Trik Ambil KPR Walau Masih Ada Cicilan Lain. Iya, Bisa Kok, Tapi…

trik ambil KPR

Banyak orang bilang kalau gak beli rumah sekarang, kapan lagi? Bisa-bisa rumah semakin tak terbeli karena harganya terus naik dari tahun ke tahun.

 

Toh, ada kredit pemilikan rumah (KPR) dari bank yang sangat membantu meringankan masyarakat yang hendak membeli rumah tapi dana terbatas. Karena pandangan itulah banyak yang “nekat” membeli rumah dengan cara kredit.

 

Ya, harga rumah cenderung naik setiap tahun, sehingga sering dijadikan investasi. Dan betul, KPR sangat berjasa membuat orang mampu memiliki rumah.

 

Tapi, bagaimana kalau kita hendak beli rumah tapi masih ada cicilan lain yang wajib dilunasi? Tenang, ada trik ambil KPR meski masih ada cicilan lain. Syaratnya, hitung dulu kemampuan finansial kita.

 

Kita ambil contoh kasus seorang pegawai lajang yang ngebet beli rumah 800 jutaan di pinggiran BSD, Serpong, Tangerang Selatan lewat KPR dengan tenor 15 tahun. Sebut saja namanya Billy.

 

Billy memiliki gaji total Rp 20 juta per bulan. Dia hobi nongkrong bareng teman-teman dan jalan-jalan ke luar kota, sampai luar negeri.  Dengan gaji sedemikian besar, beli rumah di pinggiran Jakarta sepertinya bukan perkara sulit.

 

society

 

 

Masalahnya, dia masih punya cicilan kredit mobil Rp 3 juta per bulan yang baru selesai 12 bulan lagi. Belum lagi hobinya itu sering menguras kocek.

 

Pengeluaran rutin Billy antara lain:

  • Asuransi kesehatan:  Rp 1 juta
  • Kos: Rp  2,5 juta
  • Gym:  Rp 600 ribu
  • Investasi: Rp 1 juta

 

Jika ditotal dengan cicilan mobil, duit gaji Billy sudah berkurang Rp 8.100.000 untuk 12 bulan ke depan. Berarti sisanya tinggal Rp 11.900.000 per bulan. Jumlah itu belum dikurangi biaya tagihan dua kartu kreditnya dan pengeluaran lain-lain.

 

Sekarang mari kita simak simulasi KPR rumah 800 juta yang hendak dibeli Billy. Menurut ketentuan Bank Indonesia, uang muka (DP) KPR minimal 30 persen dari total harga rumah. Itu artinya Billy harus menyiapkan minimal Rp 240 juta sebagai DP rumah Rp 800 juta.

 

Jadi, simulasi dari bank memiliki rincian sebagai berikut:

  • Harga rumah: Rp 800 juta
  • DP: Rp 240 juta
  • Utang pokok: Rp 800 juta-Rp 240 juta= Rp 560 juta

 

hanya_800_jt_rumah_2_lantai_malibu_village_by_paramount_serpong_8070095423791484989

 

 

Dengan tenor 15 tahun dan asumsi bunga efektif 10 persen, maka biaya cicilan didapat dengan rumus:

 

Cicilan pokok: utang pokok/tenor= Rp 560 juta/180 bulan = Rp 3,1 juta
Bunga: Saldo pokok sebelumnya  x 10 persen/ 12 bulan

 

*Saldo pokok adalah sisa utang pokok yang belum terbayar. Besarnya berkurang dari cicilan bulan pertama sampai terakhir.

 

Jadi, cicilan bulan pertama:

Cicilan pokok= Rp 3,1 juta
Bunga efektif= (Rp 560 juta x 10 persen) / 12 bulan = Rp 4.666.666
Jumlah cicilan 1 = cicilan pokok + bunga= Rp 7.766.666

Untuk diingat, biasanya nasabah KPR akan dikenai biaya tambahan dalam cicilan pertama. Biaya ini antara lain untuk membayar asuransi, notaris, provisi, dan lain-lain. [Baca: Tahapan dan Cara Mengajukan KPR Lengkap Sampai Tandatangan Akad Kredit]

 

Karena menggunakan bunga efektif, cicilan pada bulan-bulan berikutnya akan lebih kecil daripada cicilan pertama. Misalnya cicilan bulan kedua:

Bunga efektif = {(utang pokok-cicilan pokok bulan 1) x 10 persen} / 12 bulan
= {(Rp 560 juta – Rp 3,1 juta) x 10 persen} / 12 bulan = Rp 4.615.000
Jumlah cicilan 2 = Rp 3,1 juta + bunga efektif = Rp 7.715.000

Begitu seterusnya sampai cicilan lunas. Tapi, umumnya KPR menerapkan bunga floating/mengambang, yaitu menentukan bunga efektif berdasarkan pasar. Jadi misalnya tahun ini bunga 10 persen, bisa saja tahun depan naik jadi 12 persen atau malah turun jadi 9 persen.

 

Dan lazimnya bank menerapkan bunga flat/tetap pada cicilan 1-2 tahun pertama. Jadi hitungan cicilan di atas baru berlaku pada cicilan ke-25 jika bunga flat ditetapkan berlaku 2 tahun. Dalam kasus Billy, dengan asumsi bunga flat 5 persen per tahun, berarti cicilannya:

 

cicilan pokok= Rp 3,1 juta
bunga= Rp 560 juta x 5 persen / 12 bulan = Rp 2.333.333
Jumlah cicilan= cicilan pokok + bunga = Rp 5,4 juta

Melihat perhitungan di atas, berarti setidaknya Billy harus menyisihkan Rp 5,4 juta per bulan selama 2 tahun, kemudian Rp 7 jutaan pada tahun berikutnya hingga cicilan KPR lunas 13 tahun kemudian.

 

rif_imm_104_rif_imm_104_negozio_a_reddito_in_vendita_3260094429833560800
Rangkuman cicilan KPR Billy:

  •  2 tahun pertama= Rp 5,4 juta per bulan (bunga flat)
  • Tahun ketiga sampai lunas= Rp 7 jutaan (bunga efektif/floating)

Karena Billy masih punya tanggungan cicilan mobil selama 12 bulan ke depan, artinya tiap bulan dia total harus menyisihkan:

 

Rp 8,1 juta (pengeluaran rutin) + Rp 5,4 juta (cicilan KPR bunga flat) = Rp 13,5 juta per bulan sampai kredit mobil lunas. Artinya, penghasilannya tinggal Rp 20 juta- Rp 13,5 juta= Rp 6,5 juta.

Hidup di Jakarta dengan uang Rp 6,5 juta per bulan tentu saja masih bisa layak. Tapi, mengingat hobi Billy yang terbilang mahal, bisa saja Billy malah nombok.

 

Karena itu, Billy wajib hidup lebih hemat demi mewujudkan impian memiliki rumah sendiri setidaknya sampai cicilan mobil lunas. Caranya:

 

1. Mengurangi kebiasaan nongkrong.

Tak mungkin kan, nongkrong di kafe atau mal duduk-duduk doang? Pasti ada duit keluar entah buat beli makan, minum, bahkan parkir.

 

2. Batasi jalan-jalan.

Jika sebelumnya tiap bulan jalan-jalan, sekarang jadikan 3 atau 6 bulan sekali. Atau dalam 1 tahun ke depan traveling sekali saja agar lebih banyak duit yang dihemat. Kalau cicilan mobil udah lunas, bisa maksimalin liburan lagi.

 

dim sum festival jakarta

 

3. Bijak pakai kartu kredit

Meski punya kartu kredit mileage, tak perlu ngoyo mengejar poin miles untuk ditukarkan dengan rewards. Begitu juga pemakaian kartu kredit buat kebutuhan sehari-hari. Salah-salah, tagihan kartu lebih besar ketimbang total cicilan KPR.

 

4. Hapus pengeluaran remeh-temeh

Daripada duit Rp 600 ribu untuk nge-gym, mending buat tambah-tambah bayar cicilan. Lari pun sudah termasuk olahraga  yang menyehatkan, gratis lagi. Atau bisa juga cari gym yang biayanya lebih rendah agar bisa ngirit.

 

Itulah penghematan yang bisa dilakukan Billy agar lancar membayar cicilan mobil sekaligus KPR setidaknya sampai 12 bulan ke depan saat angsuran mobil lunas. Tapi jika merasa sulit berhemat, mau tak mau harus mencari rumah yang harganya lebih murah atau menunda beli rumah sampai cicilan mobil lunas.

[Baca: Tidak Mampu Bayar Cicilan Mobil? Ini Solusinya]

 

belajar-jadi-perencana-keuangan-sendiri

 

 

Setelah resmi ambil KPR dan cicilan mobil lunas, ada baiknya duit yang sebelumnya buat bayar angsuran itu ditabung. Syukur-syukur bisa ambil KPR rumah kedua dari hasil tabungan itu. Ya, gak?

 

Simulasi trik ambil KPR pas ada cicilan lain di atas khusus buat mereka yang punya nominal gaji seperti Billy. Kalau jumlah gajimu beda, gampaaang. Tinggal ganti saja angka-angkanya agar sesuai.


Intinya, ambil KPR meski ada cicilan lain memang bisa, tapi harus lebih cermat dalam mengatur keuangan daripada yang lagi bebas dari cicilan. Selain itu, perhatikan aturan kredit dari bank, contohnya besar bunga dan penalti, agar tidak salah langkah ketika mengambil penawaran kredit. [Baca: yang Wajib Diketahui tentang Kredit Pemilikan Rumah (KPR)]

 

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →