daring ini boleh dikatakan terbilang tinggi. Seperti yang pernah diungkap Menko Perekonomian Darmin Nasution, pertumbuhan nilai transaksi tahun 2018 naik 281,49 persen atau menjadi Rp 47,19 triliun. Padahal, pada 2017, pertumbuhan transaksi melalui sistem elektronik ataupun digital ini sekitar Rp 12,37 triliun.

Naiknya tingkat transaksi online di Indonesia dipandang positif. Sebab, dengan pencapaian tersebut, ekonomi digital Indonesia pada 2025 mungkin diproyeksikan mencapai nilai pasar US$ 100 miliar.

Meskipun begitu, masyarakat harus tetap waspada dalam bertransaksi, terutama transaksi online. Pasalnya, gak cuma transaksi di mesin ATM yang rentan terhadap tindakan kejahatan, transaksi online pun bisa memberi celah pada para pelaku kejahatan buat beraksi.

Nah, supaya gak sampai menjadi target kejahatan siber (cyber crime), ada beberapa tips yang dapat membantu kamu tetap aman dalam melakukan transaksi online. Apa aja tips-tips tersebut? Berikut ini ulasannya.

Baca juga: 5 Visi Sistem Pembayaran, Kedepan Semua Bakal Online?

1. Gunakan sandi atau password yang gak mudah ditebak dan sebaiknya diganti secara berkala

transaksi online
Buat password yang gak mudah ditebak. (Shutterstock)

Ceroboh dalam transaksi online sama aja memberi peluang bagi para pelaku kejahatan buat melakukan pembobolan. Kecerobohan ini salah satunya disebabkan penggunaan sandi atau password yang dengan gampangnya ditebak para penjahat.

Ada sejumlah saran yang bisa kamu lakukan ketika menggunakan kartu debit, kartu kredit, internet banking, hingga mobile banking buat bertransaksi.

  • Bikin sandi atau password yang sama sekali gak gampang ditebak dengan mengombinasikan huruf besar, huruf kecil, dan angka.
  • Hindari menggunakan user name dan password yang sama di tiap-tiap media transaksi.
  • Ubahlah password secara berkala, seenggaknya tiga bulan sekali.
  • Jangan membagikan informasi terkait akun dan password dengan sembarangan sekalipun diminta orang-orang yang mengaku petugas resmi.

Baca juga: Punya QR Code Asli Sendiri, Indonesia Bakal Cashless?

2. Hal-hal yang sebaiknya dilakukan dalam belanja online agar transaksi online aman

transaksi online
Ada langkah-langkah untuk memastikan transaksimu aman. (Shutterstock)

Kecerobohan berikutnya umumnya ditemukan ketika melakukan transaksi buat belanja online. Apalagi kejadian ini dilaporkan masih marak terjadi. Ada dua cara yang digunakan para pelaku kejahatan siber, yaitu pembobolan akun dan penipuan mengatasnamakan perusahaan terkait.

Buat kamu yang suka belanja online, sejumlah tips berikut dapat boleh dicoba supaya transaksi online tetap aman.

  • Setelah transaksi, pastikan selalu log out dari akun perbankan.
  • Jangan izinkan komputer menyimpan nama pengguna dan sandi buat website belanja ataupun perbankan.
  • Pastikan layanan pihak ketiga yang membantu transaksi punya reputasi yang baik alias terpercaya.
  • Pastikan juga transaksi terlindungi layanan 3D Secure.

Baca juga: Waspada Modus Penipuan Baru, Paksa Korban Bayar Tagihan Kartu Kredit Fiktif

3. Jangan gunakan Wi-Fi publik ketika bertransaksi

transaksi online
Usahakan transaksi pakai data internet pribadi. (Shutterstock)

Penggunaan jaringan Wi-Fi yang sembarangan bisa menjadi kecerobohan dalam melakukan transaksi online. Lebih baik ketika melakukan transaksi, hindari memanfaatkan jaringan Wi-Fi publik karena keamanan jaringan tersebut gak terjamin.

Selain itu, kamu juga perlu berhati-hati dengan tawaran metode transaksi yang gampang banget atau one-click ordering. Terus perbarui selalu internet browser agar keamanannya makin meningkat.

4. Berhati-hati dengan kiriman email yang gak dikenal

transaksi online
Ada email gak dikenal dan mencurigakan? Abaikan aja! (Shutterstock)

Dari email masuk, pembobolan rekening dapat terjadi. Penipuan dengan modus phishing membuat orang yang terjebak dengan mudahnya melakukan akses ke akun pembayaran online pada tautan yang dikirimkan lewat email.

Saat ada pesan yang gak dikenal masuk ke email, ada baiknya gak membuka pesan tersebut, termasuk mengklik tautan link di dalamnya. Biasanya email tersebut meminta kamu mengklik tautan link kemudian memasukkan data-data yang diminta.

Dengan data-data yang diberikan tersebut, pelaku kejahatan dapat melakukan pembobolan rekening hingga melakukan transaksi tanpa sepengetahuanmu.

Itu tadi beberapa tips transaksi online supaya aman dan terhindar dari kejahatan siber, terutama pembobolan akun perbankan. Semoga informasi di atas bermanfaat! (Editor: Ruben Setiawan)