Bisa Cepat Untung Banyak, Ini Lho Bedanya Trading Saham dengan Investasi

Apa bedanya trading saham dengan investasi saham?

Trading saham secara sederhana diartikan sebagai kegiatan jual beli saham dengan tujuan dapat keuntungan dari selisih harga beli awal dengan harga jual. Keuntungan ini di dunia pasar modal disebut capital gain.

Trading berbeda dari investasi saham. Dalam investasi saham, seorang investor akan lebih memilih membeli saham dan menahannya untuk jangka waktu yang lama. Artinya, transaksi saham seorang investor tidak relatif singkat seperti seorang trader.

Kenapa investor lebih memilih hold sahamnya ketimbang jual cepat saat harga saham naik? Ini disebabkan tujuan dan harapan investor yiatu mendapat keuntungan dari pembagian dividen yaitu keuntungan perusahaan atau emiten yang biasanya dibagikan per kuartal, per semester, atau per tahun.

Kamu yang mau mulai terjun ke dunia pasar modal harus tahu informasi seputar dunia ini. Berikut ulasannya!

Cara trading saham bagi pemula

analisis fundamental saham

Meski trading saham ini relatif singkat, bukan berarti kamu berspekulasi. Tetap ada perhitungan dan pertimbangan yang harus kamu lakukan sebelum menjual saham. Alih-alih untung, kamu malah bisa rugi kalau gak gunakan perhitungan yang tepat.

Gimana caranya biar untung bagi kamu yang baru di dunia saham dan ingin jadi trader? Berikut pertimbangan yang bisa kamu terapkan.

1. Mulai dengan nominal kecil

Mau investasi atau trading, sebaiknya kamu mulai dengan nominal kecil agar tidak merugi terlalu besar ketika kamu salah perhitungan. Selain itu ingat pepatah yang mengatakan jangan menyimpan telur di keranjang yang sama. Artinya, kamu lebih baik menginvestasikan uang yang kamu punya ke beberapa instrumen.

Di samping itu, trading saham adalah salah satu investasi berisiko tinggi. Sembari belajar cari untung lewat trading saham, kamu pun bisa mendalami dunia saham biar kelak dapat cuan lebih banyak. Intinya jangan langsung bernafsu untuk meraup untung sebanyak-banyaknya.

2. Tingkatkan pengetahuan

Saham itu bukan spekulasi, perlu ada pengetahuan mendalam sebelum memutuskan membeli atau menjual. Pasalnya, capital gain ataupun return yang bakal kamu dapat gak pasti seperti bunga deposito. Itu sebabnya kamu harus terus mendalami informasi seputar saham biar bijak saat menjadi trader. Saat ini belajar trading saham banyak sumbernya, bisa kamu cari di banyak referensi blog atau media terpercaya terkait keuangan dan investasi.

Namun, pada dasarnya, untuk menjadi trader yang mampu menghasilkan cuan di setiap transaksi yang dilakukan, kita harus memiliki kemampuan analisis, terutama analisis teknikal. Apa itu analisis teknikal? Simak penjelasannya di sini.

Analisis teknikal

Analisis teknikal digunakan untuk memprediksi tren harga saham di masa depan, terutama melalui penggunaan grafik. Analis yang kerap memantau grafik ini biasanya disebut chartist. Meski tidak bisa memprediksi pergerakan harga di masa depan secara absolut, analisis ini dapat membantu mengantisipasi apa yang mungkin terjadi pada harga saham di masa mendatang.

Bagi investor pemula, analisis teknikal biasanya lebih mudah dipelajari dibandingkan analisis fundamental karena hanya diperlukan membaca grafik. Selain itu, investor harus mempunyai karakter sabar dan disiplin dalam mempelajari analisis teknikal.

Analisis fundamental

Analisis fundamental merupakan sebuah analisis yang mempertimbangkan hal-hal yang dapat menggerakkan harga saham, antara lain kinerja keuangan, tingkat persaingan usaha, potensi industri, analisis pasar dan ekonomi baik makro maupun mikro.

Melakukan analisis fundamental biasanya digunakan untuk menjawab dua pertanyaan penting berikut:

  • Apakah perusahaan masih sehat atau tidak?
  • Pada harga berapa suatu saham layak untuk dihargai?

Dalam jangka pendek harga suatu saham dapat berfluktuasi atau bahkan turun, namun dalam jangka panjang harga saham dengan fundamental baik akan bergerak cenderung naik.

3. Pilih sekuritas terpercaya

Sebagai investor maupun trader, kamu harus tahu bahwa membeli saham harus melalui sekuritas, buka rekening, dan lain-lain. Jangan sampai kamu rugi gara-gara salah pilih perusahaan sekuritas. Cek perusahaan sekuritas terbaik dan terpercaya di situs Bursa Efek Indonesia (BEI).

Setelah itu, cari tahu mengenai perusahaan sekuritas yang kamu pilih dari sejumlah berita. Jangan pilih yang memiliki rapor merah ya!

4. Hindari saham gorengan

Saham gorengan ini istilah dalam dunia saham. Ciri-ciri saham gorengan adalah volatilitas tinggi tanpa fundamental jelas. Artinya saham ini tanpa sebab bisa tiba-tiba meroket harganya.

Alasan untuk tidak membeli saham gorengan adalah kemungkinan perdagangan sahamnya bakal dihentikan sementara oleh BEI karena berpotensi merugikan investor. Kalau sudah begitu, kamu bakal merugi karena bisa-bisa harga saham yang akan kamu jual justru harganya anjlok, lebih murah dari harga beli.

5. Cut loss dan profit yang realistis

Cut loss merupakan aksi jual saham yang bertujuan menghindari kerugian lebih besar akibat pergerakan harga berlawanan dari perkiraan. Sebagai trader, kamu harus siap cut loss. Caranya, tentukan titik terendah di mana saham itu bakal kamu lepas.

Aturan main ini berlaku juga saat incar profit. Kamu harus tentukan berapa persen cuan yang kamu inginkan, misal 10 atau 20 persen. Nah, ketika harga saham naik ke titik itu, kamu tetap harus jual.

Cara dapat uang dari trading saham

analisis fundamental saham

Perkembangan platform trading BEI memudahkan investor, terutama trader untuk terjun ke pasar saham. Cara dapat uang tentunya dari jual saham ketika harganya lebih tinggi dari harga beli.

Berikut ini tahapan jual saham secara online:

  • Masuk ke aplikasi melalui platform trading broker
  • Setelah itu kamu udah bisa trading saham
  • Kamu bisa beli dengan cara memilih berdasarkan kelas, harga saham atau performa
  • Konsultasi terlebih dahulu ke pialang atau cari referensi sebelum menentukan saham yang bakal kamu beli.
  • Setelah kamu beli, pertahankan saham atau jual dengan rumus cut loss dan profit yang dijelaskan pada poin sebelumnya.

Situs atau aplikasi trading saham terbaik

investasi saham

Kalau kamu udah berani mau jadi trader saham, berikut ini pilihan situs atau aplikasi online terbaik buat trading saham. Pertimbangkan dan cari informasi lebih dalam mengenai situs atau aplikasi ini sebelum menyetorkan uangmu ya!

Supaya lebih mudah, simak beberapa kriteria berikut untuk memilih perusahaan sekuritas terbaik.

1. Apresiasi melalui penghargaan

Penghargaan tahunan yang diberikan BEI merupakan apresiasi kepada perusahaan tercatat di bursa (emiten saham), anggota bursa atau perusahaan sekuritas, perusahaan sekuritas penjamin emisi efek (underwriter), dan manajer investasi.

Penghargaan yang dilakukan pada acara CEO Networking 2018 ini digelar oleh OJK, BEI, Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI), serta Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Tahun lalu, perusahaan sekuritas pelat merah adalah Mandiri Sekuritas yang memborong dua penghargaan.

Mandiri Sekuritas meraih predikat sebagai Anggota Bursa Terbaik kategori Pertumbuhan Investor, Penjamin Emisi Terbaik kategori Aktivitas Penjaminan dan Penjaminan Saham. Sementara Mandiri Manajemen Investasi menerima penghargaan sebagai Manajer Investasi Terbaik.

Beberapa penghargaan lainnya meliputi:

  • Anggota Bursa dengan Kinerja Keuangan Terbaik – Panin Sekuritas.
  • Anggota Bursa dengan Aktivitas Transaksi Terbaik – Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
  • Penjamin Emisi Terbaik kategori Nilai Penjamin Obligasi – Indo Premier Sekuritas.

2. Perusahaan sekuritas terbaik berdasarkan tiga kriteria

Bagi pemula di dunia pasar modal tentu perlu bimbingan dari para ahli. Nah, pembimbing di pasar modal ini adalah broker atau pialang yang akan memberikan referensi saham hingga transaksi yang harus dilakukan apakah jual atau beli.

Agar tidak bingung, mari kita simak perusahaan sekuritas terbaik dilihat dari tiga kriteria yang meliputi biaya (fee) trading murah, minimal deposit paling ringan, dan penghargaan dari lembaga pemeringkat.

Biaya trading murah

FYI, fee trading terbagi menjadi dua, yaitu biaya saat membeli saham dan biaya saat menjual saham. Artinya, apa pun transaksi kita di pasar modal akan dikenakan biaya. Rata-rata perusahaan sekuritas mengenakan fee trading pembelian antara 0,1 hingga 0,3 persen dan untuk penjualan 0,2 hingga 0,4 persen.

Berikut daftar perusahaan sekuritas yang menawarkan fee termurah di tahun 2019.

Perusahaan Sekuritas Beli  Jual
Mandiri Sekuritas Online Trading 0,18 0,28
BNI Sekuritas 0,15 0,25
Mirae Asset Sekuritas Indonesia 0,15 0,25
IPOT 0,19 0,29
Phillip Sekuritas Indonesia 0,20 0,30
MNC Sekuritas 0,19 0,29

Deposit paling ringan

Rata-rata perusahaan sekuritas mewajibkan deposit dana investasi antara Rp1-3 juta. Nominal deposit ini tentu tergantung pada kebijakan dari masing-masing perusahaan. Berikut daftar perusahaan sekuritas yang menawarkan deposit paling ringan.

Perusahaan Sekuritas Deposit Minimal
IPOT atau Indo Premier, Phintaro, Trimegah, dan MNC Sekuritas Rp100 ribu
Sinarmas Online Rp500 ribu
BNI Sekuritas dan Phillip Sekuritas Rp1 juta
Mandiri Sekuritas Rp2 juta
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rp3 juta
CIMB Niaga Rp5 juta

Raih penghargaan dari lembaga pemeringkat

Sebenarnya sudah banyak perusahaan sekuritas yang menjadi anggota bursa yang meraih penghargaan. Namun, yang terbaru dan masih hot ada enam perusahaan, yaitu:

Perusahaan Sekuritas Penghargaan 
Mandiri Sekuritas
  • Transaksi Saham Terbesar (2019) Rp205 triliun
  • Broker Terbaik Pasar Modal Indonesia 2019
  • Dari Finance Asia Country Awards 2018: Best Debt Capital Markets House, Best Investment Bank, Best Broker, Best Equity Capital Market House
Panin Sekuritas
  • Warta Ekonomi: Living Legend Companies Award (2019), Indonesia Most Innovative Business Award (2018) kategori Terbaik dalam Inovasi Perusahaan Sekuritas, Most Powerful Company (2017), Perusahaan Sekuritas Terbaik (2017), dan TOP Emiten Business News Indonesia (2017)
  • Anggota Bursa Terbaik kategori Kinerja Keuangan dari IDX Appreciation 2018
  • SPEx2 kategori Navigating Digital Shift Industri Sekuritas dari Tempo Media Group 2018
MNC Sekuritas
  • Anggota Bursa Mitra Galeri Investasi BEI Terbaik (2018) kategori Pengembangan dan Inovasi Kegiatan
  • Innovation in Customer Service Management, Planning & Practice kategori Financial Services Industries dari Asia-Pacific Stevie Awards (2017)
  • Company of the Year kategori Business Services kategori Karyawan di atas 2.500 orang dari Stevie Awards for Women in Business (2018)
Trimegah Sekuritas
  • Best Listed Company kategori Sekuritas dan Reksadana (2017) dari Majalah Investor
  • Warta Ekonomi: Best Listed Company kategori Sekuritas dan Reksadana (2017), Indonesia Most Admired Company (2017), dan Most Innovative Business Award
Indo Premier Sekuritas
  • IDR-Bond Bookrunner/Underwriter (2015) dari Bloomberg
  • Berita Satu: Best Securities Company, Most Active IDR Bond Lead Underwriter, No.1 Favorite dan Best Online Trading
  • Indonesia’s Best Domestic Bond House dari The Asset Asian Awards (2015)
  • Bond House dari Alpha Southeast Asia-Hong Kong (2015)
  • Best Domestic Bond Debt House dari ASIAMONEY (2015)
  • Penjamin Emisi Terbaik dari BEI (2015)
Phillip Sekuritas Online Trading Terbaik, Special Awards kategori Best Social Activation pada 2015

Bedanya trading dan investasi saham

mau trading saham atau invest saham

Bimbang antara jadi trader atau investor? Sebaiknya simak perbedaan berikut biar kamu makin paham sebelum memutuskan terjun ke pasar modal!

Indikator Trading Investasi
Pilihan saham Saham kelas 3 atau yang baru penawaran umum saham perdana (IPO) Saham kelas 1 alias blue chip
Risiko Lebih tinggi karena pergerakan saham yang dimiliki rata-rata fluktuatif Lebih rendah ketimbang trading karena lebih selektif pilih saham
Prinsip  Beli dan jual (buy and sell) Beli dan simpan (buy and hold)
Analisis yang dipakai Analisis teknikal untuk lihat pergerakan saham Lebih banyak termasuk fundamental perusahaan

Plus-minus jadi trader saham

Biar kamu makin mantap pilih trading atau investasi, perhatikan ulasan mengenai untung-rugi jadi trader saham. Kamu juga bisa beralih jadi investor jika sudah bosan mencari peruntungan di pasar modal secara harian.

Plus trading Minus trading
Potensi untung dalam waktu singkat Bisa rugi besar dalam waktu singkat
Dividen juga bisa didapat Menghabiskan banyak waktu buat pantau pasar saham
Likuiditas saham yang memudahkan dapat untung Potensi dapat dividen kecil karena rata-rata trader memiliki saham minimal untuk satu emiten.

Pilih mana, jadi trader atau investor?

Kalau kamu bingung memilih menjadi trader atau investor, kamu bisa sesuaikan dengan kepribadian diri kamu sendiri. Apakah kamu tipe yang cepat beradaptasi dan suka keluar dari zona nyaman (trader), atau tipe yang calm dan pengin meluangkan banyak waktu untuk hal lainnya (investor).

Untuk informasi lain seputar investasi dan finansial lainnya bisa kamu lihat di Lifepal!